Jumat, 11 Oktober 2019 0 komentar

12 Safar 1441 H (11 Oktober 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Setiap nama itu pasti punya sifat, dan setiap sifat itu punya perbuatan, maka barangsiapa sudah berani menyebut Nama Allah, hendaknya dia memiliki sifat dan perbuatan Allah. (13:40 WIB)
  2. Apabila manusia itu punya sifat iri dan dengki didalam hatinya, maka itu adalah sifat iblis, dan apabila sifatnya tamak dan serakah, maka itu adalah sifat binatang didalam dirinya. Hendaknya manusia memiliki sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. (13:42 WIB)
  3. Sifat Allah itu Yang Maha Pengasih, maka apabila manusia tidak memiliki sifat pengasih maka sifat iblis atau binatang yang akan menggantikannya. (13:43 WIB)
  4. Sifat-sifat hewani yang ada pada manusia itu kelak akan ditampakkan oleh Allah, dan mereka dibangkitkan dengan kepala menyerupai hewan yang sesuai dengan sifatnya. Sedangkan mereka yang iri, hasud dan dengki memiliki sifat iblis kelak akan ditenggelemkan didamal api neraka. (13:44 WIB)
  5. Sifat binatang ternak pada manusia itu cenderung kepada bekerja, makan dan tidur. Sifat binatang buas ini apabila dibiarkan akan menjadi sifat binatang ternak yang buas dan serakah. Sifat iblis hasud dan dengki kepada manusia. Sedangkan sifat malaikat itu selalu beribadah. Sifat Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah. (13:47 WIB)
  6. Ar-Rahim ini adalah peristiwa dimana apakah namamu ini tercatat dilangit sebagai seorang yang dicintai, diampuni, tetapi apabila kamu tidak bisa mendapatkan Ar-Rahim hendaknya cukuplah Ar-Rahman yang meliputi alam semesta. Ketahuilah sesungguhnya jarak Ar-Rahim dan Ar-Rahman ini seperti halnya bumi dan langit. Dan ketahuilah Ulama terdahulu selalu mendawamkan Ya-Rahiim Ya Rahman, yaitu mendawamkan Ar-Rahim terlebih dahulu.(13:51 WIB)
  7. Hakikat kebahagiaan itu sesungguhnya adalah Ar-Rahim, sesuatu yang akan dipetik diakhirta, bukan Ar-Rahman yang dipetik didunia ini dan menganggapnya berkah. (13:51 WIB)
  8. Berkah dunia itu umurnya sangatlah sedikit, tetapi berkat akhirat itu akan abadi, maka sangat sedikit sekali manusia yang mengambil berkat akhirat. (13:52 WIB)
  9. Apabila kamu ingin mengetahui neraka atau surga, maka tanyakanlah hatimu, apabila gelisah maka itu adalah kondisi penduduk neraka, namun apabila kamu merasa khusyuk dalam beribadah maka itulah kondisi penduduk surga. (13:59 WIB)
  10. Sesungguhnya ketenangan itu terletak pada hati yang khusyuk, bukan terletak pada banyaknya harta yang dimiliki. (14:00 WIB)
  11. Sesungguhnnya harta melimpah itu membuat tenang dan dan disukai oleh orang yang kafir, karena dunia ini adalah surga mereka. Ketahuilah dunia ini seperti halnya bangkai, maka hanyalah anjing dan hewan buas saja yang menyukai bangkai. (14:02 WIB)
  12. Barangsiapa mengikuti Al-Qur'an sesungguhnya dia sedang mengikuti akhlaq Nabi Muhammad. (14:Ora16 WIB)
  13. Apabila manusia ingin menjadi raja, maka tunduklah kepada hatimu dengan Al-Qur'an dan Hadits. (14:31 WIB)
  14. Sesungguhnya orang yang zuhud adalah mereka yang dihatinya tidak ada tertulis didunia. (14:15 WIB)
  15. Nama Allah Al-Qudus, yaitu mensifatinya dengan cara membersihkan perbuatan kita, membersihkan hatinya dari keinginan dan urusan duniawinya. (14:36 WIB)
  16. Sungguh iblis itu selalu menakut-nakuti manusia tentang kefakiran tetapi dia tidak pernah menakuti manusia tentang neraka. (14:38 WIB)
  17. Takutlah kamu sekalian kepada Allah, bukan takut kepada kehidupan. (14:43 WIB)
  18. Celakalah bagi kamu yang tidak mendidik anak-anakmu, sehingga mereka bermaksiat tetapi dirimu sibuk beribadah, kelak ibadahmu akan sia-sia karena diseret oleh anakmu kedalam api neraka. (14:44 WIB)
  19. Orang kalau sudah mengetahui kasih sayang Allah yang melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang paling dicintai. (14:47 WIB)
  20. Takutlah kamu apabila namamu tidak tertulis kelak di langit sebagai seorang yang bertakwa kepada Allah. (14:51 WIB)
  21. Sesungguhnya orang yang kaya adalah orang yang sebenar-benarnya fakir, hatinya selalu kelaparan terhadap keinginan duniawi walaupun perutnya selalu kenyang. Sedangkan orang yang kaya adalah yang hatinya selalu merasa cukup walaupun perutnya selalu merasa lapar. Lebih rugi lagi mereka yang lapar perutnya lapar hatinya, melarat didunia dan hatinya menginginkan kekayaan yang selalu di nantikan tetapi tidak kunjung terwujud sampai akhir hayatnya. (15:06 WIB)
  22. Sesungguhnya orang yang mengejar dunia itu adalah mimpi yang tidak akan pernah terwujud. (15:07 WIB)
  23. Sesungguhnya kamu tidak akan mengetahui bahwa istighfarmu diterima atau tidak, maka janganlah merasa aman terhadap amal-amalmu, teruslah berharap kepada Allah. (15:29 WIB)
  24. Sesungguhnya orang yang sedekah itu dapat memadamkan amarah Allah, maka barangsiapa manusia yang tidak mau bersedekah niscaya dia akan banyak mendapatkan amarah Allah, dan orang yang mendapatkan amarah Allah adalah mereka yang banyak kelalaiannya. (15:37 WIB)
  25. Selama manusia itu bersodaqoh ingat apa yang dikeluarkannya, maka selama itu pula manusia belum mendapatkan balasan dari Allah. (15:40 WIB)
  26. Utamakanlah dalam berdoa itu untuk selalu meminta ampunan dosa-dosamu dan dosa kepada orang tuamu. (15:55 WIB)
  27. Sempurnanya iman seseorang ketika mengetahui kemurahan Tuhannya, yaitu saat mendapatkan pengampunannya bukan pemberian dari apa yang kamu mau, itu ujian bukan pemberian. (15:59 WIB)
  28. Allah mencintai hamba yang mengakui dirinya fakir, lemah dan tidak memiliki apa-apa, bukan memaksakan kehendakmu kepada Tuhanmu. (16:00 WIB)
  29. Orang yang bodoh selalu berpikir apa yang diminta itu untuk segera dikabulkan, sedangkan orang yang cerdas selalu meminta doanya untuk disimpan dan diberikan kelak di akhirat. (16:01 WIB)
  30. Ikhlaslah dalam berdzikir dan beribadah niscaya Allah akan mencintaimu, janganlah memaksa dan menuduh Tuhanmu atas doa yang tidak terkabul. (16:03 WIB)
0 komentar

Pengertian Makmum Masbuq

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Makmum masbuq yaitu makmum yang terlambat satu raka’at atau lebih  bersama Imam disaat sholat berjama’ah. Raka’at disini adalah adalah sampai ruku’, jadi jika ada seorang makmum terlambat ruku’ bersama imam dalam raka’at pertama saat sholat berjama’ah maka dia di sebut makmum masbuq, itulah pendapat Jumhur ulama.

adapun pendapat Imam Syafi’i mengatakan makmum masbuq itu ialah orang yang tidak mengikuti atau tidak mengetahui takbiratul ihramnya Imam maka dia di kategorikan makmum masbuq

Agar kita terhindar dari batalnya sholat berjama’ah dalam hal ini makmum masbuq. maka perlu di ketahui, Ketentuan-ketentuan makmum masbuq dalam pelaksanaan sholat berjama’ah di antara sebagai berikut:

Apabila makmum masbuq ketika takbiratul ihram mendapati Imam mau atau sedang melakukan ruku’ maka di haruskan membaca Al-Fatihah sedapatnya ( meskipun tidak sempurna ) dengan tanpa membaca ta’awudz atupun membaca bacaan iftitah dan wajiblah bersegera melakukan rukuk bersama imam.

Sebab bacaan Al-Fatihah yang tidak sempurna oleh makmum masbuq tadi sudah di tanggung imam. Namun apabila menurut perkiraan jika dia membaca Al-Fatihah tapi telat rukuk bersama imam, maka dia harus langsung  ruku’ setelah melakukan takbiratul ihram.

Apabila makmum masbuq ketinggalan satu raka’at atau lebih dari Imam ,maka ketika dia hendak menyempurnakan sholatnya harus mengikuti ketentuan-ketentuan sholat yang berlaku dalam sholat itu ( qunut dalam raka’at kedua sholat subuh, tahiyyat awal di setiap dua raka’at selain subuh dan tahiyyat akhir di setiap akhir raka’at shalat dll).

