Hadrah Badriyah
بسم الله الرّحمن الرّحيم
أَشــهَدُ أَنْ لا إِلَـهَ إِللهُ وَحـدَهُ لا شَرِيكَ لَـه
وَأَشـهَدُ أَنَّ سَيِّدَن مُحمَّداً عَبدُهُ وَرَسُوْلُهُ عَدَدَمَا خَلَق
أَشــهَدُ أَنْ لا إِلَـهَ إِللهُ وَحـدَهُ لا شَرِيكَ لَـه
وَأَشـهَدُ أَنَّ سَيِّدَن مُحمَّداً عَبدُهُ وَرَسُوْلُهُ مِل ءَمَا خَلَق
أَشــهَدُ أَنْ لا إِلَـهَ إِللهُ وَحـدَهُ لا شَرِيكَ لَـه
وَأَشـهَدُ أَنَّ سَيِّدَن مُحمَّداً عَبدُهُ وَرَسُوْلُهُ عَدَدَمَافِي الأَرضِ
وَالسَّمَاء
أَشــهَدُ أَنْ لا إِلَـهَ إِللهُ وَحـدَهُ لا شَرِيكَ لَـه
وَأَشـهَدُ أَنَّ سَيِّدَن مُحمَّداً عَبدُهُ وَرَسُوْلُهُ عَدَدَمَا أَحصَىٰ
كِتَابُه
أَشــهَدُ أَنْ لا إِلَـهَ إِللهُ وَحـدَهُ لا شَرِيكَ لَـه
وَأَشـهَدُ أَنَّ سَيِّدَن مُحمَّداً عَبدُهُ وَرَسُوْلُهُ مِلءَمَا أَحصَىٰ
كِتَابُه
أَشــهَدُ أَنْ لا إِلَـهَ إِللهُ وَحـدَهُ لا شَرِيكَ لَـه
وَأَشـهَدُ أَنَّ سَيِّدَن مُحمَّداً عَبدُهُ وَرَسُوْلُهُ عَدَدَ كُلِّ
شَيء
أَشــهَدُ أَنْ لا إِلَـهَ إِللهُ وَحـدَهُ لا شَرِيكَ لَـه
وَأَشـهَدُ أَنَّ سَيِّدَن مُحمَّداً عَبدُهُ وَرَسُوْلُهُ مِلءَ كُلِّ شَيء
فِي كُلِّ لَحظَةٍ أَبَدَاً عَدَدَ خَلقِه وَرِضَاءَ نَفسِهِ
وَزِنَةَ عَرشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِه
- لا إِلَهَ إِلا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله صَلَّىٰ اللهُ عَلَيهِ وَ آلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلَّم..ز (۱۰۰ مرة)
- رَبِّ اغفِرْ لِيْ وَتُب عَلَيّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُالرَّحِيم.. (۱۰۰مرة)
- اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُرضِيْكَ وَتُرضِيْهِ وَتَنطَوِي بِهَا أَعمَالِي وَنِيَّاتِي وَحَرَ كَتِي وَسَكَنَاتِي فِيهِ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحبِهِ وَسَلِّم.. (۱۰۰مرة)
- يَاحَيُّ يَا قَيُّوم.. (۲۰مرة)
- يَاحَيُّ يَاقَيُّوم لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنتَ (۴۰مرة)
- يَاحَيُّ يَا قَيُّوم لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِن الظَّالِمين.. (۴۰مرة)
Dhaharad Dii-nul Mu''ayyad (Yaa Hanaa-naa)
بسم الله الرّحمن الرّحيم
ظَهَرَالدِّيْنُ الْمُؤَيَدْ # بِظُهُوْرِالنَّبِيْ أَحْمَدْ
يَاهَنَانَا بِمُحَمَّدْ # ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ
يَاهَنَانَا ×۸
خُصَّ بِالسَّبْعِ الْمَثَانِى # وَحَـوٰ لُطْفَ الْمَعَـانِى
مَـالَهُ فِى الْخَلْقِ ثَانِى # وَعَلَيْهِ اَنْزَلَ اللهِ
مِنْ مَكَّـةٍ لَمَّا ظَهَرَ # لِأَجْلِهِ اِنْشَقَّ الْقَمَرَ
وَافْتَخَرَتِ اٰلُ مُضَرْ # بِهِ عَلٰى كُلِّ اْلأَنَامِ
اَطْيَبُ النَّاسِ خَلْقًا # وَأَجْلُّ النَّاسِ خُلُقًا
ذِكْرُهُ غَرْبًا وَشَرْقًا # سَـائِرٌ وَالْحَمْدُ للهِ
صَلُّوْ اعَلٰى خَيْرِالْأَنَامِ # الْمُصْطَفَى بَدْرِ التَّمَامِ
صَلُّوْ اعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا # يَشْفَعْ لَنَا يَوْمَ الزِّحَامِ
Manaqib Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datuk Kalampayan)
بسم الله الرّحمن الرّحيم
![]() |
| Syeikh Muhammad Arsya Al-Banjari (Datuk Kalampayan) |
Beliau dilahirkan di desa Lok Gabang pada hari kamis dinihari 15 Shafar 1122 H, bertepatan 19 Maret 1710 M. Anak pertama dari keluarga muslim yang taat beragama , yaitu Abdullah dan Siti Aminah.
