Kamis, 16 Januari 2020 0 komentar

Kemulian Hubabah Maryam binti Muhammad bin Abdullah alhaddar

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Keterangan Foto:
Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz & Habib Zein bin Ibrahim bin Smith

Tentang Kemulian Hubabah Maryam binti Muhammad bin Abdullah alhaddar
( istri Habib Zein bin Habib Ibrohim bin Smith ) Madinah.

Salah satu nya orang Alim yang di angkat oleh Allah SWT Yaitu :
Hubabah Maryam binti Muhammad bin Abdullah al Haddar.
(istri Habib Zein bin Habib Ibrahim bin Smith ) Madinah.

Begitu banyak kemulian Hubabah Maryam Beliau suka menjamu tamu di Madinah, Dan memuliakan tamu, berapa banyak tamu yang Beliau jamu, satu pahala menjamu tamu Allah SWT bukakan pintu surga untuknya, berapa banyak Beliau bersedekah, berapa banyak Beliau menampung kehidupan orang, Amalannya begitu banyak dan akhlaknya begitu bagus, Beliau tak pernah cemberut, jika bertemu seseorang selalu tersenyum kepada semua orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal .

Sebelum meninggalnya Hubabah Maryam, di waktu sakitnya Hubabah berbicara Kepada Hubabah Nur, Hubabah Nur adalah Istri dari Al-Habib Umar bin Hafidz dan memiliki hubungan saudara dengan Hubabah Maryam, "Yaa Nur aku tidak takut mati, sebab aku tau tempatku dimana, Aku tau Aku punya tempat Yang Allah SWT akan membuatku mulia disana, aku yakin Aku berprasangka baik kepada Allah SWT"

Setelah berbicara seperti itu tak lama kemudian Beliau meninggal, Lalu pagi nya ada seseorang datang, dia menceritakan bahwa ia bermimpi bertemu dengan Hubabah Maryam, sebelum nya ia tidak tau kalau Hubabah Maryam sudah meninggal, Lalu di tanya orang itu, Apa yang engkau impikan?
Aku bermimpi bertemu Hubabah dalam keadaan mulia, Allah memuliakan ia dengan jamuanNya,

Lalu aku bertanya kepada Hubabah Maryam: Apakah yang Allah lakukan Kepada Mu wahai Hubabah?
Beliau menjawab: Allah sedang Menjamuku dengan kemulianNya berkat prasangka baikku pada Nya

Semoga kita dapat mencontoh akhlak serta budi pekerti beliau

Sumber: http://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2017/01/kemulian-hubabah-maryam-binti-muhammad.html
0 komentar

Do'a Selesai Sholat Mu’adz bin Jabbal

بسم الله الرّحمن الرّحيم


اَللهم أَعِنِّي عَلى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa berdzikir kepadMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah baik kepadaMu.
Rabu, 15 Januari 2020 0 komentar

Kemuliaan Nabi Ibrahim Karena 3 Sifat

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Nabi Ibrahim Alaihissalam mendapatkan kemuliaan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena memiliki 3 sifat:
  1. Nabi Ibrahim Alaihissalam lebih mengutamakan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dibandingkan perintah yang lainnya.
  2. Nabi Ibrahim Alaihissalam tidak pernah khawatir / risau tentang segala urusannya / karena percaya ada yang menanggungnya
  3. Nabi Ibrahim Alaihissalam tidak pernah makan, baik mulai pagi hari, sore hari, malam hari kecuali mau makan dengan menunggu / mencari teman / bersama tamu yang datang kerumahnya
Senin, 13 Januari 2020 0 komentar

4 Nasehat Dari Kitab Taurat

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Riwayat Al lmam Wahab bin Munabbih ra berkata
"Aku telah mendapatkan dalam kitab taurat 4 baris yaitu,
  1. Barang siapa yang membaca kitabullah sedang dia menyangka tidak diampuni Dosanya berarti dia termasuk golongan orang yang meremehkan ayat-ayatAllahSWT,
  2. Barang siapa yang merendahkan diri kepada orang yang kaya karena kekayaannya maka akan hilang 2/3 imannya,
  3. Barang siapa yang susah hatinya terhadap apa yang terlepas dari tangannya maka dia termasuk golongan yang marah kepada qadhailketetapan Allah SWT, 
  4. Barang siapa yang mengeluh kepadaKu karena penderitaannya maka ia termasuk golongpan orang yang mengeluh kepada Tuhannya / orang yang tidak bersyukur dan bersabar kepada Allah SWT" 


0 komentar

Keutamaan Mengetahui Aib Dibandingkan Ibadah 70 Tahun

بسم الله الرّحمن الرّحيم


Sebuah kisah yang diriwayatkan dari Al-Imam Wahab bin Munabbih.