Apabila seorang musholli ( orang yang sholat ) terlambat satu raka’at dalam sholat subuh kemudian ia ingin menyempurnakan raka’at yang kedua, maka hendaknya ia membaca qunut lagi meskipun pada raka’at sebelumnya dia sudah membaca qunut bersama imam.

Apabila dia ketinggalan 2 raka’at dalam sholat maghrib, lalu dia ingin menyempurnakan 2 raka’at tersebut maka ia hendaknya membaca tahiyyat awal pada raka’at pertama ( dari raka’at yang tertinggal ) dan harus membaca tahiyytat akhir pada raka’at terakhir.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2016/10/makmum-masbuq.html
0 komentar

Selendang Dari Yogyakarta

بسم الله الرّحمن الرّحيم


Sejarah sebuah selendang waliyah (wali Allah perempuan) dari kota Yogyakarta yang tidak mau disebutka namanya, beliau adalah seorang abid (ahli ibadah), selendang ini ditulis tangan menggunakan centing atau alat tradisional yang dipakai untuk membuat sebuah motif batik, beliau menuliskan sebuah karya kedalam selendangnya menggunakan bahasa sufi atau sebuah isyarah yang sulit dicerna maknannya oleh orang awam, dan mungkin hanya dia saja yang mengerti akan arti apa yang dia tulis dalam selendang ini.

Penulisannya juga tidak bisa sembarangan, yaitu berdasarkan petunjuk dengan melalui puasa, dan beliau menyelesaikannya dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun, selendang ini dijelaskan oleh Guru kami bahwa dulunya selendang ini juga digunakan sebagai alat berlindung dari pasukan belanda yang sedang menduduki Indonesia sebagai alat penjagaan diri

Selendang ini diperkirakan berumur 200 tahunan dan diturunkan kepada cucu - cucunya, sampai cucu yang terakhir bermimpi untuk menyerahkan selendang ini kepada guru kami Hadratus Asy-Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2014/10/selendang-dari-yogyakarta.html
Senin, 07 Oktober 2019 0 komentar

Do'a Petunjuk

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Doa Petunjuk
اللّٰهُمَّ يَاهَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ وَرَاحِمَ الْمُذْنِبِيْنَ وَمُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْعَاثِرِيْنَ اِرْحَمْ عَبْدَكَ ذَالْخَطَرِ الْعَظِيْمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ كُلَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْخِيَارِ الْمَرْزُوْقِيْنَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Allahumma Yaa Haadil Mudhillina Wa Raahimal Mudznibina Wa Muqila 'Atsaraatil 'Aatsirina Irham 'Abdaka Dzal Khataril 'Athim Wal Muslimina Kulluhum Ajma'ina Waj'alnaa Minal Khiyaaril Marzuqinal Ladzina An'amta Alaihim Minan Nabiyyina Wassiddiqina Wassyuhada'i Wasshalihina. Aamin Yaa Rabbal 'Alamin
Ya Allah pemberi petunjuk kepada orang-orang yang menyesatkan dan pengasih orang-orang berdosa serta pemaaf kesalahan orang-orang yang bersalah, kasihanilah hambaMu dalam menghadapi bahaya besar dan kaum muslimin semuanya dan jadikanlah kami termasuk orang-orang baik yang mendapat rezeki dan Engkau beri kenikmatan kepada mereka yaitu para Nabi, Shiddiq, Syuhada dan orang-orang shaleh. Amin, Wahai Tuhan Alam Semesta.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/10/doa-petunjuk_28.html
Sabtu, 05 Oktober 2019 0 komentar

Washiyatul Musthofa

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Dinukil dari kitab 'Washiyatul Musthofa' (Indahnya Wasiat NABI) karya Syeikh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni

Wasiat Nabi Seputar Halal dan Haram 
  1. Hai Ali barangsiapa yang memakan (makanan dan minuman) yang halal maka agamanya akan menjadi bersih hatinya akan menjadi lunak dan doanya tidak akan terhalang.
  2. Hai Ali barangsiapa yang memakan (makanan dan minuman) yang subhat maka dia akan menjadi ragu terhadap keyakinan agamanya, dan hatinya akan menjadi gelap. Dan barangsiapa yang memakan (makanan dan minuman) yang haram maka hatinya akan mati, agamanya ringkih, keyakinannya akan melemah, Allah SWT Menghalangi doanya, dan menjadi sedikit ibadahnya.
  3. Hai Ali jika Allah SWT sudah murka kepada seseorang maka Allah SWT akan memberinya rezeki yang haram. Dan jika kemurkaan Allah SWT kian bertambah maka Allah SWT akan mempersilahkan setan untuk membantu mengurusi kekayaannya, membantunya (memperoleh harta) dan menyibukkannya pada urusan dunia dari urusan agama sekaligus (setan) menjadikannya bisa menyepelekan masalah agama. Hingga ia berkata bahwa 'Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang.
  4. Hai Ali tidaklah seseorang yang pergi mencari sesuatu yang haram melainkan setan akan menemaninya, tidaklah seseorang (yang pergi mencari sesuatu yang haram) dengan menaiki kendaraan melainkan setan akan membuntutinya, tidaklah seseorang orang yang mengumpulkan harta haram melainkan setan nanti yang akan memakan (hartanya). Dan tidaklah seseorang yang lupa mengingat nama Allah SWT ketika berhubungan dengan istrinya melainkan setan akan bergabung dengannya dalam memperoleh keturunan. Demikianlah (yang dimaksud dengan firman Allah SWT) "Dan bersekutulah mereka pada harta dan anak-anak serta beri janjilah mereka".
  5. Hai Ali Allah SWT tidak akan menerima sholat seseorang tanpa berwudhu dan tidak menerima pula sedekah dari harta yang halal.
  6. Hai Ali seseorang mukmin akan terus bertambah meningkat agamanya selama ia tidak memakan sesuatu yang haram, Dan barangsiapa yang menjauhi Ulama maka (lambat laun) hatinya akan mati, dan matanya akan buta dari taat kepada Allah SWT.
  7. Hai Ali barangsiapa membaca al-qur'an namun tidak menghalalkan apa yang dihalalkan didalamnya dan tidak mengharamkan apa yang diharamkan didalamnya maka ia tergolong sebagai orang-orang yang membuang kitab Allah SWT kebelakang punggungnya.
Wasiat Nabi Seputar Wudhu dan Sholat
  1. Hai Ali berusahalah untuk menyempurnakan wudhu, karena sesungguhnya wudhu itu merupakan separuh dari iman, dan jika kamu berwudhu janganlah berlebih-lebihan dalam pemakaian air, dan jika kamu selesai dari bersuci maka bacalah "Innaa Anzal naahu fii lailatil qadr." (Surat Al-Qadr 10x) setelah membasuh kedua kaki maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahanmu.
  2. Hai Ali jika kamu telah selesai dari bersuci (berwudhu) maka ambillah air lalu usapkanlah kelehermu dengan kedua tanganmu lalu bacalah "Subhaanaka Allaa humma wa bihamdika asyhadu an laailaaha ilaa anta wahdaka laasyaarika laka as taghfiruka wa atuubu ilaika". 
  3. Hai Ali sesungguhnya malaikat akan terus memohonkan ampun untuk seseorang selama seseorang itu dalam keadaan suci tidak berhadas.
  4. Hai Ali barangsiapa yang mandi pada hari jumat maka Allah SWT akan mengampuninya antara jumat itu dengan jumat yang akan datang. Dan Allah SWT menjadikan amaliah tersebut sebagai pahala dalam kuburnya dan akan memperberat timbangan (amal kebajikannya)
  5. Hai Ali tetapkanlah untukmu bersiwak sebab dalam bersiwak ada 24 faedah baik bagi agama maupun dalam tubuh.
  6. Hai Ali tetapkanlah untukmu sholat (tepat pada waktunya) karena sesungguhnya (sholat tepat pada waktunya) adalah merupakan induk segala fadilah dan merupakan hal yang menonjol dalam setiap ibadah. 
  7. Hai Ali malaikat jibril berangan-angan ingin menjadi manusia karena 7 hal:
    1. Ingin sholat 5 waktu bersama imam 
    2. Ingin berkumpul dengan ulama
    3. Ingin menjenguk orang sakit
    4. Ingin mengantarkan jenazah
    5. Ingin memberi minum orang yang haus
    6. Ingin mendamaikan dua orang (yang berselisih) 
    7. Dan ingin memuliakan tetangga dan anak yatim. untuk itu peliharalah amal-amal tersebut.
  8. Hai Ali Sholatlah (tahajud) dimalam hari meskipun hanya sebentar seperti lamanya memeras susu, sebab orang yang mengerjakan sholat malam itu paling bagus wajahnya. 
  9. Hai Ali ketika kamu takbir dalam sholat maka renggangkanlah jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu setinggi kedua pundakmu, dan bila kamu telah takbir maka letakkanlah tangan kananmu diatas tangan kiri, dibawah pusar. Apabila engkau ruku' maka letakkanlah kedua tanganmu diatas kedua lututmu, dan renggangkanlah jari-jarimu.
  10. Hai Ali kerjakanlah sholat subuh sedikit agak siang dan kerjakanlah sholat maghrib sesudah matahari terbenam lewat sepanjang memerah susu. Sesungguhnya yang demikian tersebut adalah perbuatan para Nabi.
  11. Hai Ali tetapkanlah bagimu sholat berjamaah karena sesungguhnya (pergi) sholat berjamaah itu menurut Allah SWT sama dengan melakukan berpergian melaksanakan haji dan umroh. Dan tiada seseorang yang senang sholat berjamaah melainkan orang-orang yang benar-benar mukmin yang dicintai Allah SWT, dan tiada pula seseorang yang tidak suka berjamaah melainkan hanya orang munafik yang dibenci Allah SWT.
  12. Hai Ali seorang hamba yang paling dicintai Allah SWT adalah hamba yang sujud kepada-Nya dengan membaca "Rabbi innii dlalamtu nafsii faghfirlii dzambii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta". (Ya Tuhanku, Sesungguhya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah dosaku karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali engkau).
  13. Hai Ali kerjakanlah sholat dhuha baik dalam waktu berpergian maupun tidak (mukim dirumah). Sebab pada hari kiamat nanti ada sebuah seruan yang datang dari atas surga, "dimanakah orang-orang yang selalu sholat dhuha?, masuklah kalian kedalam surga dari pintu Ad-Dhuha dengan selamat dan aman." dan Allah SWT tidak mengutus seorang Nabi kecuali beliau diperintahkan untuk mengerjakan sholat dhuha. Dalam Hadits Qudsi Allah SWT berfirman "Wahai anak Adam jangan sekali-kali kau malas mengerjakan 4 rakaat pada permulaan siang (sholat dhuha)" nanti akan aku cukupi kebutuhanmu pada sore harinya (HR. Al-Hakim dan Thabrani). 
  14. Hai Ali diantara kemuliaan seorang mukmin adalah (terletak pada) 
    1. Istri yang taat, 
    2. Sholat berjamaah, 
    3. Para tetangga yang menyukainya.
Wasiat Nabi Seputar Puasa
  1. Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan serta meninggalkan hal-hal yang haram dan tidak melakukan kebohongan maka Allah SWT akan meridhoinya dan wajib baginya masuk surga.
  2. Hai Ali barangsiapa yang melanjutkan puasa ramadhan dengan puasa 6 hari dalam bulan syawal, maka Allah SWT akan mencatatnya (sama seperti) puasa selama satuh tahun penuh.
Wasiat Tentang Shadaqah
  1. Hai Ali sesungguhnya para wali Allah SWT itu tidak memperoleh kelapangan rahmat dan ridha Allah SWT lantaran banyaknya ibadah yang mereka lakukan, tetapi mereka memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT itu lantaran kedermawanan hati mereka, dan sikap mereka yang meremehkan harta dunia. 
  2. Hai Ali dermawan (bisa menyebabkan) dekat dengan Allah SWT, dekat dengan rahmatnya, dan jauh dari azabnya. Sedangkan sifat kikir bisa menyebabkan jauh dari Allah SWT, jauh dari rahmatnya, dan dekat dengan siksanya. 
  3. Hai Ali aku telah melihat sebuah tulisan di atas pintu surga: "Anta muharromatun 'alaa kulli bakhiilin wa 'aaqin wa nammaamin." Engkau (Surga) diharamkan kepada semua orang yang pelit, yang menyakiti kedua orang tua dan tukang fitnah.
  4. Hai Ali ketika Allah SWT menciptakan surga, maka surga itu berkata: "Ya Tuhanku, untuk siapakah Engkau ciptakan aku?" Allah SWT berfirman: "engkau diciptakan untuk orang yang dermawan dan orang yang bertaqwa", maka surga berkata: "aku rela (untuk mereka)". Dan Neraka berkata: "Ya Tuhanku, untuk siapakah Engkau ciptakan aku ?", Allah SWT berfirman: "Kamu diciptakan untuk setiap orang yang kikir dan orang yang sombong", maka neraka berkata: "aku rela untuk mereka berdua (yang kikir dan yang sombong)".
  5. Hai Ali barangsiapa yang memerangi hawa nafsunya, maka surga menjadi tempatnya dan barangsiapa yang tunduk (patuh) kepada hawa nafsunya, maka jahannam menjadi tempatnya.
  6. Hai Ali takutlah mendoakan yang tidak baik kepada orang dermawan, karena orang dermawan bila salah, Allah SWT memegang tangannya (menunjukkan ke jalan yang baik).
  7. Hai Ali barangsiapa memberi makan kepada orang islam dengan senang hati, maka Allah SWT menuliskan baginya (pahala) beribu-ribu kebaikan, menghapus beribu-ribu keburukan dan mengangkat seribu derajatnya.
  8. Hai Ali cintailah saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri
  9. Hai Ali carilah kebaikan dengan wajah yang cerah, dan muliakanlah tamu, karena sesungguhnya apabila tamu itu berhenti pada suatu kaum, maka turunlah rezeki beserta tamu itu, dan apabila tamu itu berangkat (pulang), maka pulangnya tamu itu dengan membawa dosa-dosa pemilik rumah tersebut, kemudian dosa tersebut dilemparkan ke dalam laut.
  10. Hai Ali para malaikat tidak mau memasuki rumah yang didalamnya ada gambar-gambar hewan atau patung atau ada anak yang menyakiti kedua orang tuanya atau rumah yang belum pernah dimasuki tamu.
  11. Hai Ali kerjakanlah yang ma'ruf, walaupun serta orang-orang Safalah, Ali berkata: "Ya Rasulullah, siapakah orang - orang safalah itu?" Rasulullah SAW bersabda: "Safalah itu adalah orang yang apabila diberi nasehat dia tidak menerima nasehat tersebut, dan apabila dilarang dia tidak berhenti, dan tidak memperhatikan apa yang dia katakan dan apa yang dikatakan kepadanya".
  12. Hai Ali Shadaqah rahasia itu dapat memadamkan marah Allah SWT dan membawa berkat dan rezeki yang banyak. Dan bersegeralah / pagi-pagi mengerjakan shadaqah, karena sesungguhnya bala / cobaan itu turun sebelum waktu pagi, maka shadaqah itu menolak qodho di udara.
  13. Hai Ali apabila kamu bershadaqah, maka bershadaqalah dengan apa yang paling baik yang ada padamu, karena sesungguhnya shadaqah sesuap dari barang halal lebih dicintai Allah daripada 100 mitsqol emas dari sumber yang haram, dan shadaqah yang kamu lakukan sebelum matimu lebih utama daripada 100 mitsqol emas yang dishadaqahkan sesudah kematianmu. Allah SWT berfirman: "Pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya". (Qs. An-Naba 78:40)
  14. Hai Ali bershadaqalah untuk orang yang telah mati diantaramu, karena sesungguhnya Allah SWT telah mewakilkan kepada para Malaikat untuk membawa shadaqah-shadaqah orang yang hidup kepada mereka yang sudah mati, maka mereka (orang-orang yang sudah mati) itu sangat bergembira melebihi kegembiraan waktu di dunia dan mendo'akan: "Ya Allah, ampunilah orang yang telah menerangi kuburan kami dan berilah ia kegembiraan dengan surga sebagaimana ia telah menggembirakan kami dengan shodaqoh".
  15. Hai Ali beramallah dengan ikhlas karena Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan meneriman kecuali orang yang ikhlas karena-Nya. Allah SWT berfirman: "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". (Qs. Al-Kahfi: 110)
Wasiat Seputar Do'a, Istighfar, Al-Qur'an dan Dzikir

