Tampilkan postingan dengan label Pengajian Jumat siang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengajian Jumat siang. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 April 2022 0 komentar

15 April 2022

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Qs. Fatir:1
Rasulullah SAW pada ayat ini ditunjukkan oleh Allah SWT bagaimana bentuk malaikat, sifatnya, dan pujiannya karena melihatnya. Maka orang yang melihat keindahan itu pasti memujinya, mana mungkin orang dapat memuji apabila tidak melihat atau menyaksikan apa yang disaksikannya.

Dan dijadikan malaikat itu untuk mengurus berbagai macam urusan, bahkan sampai hal terkecil dan detail pun Allah perintahkan Malaikat untuk mengurusinya.

Qs. Fatir:2
Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang tidak ada seorangpun yang mampu menghinanya, begitupun sebaliknya apabila tidak Allah kehendaki kebaikan kepada seseorang maka apapun yang dikerjakannya pasti tidak akan baik.

Maka perihal tersebut adalah bentuk rahmat, maka orang yang tidak mendapatkan rahmat itu memang tidak pantas mendapatkannya.

Qs. Fatir:3
Orang akan tahu sesuatu kenikmatan itu apabila merasakan kesusahan, orang akan tahu betapa nikmatnya makan saat pernah kelaparan. Apabila manusia tidak pernah merasakan perihal lapar, bahkan cenderung nikmat dan berlebihan pasti dia tidak akan merasakan kenikmatannya.

Hakikat nikmat itu bukanlah rasa, maka hakikat rasa menurut orang Tauhid ialah dia tahu pemberian itu dari Tuhannya, dan dia merasakan betapa tidak pantasnnya namun diberikan kepadanya yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain.

Yang bisa merasakan nikmat itu adalah orang yang jauh dari nikmat. Orang bisa merasakan pedihnya lapar saat dia tidak bisa makan dan melihat orang lain sedang makan.

Qs.Fatir: 4
Sudah banyak manusia ingkar dari jaman Rasulullah SAW apalagi hari ini. Berapa triliun manusia yang dari dulu sampai kini menderita di dalam kuburnya.

Qs. Fatir: 5
Ketahuilah rahmat itu dari Allah, maka janganlah bangga dengan kehidupanmu, jangan bangga akan apa yang kamu miliki. Dan rahmat itu diberikan kepada hanya orang yang berbuat baik.

Maka saat manusia diperdaya dengan dunia sejatinya dia telah ditipu oleh setan, sehingga tidak percaya lagi kepada janji-janji Allah. Bahkan sekalipun orang dermawan dan bakhil tidak bisa ditentukan dari seberapa besar pemberiannya. Tapi dilihat sebagaimana dia yakin akan janji-janji Allah. 

Qs. Fatir: 6
Maka orang yang senang hasud, dengki dia telah masuk kedalam golongan setan. 

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Hati terdalam hamba yang sholeh adalah keindahan dengan keharuman urusan Allah SWT. Hati mereka bersinar dengan mengagungkannya, dan karena kebesarannya. Sedangkan hati orang yang meremehkan menjadi putus sebab kerugian yang diteguk, menyesali masa lalu yang disia-siakan dan kepedihannya berlipat ganda saat didebat tentang ketergelincirannya yang buruk. 

Betapa ruginya orang yang telah memikul amanah lalu saat catatan amalnya dibuka ternyata mengkhianatinya. Maha Suci Allah yang mementukan dan membagi, memastikan dan menghukumi, menciptakan cahaya dan kegelapan, dan menjadikan taubat para hambanya adalah penyesalan, serta mengetahui yang sudah dan akan ada.

Manusia itu ada yang yakin, ragu-ragu, dan tidak yakin. Kalau orang yakin pasti tidak akan ada pertimbangan dan teori dalam memutuskan, dan langsung melaksanakan atas apa yang telah diyakini. Sedangkan orang yang ragu-ragu itu banyak pertimbangan dalam melakukan setiap hal. Dan yang terakhir adalah orang yang tidak yakin, orang yang seperti ini tidak perlu diberikan nasehat.

Orang yang menerima uang warisan itu adalah orang yang sangat kekurangan, dan perihal itu disebabkan karena banyaknya dosa-dosa. Dan setiap harinya hanya menghimpun dosa-dosanya. Tanpa disadari oleh pelakunya mau beramal sholeh dia mengalami kesusahan.



