Selasa, 26 Mei 2020 0 komentar

Do'a Nabi Agar Dapat Mencintai Allah SWT

بسم الله الرّحمن الرّحيم

اَللهم ارْزُقْنِى حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ اَحَبَّكَ وَحُبَّ مَا يُقَرِّبُنِى اِلَى حُبِّكَ وَاجْعَلْ حُبَّكَ اَحَبُّ اِلَيَّ مِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ


Allaahummarzuqnii Hubbaka Wa Hubba Man Ahabbaka Wa Hubba Maa Yuqarribunii Ilaa Hubbika Waj’al Hubbaka Ahabbu Ilayya Minal Maa-il Baa-ridi.

Artinya: Ya Allah Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku untuk mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, mencintai apa yang mendekatkan aku kepada mencintai-Mu dan jadilah kecintaan kepadaMu yang lebih mencintai dari pada air dingin

Do’a Nabi Agar Dapat Mencintai Allah SWT
0 komentar

Do'a Nabi Agar Diberikan Hati Yang Jinak

بسم الله الرّحمن الرّحيم


اَللهم ارْزُقْنِى عَيْنَيْنِ هَطَّا لَتَيْنِ تُشْفِيَانِ بِذُرُوْفِ الدَّمْعِ قَبْلَ اَنْ تَصِيْرَ الدُّمُوْعِ دَمًا وَالْاَضْرَاسُ جَمْرً.


Allaahummarzuqnii ‘Ainaini Hath-tha Lataini Tusy-fiyaani Bi-Dzu-Ruufid Dam’i Qab-la An Ta-shiirad Dumuu’i Damaw Wal Adl-raasu Jam-raa.

Artinya: Wahai Allah Tuhanku, anugerahkanlah aku dua mata yang bercahaya airnya, yang menyembuhkan hati, dengan mengalirnya air mata, sebelum air mata itu menjadi darah dan gigi geraham itu menjadi bara api.

Do’a Nabi Agar Diberikan Hati Yang Jinak
Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2020/05/doa-nabi-agar-diberikan-hati-yang-jinak.html
Sabtu, 23 Mei 2020 0 komentar

30 Ramadhan 1441 H (22 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Sesungguhnya kedudukan orang yang berilmu itu lebih utama dari pada orang yang mati syahid, bahkan darahnya yang mengalir tidak akan sebanding dengan tintanya ulama.
  2. Barangsiapa hendak belajar Ilmu lalu kemudian mengajarkan kepada orang lain,  maka pahalanya lebih utama daripadah ketinggian para Nabi-nabi Bani Israel.
  3. Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
  4. Orang yang bodoh itu selalu memgulang kesalahannya, dia berputar-putar seperti keledai di penggilingan gandu, terlihat jalan tetapi tidak kemana-mana.
  5. Hati yang jinak itu disebabkan banyaknya berdzikir kepada Allah SWT. Apabila tidak berdzikir niscaya hati ini akan banyak terpengaruh atas apa yang dilihatnya.
  6. Menguatkan ibadah itu adalah berdzikir, maka banyaklah kamu berdzikir disaat kamu tidak sholat atau beraktivitas.
  7. Janganlah kamu berjalan dengan nafsumu, tetapi berjalanlah dengan hati yang banyak berdzikir kepada Allah SWT.
  8. Segala perhiasan yang ada di bumi ini adalah menjadi ujian.
  9. Janganlah kamu terpedaya dengan tempat yang baik, karena tidak ada tempat yang baik kecuali surga.
  10. Janganlah terpedaya oleh ibadah yang banyak, iblispun lama dan banyak ibadahnya.
  11. Jangan terpedaya oleh banyaknya ilmu dan amalan, bal'am itu banyak ilmu namun matinya juga sesat.
  12. Janganlah kamu terpedaya dengan orang-orang sholeh, kecuali melihat Nabi Muhammad SAW.
  13. Ketenagan itu dibagi menjadi 3 macam, yaitu ketenangan bagi orang awam sebab disaat mereka berdzikir mereka merasa tenang, ketenangan bagi orang yang khusus yaitu mereka rela dan senang atas keputusan takdir Allah SWT, yaitu golongan orang yang paling khusus yaitu mereka tahu bahwa rahasia hati mereka tidak sanggup merasa tenang kepadaNya karena keagungan Allah SWT.
  14. Kebutuhan seseorang itu jangan disamakan dengan kebutuhan dirimu, kamu harus mengerti apa yang menjadi kebutuhan orang lain itu apa.
  15. Apabila Allah SWT mendatangi batinmu maka akan tampak cahaya, dan apabila mendatangi dhahirmu maka akan menjadi itulah yang disebut dengan amal.
  16. Sempurnanya batin itu disebabkan manusia benar-benar menata niatnya, sehingga apa yang diniatkan selara dengan hatinya.
  17. Seburuk-buruk amal orang yang memiliki tauhid didalamnya tetap akan diharamkan masuk neraka, sedangkan orang yang sangat bagus ibadahnya tanpa memiliki tauhid dia akan terlepas dari Tuhannya.
  18. Sesungguhnya orang yang tauhid itu pandangan Allah SWT itu adalah perihal yang menjadi keutamaan daripada amal ibadahnya, dan mereka sibuk bagaimana Allah SWT memandang dirinya bukan sibuk dengan urusan pandangan mahluk padanya.
  19. Bersyariatlah dengan mengetahui hakikatnya, dan berhakikatlah kamu dengan berlandaskan syariat.
  20. Salahnya hati akan tampak di permukaan yaitu salah langkahmu, salah bicaramu, salah tindakanmu.
Kamis, 21 Mei 2020 0 komentar