  1. Hai Ali kamu harus tetap berdo'a di antara adzan dan iqamah, karena berdo'a pada waktu itu tidak akan ditolak.
  2. Hai Ali jangan mengereskan bacaanmu dan do'amu ditempat orang-orang yang sedang sholat, karena yang demikian itu merusak atas mereka akan sholatnya.
  3. Hai Ali barangsiapa yang berdzikir kepada Allah SWT diwaktu sebelum fajar, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari maka Allah SWT malu (tidak akan) menyiksanya dengan neraka.
  4. Hai Ali apabila kamu telah selesai sholat (subuh) maka duduklah di tempat sholatmu hingga terbit Matahari, maka sesungguhnya Allah SWT menuliskan untuk orang yang duduk di tempat sholatnya pahala ibadah Haji dan Umroh atau pahala memerdekakan budak sahaya atau pahala shadaqah seribu dinar di jalan Allah SWT.
  5. Hai Ali barangsiapa yang membaca tiap hari 25 kali "Astaghfirullahal 'azhiim lii wa li waalidayya wa lijamii 'ilmuslimiina wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'minaati al ahyaa i minhum wal amwaat". (Aku memohon ampunan kepada Allah SWT Yang Maha Agung untuk aku dan ibu bapakku, semua muslimin dan muslimat, dan mu'minin dan mu'minat, baik yang masih hidup atau yang sudah mati di antara mereka). Maka ia dicatat oleh Allah SWT tergolong di antara wali-wali-Nya.
  6. Hai Ali barangsiapa yang membaca tiap hari 10 kali "Laa ilaaha illallaah qobla kulli ahadin laa ilaaha illallaah ba'da kulli ahadin laa ilaaha illallaah yabqoo rabbunaa wa yafnaa kullu ahadin" (Tiada Tuhan selain Allah SWT sebelum semua perkara, tiada Tuhan selain Allah SWT sesudah semua perkara, tiada Tuhan selain Allah SWT Maha Kekal Tuhan kami dan rusak (binasa) semua perkara). Maka tidak tertinggal seorangpun Malaikat yang ada di langit, melainkan (semuanya) memohonkan ampun untuk orang itu.
  7. Hai Ali barangsiapa yang membaca "Allahumma baarik lii fil mauti wa fii maa ba'dal mauti". (Ya Allah, limpahkanlah keberkatan kepadaku di saat mati, dan didalam perkara sesudah mati), maka Allah SWT tidak akan menghisab kepadanya apa-apa yang telah dikerjakannya ketika di dunia. Dan barangsiapa yang membaca Takbir (Allahu Akbar) 100 kali pada waktu sebelum terbit matahari dan 100 kali sebelum terbenam matahari, maka Allah SWT mencatat untuknya pahala 100 ahli ibadah dan 100 orang yang perang di jalan Allah SWT. Dan Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku setiap hari atau malam sebanyak 100 kali, maka mesti ia mendapatkan syafaatku. Dan adapun memperbanyak istighfar itu adalah benteng dari api neraka untuk orang-orang yang bertaubat.
Wasiat Seputar Kebenaran dan Persahabatan
  1. Hai Ali kamu harus benar walaupun ia menyempitkan / menyusahkan kepadamu di waktu dekat / sekarang, maka benar itu akan bermanfaat kepadamu di waktu yang akan datang dan, dan janganlah kamu berdusta walaupun ia bermanfaat kepadamu di waktu sekarang, maka dusta itu akan menyulitkanmu di waktu yang akan datang.
  2. Hai Ali barangsiapa yang banyak berdosa maka hilang kebaikannya / kewibawaannya.
  3. Hai Ali kamu harus tetap berkata benar, menjaga perkataan, menjaga amanat, bermurah hati dan menjaga perut.
  4. Hai Ali seburuk-buruk teman ialah teman yang melalaikan didalam urusan temannya dan suka membukakan rahasia temannya.
  5. Hai Ali seribu teman itu (terasa) sedikit dan satu musuh itu (terasa) banyak.
  6. Hai Ali untuk sebuah persahabatan memiliki tanda-tanda, ia menjadikan hartanya di bawah hartamu, menjadikan dirinya dibawah dirimu dan menjadikan kehormatannya di bawah kehormatanmu (artinya mementingkan dirimu dari pada dirinya sendiri).
Wasiat Seputar Taubat
  1. Hai Ali tidak dikatakan taubat bagi orang yang taubat sebelum membersihkan isi perutnya dari yang haram dengan cara kasabnya yang baik.
  2. Hai Ali apabila seorang alim itu tidak bertaqwa, maka nasehatnya menutupi hati manusia, sebagaimana tetesan air hujan di atas telur burung unta dan batu yang licin.
  3. Hai Ali apabila empat puluh pagi berlalu kepada seorang mu'min sedang ia tidak berkumpul dengan para Ulama, maka hatinya akan menjadi keras, dan ia akan berani untuk melakukan dosa-dosa besar, karena sesungguhnya ilmu itu menghidupkan hati.
  4. Hai Ali sesungguhnya Allah SWT tidak segan untuk menyiksa orang kaya yang mencuri dan menyiksa seorang Alim yang fasik.
Wasiat Seputar Memelihara Lisan
  1. Nabi SAW bersabda: Janganlah kamu membicarakan aib seseorang yang ada padanya, maka tida ada satupun daging melainkan didalamnya ada tulang, dan tidak ada kafarat (untuk menghapus dosa) ghibah sehingga meminta dihalalkan kepada orang yang di ghibahnya atau memohonkan ampunan (kepada Allah SWT) untuk orang yang di ghibah.
  2. Hai Ali Allah SWT tidak menciptakan apa yang ada pada manusia lebih utama daripada lisan (bahasa / ucapan), sebab lisan manusia masuk surga dan masuk neraka, maka penjarakanlah (jagalah) lisan itu olehmu, karena lisan itu ibarat anjing gila.
  3. Hai Ali janganlah kamu mengutuk orang islam atau binatang yang melata, maka akan kembali kutukan itu kepadamu sendiri.
Wasiat Seputar Rasa Malu
  1. Nabi SAW bersabda: Agama itu semuanya ada didalam rasa malu, dan adapun rasa malu itu adalah kamu harus memelihara kepala dan apa yang tercakup didalamnya, dan memelihara perut dan yang terkandung didalamnya.
Wasiat Seputar Wara'
  1. Nabi Saw bersabda: Hai Ali tidak punya agama orang yang tidak ada rasa takut (kepada Allah SWT), dan tidak punya akal bagi yang tidak terpelihara dari dosa, dan tidak ada iman bagi orang yang tidak wara' (berhati-hati), dan tidak diterima ibadah bagi seseorang yang tidak punya ilmu, dan tidak punya adab baik bagi orang yang tidak shadaqah, dan tidak aman bagi orang yang tidak punya rahasia, dan tidak bertaubat bagi orang yang tidak ada taufiq, dan tidak ada kedermawanan bagi orang yang tidak ada rasa malu.
  2. Hai Ali barangsiapa yang tidak menjauhkan diri dari dosa, maka perut bumi lebih baik baginya daripada punggungnya (punggung bumi), karena sesungguhnya tidak ada iman didalam hatinya.
  3. Hai Ali pangkal wara' itu adalah meninggalkan yang haram dan apa yang diharamkan Allah, dan pangkal kemuliaan adalah didalam meninggalkan maksiat.
  4. Hai Ali sesungguhnya seseorang dengan budi pekerti yang baik bisa sampai kepada derajat orang yang berpuasa yang tetap beribadah serta perang di jalan Allah SWT.
  5. Hai Ali jadilah orang yang manis budi, karena sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang manis budi dan membenci orang yang masam budi yang keji wajahnya.
  6. Hai Ali pangkal ibadah adalah berdiam diri tidak berbicara kecuali dari dzikir kepada Allah SWT.
  7. Hai Ali banyak tidur itu mematikan hati dan menghilangkan kewibawaan, dan banyak dosa itu mematikan hati dan menimbulkan penyesalan.
  8. Hai Ali barangsiapa yang diberi kenikmatan oleh Allah SWT maka bersyukur, diberi cobaan / ujian maka bersabar, dan apabila dia berdosa ia beristighfar, niscaya ia masuk ke surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
  9. Hai Ali janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri, dan tetaplah kamu berduka cita, karena sesungguhnya Allah SWT menyukai semua orang yang berduka cita.
  10. Hai Ali tidak ada satu haripun melainkan ia (hari itu) berkata: 'Hai anak Adam, aku ini adalah hari yang baru dan yang menjadi saksi atas amalmu, maka perhatikanlah apa yang kamu kerjakan'.
Wasiat Seputar Tercelanya Dunia
  1. Nabi SAW bersabda: Hai Ali jauhkan dirimu dari ulyatul maut, yaitu tidak ingatnya orang-orang melainkan kepada duniawi, Ali berkata: siapakah mereka ya Nabiyallah?, Nabi SAW bersabda: (Mereka itu) adalah orang-orang yang kaya raya dan orang-orang yang mencintai dunia yang kamu akan melihat mereka bersiap untuk mengumpulkan duniawi bagaikan menjumpainya seorang ibu kepada anaknya. Mereka itulah orang-orang yang rugi di hari esok (hari kiamat)
Wasiat Seputar Hal Ihwal Manusia Disisi Allah SWT
  1. Nabi SAW bersabda: Hai Ali sebaik-baik manusia disisi Allah SWT adalah yang paling berguna di antara manusia kepada orang lain, dan seburuk-buruk manusia di sisi Allah SWT adalah orang yang panjang umurnya buruk amalnya, dan sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya baik amalnya, dan manusia yang sangat dibenci Allah SWT ialah orang yang makan sendiri serta tidak memperhatikan / memberi kepada orang lain (yang lapar), dan suka memukul hamba sahayanya, dan memuliakan orang kaya serta menghinakan orang faqir, dan yang sangat buruk diantara orang itu adalah orang yang hidupnya didalam haram, matinya didalam haram, dan yang sangat buruk diantara orang itu adalah orang yang panjang umurnya buruk amalnya dan tidak mau bertaubat dari apa yang dilarang oelh Allah SWT serta dia ingin diampuni, dan lebih buruk dari itu yaitu orang yang menyatakan berteman / bersahabat kepada saudaranya yang Muslim dan ia berusaha untuk menyalahi (mengingkari) persahabatan itu (musuh dalam selimut, dan lebih buruk dari orang itu yaitu orang yang berangkat di awal umurnya (mulai baligh) dengan kedaan lupa kepada Allah SWT dan di akhir umurnya (masa tua) malas dari taat ibadah kepada Allah SWT.
Wasiat Seputar Tanda-tanda Kebaikan
  1. Nabi SAW bersabda: Tanda-tanda sabar itu adalah baik hati kepada Allah SWT dan baik didalam berkhidmat (berbakti kepada Allah SWT)
  2. Hai Ali bagi orang mu'min ada tiga tanda: benci kepada harta (tidak tertipu dengan kesenangan dunia), dan benci kaum wanita (menahan pandanganna dari kemaluannya kepada kaum wanita yang bukan muhrim), dan benci berbicara dalam menceritakan keaiban manusia.
  3. Hai Ali, bagi orang yang berakal ada tiga tanda; Meminta pertolongan kepada Allah dengan dunia untuk menghasilkan akhirat, Memikul kebengisan/kekasaran/keras hati, dan sabar atas segala kesulitan (kepayahan). Dan bagi orang Alim ada tiga tanda; Benar didalam perkataannya, menjauhi yang diharamkan, tawadhu (rendah hati). Dan bagi orang yang bertaqwa ada tiga tanda; takut berdusta, menjauhi yang keji dan lingkungan yang buruk, meninggalkan sebagian yang halal karena takut terjerumus kedalam yang haram.
  4. Hai Ali, bagi orang yang benar ada tiga tanda; Menyembunyikan ibadah, menyembunyikan shodaqoh, menyembunyikan musibah.
  5. Hai Ali bagi ahli ibadah ada tiga tanda; Sangat benci akan hawa nafsunya, menghisab hawa nafsunya, memanjangkan (lama) dalam ibadah dihadapan hadhirot Allah SWT.
  6. Dan bagi orang yang sholeh ada tiga tanda; Memperbaiki hubungan antara Allah SWT dengannya dengan beramal sholeh, memperbaiki agamanya dengan mengamalkannya, senang kepada orang lain sebagaimana menyenangi diri sendiri.
  7. Hai Ali, bagi orang yang berbahagia ada tiga tanda; Makanan yang menguatkannya/mengenyangkannya adalah dari yang halal, berkumpul duduk dengan para ulama, sholat yang lima waktu beserta Imam (berjamaah).
  8. Hai Ali, bagi orang Mu'min ada tiga tanda; Bersegera dalam melaksanakan taat kepada Allah SWT, menjauhi perkara-perkara yang haram, berbuat baik kepada orang yang jahat kepadanya.
  9. Hai Ali, bagi dermawan itu ada tiga tanda; Memaafkan ketika mampu membalas, mengeluarkan zakat, senang bershodaqoh.
  10. Hai Ali, bagi orang yang santun itu ada tiga tanda; Menghubungkan tali silaturrohim kepada orang yang memutuskannya, memberi kepada orang yang menghalanginya (kikir), memaafkan kepada orang yang telah menganiayanya.
  11. Hai Ali, bagi orang yang sabar itu ada tiga tanda; Sabar atas taat (ibadah) kepada Allah SWT, sabar atas musibah, sabar atas qodho (ketentuan) Allah SWT.
  12. Hai Ali, bagi orang yang taubat itu ada tiga tanda; Menjauhi yang diharamkan, sangat menginginkan untuk mencari ilmu, tidak kembali (tidak mengulangi) dosa sebagaimana air susu tidak kembali lagi kedalam susu.
Wasiat Seputar Tanda-tanda Syirik
  1. Nabi SAW, bersabda: "Hai Ali, bagi orang kafir itu ada tiga tanda; Ragu tentang Allah SWT, benci kepada hamba-hamba Allah SWT, lalai (tidak ingat) dari taat (ibadah) kepada Allah SWT.
  2. Hai Ali, bagi orang munafiq itu ada tiga tanda; apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, apabila diamanati ia khianat dan tidak berguna nasihat kepadanya.
  3. Hai Ali, bagi orang yang ria itu ada tiga tanda: Ia menyempurnakan ruku dan sujudnya didepan orang lain serta menguranginya (ruku dan sujud) bila ia sholat sendirian, dan giat (semangat) bila ada orang yang memuji kepadanya, dan berdzikir baik menyendiri atau di tengah-tengah orang banyak (karena ingin pujian orang lain).
  4. Hai Ali, bagi orang yang dihinakan itu ada tiga tanda; Banyak berdusta, dan banyak bersumpah palsu, dan banyak keperluan kepada orang lain.
  5. Hai Ali, bagi orang yang celaka itu ada tiga tanda: Makanan yang mengenyangkannya adalah haram, menjauhi orang alim (para ulama), dan Sholatnya sendirian (tidak berjamaah / munfarid). Dan bagi orang yang durhaka itu ada tiga tanda: Senang membuat kerusakan, dan menyusahkan (merugikan) hamba-hamba Allah, dan menjauhi petunjuk (ajaran Islam).
  6. Hai Ali, bagi orang yang dholim itu ada tiga tanda; Tidak memperhatikan dari apa yang ia makan, memaksa kepada orang yang berhutang kepadanya, mengamuk dengan keras kepada orang yang berhutang kepadanya, mengamuk dengan keras kepada orang yang berhutang, apabila tidak terpenuhi keinginannya.
Wasiat Seputar Macam Macam Doa

