Minggu, 08 Maret 2020 0 komentar

Cara Mendapat 'Sir Ilahi" Dalam Kopi Ala Habib Ja'far bin Syaikhon

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Habib Ja'far bin Syaikhan Assegaf (Pasuruan)

Dulu pada waktu menyendiri itu, tak seorang pun diperkenankan mengusik Habib Jak'far bin Syaikhon Assegaf. Beliau mau sendiri untuk ber-tawajjuh kepada-Nya. Hanya saja bila ada tamu berkunjung dan menginap di rumahnya, maka menjelang fajar beliau bangkit untuk membuatkan kopi bagi tamunya.

Begitulah kebiasaan Habib Jak'ar, menuangkan kopi sendiri dengan tangannya yang mulia, baik manakala jumlah tamunya sedikit ataupun banyak. Jarang beliau mengizinkan orang lain menggantikannya.

Pernah suatu ketika salah seorang yang hadir dalam majelisnya menyarankan agar yang menuangkan kopi itu orang lain, tapi Habib Jak'far menolak.

Pada kesempatan lain malah seorang tamunya berkata, “Jangan anda sendiri yang melakukannya.” Habib Jakfar menjawab, “Apakah di hari kiamat kelak, ketika Baginda Rasulullah SAW memberi manusia minum dari telaga Kautsar dengan tangannya sendiri, kau akan berkata kepada beliau, “Jangan engkau sendiri yang melakukannya?”Sungguh  tepat sekali jawaban Habib Ja'far. Bila di hari kiamat kelak Baginda Rasulullah SAW sebagai pemilik Kautsar menuangkan minuman dengan tangan beliau sendiri, maka layaklah bila tuan rumah menuangkan minum untuk tetamunya.

Habib Ja'far juga pernah berpesan kepada seorang yang hendak minum kopi, “Minumlah terlebih dahulu walaupun sedikit sebelum kau letakkan di bawah, karena di situ ada ‘sir’ dari Allah SWT.”

Memang, rumah Habib Jakfar menjadi tempat tinggal para tamu, siang dan malam. Beliau terkenal sangat akrab dengan para tamunya, dan melayani mereka dengan tangannya sendiri.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2020/03/cara-mendapat-sir-ilahi-dalam-kopi-ala.html
Jumat, 06 Maret 2020 0 komentar

