Selasa, 27 Agustus 2024 0 komentar

Nasehat Kelima: Ikhlaskan Niatmu

بسم الله الرّحمن الرّحيم

أَيُّهَا الْوَلَدُ، كَمْ مِنْ لَيَالٍ أَحْيَيْتَهَا بِتِكْرَارِ الْعِلْمِ وَمُطَالَعَةِ الْكُتُبِ وَحَرَمْتَ عَلٰى نَفْسِكَ النَّوْمَ لَا أَعْلَمُ مَا الْبَاعِثُ فِيْهِ، إِنْ كَانَ نَيْلَ عَرَضِ الدُّنْيَا وَجَذْبَ حُطَامِهَا وَتَحْصِيْلَ مَنَاصِبِهَا وَالْمُبَاهَاةِ عَلَى الْأَقْرَانِ وَالْأَمْثَالِ فَوَيْلٌ لَكَ ثُمَّ وَيْلٌ لَكَ، وَإِنْ كَانَ قَصْدُكَ فِيْهِ إِحْيَاءَ شَرِيْعَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَهْذِيْبَ أَخْلَاقِكَ وَكَسْرَ النَّفْسِ الْأَمَّارَةَ بِالسُّوْءِ فَطُوْبٰى لَكَ ثُمَّ طُوْبٰى لَكَ، وَلَقَدْ صَدَقَ مَنْ قَالَ شِعْرًا

 

سَهْرُ الْعُيُوْنِ لِغَيْرِ وَجْهِكَ ضَائِعٌ # وَبُكَاؤُهُنَّ لِغَيْرِ فَقْدِكَ بَاطِلٌ

Wahai anakku, banyak sekali malam-malam yang mana kamu menghidupkannya dengan mengulang-ulang ilmu, mengkaji kitab-kitab, dan kamu mengharamkan dirimu untuk tidur, aku tak mengerti apa yang mendorongnya. Jika demikian itu untuk memperoleh harta benda dunia, menarik remukannya, menghasilkan kedudukannya dan kesombongan pada teman-teman sepadan dan sesama, maka celaka kamu kemudian celaka kamu. Dan jika tujuanmu di dalamnya adalah untuk menghidupkan syariat Nabi SAW, membersihkan akhlaqmu, dan memecah hawa nafsu yang sangat memerintah pada keburukan, maka sangatlah beruntung kamu kemudian sangatlah beruntung kamu. Telah benar orang yang berkata dalam syair :

Mata yang tetap terjaga karena selain dirimu adalah sesuatu yang sia-sia # Dan mata yang menangis karena selain kehilanganmu adalah sesuatu yang bathil.
Kamis, 22 Agustus 2024 0 komentar

Nasehat Keempat: Kadar Balasan Mengikut Kadar amalan

بسم الله الرّحمن الرّحيم

أَيُّهَا الْوَلَدُ، مَا لَمْ تَعْمَلْ لَمْ تَجِدِ الْأَجْرَ، حُكِيَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ عَبَدَ اللّٰهَ تَعَالٰى سَبْعِيْنَ سَنَةً فَأَرَادَ اللّٰهُ تَعَالٰى أَنْ يَجْلُوَهُ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَأَرْسَلَ اللّٰهُ إِلَيْهِ مَلَكًا يُخْبِرُهُ أَنَّهُ مَعَ تِلْكَ الْعِبَادَةِ لَا يَلِيْقُ بِهِ دُخُوْلَ الْجَنَّةِ، فَلَمَّا بَلَغَهُ قَالَ الْعَابِدُ : نَحْنُ خُلِقْنَا لِلْعِبَادَةِ فَيَنْبَغِيْ لَنَا أَنْ نَعْبُدَهُ، فَلَمَّا رَجَعَ الْمَلَكُ قَالَ : إِلٰهِيْ أَنْتَ أَعْلَمُ بِمَا قَالَ، فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى : إِذَا هُوَ لَمْ يُعْرِضْ عَنْ عِبَادَتِنَا فَنَحْنُ مَعَ الْكَرَمِ لَا نُعْرِضُ عَنْهُ اشْهَدُوْا يَا مَلَائِكَتِيْ أَنِّيْ قَدْ غَفَرْتُ لَهُ