  1. Nabi SAW bersabda: "Hai Ali, apabila kamu masuk Masjid, maka dahulukan dengan kakimu yang kanan dan keluarlah dengan kakimu yang kiri".
  2. Hai Ali, tetaplah (biasakanlah) dengan membaca Surat Yasin diwaktu pagi dan sore, karena sesungguhnya orang yang membaca Surat Yasin secara tadi (di pagi dan sore hari), maka ia berada dalam keamanan (keselamatan) Allah.
  3. Hai Ali, barangsiapa yang membaca Surat Al-Hasyr setiap malam, maka ia terpelihara dari kepahitan dunia dan akhirat.
  4. Hai Ali, barangsiapa yang membaca Surat Al-Baqoroh tiap malam jum'at, maka memancar baginya cahaya di antara langit ketujuh sampai ke dasar bumi. Dan barangsiapa yang membaca Surat Ad-Dukhon dan Surat Al-Mulk pada malam jum'at, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan memelihara dari fitnah kubur. Dan barangsiapa yang membaca Surat At-Thoriq ketika berbaring ditempat tidurnya, maka dituliskan baginya kebaikan sebanyak bilangan bintang-bintang di langit.
  5. Hai Ali, barangsiapa yang membaca Surat Al-Mulk dan membaca (doa) sesudahnya "Allahumma a'shimnii bil islaami qoo iman wa a'shimnii bil islaami qoo'idan wa roo qidan wa laa tusymit fii 'aduwwan wa laa haa sidan Allaahumma inni a'uudzubika ming syarri kulli daabbatin angta aa khidzumbinaa shiyatihaa wa as alukalkhoirilladzi biyadika. (Ya Allah, peliharalah aku dengan memeluk agama islam, baik dalam keadaan berdiri, duduk dan dalam keadaan tidur, dan janganlah Engkau menjadikan musuh dan orang yang hasud gembira melihatku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan semua binatang melata yang Engkau pegang ubun-ubunnya (yang menguasai sepenuhnya), dan aku memohon kepada-Mu yang ada pada kekuasaan-Mu), maka ia akan dipeÏihara oleh Allah dari (kejahatan) jiwa manusia dan binatang yang melata yang menyusahkannya.
  6. Hai Ali, apabila kamu menginginkan (dikabulkan) hajat, maka bacalah Ayat Kursi dan berdoalah kepada Allah (didalam mengatasi) kesusahan dan kepayahan, dan bacalah "Yaa Hayyu Yaa Qayyum Laa Ilaaha Illa Anta birahmatika astaghitsu faghfirli wa aslih li sya'ni wa farrij hammi "(Yaa Allah Yang Hidup Kekal, Yang Terus-menerus mengurusi Mahluk, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Engkau. Dengan Rahmat-Mu aku memohon pertolongan, maka ampunilah aku, perbaikilah keadaanku, dan hilangkanlah duka citaku), maka sesungguhnya Allah akan menghilangkan duka-cita darimu serta mengabulkan hajat-hajatmu.
  7. Hai Ali, apabila menimpa kepadamu suatu kesusahan atau perkara apa saja, maka bacalah "Subhanaka Rabbi Laa Ilaaha Illa Anta Alaika tawakkaltu Anta Rabbul Arsyil Ahdim" (Maha Suci Engkau wahai Tuhanku, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau, aku bertawakkal, Engkaulah Tuhan yang pemilik Arsy Yang Agung).
  8. Hai Ali, perbanyaklah (berdoa) dari doa yang telah diajarkan kepadaku oleh Malaikat Jibril, yaitu doa yang selalu berkaitan didalam agama, dunia dan akhirat.
  9. Hai Ali, apabila kamu melihat hilal (bulan), maka bacalah tahlil (laa ilaaha illallah) 3 kali dan takbir (Allahu Akbar) 3 kali dan bacalah Allahu Akbar wa a'azzu wa aqdaru mimma akhofu wa ahdzaru (Allah Yang Maha Besar, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa dari apa yang aku takuti dan aku waspadai).
  10. Hai Ali, apabila kamu bertemu dengan orang yang ditakuti oleh kamu, maka bacalah Allahumma inni adro u bika fii nahrihii wastakfiika ghodhobahuu wa a'uudzu bika min syarrihi (Ya Allah, sesungguhnya aku menolak dengan pertolongan-Mu pada leher orang itu, dan memohon kepada-Mu dari kemarahan orang itu, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya).
Wasiat Tentang Berbagai Macam Hal