11 Rajab 1441 H (6 Maret 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Tabiat itu berasal dari kebiasaan, meninggalkan sebuah kebiasaan itu sangatlah sulit terutama kebiasaan buruk, obat yang pertama adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah, dan membaca Istighfar. (13:48 WIB)
  2. Sesungguhnya bacaan Istighfar itu hukumnya sunnah, namun meminta ampun kepada Allah SWT itu hukumnya wajib. (13:49 WIB)
  3. Hadits Qudsi: Segala amal dan perbuatan manusia itu adalah hak miliknya, kecuali puasa, karena puasa bagiKu itu Aku (Allah yang membalasnya), karena amal itu sangat rahasia dan yang mengetahui hanyalah Aku sendiri, dan Aku yang akan membalasnya. (13:52 WIB)
  4. Sesungguhnya pahala orang yang berpuasa itu malaikat tidak akan mampu mencatatnya. (13:54 WIB)
  5. Puasa yang mengosongkan diri itu sesungguhnya menuju sifat Allah, sedangkan puasa yang tidak mengosongkan diri itu menuju sifat manusia. (13:57 WIB)
  6. Apabila manusia itu berselisih perkara agama dan tauhid niscaya dia termasuk orang yang tidak memiliki dasar yang cukup. (14:05 WIB)
  7. Tanda orang yang banyak mengeluh itu sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang kufur. (14:23 WIB)
  8. Sesungguhnya orang yang kufur itu disebabkan kecintaannya pada dunia, dan orang yang cinta dunia pasti akan di akhirkan su'ul khotimah. (14:26 WIB)
  9. Orang yang takut kaya itu tidak akan takut hartanya berkurang, sedangkan orang yang takut miskin dia akan takut hartanya berkurang. Padahal harta yang berkurang itu pasti akan ditambah, sedangkan harta yang tidak mau dikurangi pasti akan habis. (14:30 WIB)
  10. Orang yang tidak mau mengeluarkan hartanya niscaya dia akan dihabiskan oleh Allah SWT, entah itu dicabut keberkahannya atau berakhir dalam kesakitan. (14:30 WIB)
  11. Tidak sempurna iman seseorang itu sebelum menyempurnakan keimanan keluarganya, saudaranya, tetangganya, sahabat-sahabatnya. (14:34 WIB)
  12. Tanda-tanda hati yang sehat, banyak berdzikir dan tubuhnya rela letih untuk urusan dengan Allah SWT, ketika dia beribadah sirnalah keinginannya terhadap dunia, dan termasuk orang yang kikir dalam urusan waktu yang digunakan untuk Allah melebihi dari orang yang paling kiri terhadap dunia. (14:39 WIB)
  13. Orang yang berhati sehat dia menghabiskan waktunya hanya kepada Allah SWT saja, dan sangat kikir terhadap suatu urusan yang tidak berhbungan dengan Allah SWT. (14:40 WIB)
  14. Yang disebut dzikir itu hanya mengingat Allah SWT semata, segala sesuatu dzikir yang masih kepikiran selain Allah SWT maka tidak bisa disebut dzikir. (14:43 WIB)
  15. Orang yang bodoh itu merasa untung meninggalkan ibadahnya, karena dia merasa ada keuntungan yang lain, bagi orang yang beriman sangat rugi besar meninggalkan waktu yang tidak terulang kembali. Maka janganlah terhalang sesuatu yang menuju kepada Tuhanmu. (14:44 WIB)
  16. Bila seorang hamba meremehkan amal, Allah SWT akan mengujinya dengan kecemasan. Dan barangsiapa yang meremehkan ilmu maka bersiaplah menerima kebodohan, dan orang yang bodoh itu pasti musibah. (14:46 WIB)
  17. Ilmu itu ditempatkan kepada ahlinya, bukan untuk membodohi orang yang bodoh. Mengaku berilmu tetapi tidak ada satupun yang mengakuinya dia orang yang berilmu. (14:48 WIB)
  18. Tidak akan mengetahui orang yang berilmu itu melainkan orang yang mempunyai ilmu juga. (14:49 WIB)
  19. Seorang penyair berkata: "Orang bodoh mati sebelum kematian datang menjemput, jasad-jasad mereka telah menjadi mayat sebelum mereka dikubur, arwah mereka merasa sedih dalam jasad-jasadnya, sampai hari kiamatpun mereka tidak akan bangkit. (14:50 WIB)
  20. Orang yang bodoh itu mati sebelum mati, yaitu mereka yang hidupnya hanya memikirkan isi perut saja. (14:51 WIB)
  21. Sesungguhnya apa yang tersimpan dalam hatimu itu akan kamu bawa mati, maka apabila tidak ada kalimat Allah didalam hatimu maka celakalah kamu, akan terucap apa yang menjadi dominan didalam hatimu. (15:02 WIB)
  22. Perbaruilah apa yang menjadikan niatmu, niscaya akan diperbarui hati dan segala urusanmu, hadapkanlah jasadmu kepada kiblat dan jadikan pandanganmu memandang Allah SWT. (15:03 WIB)
  23. Letakkan badanmu dimana saja, karena itu kelak akan menjadi sebuah mayat, tetapi letakkan hatimu pada genggaman Allah SWT. (15:05 WIB)
  24. Barangsiapa yang tidak bisa beribadah kepada Allah, niscaya dia terhalang oleh banyak dosa-dosanya. (15:18 WIB)
  25. Tempatkanlah segala urusanmu kepada sebuah hukum, sehingga kamu melakukan segala urusan dengan akhlaq. (15:38 WIB)
  26. Mudahkanlah urusan makmum apabila kamu menjadi imam, dan letakkan makmu itu pada posisi orang awam. (16:15 WIB)
  27. Sesungguhnya orang yang awam itu lebih afdhol sholat berjamaah daripada sendiri, dan orang yang tassawuf itu lebih afdhol sholat sendiri daripada berjamaah. (16:17 WIB)
0 komentar

Galllery Foto KH. Zainuddin Syahbana (Banjarmasin)

بسم الله الرّحمن الرّحيم



Rabu, 04 Maret 2020 0 komentar

Kesukaan Para Sahabat Nabi Muhammad SAW

بسم الله الرّحمن الرّحيم


 عِنْدَمَا سُئِلَ أَبُو بَكر، مَاذَا تُحِبُّ يَا أَبَا بَكر؟
Indamaa su`ila Abu Bakar: "Maadzaa tuhibbu yaa Abaa Bakar?
Ketika Abu Bakar ditanya: "Apa yg engkau sukai ya Abu Bakar?