- Maulana Muhammad Arsyad Al Banjari bin
- Abdullah bin
- Tuan Penghulu Abu Bakar bin
- Sultan Abdurrasyid Mindanao bin
- Abdullah bin
- Abu Bakar Al Hindi bin
- Ahmad Ash Shalaibiyyah bin
- Husein bin
- Abdullah bin
- Syaikh bin
- Abdullah Al Idrus Al Akbar (datuk seluruh keluarga Al Aidrus) bin
- Abu Bakar As Sakran bin
- Abdurrahman As Saqqaf bin
- Muhammad Maula Dawilah bin
- Ali Maula Ad Dark bin
- Alwi Al Ghoyyur bin
- Muhammad Al Faqih Muqaddam bin
- Ali Faqih Nuruddin bin
- Muhammad Shahib Mirbath bin
- Ali Khaliqul Qassam bin
- Alwi bin
- Muhammad Maula Shama’ah bin
- Alawi Abi Sadah bin
- Ubaidillah bin
- Imam Ahmad Al Muhajir bin
- Imam Isa Ar Rumi bin
- Al Imam Muhammad An Naqib bin
- Al Imam Ali Uraidhy bin
- Al Imam Ja’far As Shadiq bin
- Al Imam Muhammad Al Baqir bin
- Al Imam Ali Zainal Abidin bin
- Al Imam Sayyidina Husein bin
- Al Imam Amirul Mu’minin Ali Karamallah wajhah wa Sayyidah Fatimah Az Zahra binti
- Rasulullah SAW.
- H. Jamaluddin, Mufti, anak kandung, penulis kitab “perukunan Jamaluddin”.
- H. Yusein, anak kandung, penulis kitab “Hidayatul Mutafakkiriin”.
- H. Fathimah binti Arsyad, anak kandung, penulis kitab “Perukunan Besar”, tetapi namanya tidak ditulis dalam kitab itu.
- H. Abu Sa’ud, Qadhi.
- H. Abu Naim, Qadhi.
- H. Ahmad, Mufti.
- H. Syahabuddin, Mufti.
- H.M. Thaib, Qadhi.
- H. As’ad, Mufti.
- H. Jamaluddin II., Mufti.
- H. Abdurrahman Sidiq, Mufti Kerajaan Indragiri Sapat (Riau), pengarang kitab “Risalah amal Ma’rifat”, “Asranus Salah”, “Syair Qiyamat”, “Sejarah Arsyadiyah” dan lain lain.
- H. M. Thaib bin Mas’ud bin H. Abu Saud, ulama Kedah, Malaysia, pengarang kitab “Miftahul jannah”.
- H. Thohah Qadhi-Qudhat, penbina Madrasah “Sulamul ‘ulum’, Dalam Pagar Martapura.
- H. M. Ali Junaedi, Qadhi.
- Gunr H. Zainal Ilmi.
- H. Ahmad Zainal Aqli, Imam Tentara.
- H. M. Nawawi, Mufti.
- Semua yang disebutkan diatas menjadi ulama dan telah berpulang ke rahmatullah. Namun masih banyak lagi, seperti yang belakangan banyak dikenal sebagai ahli tasawuf dan waliyullah yakni Syeikh Zaini Abdul Ghani (Guru Ijai atau Guru Sekumpul).