Wahai Tuhanku sungguh perbuatan dhalim yang kami lakukan merata, lautan kelalaian dihati kami sudah meluap, kelemahan telah menyeluruh, kepungan dosa telah terjadi, menyerahkan diri itu lebih menyelamatkan kami, karena Engkau (Allah SWT) lebih mengetahui kondisi kami.

Wahai Tuhanku kami bermaksiat kepadamu bukan karena kami tidak mengetahui siksamu, bukan pula karena ingin mendekati siksamu, dan bukan karena meremehkan derajatmu. Tetapi nafsu kami menguasai diri ini, kesengsaraan kami menolong nafsu itu lalu kami tertipu oleh tutupan aib yang Engkau lakukan. 

Banyak manusia menyesal akan dosa-dosanya tetapi tidak melakukan perbuatan, bahkan tidak ada amal solehnya kepada Allah, lalu ditambahkan lagi tidak ada kepeduliannya dengan orang sekitarnya.



Ada 6 Hal yang bila mendekati dosa kecil ia akan menjadi dosa besar, dan jika 6 hal itu ada pada dosa besar maka ia akan semakin besar dan meningkat:
  1. Ishrar (Terus menerus)
  2. Menganggap remeh sebuah dosa
  3. Bahagia dengan dosa, karena sesungguhnya hati hamba menjadi hitam sesuai dengan kebahagiaan atas dosa yang dilakukan.
  4. Meremehkan nikmat Allah SWT, yaitu nikmat yang berupa tidak diketahuinya, perbuatan dosa yang ditutupi oleh Allah SWT, dan kesabarannya untuk menunda balasan atasnya, juga tidak menyegerakan siksanya.
  5. Menampakkan dosa, maksudnya dengan melakukan maksiat secara terang-terangan, dan menceritakannya lalu berbangga diri karena telah melakukannya
  6. Pelaku dosa itu adalah alim yang telah dihormati.\


Seandainya seorang lelaki melakukan ibadah seperti ibadahnya 70 Nabi maka pada hari kiamat ia akan terhitung sedikit, hal ini karena kegentingan yang ia lihat pada hari itu. 

Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya diantar orang mukmin ada orang yang diberi catatan amalnya tertutup setelah melewati jembatan shirath. Dalam catatan amal itu disebutkan 'engkau melakukan ini dan ini, sesungguhnya Aku (Allah) malu menampakkannya kepadamu, berangkatlah sungguh Aku telah mengampunimu' Maha Suci Dia yang malu terhadap hamba yang bermaksiat kepadaNya. Ini tiada lain adalah wujud kedermawanan yang murni.

Jumat, 29 Oktober 2021 0 komentar

29 Oktober 2021

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Qs. Sajadah: 6

Bab Maksiat (Risalah Al-Amin)

Jangan engkau menjadikan maksiat sebagai tempat tinggal, jangan menjadikan dunia dan cinta kepadanya sebagai berhala, tinggalkanlah hawa nafsu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah karena Dialah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Semua rujukan petunjuk itu adalah ilmu, tanpa ilmu tak akan mampu kamu mengendalikan diri dan hawa nafsu, tanpa ilmu kamu tidak akan pernah mendapatkan petunjuk.

Hakikat ilmu itu adalah untuk dapat memisahkan mana yang baik dan mana yang buruk, tanpa adanya ilmu suatu saat pasti akan tersandung, sakit, menderita, karena ilmu adalah benteng dari semua perbuatan.

Mengenal diri itu lebih baik daripada kamu mengenal dan memiliki ribuan teman, maka kuatkanlah bagaimana cara mengenal diri.

Bab Aniaya (Risalah Al-Amin)

Kerahkanlah rohmu untuk apa yang kamu sukai, dan kerahkan jiwamu pada apa yang engkau benci.

Bab Hukuman-Hukuman

Hukuman itu ada 4 macam: Hukuman siksa, hukuman menutup, hukuman menahan, dan hukuman membinasakan. 

Hukum siksa karena melakukan keharaman. Hukuman menutup karena adab yang buruk, hukuman menahan karena kencenderungan hati pada selainNya, hukuman membinasakan berasal dari sikap terburu-buru meminta ganjaran dan khawatir.