Wahai anakku, selama kamu tidak beramal maka kamu tidak akan mendapati pahala. Dikisahkan bahwa ada seseorang dari Bani Israil yang sudah menyembah Allah Yang Maha Luhur selama 70 tahun, lalu Allah Yang Maha Luhur ingin menunjukkannya kepada para malaikat. Allah pun mengutus seorang malaikat padanya untuk memberitahunya bahwa ia bersama ibadah-ibadahnya itu tidak pantas memasuki surga. Ketika khabar itu sampai padanya, hamba itu menjawab, "Kami diciptakan untuk beribadah maka selayaknya kami untuk beribadah pada-Nya". Ketika malaikat itu kembali, ia berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau lebih mengetahui tentang apa yang telah ia katakan". Lalu Allah Yang Maha Luhur berkata, "Ketika dia tidak berpaling dari ibadahnya kepada-Ku, maka Aku bersama dengan sifat kemurahan-Ku pun tidak akan berpaling darinya. Saksikanlah wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah mengampuninya".

وَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَزِنُوْا أَعْمَالَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا

Rasulullah SAW bersabda, "Hitung-hitunglah (koreksilah) diri kalian sebelum kalian diperhitungkan amal perbuatannya dan timbanglah amal perbuatan kalian sebelum kalian ditimbang amal perbuatannya".

وَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ : مَنْ ظَنَّ أَنَّهُ بِدُوْنِ الْجَهْدِ يَصِلُ فَهُوَ مُتَمَنٍّ وَمَنْ ظَنَّ أَنَّهُ بِبَذْلِ الْجَهْدِ يَصِلُ فَهُوَ مُسْتَغْنٍ

Sahabat Ali bin Abi Thalib berkata, "Barang siapa menyangka bahwa ia akan sampai tanpa berusaha, maka ia adalah orang yang berangan-angan. Dan barang siapa yang menyangka bahwa ia akan sampai dengan mencurahkan usahanya, maka ia adalah orang yang tidak membutuhkan Allah".

وَقَالَ الْحَسَنُ رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالٰى : طَلَبُ الْجَنَّةِ بِلَا عَمَلٍ ذَنْبٌ مِنْ ذُنُوْبٍ، وَقَالَ : عَلَامَةُ الْحَقِيْقَةِ تَرْكُ مُلَاحَظَةِ الْعَمَلِ لَا تَرْكُ الْعَمَلِ

Syekh Hasa Al-Bashri ra berkata, "Mencari surga tanpa mengamalkan adalah sebuah dosa dari dosa-dosa". Dan beliau berkata, "Tanda-tanda hakikat adalah tidak memandang amal perbuatannya, bukan meninggalkan amalnya".

وَقَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْأَحْمَقُ مَنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ وَتَمَنَّى عَلَى اللّٰهِ تَعَالٰى الْأَمَانِيَّ

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang cerdas adalah orang yang menghutangi dirinya dan beramal untuk sesuatu setelah kematian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah Yang Maha Luhur agar memperoleh keinginannya".