28 Ramadhan 1441 H (20 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Hendaknya manusia itu banyak bersedekah disaat dia dalam kondisi kekurangan atau dalam kesempitan.
  2. Setiap hal kebaikan atau apapun yang kamu lakukan itu hendaknya yakin akan balasan dari Allah SWT, maka lakukanlah segala hal itu karena Allah SWT bukan karena yang lainnya.
  3. Sesungguhnya sedekah yang dilakukan secara diam-diam itu dapat memadamkan kemarahan Allah SWT.
  4. Orang yang riya' itu apabila bersedekah kelihatannya banyak, namun ternyata tidak ada isinya, sedangkan orang yang menyembunyikan sedekahnya itu akan menghapus sifat riya'.
  5. Perbuatan yang baik apabila ditiru oleh orang lain maka akan jadi amal jariyah bagi dirinya, dan perbuatan buruk yang ditiru oleh orang lain maka akan jadi amal buruk bagi dirinya.
  6. Orang yang mengerti hukum Allah SWT tapi tidak mentaatinya itu lebih buruk dari orang yang meninggalkan perintah Allah SWT karena memang dia tidak memahami.
  7. Amal yang baik itu kelak akan menjadi sahabat yang baik pula kelak di akhirat, sedangkan  amal yang buruk itu kelak akan menjadi sahabat yang buruk pula.
  8. Orang yang tidak beribadah kepada Allah SWT tetapi mengaku islam dia ibarat orang yang sekolah tetapi tidak belajar.
  9. Sesungguhnya ujian bagi orang yang beriman itu tidak lebih dari 40 hari, karena dia pasti akan kembali di sajadahnya dengan pengakuan kebodohannya, kesalahan dirinya sendiri.
  10. Yang disebut fakir dan miskin itu hakikatnya adalah keinginan hati yang tidak pernah habis dan tidak akan terwujud.
  11. Janganlah kamu meminta doa sebelum kamu memberikan hadiah kepada Gurumu, karena itulah bentuk akhlaq.
  12. Sesungguhnya tidak ada doa yang tidak dikabulkan, tetapi hanya saja bentuk doanya yang tidak sesuai.
  13. Kebanyakan kitab-kitab Salafunash Sholihin ini bukanlah kitab hukum syariat, melainkan tentang keindahan Allah SWT dan kerinduan yang memuncak.
  14. Aku ciptakan benda-benda untukmu, dan aku ciptakan kamu untukKu, maka janganlah kamu rusak apa yang aku ciptakan untukKu dengan sesuatu yang untukmu
  15. Tidaklah sia-sia apa yang diciptakan oleh Allah SWT, dan tidaklah diciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah.
  16. Hakikat dosa yang sebenarnya adalah karena manusia tidak memahami atas kenapa dia dijadikan di bumi ini. Tetapi kebanyakan dari mereka justru mengabdi kepada sesuatu yang dijadikan untuknya bukan mengabdi kepada Yang Maha Menjadikan.
  17. Apabila manusia mengetahui atas kenapa dia dijadikan di dunia ini, niscaya dia akan mengetahui juga kenikmatan-kenikmatan ini untuknya sehingga dia akan bersyukur kepada Allah SWT.
  18. Barangsiapa menolak diperbudak oleh Allah SWT niscaya dia akan diperbudak oleh dunia, dan barangsiapa yang mau diperbudak oleh Allah SWT niscaya dunia ini akan menjadi budaknya.
  19. Ilmu itu terdiri dari 3 bagian, ilmu akal atau rasional, ilmu ahwal, dan ilmu asror.
    1. Ilmu akal adalah ilmu yang kamu dapat dari sebuah bukti pengamatan nalar terhadap sebuah dalil atau bukti, dengan syarat telah ditemukan pembuktian melalui dalil tersebut.
    2. Ilmu ahwal adalah ilmu yang tidak dapat diraih kecuali melalui merasakan langsung
    3. Ilmu asrar adalah ilmu tentang rahasia-rahasia yaitu ilmu yang berada di atas jangkauan akal. Ilmu ini didapatkan melalui nafs atau tiupan ruh Al-Qudus kedalam hati yang dikhususkan bagi para Nabi atau para Wali.
  20. Abu Yazid: Kalian mengambil ilmu kalian dari orang mati yang mengambilnya dari orang yang juga telah mati, sedangkan kami mengambil ilmu kami dari Yang Maha Hidup Yang Tidak pernah mati.
  21. Ilmu Akal, Ahwal, dan Asrar itu mengambil dari bagian Tauhid Ilmu Yakin, yaitu Yaqin, Ainul Yaqin, dan Haqqul Yaqin.
Sabtu, 16 Mei 2020 0 komentar

