Senin, 13 Januari 2020 0 komentar

4 Nasehat Dari Kitab Taurat

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Riwayat Al lmam Wahab bin Munabbih ra berkata
"Aku telah mendapatkan dalam kitab taurat 4 baris yaitu,
  1. Barang siapa yang membaca kitabullah sedang dia menyangka tidak diampuni Dosanya berarti dia termasuk golongan orang yang meremehkan ayat-ayatAllahSWT,
  2. Barang siapa yang merendahkan diri kepada orang yang kaya karena kekayaannya maka akan hilang 2/3 imannya,
  3. Barang siapa yang susah hatinya terhadap apa yang terlepas dari tangannya maka dia termasuk golongan yang marah kepada qadhailketetapan Allah SWT, 
  4. Barang siapa yang mengeluh kepadaKu karena penderitaannya maka ia termasuk golongpan orang yang mengeluh kepada Tuhannya / orang yang tidak bersyukur dan bersabar kepada Allah SWT" 


0 komentar

Keutamaan Mengetahui Aib Dibandingkan Ibadah 70 Tahun

بسم الله الرّحمن الرّحيم


Sebuah kisah yang diriwayatkan dari Al-Imam Wahab bin Munabbih.

Dulu ada seorang laki-laki Bani Israil yang terus melakukan puasa selama tujuh puluh tahun. Dalam setiap tahunnya ia hanya berbuka enam hari. Lalu ia memohon kepada Allah agar diberi kemampuan dapat melihat setan, agar mengetahui bagaimana setan-setan itu menggoda manusia.

Setelah lama ia memohon hal itu kepada Allah, namun belum juga dikabulkan, maka ia berkata: "Seandainya kesalahan dan dosa-dosaku kepada Tuhan diperlihatkan kepadaku, tentu hal ini lebih baik daripada apa yang aku minta tersebut."

Tidak lama kemudian, Allah mengutus seorang malaikat kepadanya, ia berkata, bahwa Allah mengutus aku kepadamu, Dia berfirman kepadamu: "Sesungguhnya apa yang kamu katakan terakhir (memohon diperlihatkan dosa-dosa dan kesalahan) lebih Aku sukai daripada ibadah yang selama ini kamu kerjakan (Puasa selama 70 tahun)".

Akhirnya Allah telah membuka ketajaman penglihatan matanya dan mampu melihat pasukan iblis meliputi seluruh bumi. Tidak ada seorang pun manusia yang tidak dikelilinginya seperti halnya lalat yang mengerubungi bangkai. Sehingga laki-laki itu berkata "Wahai Tuhanku, kalau begini siapa yang dapat selamat dari setan?" Allah menjawab: "Yang selamat adalah orang-orang yang wara' dan lemah lembut".

Sumber : http://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2020/01/keutamaan-mengetahui-aib-dibandingkan.html
Jumat, 10 Januari 2020 0 komentar