  1. Nabi SAW bersabda: "Mulailah dengan membaca salam kepada orang yang kamu jumpai dari orang-orang Islam, maka Allah menuliskan bagimu 20 kebaikan, dan jawablah salam, maka Allah menuliskan bagi orang yang menjawabnya 40 kebaikan".
  2. Hai Ali, jauhkan dirimu dari marah, karena sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan itu sangat berkuasa untuk menggodamu dalam keadaan marah. Dan jauhkanlah dirimu dari doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya Allah mengabulkan doanya orang yang teraniaya, walaupun orang itu kafir, karena kekafirannya tetap baginya.
  3. Hai Ali, jauhkan dirimu dari sumpah palsu, karena sesungguhnya sumpah palsu itu akan menghabiskan harta dan melenyapkan rezeki dan umur.
  4. Hai Ali, barangsiapa yang menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, maka Allah menghinakan musuhnya. Dan barangsiapa yang benar didalam segala urusannya, maka Allah akan marah (kepada siapa saja) karena marahnya orang itu. Dan apabila anak yatim menangis, maka arsy itu berguncang, lalu jibril berkata: "Luaskanlah neraka itu untuk orang yang menangisi (menyakiti) anak yatim, dan lapangkanlah Surga bagi orang yang menggembirakan anak yatim.
  5. Hai Ali, agama itu nasehat bagi Allah (beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya), bagi Rasul-Nya (mempercayai risalahnya dan apa yang diajarkannya) dan bagi orang Mu'min.
  6. Hai Ali, tujuh (golongan) dari umatku didalam Surga: Pemuda yang bertaubat, orang yang bershodaqoh secara rahasia, orang yang melaksanakan sholat dhuha, orang yang kehilangan hartanya lebih lapang baginya daripada kehilangan satu kali sholat berjamaah, orang yang menetes air matanya karena takut kepada Allah, dan orang yang menghampiri para ulama (berkumpul) didalam majelis ulama.
  7. Hai Ali, barangsiapa yang menunjukkan jalan kepada orang yang buta dengan tangannya yang kiri, maka akan datang tangan kanannya di sebelah kananmu.
  8. Hai Ali, ketika manusia didalam keadaan sakaratul maut (kesakitan menjelang mati), maka seluruh sendi-sendi tulang membaca salam kepada sebagian sendi-sendi yang lainnya, seraya sendi-sendi itu mengucapkan Assalaamu'alaika fa innii muttu (Keselamatan atasmu, maka sesungguhnya aku telah mati). Begitu juga rambut yang putih (membaca salam) kepada rambut yang hitam.
  9. Hai Ali, peliharalah betul-betul wasiatku ini, sebagaimana akku memeliharanya dari Malaikat Jibril dari Rabb (Allah) yang nama-namaNya Maha Suci dan tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan diriNya.
    Jumat, 04 Oktober 2019 0 komentar