Jumat, 22 Oktober 2021 0 komentar

22 Oktober 2021

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Tafsir Qs.Luqman: 34

Ayat ini berkaitan dengan peristiwa hari kiamat, dan hari kiamat ini tidak ada yang mengetahui pasti kapan terjadinya, dan hanya Allah yang mengetahui dan apa-apa yang ada didalam rahim seorang ibu, mulai nasibnya, takdirnya, rejekinya, matinya, dan tidak satupun yang mengetahui kapan dia akan mati dan dikuburukan dimana.

Semua ilmu itu berada di tangan Allah, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan, andaikata manusia mengetahui yang ghaib sesungguhnya itu hanyalah sedikit. Maka janganlah kita mendahului kehendak Allah, dan orang yang mengetahui itu disebabkan oleh rahmatNya bukan karena ibadah kita.

Apabila manusia dikehendaki oleh Allah SWT dia diberikan waktu dan kesempatan untuk mengenal Allah, sedangkan sebaliknya mereka yang tidak dikehendaki waktunya habis untuk urusan yang sia-sia walaupun dia memiliki rumah didepan majelis sekalipun belum tentu dia akan hadir majelis itu.

Manusia yang tidak mengetahui kemurahan Allah SWT, dia tidak akan tahu bahwa kemurahan Allah sesungguhnya itu adalah ketaqwaan bukan uang, sampai dia lupa apa yang menjadi kepentingan dan hajatnya saking sibuknya dengan Allah. Manusia yang sibuk dengan Allah dia tidak akan sempat memikirkan kebutuhan yang lainnya, namun dia sibuk bagaimana memikirkan bekal untuk mati, sehingga Allah pun memikirkan akan kebutuhan dan kecukupannya.

Rezeki itu memiliki 2 jenis, yaitu rezeki hisiyah dan maknawiyah, maka beruntunglah orang yang mendapatkan keduanya, dia mendapatkan rezeki yang selamat dunia dan akhirat, namun manusia terkadang mendapatkan salah satunya dan membahayakan salah satunya, terkadang mendapatkan dunianya namun membahayakan akhiratnya, mendapatkan rezeki akhiratnya namun dunianya terlantar, maka bagaimana untuk mendapatkan keduanya yaitu dengan cara menuntut ilmu mengenal Allah SWT.

Dengan ilmu mengenal Allah manusia akan mendapatkan petunjuk, sehingga apapun yang menjadi urusannya menjadi mudah, sekalipun rumahnya jauh ke majelis, Allah jadikan dekat, sedangkan sebaliknya rumah didepan majelis bisa jadi jauh untuk hadir ke majelis.

Manusia tidak akan siap menghadapi musibah kematian, dia tidak akan tahu kapan dan dimana dia akan mati, namun apabila dia penuntut ilmu dia termasuk orang yang mati syahid dan mendapatkan jaminan dari Allah. Maka orang yang berilmu ini niscaya akan dapat menyelamatkan, apabila seorang suami istri salah satunya bekerja dan salah satunya bekerja maka yang menuntut ilmu ini dapat memenuhi dan menyelamatkan pasangannya, begitu juga sebuah keluarga, salah satu keluarga ada yang mengaji dia seolah membawa sebuah lampu, dan ketika pulang kepada keluarganya dia menerangi seisi rumah dengan lampu yang dibawanya.

Penuntut ilmu itu haruslah letih, barangsiapa yang letih didunia maka dia akan bersantai di akhirat, barangsiapa yang santai di dunia dia akan letih kelak di akhirat. Semoga kita semua di akhirkan dengan Khusnul Khotimah.

Qs. As-Sajadah : 1
Ayat mutasabihat, dimana ayat ini hanya Allah yang mengetahui maknanya, dan tidak boleh di tafsirkan, karena niscaya pasti tidak tepat dan salah dalam penafsirannya, ayat ini juga untuk melawan ahli-ahli syair pada masanya yang berusaha mencari celah kesalahan pada Al-Qur'an, dan mereka terkalahkan dengan hanya satu huruf saja, membingungkan mereka apa yang dimaksud huruf-huruf ini. Sehingga mereka mengakui bahwa ini adalah ayat dari Allah yang sungguh diluar akal manusia.

Qs. As-Sajdah: 2
Maka Al-Qur'an ini sebagai mukjizat yang paling tinggi, Allah pernah menurukan mukjizat dengan tongkat Nabi Musa namun dapat hancur dimakan rayap, begitupun cincin Nabi Sulaiman. Namun berbeda dengan Al-Qur'an sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, Kita dapat melihat barang-barang seperti halnya pada Nabi sebelumnya seperti sandal, rambut, jubah, dan lainnnya masih utuh, namun ini hanyalah sebagian dari Al-Qur'an itu sendiri. Dan Al-Qur'an ini sebagai mukjizat yang tidak akan hancur oleh zaman namun justru menjaga zaman.