23 Ramadhan 1441 H (15 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Dunia ini lambang kebinasaan, sedangkan akhirat itu lambang kekal, tetapi sedikit sekali manusia itu memilih sesuatu yang kekal, mereka lebih senang mencari sesuatu yang akan binasa.
  2. Apabila kamu ingin memandang Nabi Muhammad SAW, pejamkanlah matamu dan hidupkan hatimu untuk dapat memandang cahaya suci Baginda Nabi Muhammad SAW.
  3. Berbuatlah sesukamu didunia ini, tetapi kelak akan diperhitungkan di hari akhir.
  4. Hormatilah Ahlul Bait, dan ikutilah apabila dia juga mengikuti Nabi Muhammad SAW, tetapi apabila tidak maka janganlah juga membencinya.
  5. Rakuslah kamu dalam urusan pengetahuan akhirat, niscaya kamu akan selalu berusaha menambahkan setiap waktunya.
  6. Janganlah kamu takut amal baikmu tidak diketahui, sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat, maka sembunyikanlah dari pandangan mahluk agar amalmu memiliki rasa keikhlasan.
  7. Orang yang beramal hendaknya menanamkan pada dirinya terlebih dahulu rasa malu pada dirinya kepada Allah SWT, sehingga dengan rasa malu itu dia bisa sampai kepada hadhirat Allah SWT.
  8. Janganlah kamu mengandalkan amalmu untuk masuk ke dalam surga, tetapi carilah ridho Allah SWT.
  9. Orang yang lupa kepada Nabi Muhammad SAW dia tidak akan bisa masuk surga, doanya tanpa sholawat pasti akan tertolak.
  10. Murah hati itu diletakkan kepada sesuatu yang tidak memiliki tendensi untuk mendapatkan balasan, seperti halnya Allah SWT memberikan kepada kita.
  11. Kemurahan itu diletakkan pada hati menggunakan sifat Allah SWT Al-Baathin dan baru di dhahirkan dari hatinya, maka kemurahan itu bukanlah perbuatan dhohir.
Jumat, 15 Mei 2020 0 komentar

Sholawat Idrisiyah Dari Imam As-Syafi'i

بسم الله الرّحمن الرّحيم


اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِ اللهِ الْعَظِيْمِ اَلَّذِيْ مَلَاءَ اَرْكَانَ عَرْشِ اللهِ الْعَظِيْمِ وَقَامَتْ بِهِ عَوَالِمُ اللهِ الْعَظِيْمِ اَنْ تُصَلِّيَ عَلىٰ مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ ذِى الْقَدْرِالْعَظِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِ نَبِيِّ اللهِ الْعَظِيْمِ بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِ اللهِ الْعَظِيْمِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَمَا فِى عِلْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ الْعَظِيْمِ تَعْظِيْمًا لِحَقِّكَ يَامَوْلَانَا يَامُحَمَّدُ يَااَحْمَدُ يَااَبَاالْقَاسِمِ يَاذَاالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلىٰ اٰلِهِ مِثْلَ ذَالِكَ وَاجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ كَمَاجَمَعْتَ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالنَّفْسِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَقَظَةً وَمَنَامًا وَاجْعَلْهُ يَارَبِّ رُوْحًالِذَاتِى مِنْ جَمِيْعِ الْوُجُوْهِ فِى الدُّنْيَا قَبْلَ الْآخِرَتِى يَاعَظِيْمُ.

