Rabu, 05 Agustus 2020 0 komentar

Ceramah Agama Tanggal (05 Agustus 2020) Bab Tercelanya Dunia

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Pengajian Rabu Malam Kamis
Majelis Ta'lim Almunawwarah
Perumahan Permata Megah Asri Blok A/1-3 Sidoarjo
Oleh : Hadratus Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan


Sabtu, 01 Agustus 2020 0 komentar

31 Juni 2020 (11 Dzulhijah 1441 H)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Banyaknya manusia sering berselisih tentang hukum agama disebabkan dia tidak mengetahui hikmah dibalik perihal tersebut.

Sesungguhnya dalam urusan berkurban saat Hari Raya Idul Adha bukanlah urusan sapi atau kambingnya, yang sampai bukanlah dagingnya bukan juga darahnya, tapi yang sampai kepada Allah SWT adalah ketaatan dirinya kepada Allah SWT.

Setiap nikmat yang di anugerahkan itu pasti dibaliknya terdapat ujian untuk mengetahui apakah seorang hamba itu bersyukur atau kufur.

Barangsiapa yang tidak mau berkurban maka dia akan menjadi kurban, hendaknya manusia berkurban sehingga keluarganya terbebas dari segala musibah dan kesusahan, diberikan kepadanya keselamatan.

Tidaklah orang yang mengaku beriman dan murah hati itu Allah SWT mengujinya, terkadang diuji dengan diambil apa yang menjadi kecintaannya.

Perbuatan sebaik apapun apabila tidak melibatkan Allah SWT pasti akan gugur amal tersebut. 


Kamis, 30 Juli 2020 0 komentar

29 Juni 2020 (9 Dzulhijah 1441 H)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


Qs. Surat Wal- Asri:

وَالْعَصْرِ

1. Demi masa.

Keberuntungan itu diberikan kepada orang yang beriman dan kerugian itu diberikan kepada orang yang tidak beriman, dan siapakah mereka itu? didalam ayat tersebut Allah SWT telah bersumpah didalamnya, dan dikuatkan juga oleh Imam Syafi'i barangsiapa yang berpegang pada ayat tersebut, andaikan dia tidak mengetahui semua isi Al-Qur'an bahkan tidka diturunkan oleh Allah SWT asalkan berpegang pada ayat tersebut sudah sangat cukup. Didalam ayat yang pendek isinya sangat padat. Dan Allah SWT telah bersumpah didalamnya Demi Masa.

Didalam masa atau waktu itu sesungguhnya manusia itu sangatlah merugi, ditekankan lagi didalam ayat ini Allah SWT menggunakan kalimat Inna, yaitu sungguh2 atau penekanan keras didalamnya. Dan bukan hanya rugi tetapi Allah SWT tekankan dalam kerugian yaitu sudah rugi atau stempel abadi.

Bentuk kerugian itu adalah, badan yang tidak taat kepada Allah SWT, harta yang tidak dibuat.......

Golongan manusia yang rugi adalah mereka yang badannya capek tetapi capeknya bukan untuk ibadah, pikirannya letih bukan untuk bertafakkur dan berdzikir kepada Allah SWT, hartanya hanya digunakan untuk memuaskan kesenangan dunia dan mubadzir.

Allah SWT telah bersumpah bahwasanya manusia itu pasti dalam kerugian, tetapi Allah SWT juga berikan mereka pengecualian yaitu mereka yang beriman kepada Allah SWT. Maka janganlah kamu merasa cukup dan bangga hanya menjadi Islam, tetapi tuntutlah ilmu agar menjadi hamba yang beriman.

Orang yang beriman itu hendaknya dia mengenal nama Allah SWT, kemudian sifatNya, dan perbuatanNya.

Janganlah kamu merasa malu dan terlambat dalam urusan menuntut ilmu dan belajar, sekalipun ilmu itu harus kamu dapatkan dari seorang anak kecil yang memiliki ilmu tersebut.

Manusia lebih percaya bahwa penyakit-penyakit yang mematikan yang tak tampak mata itu ada dan menakutkan, tetapi sedikit sekali yang menyadari bahwa malaikat Izrail itu juga ada dan setiap hari 70x melihat mukamu. Dan kebanyakan mereka tidak takut akan bekal yang sedikit itu.