قَالَ: أُحِبُّ ثَلاَثاً يَا رَسُولَ اللَّه
Qoola: "Uhibbu tsalaatsan ya rasuulallaah"
Beliau menjawab: "Aku menyukai tiga hal, ya Rasulullah


قَالَ: مَا هِيَ؟
Qoola: "Maa Hiya?"
Nabi SAW bertanya: "Apa itu?


قَالَ: أُحِبُّ إِنْفَاقَ مَالِي عَلَيْكَ، وَالجُلُوْسَ بَيْنَ يَدَيْكَ، وَإِدَامَة النَّظَـر إِلَيْكَ
Qoola: "Uhibbu infaaq maalii 'alai-ka, wal-juluus bayna yadai-ka, 
wa idaamah an-nazhor ilai-ka"
Abu Bakar menjawab: "Aku suka menginfaqkan hartaku atasmu, duduk bersebelahan denganmu, dan senantiasa memandangmu


"وَأَنْتَ يَا عُمَر؟"
Wa anta, yaa 'Umar?
"Dan engkau, wahai Umar?", tanya Nabi SAW


قَالَ: وَأَنَا ثَلاَثاً يَا رَسُوْلَ اللَّه، أُحِبُّ الحَقّ، وَقَوْلَ الحَقّ، وَالنَّـهْي عَنِ المُنْكَر
Qoola: "Wa ana tsalaatsan, yaa rasuulallaah, uhibbul-haq, wa qowlal-haq, wa-naHya 'anil-munkar"
Umar berkata: "Aku juga menyukai tiga hal ya Rasulullah; Aku suka yg Haq, berkata yg Haq dan mencegah kemungkaran


"وَأَنْتَ يَا عُثْمَان؟"
Wa anta, yaa 'Utsman?
"Dan engkau, wahai Utsman?", tanya Nabi SAW


قَالَ: أُحِبُّ إِطْعَامَ الطَعَام، وَإِفْشَاء السَّلاَم، وَالصَّلاَة اللَّيْل وَالنَّاس نِيَام
Qoola: "Uhibbu ith'aamat-tho'aam, wa ifsyaa`a-ssalaam, was-sholaatal-layl wan-naasu niyaam"
Utsman menjawab: "Aku suka memberi makan kepada faqir miskin, menyebarkan salam, dan sholat malam di saat manusia sedang terlelap


"وَأَنْتَ يَا عَلِيّ؟"
Wa anta, yaa 'Ali?
"Dan engkau, wahai 'Ali?", tanya Nabi SAW


قَالَ: أُحِبُّ إِكْرَامَ الضَّيْف، وَالصَّوْمَ فِي الصَّيْف، وَقَتْـلَ العَدُوّ بِالسَّيْف

Qoola: "Uhibbu ikroomad-dhayf,was-shaum fis-shaif, wa qotlal-'aduww bis-saif"'
Ali menjawab: Aku suka menghormati tamu, puasa pada musim kemarau, dan memerangi musuh Islam dgn pedang!


"وَأَنْتَ يَا أَبَا ذَر؟"
Wa anta, yaa Abaa Dzar?
"Dan engkau, wahai Abu Dzar?", tanya Nabi SAW


قَالَ: أَنَا أُحِبُّ أَشْيَاءً غَرِيْبَة

Qoola: "Ana uhibbu asy-yaa`an ghoriibah"
Abu Dzar menjawab: "Aku menyukai sesuatu yg asing


قَالَ: مَا هِيَ؟
Qoola: "Maa Hiya?"
Nabi SAW bertanya: "Apa itu?"