0 komentar

Nasehat Ketiga: Ilmu itu Tidak Bermanfaat kecuali bila sudah diamalkan

بسم الله الرّحمن الرّحيم

أَيُّهَا الْوَلَدُ، لَا تَكُنْ مِنَ الْأَعْمَالِ مُفْلِسًا وَلَا مِنَ الْأَحْوَالِ خَالِيًا وَتَيَقَّنْ أَنَّ الْعِلْمَ الْمُجَرَّدَ لَا يَأْخُذُ بِالْيَدِ، مِثَالُهُ لَوْ كَانَ عَلٰى رَجُلٍ فِيْ بَرِيَّةٍ عَشَرَةُ أَسْيَافٍ هِنْدِيَّةٍ مَعَ أَسْلِحَةٍ أُخْرٰى وَكَانَ الرَّجُلُ شُجَاعًا وَأَهْلُ حَرْبٍ فَحَمَلَ عَلَيْهِ أَسَدٌ عَظِيْمٌ مُهِيْبٌ، فَمَا ظَنُّكَ ؟ هَلْ تَدْفَعُ الْأَسْلِحَةُ شَرَّهُ عَنْهُ بِلَا اسْتِعْمَالِهَا أَوْ ضَرَبَهَا ؟ وَمِنْ الْمَعْلُوْمِ أَنَّهَا لَا تَدْفَعُ إِلَّا بِالتَّحْرِيْكِ وَالضَّرْبِ، فَكَذَا لَوْ قَرَأَ رَجُلٌ مِائَةَ أَلْفِ مَسْأَلَةٍ عِلْمِيَّةٍ وَتَعَلَّمَهَا وَلَمْ يَعْمَلْ بِهَا لَا تُفِيْدُ إِلَّا بِالْعَمَلِ، وَمِثْلُهُ أيْضًا لَوْ كَانَ لِرَجُلٍ حَرَارَةٌ وَمَرَضٌ صَفْرَاوِيٌّ يَكُوْنُ عِلَاجُهُ بِالسَّكَنْجَبِيْنَ وَالْكَشْكَابِ فَلَا يَحْصُلُ الْبُرَءُ إِلَّا بِاسْتِعْمَالِهِمَا

كرمى دو هزار رطل همى بيمائى # تامى نخورى نباشدت شيدائى (١)

Wahai anakku, janganlah kamu menjadi orang yang bangkrut dari amal-amal perbuatanmu, jangan menjadi orang yang sepi (kosong) dalam ahwalmu (hatimu), dan yakinlah bahwa ilmu tanpa amal tidak akan berguna. Contohnya jika seseorang di dalam gurun pasir membawa 10 pedang india dan senjata-senjata lainnya, orang itu adalah seorang yang pemberani dan ahli berperang. Lalu seekor harimau besar dan menakutkan menyergapnya, bagaimana menurutmu ? apakah sejata-sejata itu dapat menolaknya dari keburukan (sergapan) harimau tanpa menggunakannya atau memukulkannya ?. Tentu sudah diketahui bahwa senjata-senjata itu tidak dapat menolak tanpa digerakkan dan dipukulkan. Maka demikian pula seseorang yang sudah membaca 100.000 permasalahan ilmiah dan mempelajarinya, tetapi ia tidak mengamalkannya, 100.000 permasalahan ilmiah itu tidak akan memberikan faidah kecuali dengan diamalkan. Contoh juga, jika seseorang sedang sakit panas (demam) dan saking kuning, obatnya adalah dengan tumbuhan "sakanjabin" dan "kaskab", maka tidak akan menghasilkan kesembuhan kecuali dengan mengamaمkan (mengkonsumi) keduanya.

(1). Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi menerjemah bait ini dari bahasa Persia, beliau mengatakan :

لَوْ كِلْتَ أَلْفَيْ رِطْلِ خَمْرٍ لَمْ تَكُنْ - لِتَصِيْرَ نَشْوَانًا إِذَا لَمْ تَشْرَبْ

"Jika kamu menakar 200 liter khamr, maka itu tidak akan - Menjadikanmu mabuk ketika kamu tidak meminumnya".

وَلَوْ قَرَأْتَ الْعِلْمَ مائَةَ سَنَةٍ وَجَمَعْتَ أَلْفَ كِتَابٍ لَا تَكُوْنُ مُسْتَعِدًا لِرَحْمَةِ اللّٰهِ تَعَالٰى إلَّا بِالْعَمَلِ، وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعٰى، فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْ لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا، جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ، إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا، خَالِدِيْنَ فِيْهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا، فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا، إِلَّا مَنْ تَابَ وَأٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولٰئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ شَيْئًا

Meskipun kamu membaca ilmu selama 100 tahun dan mengumpulkan 1.000 kitab, maka kamu tidaklah menjadi orang yang bersiap-siap memperoleh rahmat Allah Yang Maha Luhur kecuali dengan mengamalkan (ilmu itu). "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya (An-Najm : 39)", "Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih (Al-Kahfi : 110)". "Sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan (At-Taubah : 82 dan 95)", "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya (Al-Kahfi : 107-108)", "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan (Maryam : 59-60)".