Qs. As-Sajdah: 3
Sesungguhnya manusia ini adalah dhalim dan tersesat, maka didatangkanlah para Rasul dan Nabi, bahkan sampai Nabi itu jumlahnya 124ribu agar bisa memberikan petunjuk kepada manusia, namun tetap manusia itu menganggap hal itu sebagai yang tidak masuk akal.

Manusia tunduk ada yang berdasarkan kekayaannya, pangkatnya, dan takutnya, namun manusia tunduk kepada Nabi Muhammad dijadikan karena akhlaqnya, bahkan sampai seorang rajapun malu dihadapan Rasullullah, padahal raja ini punya kekuasaan, pangkat, dan kekayaan. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa menundukkan orang itu dengan akhlaq, bukan dengan kekuasaan, kekayaan dan pangkat. Maka Allah memberikan haibah kedudukan yang tinggi bagi manusia yang memiliki akhlaq.

Qs. As-Sajdah: 4
Dari ayat ini kita mengetahui bahwa arsy itu bersemayam, tidak bertempat dan memiliki letak, apabila arsy itu bertempat tentu pastilah bising dan diam, namun jika bersemayam ini adalah suatu hal yang diluar jangkauan manusia. Sesungguhnya Allah itu bersemayam di arsy, maka manusia berkata bagaimana bentuk arsy dan wujud Allah itu bagaimana. Jika Allah berbentuk fisik maka bukan Tuhan, maka wajib Zat, lalu ditanya lagi Zat itu seperti apa? Wallahu 'Alam, namun dirimu akan berjumpa dengan Allah kelak di surga. Dan tidak ada seorangpun yang dapat memberikan syafaat atau pertolongan karena Allah. Maka jika ada kebaikan pada dirimu sesungguhnya itu dari Allah bukan dari dirimu.

Qs. As-Sajdah: 5
Sesungguhnya setiap urusan itu akan kelak naik kepada Allah, sehari di akhirat bisa menghimpun segala urusan manusia dalam kurun waktu seribu tahun. Dan kelak akan diperhitungkan di akhirat, dan semua anggota badannya akan bersaksi, bahkan yang berhubungan darah sekalipun tidak akan mampu menolong. Kecuali mereka yang beriman Allah akan mempertimbangkan perihal dirinya. Waktu sangat singkat dan kejadian sangat cepat dan tidak bisa terulang kembali apabila sudah terlewat maka jagalah waktu.

Risalah Al Amin:

Matinya nafsu terjadi dengan ilmu, makrifat, serta mengikuti Al-Kitab Al-Qur'an dan Sunnah Rasullullah SAW. 

Tuntutlah nafsumu untuk menghormati mereka jangan menuntut mereka untuk menghormatimu.
Qs. An-Nisa: 84

Tidak ada yang lebih berat dan sulit dari melakukan taat, dzikir daripada mengendalikan nafsu, menghadirkan hati, memahami makna batin dan memberikan hak kepada setiap huruf dengan mengharapkan ridho Allah SWT.

Seseorang tidak diragukan sifatnya itu sombong, egois, suka dipuji orang, dan tidak mau dikalahkan atau dibawah, dia selalu ingin unggul dimana saja, ingin dipandang dan dipuji, kemudian dengan agama itu ada pengaturan. Hawa nafsu ini di ibaratkan kuda liar, manusia yang pintar mengendalikannya bisa menungganginya sebagai kendaraan bukan malah terseret.

Barangsiapa mengurangi nikmatnya dunia dia pasti akan mendapatkan nikmatnya beribadah, namun barangsiapa yang menambahkan nikmatnya dunia niscaya dia adalah seorang pendusta.

Siapa yang disucikan dengan rahmat Ar-Rahmaniyah dalam bingkai azali maka dia tidak akan berubah dengan ahwal, tidak terbatas pada perkataan, juga tidak tambah dengan perbuatan. Jiwa dan ruh di ibaratkan seperti sesuatu dan bayangannya, bayangan selalu condong kepada wujud, dan wujud tidak mengikuti bayangan.