Dulu ada seorang laki-laki Bani Israil yang terus melakukan puasa selama tujuh puluh tahun. Dalam setiap tahunnya ia hanya berbuka enam hari. Lalu ia memohon kepada Allah agar diberi kemampuan dapat melihat setan, agar mengetahui bagaimana setan-setan itu menggoda manusia.

Setelah lama ia memohon hal itu kepada Allah, namun belum juga dikabulkan, maka ia berkata: "Seandainya kesalahan dan dosa-dosaku kepada Tuhan diperlihatkan kepadaku, tentu hal ini lebih baik daripada apa yang aku minta tersebut."

Tidak lama kemudian, Allah mengutus seorang malaikat kepadanya, ia berkata, bahwa Allah mengutus aku kepadamu, Dia berfirman kepadamu: "Sesungguhnya apa yang kamu katakan terakhir (memohon diperlihatkan dosa-dosa dan kesalahan) lebih Aku sukai daripada ibadah yang selama ini kamu kerjakan (Puasa selama 70 tahun)".

Akhirnya Allah telah membuka ketajaman penglihatan matanya dan mampu melihat pasukan iblis meliputi seluruh bumi. Tidak ada seorang pun manusia yang tidak dikelilinginya seperti halnya lalat yang mengerubungi bangkai. Sehingga laki-laki itu berkata "Wahai Tuhanku, kalau begini siapa yang dapat selamat dari setan?" Allah menjawab: "Yang selamat adalah orang-orang yang wara' dan lemah lembut".

Sumber : http://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2020/01/keutamaan-mengetahui-aib-dibandingkan.html
Jumat, 10 Januari 2020 0 komentar