وَمَا تَقُوْلُ فِيْ هٰذَا الْحَدِيْثِ : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلٰى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ لِمَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلًا

Apa pendapatmu mengenai hadits ini : "Agama islam dibangun atas 5 perkara, yaitu bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa di Bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah (Ka'bah) bagi orang yang mampu jalannya".

وَالْإِيْمَانُ قَوْلٌ بِاللِّسَانِ وَتَصْدِيْقٌ بِالْجِنَانِ وَعَمَلٌ بِالْأَرْكَانِ، وَدَلِيْلُ الْأَعْمَالِ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ يُحْصٰى وَإِنْ كَانَ الْعَبْدُ يَبْلُغُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ اللّٰهِ تَعَالٰى وَكَرَمِهِ، لَكِنْ بَعْدَ أَنْ يَسْتَعِدَّ بِطَاعَتِهِ وَعِبَادَتِهِ لِأَنَّ رَحْمَةَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ

Iman adalah mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan melakukan dengan anggota badan. Dan dalil mengenai mengamalkan ilmu lebih baik daripada yang terhitung. Dan meskipun seorang hamba dapat mencapai surga karena sifat fadl (anugerah) dan sifat karam-Nya (kemurahan-Nya), tetapi setelah ia mempersiapkan diri dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada-Nya, karena sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

وَلَوْ قِيْلَ أَيْضًا يَبْلُغُ بِمُجَرَّدِ الْإِيْمَانِ، قُلْنَا : نَعَمْ، لَكِنْ مَتٰى يَبْلُغُ وَكَمْ مِنْ عَقَبَةٍ كَئُوْدٍ يَقْطَعُهَا إِلٰى أَنْ يَصِلَ ؟ فَأَوَّلُ تِلْكَ الْعَقَبَاتِ عَقَبَةُ الْإِيْمَانِ وَأَنَّهُ هَلْ يَسْلَمُ مِنْ سَلْبِ الْإِيْمَانِ أَمْ لَا ؟ وَإِذَا وَصَلَ هَلْ يَكُوْنُ خَائِبًا مُفْلِسًا ؟ وَقَالَ الْحَسَنُ الْبَصْرِى : يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعَالٰى لِعِبَادِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ - اُدْخُلُوْا يَا عِبَادِيَ الْجَنَّةَ بِرَحْمَتِيْ وَاقْتَسِمُوْا بِأَعْمَالِكُمْ

Jika dikatakan juga, "Seorang hamba bisa mencapai (surga) hanya karena iman". Maka aku menjawab, "Benar, tetapi kapan ia bisa sampai dan berapa banyak rintangan yang sulit yang bisa dia putus (ia tempuh) untuk bisa sampai ? Maka rintangan pertama adalah rintangan iman dan apakah ia bisa selamat dari tercabutnya iman atau tidak ? Jika dia sampai apakah ia merugi lagi bangkrut ?" Syekh Hasan Al-Bashri berkata, "Allah Yang Maha Luhur berkata kepada hamba-hamba-Nya di hari kimat, "Masuklah kalian ke dalam surga karena rahmat-Ku dan bagilah surga itu sesuai dengan amal perbuatan kalian"".
0 komentar