    5 Safar 1441 H (4 Oktober 2019)

    بسم الله الرّحمن الرّحيم


    1. Ali bin Abi Thalib berkata: "Tubuh dibersihkan dengan air, jiwa dibersihkan dengan air mata, akal dibersihkan dengan pengetahuan, Dan jiwa dibersihkan dengan cinta kepada Allah". (13:32 WIB)
    2. Sucikanlah dhahir dan batinmu dari dosa, untuk membersihkan dosa dhahir adalah dengan syariat, dan dosa batin dengan menghilangkan segala penyakit hati. (13:35 WIB)
    3. Sesungguhnya apa yang di fardhukan oleh Allah SWT itu berlaku hingga kiamat, walaupun banyak di akhir zaman ini manusia banyak meninggalkan apa yang di fardhukan. (13:35 WIB)
    4. Sesungguhnya iblis itu senantiasa menggodamu 24 jam, dia akan berusaha masuk dari celah-celah yang ada pada dirimu. (13:37 WIB)
    5. Orang yang bodoh dia akan sibuk hanya membersihkan dosa lahiriyah, sedangkan orang yang cerdas dia akan berusaha membersihkan dosa hati, dan orang yang mati adalah mereka yang tidak punya hati. (13:38 WIB)
    6. Kelak di surga akan ada khusus boleh dimasuki khusus hanya bagi para pendosa, dan surga yang tidak bisa dimasuki hanyalah surga Nabi Muhammad dimana khusus bagi yang tidak memiliki dosa. (13:40 WIB)
    7. Sesungguhnya petunjuk itu banyak manusia yang tidak menyukainya, padahal itu kebaikan bagi dirinya. (13:43 WIB)
    8. Definisi kesenangan bagi manusia kebanyakan adalah sesuatu yang berbau maksiat, karena kesenangan mereka adalah selain kepada Allah. (13:45 WIB)
    9. Sesungguhnya bentuk kenikmatan kepada dunia ini mustahil untuk disyukuri melainkan justru menambahkan keserakahan. Padahal nikmat yang dimaksud sesungguhnya adalah nikmat dalam beribadah kepada Allah, niscaya dia akan semakin bersyukur. (13:47 WIB)
    10. Manusia banyak yang buta matanya sehingga tidak dapat melihat kebesaran Allah, dan mereka tuli tidak mendengarkan firman-firman Allah, semua itu disebabkan banyaknya maksiat, sehingga mereka dibutakan, bukan buta mata atau tuli telinganya, tetapi hatinya yang membuatnya tuli dan buta. (13:51 WIB)
    11. Barangsiapa yang memandang dunia ini besar maka pasti dia akan memandang Allah kecil, begitu sebaliknya. (13:52 WIB)
    12. Hati yang suci itu punya 11 ciri:
      1. Banyak berdzikir kepada Allah
      2. Pemiliknya senantiasa aktfi sehingga ia pasrah kepada Allah dan bergantung kepadaNya
      3. Ia rela tubuhnya letih untuk melayani Allah, dan hatinya tidak merasa jemu
      4. Pemiliknya rindu melayani Allah
      5. Jika ia memulai melaksanakan sholat, sirnalah keinginan dan kesedihannya terhadap dunia
      6. Kekikirannya dalam menggunakan waktu untuk taat kepada Allah lebih kiri terhadap orang yang kikir terhadap harta
      7. Perhatiannya terhadap amal itu melebih amal itu sendiri
      8. Bila luput melaksanakan satu ketaatan dia merasa rugi
      9. Pemiliknya menjadikan tujuannya hanya untuk Allah semata, yakni menaatiNya
      10. Senang kepada Allah SWT dan benci kepada selainNya
      11. Hal yang paling dicintainya adalah kalamullah dan membicarakan tentangnya. (13:56 WIB)
    13. Tanda-tanda orang yang kotor adalah mereka yang selalu menyayangi harta, dan selalu berangan-angan terhadap harta. (13:58 WIB)
    14. Sesungguhnya orang yang diperbudak oleh dunia itu tidaklah mengenal status sosial, baik mereka yang miskin ataupun kaya. Sehingga apabila manusia sudah menjadi budak dunia, niscaya dia akan menjadi budak setan. (13:59 WIB)
    15. Sesungguhnya manusia itu tidak akan bisa mengalahkan iblis, karena iblis dapat melihatmu tetapi kamu tidak bisa, sedangkan iblis itu akan kalah kepada Allah maka serahkanlah dirimu kepada Allah untuk menjadi hamba Allah agar iblis itu terkalahkan, yaitu dengan cara menjalankan apa yang diperintahkannya dan meninggalkan apa yang dilarangnya. (14:01 WIB)
    16. Hamba Allah selalu meminta petunjuk Allah, dan hamba setan pasti mengikuti setan, hamba nafsu mengikuti nafsu. Maka apabila manusia menghendaki petunjuk hendaknya dia bersabar. (14:02 WIB)
    17. Sesungguhnya hamba Allah itu selalu diuji sehingga didalam ujiannya apakah dia meminta pertolongan kepada Allah atau selain kepada Allah. (14:03 WIB)
    18. Setiap manusia itu ingin berubah untuk menjadi baik, niscaya iblis akan mengahalanginya. Dan ketahuilah didunia ini semua manusia ingin menjadi baik, tetapi mereka dikalahkan oleh hawa nafsu dan godaan iblis. (14:05 WIB)
    19. Seseorang yang semua persoalannya kembali kepada Allah niscaya dia akan kuat. Dan apabila kamu tidak mengembalikan segala persoalannya kepada Allah niscaya kamu akan lemah, karena manusia itu rapuh. (14:08 WIB)
    20. Sebesar apapun ujian yang kamu terima maka akan sebesar itu pula Allah akan mengembalikannya, begitu juga sekecil apapun ujian yang kamu terima maka sekecil itu pula kamu akan menerima balasannya. (14:09 WIB)
    21. Sesungguhnya hati yang tenang itu mengembalikan semua urusannya kepada Allah, dan mengetahui bahwa itu adalah yang terbaik. (14:10 WIB)
    22. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata: "Apabila Allah mengabulkan doaku niscaya aku bersyukur akan ketetapannya, tetapi apabila Allah tidak mengabulkan doakku maka aku lebih bersyukur atas apa yang ditetapkannya kepadaku". (14:11 WIB)
    23. Sesungguhnya doa yang tidak dikabulkan itu oleh Allah kelak akan disimpan menjadi perbendaharaan kelak di surga. (14:11 WIB)
    24. Hakikat dzikir itu tidak akan hadir didalam hati sebelum memakmurkan hati dengan ketakwaan dan menyucikan dari segala macam penyakit hati didalamnya. (14:13 WIB)
    25. Denyut nadimu adalah perjalanan setan untuk menguasai hatimu, maka halaulah dia dengan dzikir. (14:15 WIB)
    26. Jika Allah berdzikir kepada seorang manusia niscaya dia akan dijaga oleh Allah dan selalu mendapatkan petunjuk setiap langkahnya. (14:19 WIB)
    27. Hati yang selalu dinaungi oleh Allah SWT adalah hati yang berdzikir, maka apabila manusia menolong seorang hamba untuk masuk surga maka hatinya tidak akan ditidurkan untuk berdzikir kepada Allah walaupun dirinya tertidur. (14:24 WIB)
    28. Dzikir itu adalah mengingat, dan apapun yang mengingat selain kepada Allah adalah kelalaian. (14:27 WIB)
    29. Rahmat Allah itu diberikan kepada orang yang dekat dengan kebaikan, selama manusia itu tidak berbuat baik maka mustahil dia akan mendapatkan rahmat Allah. (14:29 WIB)
    30. Kesombongan seseorang itu akan muncul saat dia melakukan banyak amal ibadah, sehingga terjerumus terhadap sifat meremehkan orang lain, dan itulah sifat iblis. (15:02 WIB)
    31. Manusia apabila sudah buruk sungguh dia lebih jelek dari binatang dan iblis, tetapi apabila manusia itu bagus maka kemanapun dia pergi akan dikawal 70 ribu malaikat. (15:02 WIB)
    32. Setiap orang yang menuju kebaikan itu pasti akan mendapatkan penghalang. (15:06 WIB)
    33. Barangsiapa 100 kali bermaksiat dan 100 kali meminta ampun, niscaya kamu termasuk orang yang bertaubat. (15:07 WIB)
    34. Sesungguhnya iblis itu kalah bukanlah dengan banyaknya amal dan wiridmu tetapi dia kalah dengan keikhlasan, dan bacaan "Ya Allah biha Ya Allah biha Ya Allah bihusnil Khatimah" (15:12 WIB)
    35. Sesungguhnya banyak sekali cara beramal sholeh untuk mendapatkan surga, sampai yang paling mudah adalah menyingkirkan batu atau kerikil dijalan. (15:13 WIB)
    36. Sesungguhnya Al-Imam Ghazali itu masuk surga bukan karena ilmunya atau amalnya, melainkan dia masuk surga oleh sebab lalat yang haus dan dia meminum tinta yang digunakan untuk menulis kitab. (15:15 WIB)
    37. Alangkah mengherankan manusia, mereka menangisi kematian jasad seseorang tetapi tidak menangisi kematian hati seseorang padahal itu lebih berbahaya. (15:16 WIB)
    38. Barangsiapa yang tidak mau memaafkan orang lain, maka ketahuilah bahwa iblis telah bersarang dihatimu. (15:20 WIB)
    39. Fudhail bin Iyadh berkata: "Amal yang dilakukan karena manusia adalah syirik, sedangkan meninggalkan amal karena manusia adalah riya'". (15:22 WIB)
    40. Orang yang menuntut ilmu itu penyakit utamanya adalah wajib riya', lalu saat dia tersadar barulah dia tawadhu', lalu saat tawadhu' dia baru tahu kalau dirinya itu bodoh. (15:23 WIB)
    41. Janganlah kamu memaki kepada ahli maksiat, karena belum tentu kamu ahli surga, apabila kamu melihatnya maka katakan "dia maksiat karena tidak tahu, sedangkan saya yang mengerti tetapi masih maksiat, maka saya lebih buruk dia lebih baik.". (15:28 WIB)
    42. Takutlah kepada Allah, tinggalkan apa yang dilarang Allah, karena barangsiapa yang meninggalkan yang dilarang oleh Allah pasti dia akan mengerjakan apa yang diperintahnya. (15:31 WIB)
    43. Tidak berlaku bagi orang yang menuntut ilmu tetapi tidak belajar dan mengerjakan sholat tahajud. (15:33 WIB)
    44. Sesungguhnya duduk dimajelis itu manusia semakin dekat dengan Allah, bukan malah menjauh dari Allah, maka kerjakanlah sholat tahajud wahai penuntut ilmu. (15:34 WIB)
    45. Apabila kamu ingin sukses dunia akhirat janganlah kamu meninggalkan sholat tahajud, minimal witir sebelum tidur. (15:35 WIB)
    46. Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari barang yang haram, dan api neraka lebih layak untuknya. (15:37 WIB)
    47. Rasulullah SAW berpesan kepada Ibnu Umar agar senantiasa menjaga dua kondisi. Yang pertama hendaklah membiarkan dirinya sperti orang asing didunia yang berhayal untuk menetap namun dia berada di negeri yang asing. Yang kedua hendaknya menjadikan didunia ini seperti seorang musafir yang tidak ada keinginan menetap di dunia ini. (15:42 WIB)
    48. Orang yang mukmin seperti orang yang asing, dia tidak sedih karena kerendahannya dan tidak bersaing untuk meraih kemuliaannya, dia memiliki urusannya sendiri dan manusia punya urusannya sendiri. (15:41 WIB)
    49. Orang yang hidup itu seperti orang yang berteduh dibawah pohon, tetapi perjalanannya masih panjang. (15:42 WIB)
    50. Banyak orang yang menyaksikan kematian, mereka takut akan kematian, tetapi sedikit sekali yang mencari bekal akhirat. Dan siapakah mereka yang tidak mempunyai bekal akhirat yaitu para hamba-hamba setan. (15:44 WIB)
    51. Sesungguhnya orang yang hidup itu seperti orang berdagang, apabila hari ini dia untung maka dia gembira, tetapi apabila diketahui ada kerugian hendaknya segera ditutupi, apabila dibiarkan niscaya dia akan menjadi hamba yang bangkrut. (15:47 WIB)
    52. Hendaknya kalau ada sebuah kebaikan bergegaslah jangan dipertimbangkan, sedangkan apabila keburukan pertimbangkanlah resiko dan kerugiannya, apabila kamu melakukannya maka siap untuk menanggung kerugiannya. (15:49 WIB)
    53. Berbuat kebaikan itu sesungguhnya membuka pintu-pintu surga. (15:55 WIB)
    54. Palingkanlah pandanganmu dari 14 pandangan:
      1. Pandangan yang berlebihan atas kemaksiatan dan menyelisihi perintah Allah
      2. Mencerai beraiakan hati dari Allah
      3. Bisa melemahkan hati dan sedih 
      4. Menjadikan hati gelap
      5. Pandangan yang berlebihan yang dapat mengeraskan hati dan menutup pintu ilmu
      6. Pandangan yang berlebihan tak ubahnya mempersilahkan setan masuk kedalam hati
      7. Melepaskan pandangan bisa menjerumuskan hamba kedalam kelalaian dan memperturutkan hawa nafsu
      8. Sesungguhnya pandangan memiliki peran didalam hati layaknya anak panah.
      9. Memandang secara berlebihan dan melepaskan pandangan mengakibatkan penyesalan, keluh kesah, dan kepanasan.
      10. Pandangan yang bisa melukai hati dan di ikuti luka demi luka. 
      11. Melepaskan pandangan bisa meredupkan cahaya basiroh atau mata hati. 
      12. Memandang secara berlebihan bisa menjerumuskan hati dalam mengikuti hawa nafsu.
      13. Memandang secara berlebihan bisa menjerumuskan hati menjadi tawanan syahwat.
      14. Memandang secara berlebihan menguatkan kelalaian kepada Allah dan negri akhirat, serta menyebabkan terombang ambing dalam kerinduan. (16:08 WIB)
    55. Barangsiapa memandang sesuatu tetapi tidak di iringi dengan tafakkur kepada Allah, niscaya pandangannya pasti akan tersesat. (16:10 WIB)
    56. Apabila kamu tidak mampu memandang sesuatu dengan kebesaran Allah, maka tundukkanlah pandanganmu itu. (16:14 WIB)
    57. Barangsiapa yang hatinya dipenuhi dengan rasa kecintaan kepada Allah, niscaya segala rasa keinsanan yang ada pada manusia itu akan lenyap. (16:19 WIB)
    Jumat, 27 September 2019 0 komentar