15 Jumadil Awal 1441 H (10 Januari 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Diantara amal kebajikan yang paling utama adalah berderma disaat kesusahan, bertindak benar saat marah, dan memberi maaf ketika mampu untuk membalas. (13:25 WIB)
  2. Orang yang memiliki sifat keinsanan pasti dia tidak akan mampu memaafkan sesamanya, manusia yang mampu memaafkan karena dia dititipkan sifat Allah. (13:26 WIB)
  3. Semakin berbuat kebaikan maka akan dikejar keburukan, dan mengerjakan keburukan akan semakin ditambahkan keburukannya. (13:28 WIB)
  4. Sesuatu yang manfaatnya bersifat umum adalah kematian bagi orang-orang yang jahat. (13:40 WIB)
  5. Orang yang berbuat kebaikan itu akan membuat putus asa terhadap orang yang berbuat jahat. (13:41 WIB)
  6. Sesungguhnya apa yang kamu jalankan itu akan dilihat dari apa yang menjadi niatnya bukan apa yang dikerjakannya. (13:45 WIB)
  7. Mengerjakan kebaikan itu akan dinilai kebaikannya dihadapan manusia, tetapi apa yang menjadi niat akan dinilai oleh Allah kebenarannya. (13:47 WIB)
  8. Segala perbuatan itu tergantung dari apa yang menjadi niat, dan tidak ada agama bagi mereka yang tidak memiliki niat. (13:50 WIB)
  9. Sesungguhnya Allah tidak akan mengurangi dan menambahi apa yang menjadi amalmu, niscaya semua akan mendapatkan sesuai dari apa yang menjadi amalnya. (13:54 WIB)
  10. Janganlah kamu mati tetapi belum bertaubat, yaitu merubah keadaan dan tabiat yang buruk. (13:54 WIB)
  11. Tidaklah akan binasa seseorang yang mengetahui batas kemampuannya. (13:57 WIB)
  12. Setiap manusia itu mempunyai kelebihan, dan tujuan utamanya adalah mendapatkan derajat yang mulia disisi Allah. (13:57 WIB)
  13. Orang menuntut ilmu agar dapat menyentuh perasaan hati, maka orang yang hatinya tidak mudah tersentuh adalah bentuk hati yang mati. (14:00 WIB)
  14. Milikilah segala yang ada didunia ini tetapi jangan sampai hatimu merasa memiliki, dan kelak akan dipertanggung jawabkan di akhirat. (14:06 WIB)
  15. Marahlah semata-mata karena Allah, yaitu marah atas bentuk meremehkan Al-Qur'an dan Hadits. (14:14 WIB)
  16. Apa yang diminta manusia belum tentu disetujui oleh Allah SWT, tetapi apa yang menjadi kehendak Allah SWT mau tidak mau manusia itu harus menerima, maka bersyukurlah atas keputusan Allah SWT. (14:15 WIB)
  17. Orang yang tertipu adalah orang yang mencintai sesuatu hingga melupakan Allah SWT. (14:19 WIB)
  18. Orang yang lalai adalah orang yang dipermainkan oleh hawa nafsu, pasti dia akan terhina dunia dan akhirat. (14:21 WIB)
  19. Orang yang bangga diri adalah orang yang tidak mau menerima nasehat dari orang lain, maka ambillah sesuatu pelajaran meskipun dari seorang anak kecil. (14:24 WIB)
  20. Bersyukurlah atas keputusan Allah SWT pada hari itu, sesungguhnya itu adalah ketetapannya, yang tidak ada janganlah kamu pikirkan. (14:27 WIB)
  21. Sesuatu urusan yang tidak mengingatkan akhirat kepadamu maka tinggalkanlah. (14:43 WIB)
  22. Orang yang berbuat buruk pasti rugi, berbuat baik pasti untung, kalau diketahui ada kerugian hendaknya segera menutup kerugiannya dengan mencari keuntungan. (14:57 WIB)~
  23. Orang yang memuji kepadamu itu seperti orang yang menebar racun yang suatu saat dapat membunuhmu, tetapi orang yang menebar fitnah adalah orang yang sedang menebarkan kebaikan pada dirimu. (14:59 WIB)
  24. Sesungguhnya Allah mencintai orang beriman yang kuat, tegar, giat dan cerdas. (15:02 WIB)
  25. Jauhilah dusta karena dia menjauhkan iman, orang yang jujur berada ditepi keselamatan dan kemuliaan, sedangkan orang yang pendusta berada di tepi kebinasaan dan kehinaan. (15:09 WIB)
  26. Utamakanlah kesabaran dan ketekunan dalam setiap melakukan pekerjaan, niscaya dari hal yang kecil sekalipun pasti akan menjadi besar. (15:14 WIB)
  27. Pikirkanlah perihal yang ada didepanmu, jangan biarkan pikiranmu berkhayal terhadap angan-angan yang tidak kunjung datang. (15:16 WIB)
  28. Sesungguhnya orang yang penuh dengan rasa benci itu adalah kerugian, maka tinggalkanlah benci terhadap manusia, tetapi bencilah dosa-dosa dan perbuatan buruknya. (15:19 WIB)
  29. Bersabarlah atas ketentuan Tuhanmu dan jangan memaksa kehendak Tuhanmu niscaya kamu akan semakin jauh dari Tuhanmu. (15:26 WIB)
  30. Orang yang kaya itu tidak membutuhkan apa-apa terhadap mahluknya, dan orang yang miskin adalah mereka yang selalu bergantung kepada manusia. (15;26 WIB)
  31. Segala pergaulan yang tidak mengingatkan kepada akhirat niscaya pasti akan menjerumuskanmu dalam kelalaian, maka tinggalkanlah pergaulan yang seperti itu. (15:28 WIB)
  32. Untuk apa kamu duduk di majelis sedangkan kamu tidak mengetahui musuh-musuhmu, jihad yang paling besar adalah mengalahkan hawa nafsumu dan sifat malas. (15:31 WIB)
  33. Orang yang dicintai Allah adalah orang yang bermanfaat dan selalu memikirkan bagaimana memberi manfaat kepada orang lain. (15:35 WIB)
  34. Janganlah sibuk mencari makan, tetapi sibuklah bagaimana memberi makan, niscaya kelak jasadmu tidak akan termakan tanah. (15:36 WIB)
Jumat, 03 Januari 2020 0 komentar