Nasehat Kedua: Bagaimana Sepatutnya Kita Menerima Nasihat

بسم الله الرّحمن الرّحيم

أَيُّهَا الْوَلَدُ، النَّصِيْحَةُ سَهْلَةٌ وَالْمُشْكِلُ قُبُوْلُهَا لِأَنَّهَا فِيْ مَذَاقِ مُتَّبِعِى الْهَوَى مُرَّةٌ، إِذِ الْمَنَاهِى مَحْبُوْبَةٌ فِيْ قُلُوْبِهِمْ وَعَلَى الْخُصُوْصِ لِمَنْ كَانَ طَالَبَ الْعِلْمِ الرَّسْمِى وَمُشْتَغِلًا فِيْ فَضْلِ النَّفْسِ وَمَنَاقِبِ الدُّنْيَا فَإِنَّهُ يَحْسَبُ أَنَّ الْعِلْمَ الْمُجَرَّدَ لَهُ سَيَكُوْنُ نَجَاتُهُ وَخَلَاصُهُ فِيْهِ وَأَنَّهُ مُسْتَغْنٍ عَنِ الْعَمَلِ، وَهٰذَا إِعْتِقَادُ الْفَلَاسِفَةِ  سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ، لَا يَعْلَمُ هٰذَا هٰذَا الْمَغْرُوْرُ أَنَّهُ حِيْنَ حَصَلَ الْعِلْمَ إِذَا لَمْ يَعْمَلْ بِهِ تَكُوْنُ الْحُجَّةُ عَلَيْهِ آكَدَ، كَمَا قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَا يَنْفَعُهُ اللّٰهُ بِعِلْمِهِ

Wahai anakku, nasehat itu mudah tetapi berat untuk menerimanya karena sesungguhnya nasehat dalam rasa orang-orang yang menuruti hawa nafsu terasa pahit, sebab larang-larangan lebih dicintai di dalam hati mereka, terkhusus bagi orang yang menuntut ilmu formal, orang yang tersibukkan dengan keutamaan diri dan prestasi dunia. Dia mengira bahwa ilmu saja akan dapat menjadi penyelamat dan penolongnya dan ia tidak perlu untuk mengamalkannya. Ini adalah keyakinan orang-orang filsafat, Maha Suci Allah Yang Maha Agung. Orang yang tertipu ini tidak mengetahui bahwa ketika dia menghasilkan ilmu, ketika ia tidak mengamalkan ilmunya, maka ada ladasan (dalil) yang menguatkan terhadapnya, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Siksa paling berat manusia di hari kiamat adalah orang alim yang mana Allah tidak menjadikannya bermanfaat dalam ilmunya".

وَرُوِيَ أَنَّ الْجُنَيْدَ قَدَّسَ اللّٰهُ سِرَّهُ رُؤِيَ فِى الْمَنَامِ بَعْدَ مَوْتِهِ فَقِيْلَ لَهُ : مَا الْخَبَرُ يَا أَبَا الْقَاسِمِ ؟ قَالَ : طَاحَتْ تِلْكَ الْعِبَارَاتُ وَفَنِيَتْ تِلْكَ الْإِشَارَاتُ وَمَا نَفَعَنَا إِلَّا رَكَيْعَاتٌ رَكَعْنَاهَا فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ

Dan diriwayatkan, sesungguhnya Imam Junaid, semoga Allah menyucikan sirr-nya, dimimpikan setelah beliau wafat. Lalu beliau ditanya, "Bagaimana kabarmu, wahai Abu Qasim ?". Beliau menjawab, "Telah rusak ibarat-ibarat itu, telah binasa isyarat-isyarat itu, dan tidaklah bermanfaat bagi kami kecuali rakaat-rakaat kecil yang mana kami melakukannya di pertengahan malam".
Jumat, 16 Agustus 2024 0 komentar

Nasehat Pertama: Waktu Ialah Kehidpuan

بسم الله الرّحمن الرّحيم

إِعْلَمْ، أَيُّهَا الْوَلَدُ وَالْمُحِبُّ الْعَزِيْزُ أَطَالَ اللّٰهُ بَقَاكَ بِطَاعَتِهِ وَسَلَكَ بِكَ سَبِيْلَ أَحِبَّائِهِ، أَنَّ مَنْشُوْرَ النَّصِيْحَةِ يُكْتَبُ مِنْ مَعْدَنِ الرِّسَالَةِ، إِنْ كَانَ قَدْ بَلَغَكَ مِنْهُ نَصِيْحَةٌ فَأَيُّ حَاجَةٍ لَكَ فِيْ نَصِيْحَتِيْ ؟ وَإِنْ لَمْ يَبْلُغْكَ فَقُلْ لِيْ مَاذَا حَصَلْتَ فِيْ هٰذِهِ السِّنِيْنِ الْمَاضِيَةِ ؟

Wahai anakku, semoga Allah SWT mengaruniakan kepadamu umur yang panjang untuk engkau gunakan melakukan ketaatan kepada-Nya dan semoga mengilhami kepadamu tentang jalan para kekasih-Nya. Sesungguhnya nasehat itu ditulis dari sumbernya, Muhammad SAW. Jika telah sampai kepadamu suatu nasehat yang bersumber dari Rasulullah, apa perlu engkau minta nasehat kepadaku? Jika belum menerima nasehat-nasehat dari Rasul maka katakan kepadaku. Apa yang engkau peroleh dari pada waktu-waktu yang silam.  