15 Jumadil Awal 1441 H (10 Januari 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Diantara amal kebajikan yang paling utama adalah berderma disaat kesusahan, bertindak benar saat marah, dan memberi maaf ketika mampu untuk membalas. (13:25 WIB)
  2. Orang yang memiliki sifat keinsanan pasti dia tidak akan mampu memaafkan sesamanya, manusia yang mampu memaafkan karena dia dititipkan sifat Allah. (13:26 WIB)
  3. Semakin berbuat kebaikan maka akan dikejar keburukan, dan mengerjakan keburukan akan semakin ditambahkan keburukannya. (13:28 WIB)
  4. Sesuatu yang manfaatnya bersifat umum adalah kematian bagi orang-orang yang jahat. (13:40 WIB)
  5. Orang yang berbuat kebaikan itu akan membuat putus asa terhadap orang yang berbuat jahat. (13:41 WIB)
  6. Sesungguhnya apa yang kamu jalankan itu akan dilihat dari apa yang menjadi niatnya bukan apa yang dikerjakannya. (13:45 WIB)
  7. Mengerjakan kebaikan itu akan dinilai kebaikannya dihadapan manusia, tetapi apa yang menjadi niat akan dinilai oleh Allah kebenarannya. (13:47 WIB)
  8. Segala perbuatan itu tergantung dari apa yang menjadi niat, dan tidak ada agama bagi mereka yang tidak memiliki niat. (13:50 WIB)
  9. Sesungguhnya Allah tidak akan mengurangi dan menambahi apa yang menjadi amalmu, niscaya semua akan mendapatkan sesuai dari apa yang menjadi amalnya. (13:54 WIB)
  10. Janganlah kamu mati tetapi belum bertaubat, yaitu merubah keadaan dan tabiat yang buruk. (13:54 WIB)
  11. Tidaklah akan binasa seseorang yang mengetahui batas kemampuannya. (13:57 WIB)
  12. Setiap manusia itu mempunyai kelebihan, dan tujuan utamanya adalah mendapatkan derajat yang mulia disisi Allah. (13:57 WIB)
  13. Orang menuntut ilmu agar dapat menyentuh perasaan hati, maka orang yang hatinya tidak mudah tersentuh adalah bentuk hati yang mati. (14:00 WIB)
  14. Milikilah segala yang ada didunia ini tetapi jangan sampai hatimu merasa memiliki, dan kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat. (14:06 WIB)
  15. Marahlah semata-mata karena Allah, yaitu marah atas bentuk meremehkan Al-Qur'an dan Hadits. (14:14 WIB)
  16. Apa yang diminta manusia belum tentu disetujui oleh Allah SWT, tetapi apa yang menjadi kehendak Allah SWT mau tidak mau manusia itu harus menerima, maka bersyukurlah atas keputusan Allah SWT. (14:15 WIB)
  17. Orang yang tertipu adalah orang yang mencintai sesuatu hingga melupakan Allah SWT. (14:19 WIB)
  18. Orang yang lalai adalah orang yang dipermainkan oleh hawa nafsu, pasti dia akan terhina dunia dan akhirat. (14:21 WIB)
  19. Orang yang bangga diri adalah orang yang tidak mau menerima nasehat dari orang lain, maka ambillah sesuatu pelajaran meskipun dari seorang anak kecil. (14:24 WIB)
  20. Bersyukurlah atas keputusan Allah SWT pada hari itu, sesungguhnya itu adalah ketetapannya, yang tidak ada janganlah kamu pikirkan. (14:27 WIB)
  21. Sesuatu urusan yang tidak mengingatkan akhirat kepadamu maka tinggalkanlah. (14:43 WIB)
  22. Orang yang berbuat buruk pasti rugi, berbuat baik pasti untung, kalau diketahui ada kerugian hendaknya segera menutup kerugiannya dengan mencari keuntungan. (14:57 WIB)~
  23. Orang yang memuji kepadamu itu seperti orang yang menebar racun yang suatu saat dapat membunuhmu, tetapi orang yang menebar fitnah adalah orang yang sedang menebarkan kebaikan pada dirimu. (14:59 WIB)
  24. Sesungguhnya Allah mencintai orang beriman yang kuat, tegar, giat dan cerdas. (15:02 WIB)
  25. Jauhilah dusta karena dia menjauhkan iman, orang yang jujur berada ditepi keselamatan dan kemuliaan, sedangkan orang yang pendusta berada di tepi kebinasaan dan kehinaan. (15:09 WIB)
  26. Utamakanlah kesabaran dan ketekunan dalam setiap melakukan pekerjaan, niscaya dari hal yang kecil sekalipun pasti akan menjadi besar. (15:14 WIB)
  27. Pikirkanlah perihal yang ada didepanmu, jangan biarkan pikiranmu berkhayal terhadap angan-angan yang tidak kunjung datang. (15:16 WIB)
  28. Sesungguhnya orang yang penuh dengan rasa benci itu adalah kerugian, maka tinggalkanlah benci terhadap manusia, tetapi bencilah dosa-dosa dan perbuatan buruknya. (15:19 WIB)
  29. Bersabarlah atas ketentuan Tuhanmu dan jangan memaksa kehendak Tuhanmu niscaya kamu akan semakin jauh dari Tuhanmu. (15:26 WIB)
  30. Orang yang kaya itu tidak membutuhkan apa-apa terhadap mahluknya, dan orang yang miskin adalah mereka yang selalu bergantung kepada manusia. (15;26 WIB)
  31. Segala pergaulan yang tidak mengingatkan kepada akhirat niscaya pasti akan menjerumuskanmu dalam kelalaian, maka tinggalkanlah pergaulan yang seperti itu. (15:28 WIB)
  32. Untuk apa kamu duduk di majelis sedangkan kamu tidak mengetahui musuh-musuhmu, jihad yang paling besar adalah mengalahkan hawa nafsumu dan sifat malas. (15:31 WIB)
  33. Orang yang dicintai Allah adalah orang yang bermanfaat dan selalu memikirkan bagaimana memberi manfaat kepada orang lain. (15:35 WIB)
  34. Janganlah sibuk mencari makan, tetapi sibuklah bagaimana memberi makan, niscaya kelak jasadmu tidak akan termakan tanah. (15:36 WIB)
Jumat, 03 Januari 2020 0 komentar