8 Jumadil Awal 1441 H (03 Januari 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Muhasabbah diri dalam pandangan dhohir adalah perhitungan amal dan ibadah apakah untung dan rugi, sedangkan dalam pandangan kelak di akhirat adalah balasan apakah beruntung atau celaka. (13:33 WIB)
  2. Segala hal yang menimpa manusia yang beriman adalah ujian, sedangkan bagi orang kafir adalah musibah, bagi orang munafik adalah celaan dan hinaan. (13:34 WIB)
  3. Apabila dirimu menghendaki mujahadah dalam dirimu, maka celalah hatimu sendiri dengan keburukan-keburukannya sehingga kamu bersemangat dalam menambahkan kebaikan. (13:38 WIB)
  4. Jiwa yang kotor dengan hawa nafsu itu condong untuk berbuat maksiat dan menghalangi dari sifat-sifat berbuat amal soleh, dan tidak akan berhenti manusia itu untuk melawan hawa nafsu. (13:38 WIB)
  5. Hawa nafsu itu tidak akan bisa dikalahkan begitu saja dengan pertimbangan akal, tetapi hawa nafsu dapat ditundukkan dengan cara dzikrullah, banyak berpuasa, mengamalkan wudhu, dan mengingat mati. (13:39 WIB)
  6. Sering bangun malam atau mengurangi tidur dan banyak beribadah di malam hari, mengurangi makan adalah bentuk melawan hawa nafsu yang ada dalam dirinya sendiri. (13:41 WIB)
  7. Orang yang banyak makan dan banyak tidurnya itu mustahil dapat melawan hawa nafsunya, ditambahkan pasti banyak keinginannya. (13:42 WIB)
  8. Tidak disebut orang yang berdoa yang tidak mendatangkan rasa takut dan harap kepada Allah SWT. (13:43 WIB)
  9. Takut itu terbagi dua yaitu takutnya orang awam dan takutnya orang alim, takutnya orang awam itu takut tidak kerja, takut sakit, takut tidak makan, tetapi takutnya orang alim itu adalah takut kepada Allah SWT. (13:44 WIB)
  10. Sesungguhnya hati yang takut kepada Allah SWT itu dapat diperoleh dengan proses dan tempaan yang lama. (13:45 WIB)
  11. Manusia kelak akan mendapatkan balasan di akhirat, seberapa dalam neraka dan seberapa tinggi surganya kelak akan sesuai dengan perbuatan semasa hidupnya. (13:47 WIB)
  12. Banyaknya orang yang berjalan dijalan Allah SWT justru masuk neraka disebabkan ada rasa takut didalam hatinya tidak mendapatkan harta, dan menggantungkan hidupnya kepada manusia. (13:49 WIB)
  13. Hisabnya orang yang berjalan dijalan Allah SWT itu lebih berat daripada orang yang bekerja, dan lebih berat lagi hisabnya orang yang menganggur. (13:51 WIB)
  14. Sesungguhnya orang yang menganggur itu pasti akan banyak maksiatnya, maksiat hati, maksiat pikiran, dan maksiat amal. (13:52 WIB)
  15. Barangsiapa yang memperbaiki urusan dhahirnya pasti akan membantu urusan batinnya, dan memperbaiki batinnya akan membantu memperbaiki urusan dhahirnya. (13:54 WIB)
  16. Ruhnya amal adalah niat, maka perbaruilah niatmu dan senantiasa menguatkannya. (13:57 WIB)
  17. Banyak orang mengingat mati tetapi tidak berbekal untuk kematiannya maka pengakuannya dusta. (14:00 WIB)
  18. Hanya orang yang bodoh berpergian tetapi tidak memiliki bekal, maka perjalanan menuju akhirat adalah perjalanan yang panjang dan tentunya memerlukan bekal yang banyak. (14:01 WIB)
  19. Orang yang ahli akhirat itu akan diketawakan oleh ahli dunia dan kelak ahli dunia itu akan ditertawakan di neraka oleh ahli surga. (14:04 WIB)
  20. Sesungguhnya meninggalkan menuntut ilmu itu dosanya lebih berat dari 1000 kali zina, karena dalam menuntut ilmu itulah manusia akan mendapatkan petunjuk dalam melaksanakan amal kebaikan. (14:05 WIB)
  21. Semakin jauh kamu menuntut ilmu maka semakin membekas kesan dihatimu, karena membutuhkan modal yang besar, kekuatan fisik, waktu yang tidak sedikit. (14:07 WIB)