أَيُّهَا الْوَلَدُ، مِنْ جُمْلَةِ مَا نَصَحَ بِهِ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّتَهُ قَوْلُهُ عَلَيْهِ السَّلَامُ : عَلَامَةُ إِعْرَاضِ اللّٰهِ تَعَالٰى عَنِ الْعَبْدِ اشْتِغَالُهُ بِمَا لَا يُعْنِيْهِ وَإِنَّ امْرَأً ذَهَبَتْ سَاعَةٌ مِنْ عُمْرِهِ فِيْ غَيْرِ مَا خُلِقَ لَهُ مِنَ الْعِبَادَةِ لَجَدِيْرٌ أَنْ تَطُوْلَ عَلَيْهِ حَسْرَتَهُ وَمَنْ جَاوَزَ الْأَرْبَعِيْنَ وَلَمْ يَغْلِبْ خَيْرُهُ عَلٰى شَرِّهِ فَلْيَتَجَهَّزْ إِلَى النَّارِ، وَفِيْ هٰذِهِ النَّصِيْحَةِ كِفَايَةٌ لِأَهْلِ الْعِلْمِ

Wahai anakku, salah satu pokok dari apa yang telah Rasulullah SAW nasehatkan pada umat Beliau adalah sabdanya, "Tanda berpalingnya Allah Yang Maha Luhur dari seorang hamba adalah ia tersibukkan dengan sesuatu yang tidak berguna. Sesungguhnya seseorang yang telah kehilangan waktu dari umurnya selain untuk melakukan  ibadah, niscaya layaklah penyesalan (kesedihan) yang panjang baginya. Dan barang siapa melewati 40 tahun dan kebaikannya tidak melebihi keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke dalam neraka". Di dalam nasehat ini ada kecukupan bagi ahlul ilmi.
Kamis, 08 Agustus 2024 0 komentar

Muqaddimah

بسم الله الرّحمن الرّحيم

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على نبيه محمد وآله أجمعين

Segala puji bagi Allah , dan akhir yang baik itu bagi orang-orang yang bertakwa, dan shalawat serta salam semoga atas nabinya yaitu Muhammad dan keluarganya semuanya

اعلم أن واحدا من الطلبة المتقدمين، لازم خدمة الشيخ الإمام زين الدين حجة الإسلام أبي حامد محمد بن محمد الغزالي رحمه الله

Ketahuilah bahwa ada seorang pelajar dahulu itu selalu melayani Al-Syekh Al-imam Zainuddin Hujjatul Islam Abi Hamid Muhammad Muhammad Al Ghazali semoga Allah merahmati beliau

واشتغل بالتحصيل وقراءة العلم عليه، حتى جمع دقائق العلوم، واستكمل فضائل النفس

Dan sibuk menghasilkan dan membaca ilmu kepada Imam Ghazali, sampai ia mengumpulkan ilmu-ilmu yang sulit, dan menyempurnakan keutamaan jiwa

ثم إنه تفكر يوما في حال نفسه، وخطر على باله فقال: إني قرأت أنواعا من العلوم، وصرفت في ريعان عمري على تعلمها وجمعها، والآن ينبغي أن أعلم أي نوعها ينفعني غدا ويؤنسني في الآخرة؟ وأيها لا ينفع حتى أتركه؟

Lalu ia berpikir di suatu hari, tentang keadaan dirinya dan bisikan hatinya, ia berkata: aku telah membaca bermacam-macam ilmu, dan menggunakan keindahan umurku untuk mempelajari ilmu dan mengumpulkannya, dan sekarang saya harus mengetahui apa macam ilmu yang bermanfaat besok dan menyenangkan aku di akhiran? Dan apa yang tidak bermanfaat lalu aku tinggalkan