Tidak mungkin seseorang bertajalli tanpa bertakhalli dengan amal-amal sholeh dan melawan hawa nafsunya. Apabila manusia tidak mampu bertakhalli maka sesungguhnya manusia itu telah bermain dengan kemunafikan.

Obat untuk orang yang terputus dari muamalah dan tidak bisa mendapatkan hakikat musyahadah, obatnya ada 4: 
1. Meninggalkan nafsu tanpa daya dan upaya
2. Pasrah terhadapa perintah Allah dan diikuti tanpa pilihan bersamanya
Kedua obat ini bersifat batin
Sedangkan obat lahirnya
3. Mencela anggota badan jika melakukan pelanggaran
4. Melakukan kewajiban-kewajiban setelah itu duduk dan berdzikir fokus kepada Allah SWT dengan memutuskan segala sesuatu selainNya.

Sifat ilmu itu memegang hukum bukan melaksanakan hukum, dia mengendalikan hukum. Maka manusia pada umumnya ini takut akan hukum dan tidak takut Allah.

Bab Dosa

Aku merenungi dosa-dosaku kemudian sebuah suara berkata kepadaku "Engkau telah melupakan janjiku, lalai terhadap kasih sayangku, dan mengingat perngobananmu untuk mendekat kepadaku, tetapi melupakan apa yang membuatku menyayangimu, dimanakah kedudukanmu dari penyebutan, dari ilmu, dan dari kehendakku sebelum melakukan sesuatu, lalu aku memunculaknmu atas kekuasaanku, dan atas....

Manusia tidak diperbolehkan mengingat dosa sampai putus asa sehingga tidak ada istighfarnya, sehingga tidak ada amal sholehnya, dan terbelenggu oleh perasaan dosanya. Meskipun mengingat dosa itu wajib, tetapi meminta ampun itu lebih wajib. Jangan pernah merasa putus asa, dan jangan pernah merasa sudah terlambat. Menuntut ilmu pun juga begitu tidak pernah ada kata terlambat, semuanya sudah diberikan sesuai dengan ukurannya.

Bab Dunia

Orang yang mengambil sesuatu yang halal dari dunia dengan menggunakan etika maka hatinya akan selamat dari kotoran dan api penghalang, etika itu ada dua macam yaitu etika sunnah, dan etika ma'rifat.

Etika Sunnah ialah mendapatkan ilmu dengan tujuan dan niat baik, etika ma'rifat ialah etika yang di iringi dengan izin, perintah, kata-kata dan isyarat dari Allah SWT. Sedangkan yang dimaksud dengan isyarat adalah pemahaman yang di berikan Allah kepada hambanya tentang cahaya keindahan dan keagungannya.

Bebaskan dirimu dari mahluk dan segala daya dan upaya sebagai bentuk bukti

Allah akan menjamin manusia 4 hal di dunia dan di akhirat:
4 hal itu adalah jujur dalam ucapan, tulus dalam perbuatan, rejekinya seperti hujan, dan mendapatkan penjagaan dari keburukan, 4 diatas adalah jaminan di dunia. Kemudian jaminan di akhirat ia mendapatkan ampunan yang agung, sangat dekat dengan Allah SWT, masuk kedalam surga ma'wa, mendapatkan derajat yang tinggi. Sementara jaminan untuk agama juga ada 4 yaitu bertemu Allah SWT, bertatap muka denganNya, mendapatkan salam dari Allah SWT, rida dari Allah SWT Yang Maha Besar.

Kata-kata itu bukan keyakinan, sedangkan keyakinan adalah perbuatan walaupun tanpa kata-kata. Dan perbuatan itu adalah bukti dari janji Tuhanmu.

Bab Utang

Jika engkau berhutang maka berhutanglah kepada Allah SWT, dengan demikian Allah akan menanggungnya dan memikul bebannya. Jika engkau berhutang dengan mengandalkan kemampuanmu atau sesuatu yang engkau ketahui maka akan terasa berat bagimu untuk menanggungnya bahkan bisa saja engkau menunda-nunda, menyia-nyiakan membuatnya lama terbayar, mendahulukannya, mengakhirkannya, berbuat dhalim atau berbohong, sehingga engkau merugi dan tidak mendapatkan untung.