8 Jumadil Awal 1441 H (03 Januari 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Muhasabbah diri dalam pandangan dhohir adalah perhitungan amal dan ibadah apakah untung dan rugi, sedangkan dalam pandangan kelak di akhirat adalah balasan apakah beruntung atau celaka. (13:33 WIB)
  2. Segala hal yang menimpa manusia yang beriman adalah ujian, sedangkan bagi orang kafir adalah musibah, bagi orang munafik adalah celaan dan hinaan. (13:34 WIB)
  3. Apabila dirimu menghendaki mujahadah dalam dirimu, maka celalah hatimu sendiri dengan keburukan-keburukannya sehingga kamu bersemangat dalam menambahkan kebaikan. (13:38 WIB)
  4. Jiwa yang kotor dengan hawa nafsu itu condong untuk berbuat maksiat dan menghalangi dari sifat-sifat berbuat amal soleh, dan tidak akan berhenti manusia itu untuk melawan hawa nafsu. (13:38 WIB)
  5. Hawa nafsu itu tidak akan bisa dikalahkan begitu saja dengan pertimbangan akal, tetapi hawa nafsu dapat ditundukkan dengan cara dzikrullah, banyak berpuasa, mengamalkan wudhu, dan mengingat mati. (13:39 WIB)
  6. Sering bangun malam atau mengurangi tidur dan banyak beribadah di malam hari, mengurangi makan adalah bentuk melawan hawa nafsu yang ada dalam dirinya sendiri. (13:41 WIB)
  7. Orang yang banyak makan dan banyak tidurnya itu mustahil dapat melawan hawa nafsunya, ditambahkan pasti banyak keinginannya. (13:42 WIB)
  8. Tidak disebut orang yang berdoa yang tidak mendatangkan rasa takut dan harap kepada Allah SWT. (13:43 WIB)
  9. Takut itu terbagi dua yaitu takutnya orang awam dan takutnya orang alim, takutnya orang awam itu takut tidak kerja, takut sakit, takut tidak makan, tetapi takutnya orang alim itu adalah takut kepada Allah SWT. (13:44 WIB)
  10. Sesungguhnya hati yang takut kepada Allah SWT itu dapat diperoleh dengan proses dan tempaan yang lama. (13:45 WIB)
  11. Manusia kelak akan mendapatkan balasan di akhirat, seberapa dalam neraka dan seberapa tinggi surganya kelak akan sesuai dengan perbuatan semasa hidupnya. (13:47 WIB)
  12. Banyaknya orang yang berjalan dijalan Allah SWT justru masuk neraka disebabkan ada rasa takut didalam hatinya tidak mendapatkan harta, dan menggantungkan hidupnya kepada manusia. (13:49 WIB)
  13. Hisabnya orang yang berjalan dijalan Allah SWT itu lebih berat daripada orang yang bekerja, dan lebih berat lagi hisabnya orang yang menganggur. (13:51 WIB)
  14. Sesungguhnya orang yang menganggur itu pasti akan banyak maksiatnya, maksiat hati, maksiat pikiran, dan maksiat amal. (13:52 WIB)
  15. Barangsiapa yang memperbaiki urusan dhahirnya pasti akan membantu urusan batinnya, dan memperbaiki batinnya akan membantu memperbaiki urusan dhahirnya. (13:54 WIB)
  16. Ruhnya amal adalah niat, maka perbaruilah niatmu dan senantiasa menguatkannya. (13:57 WIB)
  17. Banyak orang mengingat mati tetapi tidak berbekal untuk kematiannya maka pengakuannya dusta. (14:00 WIB)
  18. Hanya orang yang bodoh berpergian tetapi tidak memiliki bekal, maka perjalanan menuju akhirat adalah perjalanan yang panjang dan tentunya memerlukan bekal yang banyak. (14:01 WIB)
  19. Orang yang ahli akhirat itu akan diketawakan oleh ahli dunia dan kelak ahli dunia itu akan ditertawakan di neraka oleh ahli surga. (14:04 WIB)
  20. Sesungguhnya meninggalkan menuntut ilmu itu dosanya lebih berat dari 1000 kali zina, karena dalam menuntut ilmu itulah manusia akan mendapatkan petunjuk dalam melaksanakan amal kebaikan. (14:05 WIB)
  21. Semakin jauh kamu menuntut ilmu maka semakin membekas kesan dihatimu, karena membutuhkan modal yang besar, kekuatan fisik, waktu yang tidak sedikit. (14:07 WIB)