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:” اللهم إني أعوذ بك من علم لا ينفع” رواه مسلم وغيره

Rasulullah bersabda: wahai Allah aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat (Hr.muslim dan lainya)

فاستمرت له هذه الفكرة حتى كتب الى حضرة الشيخ حجة الإسلام محمد الغزالي رحمه الله تعالى استفتاء، وسأل عنه مسائل، والتمس منه نصيحة ودعاء

Lalu pikiran ini terus, sampai ia menulis kepada Syekh Hujjatul Islam Muhammad Al Ghazali untuk meminta fatwa, dan menanyakan kepada beliau beberapa masalah dan meminta kepada beliau nasihat dan doa

قال: وإن كانت مصنفات الشيخ كالإحياء وغيره يشتمل على جواب مسائلي، لكن مقصودي أن يكتب الشيخ حاجتي في ورقات تكون معي مدة حياتي وأعمل بها مدة عمري إن شاء الله تعالى

Ia berkata: walaupun karya-karya Syekh seperti Ihya dan lainya itu mencakup jawaban pertanyaanku tetapi tujuanku adalah agar syekh menulis kebutuhanku di beberapa lampiran yang akan bersamaku di saat hidupku dan aku melaksanakannya selama umurku insya Allah taala

فكتب الشيخ هذه الرسالة إليه في جوابه

Lalu syekh menulis kitab ini untuk menjawabnya
0 komentar

Terjemahan Ayyuhal Walad

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Nasehat Pertama: Waktu ialah Kehidupan
  2. Nasehat Kedua: Bagaimana Sepatutnya Kita Menerima Nasihat 
  3. Nasehat Ketiga: Ilmu itu Tidak Bermanfaat kecuali bila sudah diamalkan
  4. Nasehat Keempat: Kadar Balasan Mengikut Kadar amalan 
  5. Nasehat Kelima: Ikhlaskan Niatmu 
  6. Nasehat Keenam: Hakikat Hidup, Cinta Dan Amal 
  7. Nasehat Ketujuh: Dahulukan Belajar limu Yang Fardhu 'Ain
  8. Nasehat Kedelapan: Ilmu Saja belum Memberi Manfaat Akan Engkau 
  9. Nasehat Kesembilan: Tinggikan Cita-Citamu, Lawanlah Nafsumu Dan Buatlah Bekalan Akhirat 
  10. Nasehat Kesepuluh: Bangunlah Beribadah Di Waktu Malam
  11. Nasehat Kesebelas: Ibadahmu Hendaklah Mengikuti Hukum Syariat
  12. Nasehat Keduabelas: Setelah Mengamalkan limu Barulah Engkau Mengetahui Hakikatnya 
  13. Nasehat Ketigabelas: Empat Sifat Kesempurnaan Bagi Orang Yang Salik 
  14. Nasehat Keempatbelas: Wasiat Imam Asy-SyibIi ra
  15. Nasehat Kelimabelas: Delapan Wasiat imam Hatim al-Asham ra
  16. Nasehat Keenambelas: Carilah Guru Yang Mursyid 
  17. Nasehat Ketujuhbelas: Intisari limu Tasawuf
  18. Nasehat Kedelapanbelas: Hakikat 'Ubudiyah 
  19. Nasehat Kesembilanbelas: Hakikat Tawakkal
  20. Nasehat Keduapuluh: Hakikat Ikhlas
  21. Nasehat Keduapuluhsatu: Hakikat Riya'
  22. Nasehat Keduapuluhdua: Jangan Engkau Banyak Bertanya,Tapi Hendaklah Banyak Beramal 
  23. Nasehat Keduapuluhtiga: Tinggalkan Empat Perkara 
  24. Nasehat Keduapuluhempat: Kerjakan Empat Perkara
  25. Nasehat Keduapuluhlima: Penutup Dan Doa
  • Riwayat Hidup Imam al-Ghazali ra
  • Sanad Kitab "Ayyuhal-Walad"
  • Ijazah Kitab "Ayyuhal-Walad"

 
;