Allaahumma innii As-aluka Binuuri Wajhillaahil ‘Adhiim, Alladzi Mala-a Arkaana ‘Arsyillaahil ‘Adhiimi, Wa Qaamat Bihii ‘Awaalimullaahil ‘Adhiimi, Antushalliya ‘Alaa Maulaanaa Muhammadin Dzilqad-ril ‘Adhiimi, Wa ‘Alaa Aali Nabiyyillaahil ‘Adhiimi, Biqad-ri ‘Adhamati Dzaatillaahil ‘Adhiimi. Fii Kulli Lamhatin Wa Nafasin ‘Adada Maa Fii ‘ilmillaahil ‘Adhiimi, Shalaatan Daa-imatan Bidawaami Mulkillaahil ‘Adhiimi, Ta’dhiiman Lihaqqika Yaa Maulaanaa Yaa Muhammad Yaa Ahmadu Yaa Abal Qaasimi Yaa Dzal Khuluqil ‘Adhiimi, Wa Sallim ‘Alaihi Wa ‘Alaa Aalihii Mitsla Dzaalika, Wajma’ Bainii Wa Bainahuu Kamaa Jama’ta Bainar-ruuhi Wannafsi Dhaahiran Wa Baathinan Yaqadhatan Wa Manaaman, Waj’alhu Yaa Rabbi Ruuhan Lidzaatii Min Jamii’iI Wujuuhi Fiddunyaa Qab-lal Aakhirati Yaa ‘Adhiimu.

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah Allah Yang Maha Agung yang telah memenuhl tiang-tiang Arsy-Nya Allah Yang Agung, yang berdiri tegak bendera-bendera Allah karenanya, semoga Engkau berkenan mencurahkan rahmat-Mu kepada baginda kami Nabi Muhammad yang memilih kekuasaan yang agung, tercurahkan pula kepada keluarga Nabi yang agung, dengan kehendak keagungan Dzat-Nya Allah Yang Agung dalam tiap-tiap sekejap pandangan dan nafas dengan bilangan ilmunya Allah Yang Agung. Dengan Shalawat yang abadi, abadilah kerajaan Allah yang agung, dengan keagungan karena kebenaranmu wahai baginda kami Nabi Muhammad, wahai Ahmad, Wahai Abul Qasim, Wahai Nabi yang memilikl akhlak yang agung, begitu pula Engkau curahkan keselamatan kepada Nabi dan keluarganya, kumpulkanlah aku bersamanya sebagaimana Engkau mengumpulkan antara ruh dan jiwa, dhohir batin, sadar ataupun dalam mimpi dan jadikanlah Ya Allah ruh pada jiwaku dari semua yang ada di dunia ini sebelum akhir, Wahai Yang Maha Agung.
Diamalkan selepas Sholat Maghrib, Isya’ atau Subuh 1x / minimal 1x setiap hari.
Insya Allah akan diterangkan kuburnya dan dijauhkan dari siksa kubur.


Video Ijazah Pada Malam 21 Ramadhan 1441 H di Musholla Al-Munawwarah Buduran, Sidoarjo
Kamis, 14 Mei 2020 0 komentar

21 Ramadhan 1441 H (13 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Sesungguhnya kunci dari kemuliaan dan keselamatan adalah memiliki akhlaq yang mulia, dan tidaklah orang mampu memiliki akhlaq tanpa dia mempunyai hati yang bertauhid.
  2. Orang yang mampu mengikuti Nabi Muhammad dengan cara menjadi seorang uswatun hasanah, maka wajiblah dia untuk memiliki akhlaq.
  3. Sesungguhnya Allah SWT mengajarkan akhlaq yang baik kepada hamba dengan memberikan contoh melalui Nabi Muhammad SAW
  4. Hendaknya manusia banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad, karena itu merupakan bagian dari akhlaq.
  5. Sesungguhnya Allah SWT menciptakan ruh Muhammad SAW pertama kali dari cahaya Jamaliyah.
  6. Barangsiapa yang berbicara hikmah yang bermanfaat kelak di surga akan ditulis dengan tinta emas, sedangkan orang yang banyak berbicara yang tidak bermanfaat tulisannya ibarat akan menjadi sebuah ular yang siap-siap untuk mematukmu.
  7. Sesungguhnya lelahnya badan itu bisa pulih apabila diberikan istirahat dan makanan, tetapi letihnya akal dapat tertikam oleh hawa nafsu, maka lelahnya orang yang berilmu itu lebih berat dari lelahnya orang yang ahli ibadah.
  8. Manusia itu mau kepada Allah SWT tetapi tidak mau akan keputusan takdirnya, banyak dari mereka berdoa tetapi takut tidak dikabulkan, hendaknya takutlah kamu saat kamu tidak mampu berdoa lagi kepada Allah SWT.
  9. Kemuliaan itu tergantung dari bagaimana kamu meninggikan kitab-kitab Allah SWT dari pada yang lainnya.
  10. Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan seseorang akan tampak keburukan, dan pasti akan menjadi beban dan tidak nyaman sehingga manusia sangka buruk kepada Allah SWT padahal itu baik baginya.
  11. Sebaik-baik keputusan itu adalah keputusan Allah SWT, maka janganlah mengeluh atas apa yang telah ditetapkan, tetapi risaukanlah dosa-dosa yang ada pada dirimu.
 
;