Qs. Thaha 124-127

Sesungguhnya Allah SWT itu memberikan kepada manusia itu ada dua rasa takut dan aman. Apabila dia merasa takut di dunia ini maka akan diberikan rasa aman di akhirat, dan sebaliknya barangsiapa di dunia ini merasa aman maka kelak akan diberikan rasa takut di akhirat dengan ketakutan yang tidak pernah ada sebelumnya.

Barangsiapa yang bertambah dosanya, maka dia akan bertambah keburukan akhlaqnya, dan barangsiapa yang berbuat baik dan jujur walaupun pahit depannya dia akan mendapatkan manfaat di akhirnya.

1000 sahabat yang kau punya itu tidak akan berarti dengan seorang musuh yang kau punya.

40 Hari yang tidak di isi dengan majelis ta'lim dan duduk dengan ulama maka dia pasti akan terjerumus dalam maksiat.

tidaklah disebut orang yang beragama yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah SWT

tidaklah disebut orang yang beribadah yang tidak memiliki ilmu.

Tidaklah seseorang itu memiliki akhlaq apabila dia tidak memiliki sahabat

Tidak disebut orang yang menuntut ilmu yang tidak berdzikir.

Imam Harits Al-Muhasibb Sabar itu ada 3 macam:
Sabarnya orang yang berjuang untuk bersabar (Mutashabbirin)
Sabarnya orang yang sabar, disebut (Shabir)
Sabarnya orang yang sangat sabar disebut (Shabbar)

Sesungguhnya orang yang sabar itu dia benar-benar merendahkan dunia.


Sabtu, 25 Juli 2020 0 komentar

4 Dzulhijah 1441 H (24 Juli 2020) Ngaji Malam

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Inallah Yuhibbu Tauba Wa Yuhibbu Mutatohirin, sesungguhnya dengan banyaknya beristighfar manusia itu akan mendapatkan kecintaan dari Allah SWT. Karena sejatinya manusia itu dholim, bodoh dan sesat tetapi hendaknya dia kembali kepada Allah SWT yaitu bertaubat.

Sesungguhnya orang yang mengerjakan amal ibadah itu sejatinya dia sedang bertaubat kepada Allah SWT. Maka orang sholat itu ada dua yaitu mereka yang mendirikan sholat dan orang yang menegakkan sholat.


Jumat, 24 Juli 2020 0 komentar

3 Dzulhijah 1441 H (24 Juli 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Hadits Nabi: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya terdapa perkara yang disebut subhat, dimana kebanyakan orang yang tidak mengetahui. Barangsiapa yang takut subhat maka dia benar-benar telah membersihkan agama dan dirinya, dan barangsiapa yang terjerumus perihal subhat pasti dia terjerumus haram.

Dari Ali Khawas: Barangsiapa yang memakan barang haram, kemudian dia hendak beribadah melakukan ketaatan kepada Allah SWT maka dia termasuk orang yang melakukan sesuatu yang tidak masuk akal / mustahil (tidak pernah terwujud).

Orang yang berdzikir itu harus mengetahui hak Allah SWT, hak hamba dan hak orang lain.

Tidak akan bisa manusia itu memahami ilmu terutama penuntut ilmu apabila tidak melakukan sholat malam, dan tidak akan paham ilmu apabila terus memakan barang yang haram, sehingga semakin kuat cinta kepada dunia.

Barangsiapa yang menjaga makanannya dari yang haram dan hanya memakan makanan yang halal niscaya Allah SWT akan menjaganya. Dan membantunya dalam ketaatan, dan dengan ketaatannyalah dia mengetahui apa hak Allah dan hak hamba.

Hati-hatilah dengan makanan yang haram, lebih buruk lagi apa yang kamu dapatkan itu hasil dari menjual sesuatu yang baik dan ditukar dengan sesuatu yang buruk.

Sesungguhnya dunia itu penuh dengan kerugian didalamnya, maka barangsiapa yang mencintain dunia dia termasuk orang yang dalam kerugian dan siap dalam kebangkrutan.

Orang yang diancam oleh Allah SWT adalah mereka yang melakukan amal kebaikan dan ketaatan tetapi hatinya tidak ikhlas dalam melakukannya, kemudian tidak percaya akan janji-janji Allah SWT.

Orang yang taqwa itu selalu merendahkan dunia dan meninggikan kebesaran Tuhannya, sedangkan orang yang cinta dunia itu selalu melihat sebaliknya bahwa dunia ini sangatlah besar sedangkan Tuhannya tidaklah berarti.