  22. Tidak akan membekas ilmu itu didalam hatimu selama kamu mencarinya tidak memiliki modal, dan tergesa-gesa dalam menuntutnya. (14:08 WIB)
  23. Dahulu kami hina saat menuntut ilmu, dihancurkan hati kami oleh Guru-guru kami tetapi setelah kami mendapatkan ilmu tersebut, orang-orang berbondong-bondong datang meminta fatwa dan nasehat, mereka semua memuliakan kami. (14:10 WIB)
  24. Celakalah seorang murid itu apabila tidak pernah disebut dan diakui murid oleh Gurunya. (14:11 WIB)
  25. Tanda-tanda orang yang sudah diampuni dosanya adalah tidak di istirahatkan hatinya untuk selalu berdzikir, begitu juga sebaliknya orang yang sudah ditutup hatinya tidak akan bisa mengingat Allah. (14:20 WIB)
  26. Sesungguhnya doa itu dapat menetralisir dari semua keburukan dan kejahatan, tetapi ternyata manusia itu sedikit doanya, sedikit sholatnya, mustahil kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik. (14:29 WIB)
  27. Ilmu itu bukanlah cerita, tetapi ilmu itu ditempuh dengan waktu yang panjang dan di isi dengan kesabaran yang tidak ada batasnya. (14:31 WIB)
  28. Yang disebut dengan saudara itu bukanlah yang satu darah denganmu, tetapi saudaramu sesungguhnya adalah saudara yang seiman dengan dirimu. (14:36 WIB)
  29. Janganlah kamu tolong menolong dalam keburukan, ibarat membantu orang yang terkena hukuman maka kamu juga akan terkena hukumannya. (14:37 WIB)
  30. Tawadhu' itu adalah orang yang merendahkan diri dan malu kepada Allah SWT, dan tandanya adalah selalu mengingat mati. (14:44 WIB)
  31. Kalau kamu ingin tawadhu' kepada Allah SWT datangilah orang-orang yang tidak mampu makan, niscaya kamu akan tinggi rasa syukurmu. (14:46 WIB)
  32. Takwa itu ditempuh dengan dermawan, kemuliaan itu ditempuh dengan tawadhu', dan kekayaan itu dengan keyakinan. (14:51 WIB)
  33. Suatu kebaikan itu jangan pernah berharap kepada manusia, tetapi berharaplah kepada Allah SWT. (15:12 WIB)
  34. Orang yang paling utama adalah orang yang tawadhu' ketika berkuasa, lalu orang yang zuhud ketika berambisi, dan tidak membalas padahal mampu untuk membalas. (15:17 WIB)
  35. Ilmu itu adalah bukti dan pembenaran, bukan pendengaran. (15:18 WIB)
  36. Dunia ini diciptakan tidak selebar sayap nyamuk, silahkan miliki harta sesukamu tetapi letakkan ditanganmu sebagai amanat dan jangan masuk kedalam hatimu. (15:21 WIB)
  37. Apa yang ada ditanganmu adalah amanat bagimu, dan apa yang terlepas dari tanganmu adalah perhitungan Tuhanmu. (15:22 WIB)
  38. Barangsiapa yang mencintai sebuah kedudukan atau menginginkan sebuah jabatan itu adalah bentuk kerugian yang sesungguhnya. (15:24 WIB)
  39. Sesunggunya menjadi pemimpin itu adalah bersedia menanggung banyak kerugian didalamnya daripada keuntungannya. (15:24 WIB)
  40. Sesungguhnya orang yang selalu ingin menonjol dihadapan orang lain itu adalah tanda bahwa dia tidak pantas menjadi seorang pemimpin. (15:28 WIB)
  41. Barangsiapa yang menjadi pemimpin tetapi tidak mampu menaungi memberikan keteduhan niscya tidak akan ada yang mau bernaung dibawahnya. (15:30 WIB)
  42. Apabila seseorang mengira ada hamba yang lebih buruk dari dirinya maka dia termasuk orang yang sombong. (15:46 WIB)
  43. Jujurlah kamu dengan Allah SWT dan jujurlah kepada dirimu dan manusia, katakan sejujurnya walaupun itu pahit. Niscaya kejujuran itu adalah modal utama bagimu. (15:58 WIB)
  44. Perumpamaan hati ibarat seperti benteng, dan setan ibarat musuh yang hendak memasuki benteng, dan manusia hendaknya menjaga setiap pintu dan celah-celahnya. (15:59 WIB)
Jumat, 27 Desember 2019 0 komentar