- 'Alimul ‘Allamah Syeikh Atha’illah bin Ahmad al-Mishri al-Azhari, di Makkah
- Syeikh al-Islam Imam al-Haramain ‘Alimul ‘Allamah Syeikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi, di Madinah,
- Khusus dalam bidang Tasawuf Muhammad Arsyad belajar kepada Sayyid al-Arif Billah Syeikh Muhammad bin Abdul Karim al-Qadiry al-Hasani, yang masyhur dikenal dengan nama Syeikh Muhammad Samman al-Madany, di Madinah
- Syeikh Ahmad bin Abdul Mun’im ad-Damanhuri
- Syeikh Sayyid Abi al-Faidl Muhammad Murtadha bin Muhammad az-Zabidy
- Syeikh Hasan bin Ahmad Akisy al-Yamany
- Syeikh Salim bin Abdullah al-Bashry
- Syeikh Shiddiq bin Umar Khan
- Syeikh Abdullah bin Hijazi asy-Syarqawy
- Syeikh Abdurrahman bin Abdul Aziz al-Maghrabi
- Syeikh Sayyid Abdurrahman bin Sulaiman al-Ahdal
- Syeikh Abdurrahman bin Abdul Mubin al-Fathani. Beliau adalah seorang sahabat karib Syaikh Muhammad Samman al-Madany, bahkan makam beliau bersebelahan dengan makam Syaikh Muhammad Samman al-Madany
- Syeikh Abdul Ghani bin Syeikh Muhammad Hillal
- Syeikh Abid as-Sandi
- Syeikh Abdul Wahhab ath-Thanthawy
- Syeikh Maulana Sayyid Abdullah Mirgani
- Syeikh Muhammad bin Ahmad al-Jauhari
- Syeikh Muhammad Zain bin Faqih Jalaluddin Aceh, pengarang Kitab Bidayatul Hidayah
- Kitab Tuhfah ar-Raghibin fi Bayani Haqiqah Iman al-Mu’minin wa ma Yufsiduhu Riddah ar-Murtaddin, diselesaikan tahun 1188 H/1774 M. Kitab ini telah di alihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia, berisi tiga bab dan khatimah, berbicara penguraian masalah Aqidah, kepercayaan yang haq dan bathil atau hakikat iman yang benar, serta hal-hal yang bisa merusak iman.
Sebagian orang meragukan apakah kitab ini asli karya Syaikh MuhammadArsyad al-Banjari, hal ini disebabkan isinya relatif dianggap bertolak belakang dengan adat kepercayaan sebagian masyarakat Kalimantan. Namun beberapa bukti, menunjukkan bahwa kitab tersebut benar-benar karya Syeikh Muhammad Arsyad Al-Banjari, diantaranya adalah
(1). Tulisan Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani, dikatakan “Maka disebut oleh yang empunya karangan Tuhfatur Raghibin fi Bayani Haqiqati Imanil Mu’minin bagi `Alim al-Fadhil al-’Allamah Syeikh Muhammad Arsyad.”
(2). Tulisan Syeikh `Abdur Rahman Shiddiq al-Banjari dalam Syajaratul Arsyadiyah, “Maka mengarang Maulana (maksudnya Syeikh MuhammadArsyad al-Banjari, pen:) itu beberapa kitab dengan bahasa Melayu dengan isyarat sultan yang tersebut, seperti Tuhfatur Raghibin …” Pada halaman lain, “Maka Sultan Tahmidullah Tsani ini, ialah yang disebut oleh orang Penembahan Batu. Dan ialah yang minta karangkan Sabilul Muhtadin lil Mutafaqqihi fi Amrid Din dan Tuhfatur Raghibin fi Bayani Haqiqati Imani Mu’minin wa Riddatil Murtaddin dan lainnya kepada jaddi (Maksudnya: datukku, pen al-’Alim al-’Allamah al-’Arif Billah asy-Syeikh Muhammad Arsyad bin `Abdullah al-Banjari.”