قَالَ: أُحِبُّ الجُوْعَ، وَأُحِبُّ الْمَرَض، وَأُحِبُّ الْمَوْتَ
Qoola: "Uhibbul-juu', wa uhibbul-marodh,wa uhibbul-maut"
Abu Dzar menjawab: "Aku menyukai lapar, aku menyukai sakit, dan aku menyukai kematian"


قَالَ: لاَ أَحَد يُحِبُّ هَذَا يَا أَبَا ذَر!؟
Qoola: "La ahad yuhibbu Haadzaa yaa Abaa Dzar!?"
Nabi SAW berkata: "Tidak ada seorangpun yang menyukai hal ini, wahai Abu Dzar!?


قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللَّه، أَنَا إِنْ جُعْتُ رَقَّ قَلْبِي، وَإِذَا مَرِضْتُ خَفَّ ذَنْـبِي، وَإِذَا مُتُّ لَقِيْتُ رَبِّـي 
Qoola: "Ya Rasuulallaah, ana in ju'tu roqqo qolbii, wa idzaa maridh-tu khoffa dzanbii, wa idzaa muttu laqiitu Robbii"
Abu Dzar pun menjawab: "Ya Rasulullah.. Jika aku lapar, hatiku menjadi lembut,jika aku sakit, dosaku berkurang, dan jika aku mati, aku berjumpa dengan Tuhanku"


رَضِىَ اللَّهُ عَنْـهُمْ جَمِيْعًا
Rodhiya-Llaahu 'an-Hum jamii'an..
Semoga Allah SWT meridhoi mereka semua.._________

0 komentar

Kisah Pernikahan Sayyidatina Khadijah RA.

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Sayyidatina Khadijah RA. adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW yang paling dicintainya, beliau adalah sosok wanita karir yang sukses, memiliki harta dan pengaruh yang kuat pada zamannya, maka tidaklah heran jika beliau bergelar Sayyidatina Khadijatal Kubra yang artinya besar, seorang wanita pembesar yang memiliki kedudukan.

Khadijah adalah seorang janda yang pernah menikah dua kali, pada pernikahan pertamanya dengan 'Atiq bin 'Aidz beliau tidak memiliki anak, sedangkan di pernikahan keduanya dengan Abu Halah beliau dikarunia seorang anak namun tidak berumur panjang.

Kisah ini berawal dari paman Nabi Muhammad yakni Abu Thalib yang sangat menyayangi keponakkannya ini seperti anaknya sendiri, namun kemiskinan cukup menyulitkan kondisi Abu Thalib, maka untuk membantu menopang ekonomi Abu Thalib menawarkan kepada Muhammad untuk bekerja membantunya.

Maka berangkatlah Abu Thalib kepada Khadijah, karena beliau merasa bahwa Khadijah adalah orang yang mempunyai harta yang sangat banyak dan perdagangan yang cukup sukses, beliau menawarkan Muhammad untuk dijadikan karyawannya dan membantu berdagang ke negeri syam dengan upah dua ekor unta, dikarenakan reputasi Abu Thalib dimata Khadijah sangat baik, dan juga Nabi Muhammad dikenal sebagai orang yang rajin, cerdas, dan jujur, maka Khadijah tidak keberatan memberikannya upah lebih dari dua unta.

Waktu berjalan lambat laun mebuat Khadijah sangat gembira dengan dengannya dan perlahan kemudian mulai menyukai sosok pemuda bernama Muhammad ini, kejujurannya, manis dalam bertutur, membuatnya banyak disukai orang dan membawa keuntungan yang melimpah karena banyak orang yang suka berdagang dengan dirinya, bahkan rekannya Maisarah yang ikut berdagang dengan beliau merasakan keajaiban yang dibawa Muhammad seperti jarak yang terasa dekat waktu melakukan perjalanan, kemudian awan mendung yang selalu memayungi, sampai sebuah ramalan seorang rahib bernama Buhaira yang meramalkan akan datangnya seorang nabi yang telah dijelaskan dalam kitab injil dan taurat, dan ciri-ciri itu sangat cocok dengan Muhammad.

Hingga suatu hari kedukaan menghampiri Khadijah dengan meninggalnya Ayah tercinta, kemudian anak pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal datang melipur laranya dan dia berkata bahwa hidup ini bukan akhir segalanya, Allah memberikan pahala atau hukuman menurut amal masing-masing umat. Dan Ayah Khadijah menurut Waraqah termasuk orang yang beruntung sebab dia adalah orang yang baik.

Mendengar itu Khadijah berkata "kenapa kau tidak sampaikan hal ini kepada orang-orang agar hanya berharap kepada Allah dan berhenti menyembah berhala", lalu Waraqah menjawab "Ini bukanlah tugasku, akan datang nanti seorang Nabi akhir zaman yang telah diceritakan dalam kitab-kitab sebelumnya, dialah yang kelak akan menyampaikan petunjuk ini."

Kemudian Khadijah teringat akan perkataan Maisarah mengenai Muhammad, kemudian Waraqah meyakinkan jika memang itu benar maka kelak dialah Nabi umat kita. Semakin menjadi-jadi perasaan cinta Khadijah kepada Muhammad, sosok yang rajin, cerdas, shalih, dan membuatnya tidak mampu membendung perasaan ini, kemudian menceritakan perihal ini kepada saudaranya, yang kemudian saudaranya ini menyampaikan perihal tersebut kepada Muhammad.

Banyak pembesar suku Quraisy yang ingin melamar Khadijah, tetapi ditolak semua lamaran itu, sedangkan Nabi Muhammad pada saat itu hanyalah seorang pemuda yang tidak mempunyai apa-apa untuk bekal pernikahan. Akhirnya Khadijah membicarakan niatnya kepada paman-pamannya sebagai wakil ayahnya mengenai maksud tersebut, dan membicarakan kepada Muhammad mengenai kesediaannya. Dan Muhammad sendiri berkenan dengan maksud Khadijah walaupun sebenarnya dia belum memikirkan hal pernikahan.

Hari pernikahan telah ditentukan, dengan 20 ekor unta sebagai mas kawinnya, sepulang dari berdagang ke syam pesta pernikahan diselenggarakan di rumah Khadijah, pintu dibuka lebar-lebar, makananpun disediakan, semua orang di undang mulai dari para pembesar quraisy sampai fakir miskin. Pada saat menikah umur Muhammad 25 sedangkan Khadijah berumur 40.

Dari pernikahan tersebut dikaruniai anak sebanyak 6 orang, dua diantaranya laki-laki yaitu Al-Qasim dan Abdullah Ath-Thahir yang wafat saat berusia belia. Sedangkan empat lainnya adalah seorang perempuan yaitu, Zainab, Ummu Kultsum, Ruqayyah, dan seorang wanita yang mewarisi kebesaran ibunya, wanita yang akan melahirkan keturunan yang banyak menjadi Alim Ulama yakni Sayyidatina Fatimah.

Nabi Muhammad mencintai sosok Khadijah melebihi hasrat jasmani, dan keistimewaan beliau dalam hati baginda tidak tergantikan, beliaulah wanita pertama yang dinikahinya, wanita yang menyelimutinya disaat Nabi menggigil setelah bertemu dengan jibril menerima wahyu yang pertama, dan beliau adalah wanita yang masuk islam dan membenarkan apa yang dikatakan suaminya disaat banyak orang yang mendustainya, beliau juga yang membela Nabi Muhammad dengan kedudukannya melawan pembesar quraisy yang menentangnya.

Banyak yang berpendapat buruk mengenai Nabi Muhammad yang mempunyai banyak istri, padahal semasa Khadijah hidup beliau tidak pernah menikah, beliau menikah lagi sepeninggal Khadijah dengan motif politik, kepentingan agama, seperti menikahi wanita pembesar suku lain yang berniat memerangi islam, sehingga demi terhindarnya perang dan pertumpahan darah beliau menikahinya, kemudian menikahi janda yang ditinggal mati suaminya dalam peperangan demi membela agama, bahkan Sayyidatina Aisyah mengetahui betapa cintanya Nabi Muhammad terhadap Khadijah sehingga terkadang membuatnya cemburu.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2015/03/kisah-pernikahan-sayyidatina-khadijah-ra.html
Jumat, 28 Februari 2020 0 komentar

4 Rajab 1441 H (28 Februari 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Rasulullah SAW bersabda: "Rajab adalah bulan Allah, sedangkan Sya'ban adalah bulanku, Ramadhan adalah bulan hambaku".
  2. Sesungguhnya bulan Rajab itu adalah bulan ampunan atas semua dosanya, dan di bulan itu para Nabi-nabi mendapatkan pertolongan, dan disucikan pulan pada bulan itu darah tidak boleh mengalir. (13:34 WIB)
  3. Malam 27 Rajab adalah malam Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dan barangsiapa yang berpuasa dia akan mendapatkan fadhilah pahala berpuasa selama 60 tahun. (13:36 WIB)
  4. Barangsiapa yang berbuat baik di bulan Rajab maka akan dilipat gandakan sebanyak 70x, sedangkan mereka yang berbuat maksiat juga akan dilipat gandakan dosanya 70x. (13:37 WIB)
  5. Sesungguhnya makan di tempat orang alim / ulama itu lebih berkah daripada kamu menjalankan puasa sunnah, karena makanan yang dari orang alim / ulama itu sudah pasti keberkahannya, sedangkan puasamu masih dipertimbangkan keutamaannya. (13:44 WIB)
  6. Sesungguhnya orang awam berpuasa menjaga perutnya, sedangkan orang beriman menjaga badan dan hatinya, sedangkan hakikat puasa yang sebenarnya adalah mengosongkan diri dari segala keinginan. (13:47 WIB)
  7. Sesungguhnya sholat dhuha itu berat bagi orang pendosa, karena pada hakikatnya sholat dhuha itu adalah meminta taubat, tetapi banyak dari kita menganggapnya adalah meminta rezeki, padahal rezeki yang sesungguhnya adalah pengampunan dari Allah SWT. (13:52 WIB)
  8. Jagalah sholat dhuhamu, apabila tertinggal maka qodho'lah sholat tersebut. Apabila tidak ada waktu himpunlah sholat dhuha selama seminggu di hari jumat setelah tahiyatul masjid. (13:54 WIB)
  9. Sholat taubat dua rakaat setelah maghrib adalah sholatnya orang yang bertaubat (awwabin), apabila tidak bisa gantilah dengan sholat dhuha. (13:56 WIB)
  10. Apabila kamu diberikan sebuah penghormatan, maka balaslah penghormatan itu lebih baik daripadanya atau paling tidak yang serupa. (13:59 WIB)
  11. Apabila kamu tidak mampu membalas kebaikan / pemberian dari seseorang maka balaslah dia dengan Al-Fateha / doa. (14:00 WIB)
  12. Barangsiapa berbicara sebelum memberi salam hendaknya jangan dijawab. (14:02 WIB)
  13. Sesungguhnya musibah yang terbesar adalah tercabutnya keyakinan atau iman didalam hatimu, sehingga setiap ibadahmu tidak lagi memiliki rasa. (14:09 WIB)
  14. Sesungguhnya yang lebih menakutkan dari fitnah dajjal, lebih buruk dari orang-orang yang bermaksiat. Yaitu mereka yang mengaku beriman tetapi melakukan apa yang telah dilarang oleh Allah SWT. (14:12 WIB)
  15. Banyak manusia takut akan terjangkit penyakit yang mematikan, tetapi sedikit mereka yang takut imannya terlepas dari dadanya. (14:14 WIB)
  16. Sesungguhnya orang yang beriman itu takut sunnahnya tertinggal apalagi wajibnya. (14:15 WIB)
  17. Hitunglah amalmu sebelum dihitung oleh Allah SWT, dan janganlah kamu sibuk menghitung amal kebaikan orang lain. (14:16 WIB)
  18. Setiap hal itu pasti akan memiliki batasan, dan orang yang melampaui batas itu pasti akan mendapatkan hukuman, dan orang yang bodoh itu tidak mengetahui batasan. Maka orang yang bodoh itu pastilah dia akan mendapatkan musibah. (14:20 WIB)
  19. Sesungguhnya orang yang beruntung adalah orang-orang yang khusyuk. (14:25 WIB)
  20. Janganlah kamu peduli orang yang tidak memperdulikanmu, tinggalkanlah orang yang bodoh, karena apabila kamu bergaul dengan orang yang bodoh maka rusaklah segala aspek agamamu. (14:26 WIB)
  21. Sesungguhnya Allah tidak melihat sholatmu, dzikirmu, ibadahmu, tetapi melihat dari hatimu. Karena hati itu apabila bagus maka seluruhnya akan juga bagus, tetapi apabila buruk maka semuanya akan buruk. (14:31 WIB)
  22. Janganlah kamu sibuk memeriksa keburukan orang lain, karena sesunggunya dirimu sendiri banyak menyimpan kebusukan didalam hatimu sendiri. (14:31 WIB)
  23. Seorang mukmin yang melihat dosanya dia seakan berada di kaki gunung dan takut akan menimpanya, sedangkan orang yang munafik dia melihat dosa seperti lalat yang menempel di hidungnya cuma sepele dan dikibas saja. (14:35 WIB)
  24. Sesungguhnya orang yang hatinya gelap itu dia tidak akan bisa menerima sebuah nasehat. Mustahil seseorang menunjukkan jalan atau gambar kepada orang yang buta. (14:36 WIB)
  25. Tidak disebut orang yang bertaubat yang tidak sholat dhuha. (14:37 WIB)
  26. Isilah hatimu dengan hikmah, dan jangan kamu isi dengan selainnya, karena niscaya itu adalah sebuah musibah walaupun kamu belum tertimpa musibah. (14:40 WIB)
  27. Sesungguhnya orang yang sukses itu bukan perkara di materi, hanya orang bodoh yang beranggapan sukses itu adalah mereka yang memiliki harta banyak. (14:46 WIB)
  28. Orang yang banyak meminta ampun kepada Allah SWT dibulan rajab akan dihapuskan semua dosanya, dan kebaikannya akan dilipat gandakan 70x, dan pada bulan Sya'ban di tinggkatkan lagi menjadi 100x, sedangkan pada bulan Ramadhan dia akan dilipat gandakan 1000x. (15:02 WIB)
  29. Wanita yang soleh dia akan menjadi 9 akal 1 nafsu, sedangkan lelaki apabila diperbudak oleh hawa nafsu dia akan menjadi 9 nafsu 1 akal. (15:14 WIB)
  30. Janganlah kamu takut akan rejeki, selama kamu masih hidup rejeki itu pasti ada, sedangkan orang yang meninggal itu adalah orang yang telah habis jatah rejekinya. (15:23 WIB)
  31. Sesungguhnya lebih utama orang yang bershalawat dengan datang di majelis, daripada orang yang membaca ribuan sholawat dengan sendirian. (15:31 WIB)
  32. Ingatlah mati, ingatlah dosa-dosamu, niscaya akan terlepas sifat-sifat sombong dari dirimu. (15:44 WIB)
  33. Sifat sombong itu tersimpan didalam hati tetapi tanda-tandanya tampak pada diri manusia diantaranya ialah:
    1. Merasa bangga melihat dirinya, lebih maju dari orang lain
    2. Suka menonjolkan diri kepada orang lain
    3. Senantiasa ingin tampil dihadapan majelis-majelis pertemuan
    4. Bermegah diri dan angkuh ketika berjalan
    5. Suka membantah teguran orang lain, meskipun bicaranya salah
    6. Tidak meng indahkan nasehat atau teguran orang lain
    7. Suka menindas muslim yang miskin dan lemah
    8. Senantiasa menganggap dirinya benar, dan tidak pernah salah
    9. Suka memuji diri sendiri
    10. Membanggakan nenek moyangnya yang ternama / ahli agama
    11. Membanggakan keturunannya. (15:50 WIB)
0 komentar

Do'a Lingkungan Yang Baik

بسم الله الرّحمن الرّحيم


رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا


rabbanā akhrijnā min hāżihil-qaryatiẓ-ẓālimi ahluhā, waj'al lanā mil ladungka waliyyā, waj'al lanā mil ladungka naṣīrā
"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!".
(Qs. An-Nisa ayat 75)

 
;