1 Jumadil Awal 1441 H (27 Desember 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Manusia yang telah dititipkan sifat Allah dari Nama Al-'Aziz niscaya dia tidak akan membutuhkan mahluk dikarenakan dia telah diberikan kekuatan dan tidak pernah mengeluh. Dan sambungan dari Al-'Aziz ini biasanya dengan Al-Hakim, Yaitu Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (13:43 WIB)
  2. Ikhtiyar adalah bentuk usaha manusia dalam menerima keputusan, tetapi keputusan itu sendiri mutlak Allah yang memutuskan. (13:55 WIB)
  3. Kekuatan dan keyakinan itu timbul disebabkan besarnya tekanan, maka Allah SWT dan Rasulullah menyukai orang yang memiliki iman yang kuat, yaitu iman yang telah melalui banyak ujian. (14:03 WIB)
  4. Sebesar apa ujian yang diterima manusia maka sebesar itu pula kemuliaan yang didapatkan, semua itu sesuai dengan kadar manusia itu masing-masing. (14:05 WIB)
  5. Sesungguhnya kesabaran itu tidak memiliki batas, sebesar apa sabarmu maka sebesar itu pula rasa syukurmu kepada Allah SWT. (14:06 WIB)
  6. Membaca doa itu hanya terbatas akan hurufnya, tetapi berdoa itu adalah benar-benar memohon kepada Allah SWT. (14:08 WIB)
  7. Orang yang meminta itu harus mengetahui siapa yang diminta, apabila tidak mengetahui maka itu adalah termasuk berdoa didalam kelalaian. (14:28 WIB)
  8. Barangsiapa yang menjaga hatinya selalu kepada Allah SWT niscaya sebelum dia berdoa Allah SWT sudah mengabulkan hajatnya, dan Allah SWT menjaganya dari sifat mengeluh. (14:30 WIB)
  9. Sesungguhnya orang alim yang dapat diukur dengan dinar maka habislah sudah harga dirinya. (14:34 WIB)
  10. Rezeki itu sudah ditetapkan, maka ibadahlah dengan sungguh-sungguh niscaya rezekimu akan selalu tercukupi. (14:34 WIB)
  11. Barangsiapa yang Lillah niscaya dia akan mendapatkan balasan rezeki dari Allah SWT melebihi dari apa yang diharapkannya. (14:36 WIB)
  12. Sesungguhnya sholat dhuha itu adalah sholatnya orang yang bertaubat kepada Allah SWT. (14:38 WIB)
  13. Sesungguhnya ilmu Allah SWT itu berselimut didalam hukum syariat. (14:42 WIB)
  14. Sesungguhnya beruntunglah orang yang selalu mensucikan dirinya, dan merugilah orang yang selalu mengotori jiwanya. (14:51 WIB)
  15. Akal itu menentukan mana yang baik dan buruk, tetapi jiwa lah yang memutuskan mana yang akan dipilih, apabila buruk maka jiwa itu telah mengikuti hawa nafsu. (14:52 WIB)
  16. Barangsiapa yang bangun tidur selalu memikirkan bagaimana mencari uang, maka sampai matahari terbenam niscaya kamu akan rusak, tetapi apabila kamu berniat bagaimana beramal sholeh, sampai matahari terbenam dirimu akan dijaga oleh Allah SWT untuk selalu berbuat baik. (14:54 WIB)
  17. Sesungguhnya manusia itu tidak akan dapat melakukan suatu perkara tanpa ada izin dari Allah SWT, maka janganlah kamu mendahului Allah dan janganlah pula kamu meninggalkan Allah, tetapi bersamalah dengan Allah SWT. (14:57 WIB)
  18. Seorang hamba tidak termasuk golongan orang yang muttaqin, sebelum dia muhasabbah dirinya melebihi dari muhasabbah dirinya kepada rekan bisnisnya. (14:59 WIB)
  19. Banyak manusia yang lebih teliti dalam menghitung pekerjaan dan perdagangannya daripada menghitung amal dan keburukannya. kepada Allah SWT. (15:00 WIB)
  20. Sesungguhnya waktu itu sangatlah berharga, maka jadikanlah setiap waktumu itu sangat berharga dengan tidak memberi peluang sedikitpun untuk lalai. (15:01 WIB)
  21. Niatlah yang kuat untuk mendapatkan sesuatu nilai yang besar bukan memperkuat hawa nafsumu, karena kalau hawa nafsumu kuat maka kalahlah niatmu. (15:02 WIB)
  22. Kelalaian seseorang itu disebabkan sedikitnya dzikir dan ibadah kepada Allah SWT. (15:05 WIB)
  23. Sesungguhnya bentuk kesalahan itu akan menimbulkan kegelisahan, dan manusia menutup kegelisahan tersebut dengan banyak ibadah agar mendapatkan ketenangan maka itulah bentuk kedustaan manusia terhadap Tuhannya. (15:08 WIB)
  24. Janganlah kamu lengah terhadap pujian, karena sesungguhnya pujian itu dapat membunuhmu dan membuatmu lengah. Maka larilah dan sembunyilah dari orang yang memujimu dan mengharapkanmu. (15:28 WIB)
  25. Larilah kamu dari pandangan manusia apabila kamu menghendaki keselamatan. (15:41 WIB)
  26. Sesungguhnya orang yang banyak memuji secara berlebihan itu menyimpan banyak kebohongan. (15:45 WIB)
  27. Apabila seseorang cinta kepada Gurunya niscaya dia akan mengikuti apa yang menjadi nasehatnya. (15:46 WIB)
  28. Mending kamu disangka buruk daripada disangka baik, karena apabila ternyata kamu baik maka untunglah kamu, tetapi apabila kamu disangka baik tetapi kebaikan itu tidak ada pada dirimu niscaya akan mendatangkan siksa kepada dirimu. (15:48 WIB)
  29. Orang yang beribadah mencari kemuliaan di sisi manusia maka dia adalah seorang yang pendusta, maka carilah kemuliaan itu di sisi Allah SWT. (15:51 WIB)
Rabu, 25 Desember 2019 0 komentar