0 komentar

Do'a Untuk Bertemu Rasulullah SAW (ljazah Sayyidina Al Faqihil Muqoddam Muhammad bin Ali Ba'alawy)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


يَا نُوْرًا نُورْ يَا مُدَبِّرَالْأُمُوْرِ بَلِّغْ عَنِّى حَبِيْبِى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحِيَّتًا وَسَلَامً  ٢٢

اللهُ مَعِىْ اَللهُ شَهِدِىْ اَللهُ حَاضِرِىْ اَللهُ نَضَرٍ اِلَيَّ اَللهُ كَرِيْمٌ مِنِّيْ ١

جَزَى اللهُ سَيِّدِنَا مُحَمَّدً عَنَّا خَيْرًا جَزَى اللهُ سَيِّدِنَا مُحَمَّدً عَنَّامَاهُوَ اَهْلُهُ ٣


BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM. 
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

YAA NUUROON NUUR YAA MUDABBIROL UMUURI BALIGH 'ANN! HABIIBI MUHAMMADIN SHOLLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAMA TAHIYYATAN WA SALAAMAN 22x 

ALLAAHU MA'I, ALLAAHU SYAHIDI, ALLAAHU HAADHIRI, ALLAAHU NADHORIN ILAYYA ALLAAHU KARIIMUN MINNI 1x 

JAZALLAAHU SAYYIDANAA MUHAMMADAN 'ANNAA KHOIRON JAZALLAAHU SAYYIDANAA MUHAMMADAN 'ANNA MAA HUWA AHLUHU 3x 

Wahai cahaya, cahaya yang mengurus urusan, sampaikanlah salam sejahtera, penghormatan bagi kekasihku Nabi Muhammad SAW (dibaca 22x). 

Allah bersamaku, Allah menyaksikan aku, Allah hadir, Allah memandang kepadaku, Allah memuliakanku. (1x)

Pahala Allah diberikan atas baginda Muhammad atas kebaikannya terhadap kami serta para keluarganya. (3x)

Cara mengamalkannya
Sebelum mengamalkannya terlebih dahulu Sholat Hajat 2 rakaat : 

  • Rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah baca Surat Al Kafirun 10x' 
  • Rakaat kedua setelah membaca Al Fatihah baca Surat Al lkhlas 10x 
Bisa dibaca sebelum tidur, terlebih dahulu tawwasul kepada Sayyidina Al Faqihil Muqoddam Muhammad bin Ali Ba'alawy. lnsya Allah diberikan kemudahan mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. 




Kamis, 23 Juli 2020 0 komentar

2 Dzulhijah 1441 H (23 Juli 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Imam Harits Al-Muhasibi: Tanda kewaspadaan yang paling nyata adalah rasa sedih dan duka, serta persiapan yang baik, untuk kesedihan dan kedukaan itu. Sedangkan tanda-tanda kelelahan yang paling nyata adalah, sikap riang dan angkuh karena keduanya melupakan dan melalaikan kewaspadaan. Meninggalkan kewaspadaan berarti meninggalkan persiapan untuk sesuatu setelah kematian.

Imam Syafi'i : Tanda-tanda sahabat yang sejati ialah, ia menjadi sahabat dari orang yang bersahabat dengan sahabatnya.

Kewaspadaan itu adalah bentuk wara', tetapi karena sedikitnya pengetahuan banyak manusia terjerumus dan menjadi tidak hati-hati dalam perilakunya, dan kewaspadaan itu letaknya keselamatan, maka diawali dengan niat kemudian diteruskan dengan niat.

Orang yang tidak waspada itu termasuk orang yang ujub, dan orang yang seperti itu diakhirkan dengan putus asa.

Untuk menghilangkan sifat-sifat ujub itu dikisahkan tentang Umar bin Abdul Aziz, ketika Beliau hendak berkhutbah selalu ada jeda dalam bicaranya, dan setiap menulis kadang disobeknya kertas itu, lalu beliau juga berdoa Allahumma ini audzubikan min syarri nafsi.

Sayyidina Umar bin Khattab: Sesungguhnya kesempurnaan taubatmu itu apabila kamu selalu ingat akan dosa-dosamu, dan kesempurnaan amalmu harus menghindarkan dari sifat ujub, dan kesempurnaan sifatmu adalah dengan menyadari kekurangan yang ada pada diri sendiri.

Dalam riwayat Wahab bin Munabih: Dahulu kala ada seorang yang beribadah selama 70 tahun, berbuka hanya setiap hari sabtu, kemudian berhajat kepada Allah SWT tetapi tidak dikabulkan oleh Allah SWT, maka dia menyesali dirinya sendiri, lalu malaikat turun berbicara "Dengan sifat rendah hatimu barusan itu lebih baik dari ibadahmu selama 70 tahun".

Sesungguhnya saat kamu berbuat baik adalah saat kamu menyadari bahwa dirimu merasa belum berbuat baik, dan saat kamu berbuat buruk adalah saat kamu menyadari bahwa kamu telah berbuat amal kebaikan.

Barangsiapa yang memiliki takdir Muallaq hendaknya dia menjadi orang yang taat sehingga Allah SWT merubahnya kepada kebaikan, dan takdir Muallaq itu akan menuju takdir Azalli.

Orang yang munafik adalah orang yang tidak memiliki bekal mati. Dan dia merasa aman dengan segala amalnya dan merasa diterima.

Tidak akan kamu dapat mempelajari ilmu mengenal Allah SWT apabila kamu tidak di ridhoi oleh Alllah SWT, sedikit saja dunia singgah kedalam hatimu maka lenyaplah apa yang hendak menjadi cita-citamu. Maka taatlah untuk mencari ridho Allah lalu ditambahkan mendapatkan do'a dari mursyid-mursyidmu yang mendoakan dirimu.

Barangsiapa yang tidak membulatkan tekad untuk menuju akhirat maka dia akan menghadapi 4 macam kebinasaan:

  1. Mengalami kematian dengan kelaparan
  2. Menghadapi kematian dengan marah yaitu melawan setan
  3. Menghadapi kematian dengan penuh hitam atau gelap yaitu dengan kehinaan dari orang. / Tidak ada satupun yang mendatangi mayit itu karena semua dalam kebenciannya.
  4. Menghadapi dengan mati hijau (pucat) terkena musibah terus menerus.
Barangsiapa yang ingin menjadi orang yang kuat, hendaklah bertawaqqal kepada Allah SWT, dan barangsiapa yang ingin menjadi orang mulia hendaknya dia bertawaqqal kepada Allah SWT, barangsiapa yang ingin kaya maka hendaknya mempercayakan kekuasaan Allah SWT daripada kekuasaannya.

Riwayat dari Hatim Al-Ashom ketika berada di tengah padang pasir tanpa bekal, namun dia tetap mampu bertahan hidup:
  1. Aku meyakini dunia beserta isinya dibawah kekuasaan Allah SWT
  2. Aku meyakini bahwa seluruh mahluk adalah hamba Allah SWT
  3. Aku meyakini urusan rejeki itu dibawah kekuasaan Allah SWT
  4. Aku meyakini apa yang dikehendaki Allah SWT pasti terjadi karena Allah SWT Dialah penguasa dan pemilik Alam ini.
Qs. Ar-Rum; 40

Allah SWT akan melaknat orang yang tidak percaya akan jaminan urusan rejeki dariNya.

Walaupun ibadahmu sebanyak penduduk langit sekalipun tidak akan sampai ibadahmu kepada Allah SWT selama kamu tidak mempercayai akan jaminan dari Allah SWT.

Barangsiapa yang lemah hatinya nasehat tidak akan manfaat kepada dirinya, karena hatinya penuh dengan ragu-ragu akan jaminan Allah SWT.

Barangsiapa yang tidak rela atas ketetapanku, tidak bersabar atas musibah yang menimpa, dan bersyukur atas nikmat yang diberi, maka hendaknya dia mencari Tuhan selain Allah SWT.

Apabila Allah SWT mencintai suatu kaum dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka.

Taatlah kepada Allah SWT niscaya Allah SWT akan meneguhkan kamu, dan perangilah musuh Allah SWT niscaya Allah SWT akan membantumu, dan percayalah akan janji Allah SWT niscaya dialah yang akan mendatangkan kepadamu.

Andaikan ahli ilmu itu menjaga kehormatan ilmu dengan memberikan yang berhak, niscaya dia akan mulia di masanya, tapi sayang mereka memberikan ilmu kepada ahli dunia untuk mendapatkan dunia maka hinalah mereka.

Barangsiapa yang membulatkan pikirannya dan perhatiannya kepada satu titik ke fokus pada akhirat semata, maka Allah SWT akan mencukupi semua kepentingan dunianya, dan barangsiapa yang sibuk dengan urusan dunianya maka Allah SWT tidak akan hiraukan dan kelak akan disiksa di lembah yang paling dalam di neraka. 