(3). Kitab cetakan Istanbul, yang kemudian dicetak kembali oleh Mathba’ah Al-Ahmadiah, Singapura tahun 1347 H, yaitu cetakan kedua dinyatakan, “Tuhfatur Raghibin … ta’lif al-’Alim al-’Allamah asy-Syeikh MuhammadArsyad al-Banjari.” Di bawahnya tertulis, “Telah ditashhihkan risalah oleh seorang daripada zuriat muallifnya, iaitu `Abdur Rahman Shiddiq bin Muhammad `Afif mengikut bagi khat muallifnya sendiri …”. Di bawahnya lagi tertulis, “Ini kitab sudah cap dari negeri Istanbul fi Mathba’ah al-Haji Muharram Afandi”. Dan terakhir
(4). Mahmud bin Syeikh `Abdur Rahman Shiddiq al-Banjari mencetak kitab Tuhfah ar-Raghibin itu disebutnya sebagai cetakan yang ketiga, dan nama Syeikh Muhammad Arsyad bin `Abdullah al-Banjari tetap dicantumkan sebagai pengarangnya. - Kitab Luqtah al-’Ajlan fi al-Haidhi wa al-Istihadhah wa an-Nifas an-Nis-yan, diselesaikan tahun 1192 H/1778 M. Kitab ini adalah kitab yang menguraikan hukum-hukum mengenai masalah kewanitaan.
- Sabil al-Muhtadin li at-Tafaqquhi fi Amri ad-Din, diseselesaikan pada hari Ahad, 27 Rabiulakhir 1195 H/1780 M. Kitab ini sangat masyhur bahkan sampai ke luar negeri seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Fathani dan lainnya. Kitab ini berisi tentang masalah Ilmu Fiqih, ditulis sekitar tahun 1192H atau 1777M.
- Risalah Qaul al-Mukhtashar, diselesaikan pada hari Khamis 22 Rabiulawal 1196 H/1781 M.
- Kitab Bab an-Nikah. Kitab ini menguraikan tentang hukum-hukum pernikahan.
- Kitab Bidayah al-Mubtadi wa `Umdah al-Auladi
- Kanzu al-Ma’rifah, kitab yang menguraikan tentang Ilmu Tasawuf atau Ilmu Hakikat Pengendalian Diri dan Allah.
- Kitab Ushuluddin
- Kitab Al-Faraidl
- Kitab Hasyiyah Fath al-Wahhab
- Kitab Mushhaf al-Quran al-Karim
- Kitab Fathur Rahman
- Kitab Arkanu Ta’lim As-Shibyan
- Kitab Bulugh al-Maram
- Fi Bayani Qadha’ wa al-Qadar wa al-Waba’
- Kitab Tuhfah al-Ahbab
- Khuthbah Muthlaqah Pakai Makna. Kitab ini dikumpulkan semula oleh keturunannya, Abdur Rahman Shiddiq al-Banjari. Dicetak oleh Mathba’ah Al-Ahmadiah, Singapura, tanpa dinyatakan tarikh cetak.
- Fatawa Sulaiman Kurdi.
- Kitab Ilmu Falaq.
3 Perkara Yang Menjadi Penyelamat, 3 Perkara Perusak, 3 Perkara Pengangkat Derajat, 3 perkara penebus dosa
بسم الله الرّحمن الرّحيم
Kumpulan Maqola Sayyidina Imam Hasan Al-Bashri
بسم الله الرّحمن الرّحيم
- Sesungguhnya aku telah banyak menemani beberapa golongan, kalau diantara salah satu dari mereka memiliki ilmu hikmah niscaya akan banyak manfaatnya bagi teman-temannya, dan tiada yang mencegahnya, dan kedudukan mereka sangat takut dikenal orang dan kalau diketahui ada salah satu dari mereka melewati dijalan, dan dilihatnya merusakkan jalan, maka tida yang melarangnya untuk menyingkirkannya, karena selain takut untuk dikenal orang karena takut disebut Riya'.
- Barangsiapa menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, dan dia memilihnya dengan meninggalkan akhirat, maka Allah memberi siksa kepadanya dengan enam macam siksa yakni, tiga macam siksa di dunia dan tiga macam siksa di akhirat.
Tiga macam siksa di dunia yaitu :
1. Harapan tiada akhir.
2. Serakah yang tiada disertai qana'ah.
3.enjadikan harta sebagai kenikmatan dalam beribadah.
Adapun tiga macam siksa di akhirat adalah :
1. Banyaknya kesulitan baginya di hari kiamat.
2. Dia di-hisab dengan hisaban yang sangat menyusahkan.Kesedihan yang sangat berkepanjangan.
.jpg)









- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact