Rabu, 23 Oktober 2019 0 komentar

Makam Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Jumat, 18 Oktober 2019 0 komentar

19 Safar 1441 H (18 Oktober 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Sesungguhnya orang yang pintar dalam urusan dunia niscaya dia akan bodoh dalam urusan akhiratnya. (13:30 WIB)
  2. Maka orang yang pintar dia akan menjadikan urusan dunianya sebagai urusan akhirat, sehingga mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. (13:31 WIB)
  3. Orang yang sangat celaka adalah mereka yang bodoh dalam urusan dunia bodoh juga dalam urusan akhiratnya. (13:32 WIB)
  4. Sesungguhnya dunia dan akhirat itu tidak akan pernah bersatu, dia akan seperti dua istri yang saling cemburu, apabila kamu condong pada dunia maka akhirat akan cemburu, dan saat condong kepada dunia akhirat pun akan cemburu. (13:33 WIB)
  5. Barangsiapa yang mengejar dunia pasti akan membahayakan akhiratnya, sedangakn barangsiapa yang mengejar akhirat pasti akan membahayakan dunianya, maka letakkanlah keduanya dengan ilmu. (13:34 WIB)
  6. Islam mengatur urusan dunia dengan syariat, yaitu berdaganglah seperti hal yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam. (13:34 WIB)
  7. Sesungguhnya orang yang tassawuf itu tidak lagi berpikir urusan dunia dan akhirat, tidak lagi berpikir urusan surga neraka, tujuan dia semata hanya kepada Allah SWT. (13:35 WIB)
  8. Orang yangs selalu rindu kepada Tuhannya, dia tidak akan mudah tergoda oleh segala hal didepan matanya. (13:36 WIB)
  9. Tidak ada sebuah kebaikan kepada manusia sebelum manusia itu memiliki kebaikan dihadapan Tuhannya, maka perbaikilah hubunganmu terlebih dahulu dengan Tuhanmu. (13:37 WIB)
  10. Kebaikan apapun sesama manusia itu tidaklah kebaikan yang sebenarnya, semua itu adalah kedustaan. (13:38 WIB)
  11. Barangsiapa didalam hatinya menginginkan sebutan namanya dihadapan manusia sesungguhnya dia telah gagal dihadapan Tuhannya. (13:39 WIB)
  12. Hakikat Islam adalah kepatuhan mutlak kepada Allah SWT. (13:42 WIB)
  13. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka dia telah tersesat. (13:43 WIB)
  14. Kepatuhan seseorang mukmin adalah menegakkan syariat Nabi Muhammad SAW. (13:43 WIB)
  15. Barangsiapa yang meremehkan Al-Qur'an sesungguhnya dia telah keluar dari Islam. (13:49 WIB)
  16. Sesungguhnya bahasa Al-Qur'an itu adalah bahasa Allah, dan tidaklah sama Bahasa Arab dengan Bahasa Al-Qur'an. (13:54 WIB)
  17. Kebenaran itu terletak pada hati nuranimu sendiri, maka orang yang pandai adalah orang yang mampu menasehati dirinya sendiri. (13:57 WIB)
  18. Janganlah kamu menutupi kebenaran yang sudah disuarakan oleh hati nuranimu, tetapi kebanyakan manusia menuruti hawa nafsunya daripada hati nuraninya. (13:59 WIB)
  19. Kesombongan seseorang itu disebabkan lepasnya dia dari Allah. (14:15 WIB)
  20. Untuk urusan ilmu lihatlah orang yang ada diatasmu, namun apabila urusan dunia maka lihatlah orang yang berada dibawahmu. (14:20 WIB)
  21. Salah satu tipu daya setan atau iblis, yaitu setan menghiasi amalan yang tidak utama agar manusia lebih senang mengamalkannya daripada amalan yang diwajibkan. (14:30 WIB)
  22. Sesungguhnya setiap 10 ucapan yang tidak mengandung hikmah itu adalah kedustaan, sehingga banyak orang memperindah ucapannya tetapi justru isinya adalah kebohongan agar manusia percaya dan memuji kepadanya, maka disitulah iblis telah menyusupi. (14:32 WIB)
  23. Apabila kamu ingin mendapatkan perhatian Allah maka perhatikanlah apa yang dibutuhkan mahluknya niscaya apa yang kamu butuhkan Allah akan memenuhinya bahkan sebelum kamu meminta dan diberikan lebih dari apa yang kamu minta. (14:34 WIB)
  24. Barangsiapa yang menunda-nunda sholatnya niscaya Allah akan menunda segala urusannya. (14:39 WIB)
  25. Apabila kehidupanmu ingin berubah maka perbaikilah urusan syariatmu yang penuh dengan kelalaian itu. (14:41 WIB)
  26. Merubah takdir itu salah satunya dengan doa, maka tepat waktulah dalam melaksanakan sholat sehingga merubah setiap aspek kehidupan. (14:43 WIB)
  27. Barangsiapa yang menunda sholat atau bahkan mengqodho'nya niscaya dia akan ditunggu hal-hal maksiat. (14:43 WIB)
  28. Rasulullah SAW bersabda: ada 3 amalan yang berat timbangannya, yaitu menginsafi diri sendiri, membantu saudaranya dengan harta, dan yang terakhir adalah dzikrullah. (14:45 WIB)
  29. Selama manusia itu masih kuat akan pendiriannya maka mustahil dia akan menginsafi dirinya sendiri, sehingga susah dalam menerima nasehat. (14:45 WIB)
  30. Tanda diampuni dosamu adalah pedulinya kamu terhadap manusia daripada kepentingan dirimu sendiri. (14:46 WIB)
  31. Kamu tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT selama kamu pribadi tidak pernah menolong orang lain. (14:47 WIB)
  32. Tanda-tanda orang yang sombong adalah mereka yang tidak memaafkan kesalahan orang lain. (14:50 WIB)
  33. Barangsiapa yang menyegerakan urusan dengan Tuhannya niscaya Allah akan menyegerakan hajatnya, dan barangsiapa yang melambatkan niscaya Allah juga akan melambatkan urusannya. (14:52 WIB)
  34. Malik bin Dinar: "orang yang suka mendengar pembicaraan orang lain daripada kalimat Allah, niscaya hidupnya adalah orang yang sia-sia." (14:53 WIB)
  35. Orang yang terang hatinya adalah mereka yang melepaskan hatinya terhadap dunia, tetapi bukan berati tidak memegang dunia, namun dia memiliki dunia tetapi tidak terikat hatinya pada dunia. (14:54 WIB)
  36. Tinggalkanlah urusan yang meragukan atau subhat, niscaya kamu akan selamat dari jebakan iblis. (15:10 WIB)
  37. Barangsiapa yang bertauhid walaupun dia memiliki kesalahan yang besar sekalipun dia diharamkan masuk kedalam neraka. (15:23 WIB)
  38. Dendam yang paling bagus adalah saat kamu bertaubat kepada Allah bukan melampiaskannya kepada manusia. (15:45 WIB)
  39. Semakin banyak kamu mengetahui kebaikan seorang manusia pasti kamu juga akan semakin banyak mengetahui keburukannya. (15:53 WIB)
0 komentar

Golongan Sufi

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Syeikh Maulana Nadzim Al-Haqqani (Siprus)

Allah telah menjadikan golongan ini sebagai barisan kekasih-kekasih-Nya. Dan Allah telah mengutamakan mereka di atas seluruh hamba-hamba-Nya, setelah para Rasul dan Nabi-Nya. Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada mereka.

Allah menjadikan hati mereka sebagai sumber rahasia-Nya, dan memberikan keistimewaan di antara para ummat melalui kecemerlangan cahaya-Nya.

Mereka adalah para penolong bagi makhluk. Mereka memerankan tingkah lakunya bersama dan dengan kehendak Al-Haq(Allah).

Allah menjaga mereka di tempat-tempat musyahadah, ketika ditempatkan hakikat-hakikat Ahadiyah-Nya pada mereka.

Allah menolong mereka dalam menegakkan adab ubudiyah, dan Allah menempatkan secara nyata kepada mereka jalan-jalan hukum rububiyah. Lalu mereka menegakkan sesuai dengan kewajiban dan tugas, dan mereka mewujudkan apa yang telah dianugerahkan Allah SWT. melalui kreasi dengan segala kejujuran fakir dan sifat leburnya jiwa.

Mereka sama sekali tidak mengandalkan apa yang telah dihasilkan itu, sebagai buah amalnya. Atau kejernihan ilmu yang lahir dari tingkah laku sebagai ilmu mereka.Segalanya dari Keagungan dan Keluhuran Allah SWT. Yang berbuat sesuai dengan kehendak-Nya, memilih siapa yang diinginkan-Nya, di antara para hamba. Dia(Allah) tidak dihukumi oleh makhluk. Pahala-Nya
merupakan awal dari fadhal, dan siksa-Nya merupakan hukum keadilan, sedangkan amar -Nya meruppakan qadha'.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2017/10/golongan-sufi.html
0 komentar

Gallery Foto Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang) 
Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)


Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang) 
Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)


Habib Ali bin Husein Al-Attas (Habib Ali Bungur) & Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)


















Senin, 14 Oktober 2019 0 komentar

Kalam Nasehat Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

"Landasan yang paling ampuh dan sangat kuat adalah rasa iman kepada Allah dan Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam."

"Yang disebut Wali adalah seseorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya."

"Jadilah orang yang shaleh, karena orang-orang yang shaleh akan bahagia di dunia dan di akherat. Dan jadilah orang yang benar, jangan menjadi orang yang pintar, karena orang yang pintar belum tentu benar, tetapi orang yang benar sudah pasti pintar."

"Ilmu itu membutuhkan amal, sedangkan amal membutuhkan keikhlasan dan keikhlasan tersebut membutuhkan cahaya."

"Bukan di namakan hidup bagi seseorang yang tidak mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul Nya, serta tidak pula mengenal ajarannya."

"Ilmu tidak akan berguna bagi murid pembohong." Maksudnya gemar membohongi Allah SWT, RasulNya SAW, gurunya dan dirinya sendiri.

"Bukanlah di namakan hidup bagi seseorang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan."

"Sebarkanlah ajaran Agama Islam di manapun engkau berada dengan membawa bekal ilmu."

"Yang di perlukan manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia adalah ketenangan batin."

"Bagaimana sebagian kalian telah mencaci maki para sahabat Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah rela dan ridlo kepada mereka."

"Diantara ciri — ciri seseorang yang hatinya bersih adalah apabila ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka ia menangis."

"Islam merupakan agama yang sangat rasional dan sebagai agama perjuangan."

"Muslim sejati apabila di timpa sesuatu apapun maka ia tetap tenang dan ikhlas dan rela menerima segala keputusanNya."

"Cobaan dan ujian apabila di terima dengan ikhlas dan husnudzon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka akan mendekatkan seseorang tersebut kepada derajat kewalian."

"Bukan di katakan berilmu apabila tidak di sertai ketaqwaan dan bukanlah di namakan berakal apabila tidak di hiasi adab serta budi pekerti."

"Seseorang yang menaruh rasa cinta kepada Baginda Muhammad Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam tidak akan pernah merugi di dunia dan akhirat."
0 komentar

Manaqib Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

Al-Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof.Dr. Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy dilahirkan di kota Surabaya, tepatnya pada hari Senin 12 Rabi'ul Awwal 1355 H / 1 Juni 1936 H. Dikemudian hari beliaulah putra tunggal yang meneruskan perjuangan ayahanda beliau yaitu Al-Imam Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih.

Al-Habib Abdullah sejak kecil berada langsung di bawah asuhan dan bimbingan ayahandanya. Antara keduanya terdapat keseimbangan yakni ketekunan guru (ayahanda) dalam mengajar dan kegigihan sang murid dalam mencari ilmu. Dengan inayah Allah SWT pada usia 7 tahun beliau telah hafal Al-Qur'anul Karim, sebagaimana pernah dikatakan oleh ayahanda beliau: "Aku telah mewariskan kepada putraku ini 41 fak ilmu agama". Demikian anugrah Allah SWT sebagai mana tersirat dalam Al-Qur'anul Karim: "Dia (Allah) memuliakan siapa saja dari kalangan hamba-Nya"

Keuletan dan kegigihan Habib Abdullah dalam menimba ilmu kepada Gurunya amatlah sulit dicari tandingannya, siang hari sampai larut malam digunakan untuk belajar dan belajar, inilah sebuah konsekuensi seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits: "Sesungguhnya ilmu di dapat dengan belajar"

Penguasaan ilmu yang dimiliki oleh Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih yang paling menonjol adalah dalam penguasaan ilmu hadits sehingga beliau hafal beberapa kitab hadits. Pada usia muda oleh ayahanda beliau telah diberikan tugas memegang tampuk pimpinan (direktur) Lembaga Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah, pada tahun 1960 beliau menerima gelar Doktor Honoriscausa dalam bidang ilmu hadits dari Al-Azhar Cairo, Mesir, sedang gelar Professor Honoriscausa beliau dapatkan dari Al-Jami'ah Darul Ulum Locnow India. Gelar-gelar tersebut diberikan karena memang dipandang pantas bagi beliau untuk menyandangnya.

Selain itu beliau pernah menjabat sebagai Penasehat Menteri Penghubung 'Alim Ulama, juga menjabat sebagai Penasehat Ahli Menteri Kesra RI dalam bidang fatwa agama beliau diangkat sebagai Mufti, sedang dalam bidang Thoriqoh semasa ayahandanya masih hidup beliau telah diperintahkan untuk membai'at dan melanjutkan jabatan mursyid Thoriqoh Al-Alawiyah sebagaiamana seperti Ayahandanya.

Maka beliau adalah seorang maha guru dalam bidang syari'ah, thoriqoh, hakikat, seorang Arifbillah Warosullih SAW, yang telah mengabdikan jiwa raganya bagi agama Allah SWT.

Sejak awal hingga akhir hayatnya Al-Imam Al-Habib Abdullah ini adalah seorang yang sangat gigih dan penuh semangat dalam berda'wah islamiyyah baik didalam ataupun diluar negeri.

Karangan dan artikel beliau banyak dimuat baik di koran-koran, majalah-majalah di dalam maupun di luar negeri seperti Saudi Arabia (Mekkah, Madinnah), Maroko, Mesird dan lain-lain.

Misi dalam setiap dakwah beliau adalah bagaimana menyeru manusia untuk mengenal Allah SWT dan Rasulullah SAW sekaligus penerapan ajaran yang berazaskan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah serta tuntunan Salafunash Sholeh

Kegiatan Beliau selain mengajar dan mendidik para santri di Lembaga Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyah juga bertabligh ke berbagai daerah di Indonesia karena itu merupakan isyarah perintah langsung dari Baginda Nabi Muhammad SAW yakni:
1. Mengajar di Lembaga Pesantren
2. Da'wah Islamiyyah
3. Membai'at dalam Thoriqoh Al-Alawiyah

Sekilas Tentang Thoriqoh Alawiyyah
Thoriqoh Al-Alawiyyah  disebut juga Thoriqoh Bani Alawi atau Thoriqoh Anak cucu Baginda Rasulullah SAW. Thoriqoh ini berazaskan kepada kitab suci Al-Qur'anul Karim dan Hadits-Hadits Baginda Rasulullah SAW. Mursyid pertamanya adalah Syaikhunal Al-Faqihul Muqoddam Sayyidina Wa Maulana Al-Habib Muhammad bin Ali Ba'alawi.

Keutamaan-Keutamaan Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih:
1.Beliau adalah seorang yang tidak mengenal lelah dalam menyebarluaskan sunnah-sunnah baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan memang beliau adalah seorang muhadits di zamannya sebagaimana telah dikisahkan pada bagian awal. Setiap menyampaikan hadits-hadits Baginda Nabi Muhammad SAW selalu menyertakan sanad dan perawinya.

2.Beliau adalah seorang tokoh yang tegas dalam memegang prinsip-prinsip ajaran agama yang berzaskan Al-Kitab dan Sunnah-Sunnah.

3.Sebagaimana ayahandanya, beliau jangankan mendekati perkara yang haram yang makruhpun tidak mau melakukannya.

4.Beliau adalah seorang ahli sholawat hingga beliau mewajibkan setiap harinya tidak kurang dari sepuluh ribu (10.000) kali, belum lagi yang tidak terhitung, serta menghatamkan Al-Qur'an setiap hari, oleh karena itu tidaklah heran bila beliau sering didatangi oleh Baginda Nabi Muhammad SAW baik secara bermimpi maupun secara yaqodzotan (terang-terangan), salah satu diantaranya adalah seperti yang diceritakan bahwa Nabi SAW bersabda kepada beliau "Engkau adalah kholifahku"

5.Dapat dikatakan bahwa beliau RA adalah seorang Mubaligh sejati, tidak memandang siapa yang mengundang, orang berada atau kurang berada dengan seizin Allah SWT meski ke daerah pelosok beliau RA penuhi undangan tersebut.

6.Beliau adalah seorang yang telah mencapai puncak yang sempurna, acap kali dalam menyampaikan ceramah-ceramah atau mengajak dan menyeru umat agar mengenal dan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Sayyidina Wa Maulana Muhammad SAW, sekaligus menerapkan ajarannya.

7.Beliau adalah seorang yang penuh bejana ilmu namun tinggi akhlak dan budi pekertinya, pernah beliau mengungkapkan: "Seandainya aku dapat bersujud di bawah bumi, maka akan kulakukan"

Disetiap menjelang akhir dari ceramah atau majelis-majelis lainnya maka sering beliau RA memohon doa kepada yang hadir bukan dengan kalimat pinta namun beliau RA berucap "Saya mengemis do'a dari hadirin" inilah contoh tauladan akhlak luhur dari seorang yang dalam ilmu dan ke'arifannya.

Demikian ringkasan manaqib Maha Guru kita yaitu Yang Mulia Al-Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof.Dr.Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih Al-Alawy.

Sumber : https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2017/01/manaqib-al-imam-al-hafidz-al-musnid-al.html
3 komentar

Sholawat Ghina Al-Faqri

بسم الله الرّحمن الرّحيم



اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ غِنَاءَ فَقْرِى وَحَيَاةَ رُوْحِى وَسُرُوْرِ قَلْبِيْ وَنَجَاتِى فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ

Allaahumma Sholli Wa Sallim 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Ghinaa-a Faqrii Wa Hayaata Ruuhi Wa Suruuri Qolbii Wa Najaatii Fid-Dunyaa Wal Akhiroti
Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, kayakanlah aku daripada kefakiranku, dan hidupkanlah ruh kami dan gembirakanlah hati kami, dan lindungilah aku di dunia sampai di akhirat

Diamalkan selepas Sholat Subuh dan Dhuha 100x
Fadhilahnya, Insya Allah:
  1. Dicukupkan rezekinya
  2. Dijauhkan dari kemiskinan
  3. Diberikan kegembiraan
  4. Diberikan keselamatan agama, dunia dan akhiratnya.
Ijazah Dari Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad bil Faqih (Malang)

Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)
 
;