Do'a Agar Selalu Bersama Nabi Muhammad (Istighfar Orang Tua Nabi)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Al-Habib Salim Asy-Syatiri (Hadramaut, Yaman)
(فائدة) : رَأَى رَجُلٌ صَالِحٌ مِنَ المَالِكِيَّةِ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي المَنَامِ وَسَمِعَهُ يَقُوْلُ « مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ " أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِأَبَوَيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِائَةَ مَرَّةٍ أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِأَهْلِ بَيْتِ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِائَةَ مَرَّةٍ أَيْضًا كُنْتُ مَعَهُ أَيْنَمَا كَانَ "» وَهٰذَا دَلِيْلٌ عَلَى أَنَّهُمَا مُؤْمِنَانِ وَإِلَّا فَلَا فَائِدَةَ فِي الإِسْتِغْفَارِ ....، إنتهى.
 ( تَرْغِيْبُ المُشْتَاقِيْنَ للشيخ الإمام محمد نواوي بن عمر البانتاني الجاوي ، ص ؛ ٨ )

( FAEDAH ) : Ada seseorang yang shalih dari madzhab Malikiyyah melihat Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam didalam mimpi dan beliau mendengar Rasulullah shalallahu 'alaihi bersabda :
"Barang siapa yang mengucapkan setiap hari:ASTAGHFIRULLAAH LIABAWAY RASUULILLAAHI SHALALLAAHU 'ALAIHI WASALLAM 100x ASTAGHFIRULLAAH LIAHLI BAITI RASUULILLAAHI SHALALLAHU 'ALAIHI WASALLAM 100x, maka saya akan bersamanya dimana saja dia berada".

Imam Nawawi menerangkan ; " Dan ini (istighfar) adalah dalil bahwa sesungguhnya kedua orang tua Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam adalah orang mukmin yang beriman, jika tidak mukmin maka tidak ada faedahnya didalam  beristighfar kepada kedua orang tua Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam "
(Kitab Targhib Al Musytaaqin Lis Syaikh Al Imam Muhammad Nawawi bin Umar Al Bantany Al Jawy, hal; 8 )

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya fiddiini wad dunya wal aakhirah aamiin  aamiin aamiin aamiin ya rabbal aalamiin bisirri asrari Al-Faatihah....


اللهم صل وسلم على سيدنا

محمد وعلى اله وصحبه اجمعين
Sumber : https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/12/agar-selalu-ditemani-nabi-muhammad.html
 
;