    27 Muharram 1441 H (27 September 2019)

    بسم الله الرّحمن الرّحيم


    1. Al-Hikmah berkata: "Jadilah orang yang sederhana, yaitu sederhana dalam berpikir, karena dia tidak mau menggantungkan hidupnya dengan akalnya, yang kedua sederhana dalam bertindak karena tindakannya selalu berdasarkan petunjuk Tuhannya, sehingga apa yang dilakukannya tidak akan sia-sia dan membuang waktu, Ketiga sederhana dalam hidup, yaitu menyadari apa yang dimiliki berasal dari Tuhannya, Keempat sederhana dalam berbicara, karena dia tahu berbicara tanpa makna akan tergelincir kedalam kesalahan". (14:04 WIB)
    2. Sesuaikanlah pendidikan itu dengan keadaan zaman, janganlah kamu mengajarkan ilmu dengan keras seperti halnya jaman Sayyidina Ali, tetapi lunakkanlah pengajaranmu karena pada zaman ini mereka tidak sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. (14:06 WIB)
    3. Dizaman ini lipatlah tikarmu, dan sedikitkanlah untuk bertemu orang, karena barangsiapa banyak bergaul dengan orang ibarat kamu seperti domba yang siap dicabik-cabik oleh serigala. (14:08 WIB)
    4. Sifat iri dan dengki itu sangat susah untuk dihilangkan sampai dibawa mati, karena sifat seperti itu adalah hasutan iblis, dan iblis itu sudah bersarang didalam hatinya. (14:10 WIB)
    5. Kejahatan itu diletakkan kepada orang bodoh, dan mereka itu selalu berbicara tanpa dipikir. (14:13 WIB)
    6. Manusia di akhir zaman ini selalu mengingatkan sesuatu itu cepat dan instant, sehingga dia berpacu dengan waktu tetapi justru dia disusul oleh waktu dan kehabisan waktu. (14:16 WIB)
    7. Setiap kita berbicara pandanglah keatas apakah Allah meridhoimu atau tidak. (14:22 WIB)
    8. Sesungguhnya bahaya lisan itu lebih berbahaya daripada bahaya pendengaran, maka berpikirlah terlebih dahulu sebelum kamu berucap. (14:23 WIB)
    9. Ucapan yang keluar dari seseorang itu seperti halnya gajah yang keluar dari lubang semut, sekalinya dia keluar maka akan susah untuk kembali. (14:24 WIB)
    10. Sesungguhnya orang yang banyak bicara itu penuh dengan kebodohan, sedangkan orang yang banyak diam dia penuh dengan kedustaan. (14:25 WIB)
    11. Bentuk ilmu itu adalah banyak bertanya kepada Mursyid, dan apabila pertanyaan itu sudah kamu pahami maka Allah catat itu sebagai tasbih. (14:26 WIB)
    12. Panjangnya tali itu bisa diukur, sedangkan panjangnya lidah itu tidak akan mampu diukur, setiap apa yang kita ucapkan bisa tersebar kemana-mana, maka berhentilah menyebarkan berita hoax. (14:27 WIB)
    13. Perempuan yang sering menampakkan dirinya kepada lelaki, dan membuat banyak orang mengagumi kecantikan, keseksiannya, maka selama itu dia akan menanggung dosanya. (14:38 WIB)
    14. Sesungguhnya Iblis itu tidak akan berhenti menggoda Adam, sehingga lolos adam digodalah Siti Hawa, begitu Siti Hawa sudah tidak tergoda maka Iblis menggoda Qabil beserta keturunannya. (14:40 WIB)
    15. Banyak orang tidak sholat sama Iblis di iming-imingkan kekayaan dunia, sehingga mereka berpikir jika tidak sholat dia banyak hartanya, sedangkan saat dia sholat maka justru sedikit hartanya maka itulah yang disebut istidraj. (14:41 WIB)
    16. Dimana ada kebaikan maka disitulah Iblis akan mencari peranan untuk mencegah manusia berbuat baik. (14:43 WIB)
    17. Iblis itu menggoda manusia melewati apa yang disukai bukan apa yang dibenci, sehingga manusia pasti akan tergoda dalam kelalaian. (14:44 WIB)
    18. Sederhana itu menurut Syeikh Abdul Qadir adalah kamu buat ruang kuburmu, lalu sholatlah didalamnya, dan khatamkan Al-Qur'an setiap harinya sampai Malaikat Izrail datang kepadamu. (14:47 WIB)
    19. Sesungguhnya menjadi Umat Nabi Muhammad itu sungguh lengkap solusi akan permasalahan hidup ini, maka mendekatlah kepada Mursyidmu untuk meminta petunjuk, tetapi kebanyakan para murid ini tidak mau mendekati kepada Gurunya disebabkan besarnya hawa nafsunya. (15:00 WIB)
    20. Jodoh itu adalah milik orang sholeh dan dia pasti akan mendapatkan wanita yang soleha sehingga kelak yang disebut jodoh itu akan bertemu di akhirat kelak. (15:02 WIB)
    21. Wanita yang baik akan mendapatkan Lelaki yang baik, dan Lelaki yang buruk pasti akan mendapatkan Wanita yang buruk. (15:02 WIB)
    22. Setiap kebaikan itu pasti akan ada tandingannya yaitu keburukan, begitu juga keburukan pasti akan ada tandingannya yaitu kebaikan, dan begitulah Allah menciptakan didunia ini semuanya berpasang-pasangan. (15:11 WIB)
    23. Apabila kamu tidak memiliki harta maka tandingilah segala yang didunia ini dengan ketakwaan, niscaya seorang rajapun apabila berhadapan dengan orang yang bertakwa pasti akan kalah, dan segala yang tidak beriman pasti akan tenggelam. (15:12 WIB)
    24. Jadikanlah tauhidmu itu sebagai modal utama sebelum beribadah niscaya kamu akan selamat, karena banyak manusia yang beribadah tetapi tidak memiliki keyakinan atas apa yang dikerjakannya, iman mereka seperti busur panah yang lepas dari busurnya. (15:15 WIB)
    25. Alhikmah berkata: "Apabila kalian mendapatkan masalah yang berat, maka katakanlah lebih berat azab Allah SWT dibandingkan masalah hidupmu didunia ini, dan janganlah kamu meninggalkan masalah itu, hadapilah dengan lapang dada dan bersabarlah, niscaya masalah itu akan berlalu dan ambillah hikmah dari masalah itu. (15:18 WIB)
    26. Perbaikilah sholatmu dan perbaikilah sabarmu, semakin besar ujianmu maka semakin tinggi kemuliaanmu. (15:19 WIB)
    27. Tidak disebut orang yang sholat yang tidak takut, dan tidak disebut orang yang berdoa yang tidak memiliki harap. (15:26 WIB)
    28. Sesungguhnya manusia itu dijadikan oleh Allah SWT dengan banyak alasan atau hujah-hujah yang tidak bisa dipertanggung jawabkan alasannya. (15:29 WIB)
    29. Barangsiapa yang menunda menghadap Tuhannya, maka dia juga harus bersedia tertunda segala urusannya. (15:30 WIB)
    30. Istiqomahkanlah melaksanakan sholat Tahajud walaupun hanya 2 rakaat, untuk memperbaiki segala hal-hal buruk yang ada pada kehidupanmu. (15:31 WIB)
    31. Rahasiakanlah kebaikanmu kepada Tuhanmu seperti halnya kamu merahasiakan maksiatmu. (15:39 WIB)
    32. Sholat Tahajjud itu sesungguhnya untuk melawan hawa nafsu, berasal dari kata Ijtihad. Maka ketika kamu sudah melawan hawa nafsumu maka diampunilah dosamu dan berdoalah pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT. (15:40 WIB)
    33. Barangsiapa mengucapkan 10 kalimat tetapi tidak beristighfar atau tasbih niscaya akan ditunggu akan kelalaian. (15:44 WIB)
    34. Sayyidina Umar bin Khattab berkata: "Sungguh doa yang terkabul itu lebih aku takutkan daripada yang tidak terkabul, padahal Allah pasti mengabulkan semua doaku, tetapi aku takut aku menjadi orang yang tidak lagi berdoa karena setiap doaku telah dikabulkan oleh Allah." (15:46 WIB)
    35. Ketika seorang tidak bermaksiat kepada Allah SWT niscaya doa seperti apapun akan dikabulkan oleh Allah, tetapi justru mereka ini adalah orang yang tidak memiliki keinginan melainkan hanya menuju kepada Allah, maka datanglah orang untuk meminta doa kepadanya. (15:48 WIB)
    36. Orang yang tidak mau bershalawat niscaya kehidupannya akan gelap bahkan kuburnya juga akan gelap, dia berjalan seperti halnya orang yang buta. (15:50 WIB)
    37. Barangsiapa yang lidahnya basah untuk terus memuji kekasih Allah SWT niscaya dia akan menjadi kekasihNya. (15:52 WIB)
     
    ;