Jumat, 15 Oktober 2021 0 komentar

15 Oktober 2021

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Bab Tadbir (Risalah Al-Amin - Syeikh Abu Hasan Asy-Syadzili)

Amal itu seperti halnya kedudukan seorang anak, sedangkan Ilmu itu kedudukannya seperti halnya seorang Ayah, sebanyak apapun amal tetaplah dia dibawa ilmu.

Ketaqwaan itu bukanlah di penampilan, melainkan ketaqwaan itu berada di hati. Kondisi ini seperti halnya juga Syeikh Abdul Qadir Jailani adalah Rajanya para Wali, namun bukan berarti Syeikh Abu Hasan Syadzili ini tidak memiliki kedudukan. 

Perbedaan orang yang berilmu dan tidak itu jaraknya seperti halnya 700 derajat, dan satu derajatnya ditempuh perjalanan 500 tahun dengan kuda yang ramping.

Ilmu itu bukanlah pengajian seperti halnya membaca ratib, manaqib, istighotsah namun perihal itu adalah bentuk amal, maka ilmu itu lebih kepada pembahasan sumbernya bagaimana, maka janganlah kamu mengikuti pengajian yang tidak diawasi dengan seorang mursyid.

Hakikat ilmu itu adalah hidup, sedangkan amal itu harus dibangunkan, maka orang yang berilmu itu tidak akan mengenal namanya istirahat, sedangkan orang yang beramal itu saat dia puas dengan amalnya sudah banyak melakukan kebaikan dia beristirahat. Orang yang banyak istirahat di dunia ini niscaya kelak di akhirat dia tidak akan beristirahat, dan barang siapa yang tidak pernah istirahat di dunia ini niscaya di akhirat dia akan beristirahat.

Cahaya itu adalah pantulan dari ilmu, bukan dari amal, maka banyak orang yang beramal siang dan malam namun tidak ibadahnya tidak memiliki cahaya.

Shiddiq itu jujur benar dan tidak akan dimiliki oleh orang belum takut kepada Allah SWT. Maka orang yang shiddiq ini adalah orang yang dikehendaki oleh Allah SWT. Sesuatu yang tidak ada orang shiddiq atau Wali pasti akan terjerumus pada perihal yang menjadi kehendak dirinya bukan kehendak Allah SWT.

Maka ikutilah orang yang shiddiq, karena mereka sungguh-sungguh dalam berjalan di jalan Allah SWT. Mereka adalah orang yang memiliki komitmen, tanggung jawab dalam menuju dan menempuh jalan Allah SWT.

Jagalah 4 perkara, dimana 3 untukmu dan 1 untuk temanmu yang miskin: Janganlah kamu memilih satu urusanmu, putuskanlah untuk tidak memilih, dan larilah dari pilihan tersebut, dari larimu itu sendiri dan dari segala sesuatu selain Allah SWT. 
Qs. Al-Qashas: 69

Terdapat dua hal yang memutuskan jiwa sahabatmu yang miskin secara rohani dari terhubung ke Allah: 
1. Terjerumusnya dia ke dalam amal dunia dengan tadbirnya (pengaturannya sendiri)
2. Amalan akhiratnya ia lakukan dengan keraguan

Allah menghukum jiwa yang miskin secara rohani dengan hijab.....


Jumat, 08 Oktober 2021 0 komentar

08 Oktober 2021

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Segala perbuatan yang tidak didasari dengan yakin / membenarkan atas apa yang kita lihat, pura-pura tidak tahu maka sia-sia apa yang dikerjakannya. 

Manusia yang paling berat itu adalah perihal amanat, yang umum amanat adalah perintah Allah SWT sholat. Ketika murid Imam Ghazali ditanya apa yang paling berat, maka muridnya menjawab besi, batu dan lain2, maka ketahuilah muridku yang paling berat adalah mengerjakan sholat 5 waktu.

Qs. As-Shafat: 69-70


Ingatlah nafsu itu berasal dari bumi, dan ruh itu berasal dari langit. Jika ruh selalu berjalan dengan ilmu seperti hujan, dan nafsu menjadi kokoh dengan amal soleh, maka menjadi kebaikan. Namun jika nafsu menguasai dan ruh kalah maka akan terjadi kegersangan, segala urusan akan menjadi paceklik. Maka solusinya adalah peganglah kitabullah Al-Qur'an dan sabda Rasullullah sebagai penyembuh. 

Qs. As-Shura: 23

Bumi itu adalah surganya orang kafir, dia beranggapan dirinya akan hidup selama-lamanya. 

 
;