  22. Tidak akan membekas ilmu itu didalam hatimu selama kamu mencarinya tidak memiliki modal, dan tergesa-gesa dalam menuntutnya. (14:08 WIB)
  23. Dahulu kami hina saat menuntut ilmu, dihancurkan hati kami oleh Guru-guru kami tetapi setelah kami mendapatkan ilmu tersebut, orang-orang berbondong-bondong datang meminta fatwa dan nasehat, mereka semua memuliakan kami. (14:10 WIB)
  24. Celakalah seorang murid itu apabila tidak pernah disebut dan diakui murid oleh Gurunya. (14:11 WIB)
  25. Tanda-tanda orang yang sudah diampuni dosanya adalah tidak di istirahatkan hatinya untuk selalu berdzikir, begitu juga sebaliknya orang yang sudah ditutup hatinya tidak akan bisa mengingat Allah. (14:20 WIB)
  26. Sesungguhnya doa itu dapat menetralisir dari semua keburukan dan kejahatan, tetapi ternyata manusia itu sedikit doanya, sedikit sholatnya, mustahil kehidupannya akan berubah menjadi lebih baik. (14:29 WIB)
  27. Ilmu itu bukanlah cerita, tetapi ilmu itu ditempuh dengan waktu yang panjang dan di isi dengan kesabaran yang tidak ada batasnya. (14:31 WIB)
  28. Yang disebut dengan saudara itu bukanlah yang satu darah denganmu, tetapi saudaramu sesungguhnya adalah saudara yang seiman dengan dirimu. (14:36 WIB)
  29. Janganlah kamu tolong menolong dalam keburukan, ibarat membantu orang yang terkena hukuman maka kamu juga akan terkena hukumannya. (14:37 WIB)
  30. Tawadhu' itu adalah orang yang merendahkan diri dan malu kepada Allah SWT, dan tandanya adalah selalu mengingat mati. (14:44 WIB)
  31. Kalau kamu ingin tawadhu' kepada Allah SWT datangilah orang-orang yang tidak mampu makan, niscaya kamu akan tinggi rasa syukurmu. (14:46 WIB)
  32. Takwa itu ditempuh dengan dermawan, kemuliaan itu ditempuh dengan tawadhu', dan kekayaan itu dengan keyakinan. (14:51 WIB)
  33. Suatu kebaikan itu jangan pernah berharap kepada manusia, tetapi berharaplah kepada Allah SWT. (15:12 WIB)
  34. Orang yang paling utama adalah orang yang tawadhu' ketika berkuasa, lalu orang yang zuhud ketika berambisi, dan tidak membalas padahal mampu untuk membalas. (15:17 WIB)
  35. Ilmu itu adalah bukti dan pembenaran, bukan pendengaran. (15:18 WIB)
  36. Dunia ini diciptakan tidak selebar sayap nyamuk, silahkan miliki harta sesukamu tetapi letakkan ditanganmu sebagai amanat dan jangan masuk kedalam hatimu. (15:21 WIB)
  37. Apa yang ada ditanganmu adalah amanat bagimu, dan apa yang terlepas dari tanganmu adalah perhitungan Tuhanmu. (15:22 WIB)
  38. Barangsiapa yang mencintai sebuah kedudukan atau menginginkan sebuah jabatan itu adalah bentuk kerugian yang sesungguhnya. (15:24 WIB)
  39. Sesunggunya menjadi pemimpin itu adalah bersedia menanggung banyak kerugian didalamnya daripada keuntungannya. (15:24 WIB)
  40. Sesungguhnya orang yang selalu ingin menonjol dihadapan orang lain itu adalah tanda bahwa dia tidak pantas menjadi seorang pemimpin. (15:28 WIB)
  41. Barangsiapa yang menjadi pemimpin tetapi tidak mampu menaungi memberikan keteduhan niscya tidak akan ada yang mau bernaung dibawahnya. (15:30 WIB)
  42. Apabila seseorang mengira ada hamba yang lebih buruk dari dirinya maka dia termasuk orang yang sombong. (15:46 WIB)
  43. Jujurlah kamu dengan Allah SWT dan jujurlah kepada dirimu dan manusia, katakan sejujurnya walaupun itu pahit. Niscaya kejujuran itu adalah modal utama bagimu. (15:58 WIB)
  44. Perumpamaan hati ibarat seperti benteng, dan setan ibarat musuh yang hendak memasuki benteng, dan manusia hendaknya menjaga setiap pintu dan celah-celahnya. (15:59 WIB)
 
;