Sendi yang dapat menegakkan islam itu ada 4:
  1. Yakin sebelum beramal
  2. Adil dalam keputusan
  3. Sabar dalam ujian dan ketaatan
  4. Jihad melawan hawa nafsu.
Maka mengertilah yakin itu ada dua macam, beramal lah kepada Allah SWT dengan ikhlas dan tidak mengharapkan satu kepentingan dunia atau pujian mahluk, lalu yakinlah dan merasa tenang atas apa yang telah dijanjikan Allah SWT yaitu mengenai soal rejeki.

Adil itu ada dua macam, apabila merasa memiliki kewajiban hendaknya segera dilaksanakan sebelum dirimu dituntut, dan apabila merasa memiliki hak hendaknya menuntut dengan cara yang lunak dan baik.

Sabar itu ada dua, sabar menunaikan kewajiban dan sabar dalam menahan diri dari apa yang dilarang oleh Allah SWT.

Jihad itu ada yaitu jangan melupakan musuhmu yaitu syaiton musuh yang nyata, janganlah kamu lengah terhadapnya karena dia ibarat seperti serigala ditengah anak kambing, dan yang kedua urusan anak adam itu selalu urusan dengan harta, maka sederhanakanlah urusanmu terhadapnya agar kamu tidak tertipu olehnya.

Hatim Al-Ashom: 6 Kalimat yang apabila diamalkan kamu akan selamat dari dunia ini yaitu:
  1. Aq memandang dan berpedoman dengan Qs Hud :6 dan aku merasa aku adalah binatang yang melata dibumi ini, dan pasti akan sampai kepadaku, gajah yang besar dan semut yang kecil semuanya mendapatkannya apalagi aku
  2. Al-Hujurat:10 maka saya pandang semua orang itu saudaraku, sehingga aku berkasih sayang kepada mereka, lalu aku menyadari bahwa permusuhan itu karena hati yang hasud, maka aku keluarkan penyakit hasud itu sehingga apa yang menjadi sakit saudaraku aku menjadi sakit, dan apa yang mereka senang aku jadi senang.
  3. Setiap manusia itu punya kekasih, dan setiap kekasih itu harusnya membuktikannya, yaitu aku membuktikannya dengan taat kepada Allah SWT yang kelak akan menemaniku di alam kubur.
  4. Aku melihat manusia itu setiap apa yang dicintainya itu pasti dibawa mati, maka aku menjadikan hatiku cinta kepada Allah SWT dan Rasulnya sehingga apa yang kubawa mati kelak akan mampu menyelamatkanku.
  5. Aku melihat manusia seakan-akan mengatakan Allah SWT akan menjanjikan sesuatu yang akan datang kepadanya, namun aku banyak melihat mereka tergantung pada manusia, maka aku tinggalkan apa yang menjadi harapan manusia dan kuatkan harapan kepada Allah SWT yang tidak pernah mengingkari janji.
  6. Aku melihat banyak kematian dan mereka semua tertipu dan kelak akan binasa dan membawa amalnya untuk dipertanggung jawabkan, maka aku selalu menghisab apa yang menjadi amalku sehingga kelak ringan saat aku membawanya didalam kubur menghadap kepada Allah SWT.
Tanda riya' yang pertama adalah kerelaan terhadap ketidak tahuan tentang kejujuran niat dalam amal-amalnya. Sedangkan tanda kejujuran yang pertama adalah perhatian terhadap pengetahuan mengenai kejujuran niat, dan keikhlasan beramal.

Setiap amal yang pelakunya tidak awas terhadapnya, tidak pernah mengujinya, tidak pernah melakukan tes terhadapnya dan tidak pernah memeriksanya adalah amal yang masih samar. Sesuatu yang samar tidak akan pernah jelas hakikatnya, kecuali ketika di uji.

Amalan itu terbagi menjadi dua bentuk, bentuk yang pertama adalah bentuk rahasia, yang kedua adalah bentuk yang nyata. Siapa yang tidak mampu memperbaiki amalnya yang rahasia, maka ia akan lebih tidak mampu memperbaiki amal yang nyata. Siapa yang kuat memperbaiki amalnya yang nyata, berarti ia telah lebih lihai dalam memperbaiki amal yang rahasia.


 
;