Jumat, 27 Oktober 2023 0 komentar

Do'a Agar Terhindar Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat

بسم الله الرّحمن الرّحيم



اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لا يَخْشَعُ وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ وَدُعَاءٍ لَايُسْمَعُ

Allahumma inni a'udzubika min 'ilmin la yanfa' wa qalbin la yakhsya' wa 'amalin la yurfa' wa du'ain la yusma'.
Artinya: Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, amal yang tidak diangkat (diterima), dan doa yang tidak didengar.
Jumat, 06 Oktober 2023 0 komentar

Qosidah Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad / Ya Tawwaab Tub / Qad Kafani / Allahu Allahu Allh Yaa Rabbi Yaa Khaira Qadhi

بسم الله الرّحمن الرّحيم

اَللهُ اَللهُ اَللهُ #  اَللهُ اَللهُ اَللهُ

اَللهُ اَللهُ اَللهُ #  يَارَبِّ يَاخَيْرَ قَاضِيْ

Allahu Allahu Allah Allahu Allahu Allah # Allahu Allahu Allah Yaa Rabbi Yaa Khaira Qaa-dli.
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah, Ya Rabbi Engkau sebaik-baik yang memenuhi harapanku.

يَا تَوَّابْ تُبْ عَلَيْنَا # يَا تَوَّابْ تُبْ عَلَيْنَ

Yaa Tawwaab Tub ‘Alaina # Yaa Tawwaab Tub ‘Alainaa. 
Wahai Dzat Maha Penerima Taubat, terimalah taubat kami # Wahai Dzat Penerima Taubat, terimalah taubat kami.

وَارْحَمْنَا وَانْظُرْ اِلَيْنَا # وَارْحَمْنَا وَانْظُرْ اِلَيْنَ

War-ham-naa  Wan-dhur Ilaina  # War-ham-naa  Wan-dhur Ilainaa.
Rahmatilah kami dan pandangilah kami # Rahmatilah kami dan pandangilah kami.

قَدْ كَفَانِىْ عِلْمُ رَبِّي # مِنْ سُؤَالِى وَاخْتِيَارِيْ

Qad Kafaa-nii ‘Ilmu Rabbii  # Min Su”aa-lii Wakh-tiyaa-rii.
Telah cukup bagiku pengetahuan Tuhanku # Dari permintaanku dan usahaku.

فَدُعَائِىْ وَابْتِهَالِى # شَاهِدٌلِىْ بِافْتِقَارِيْ

Fadu’aa”ii Wab-tihaa-lii # Syaa-hidul Lii Bif-tiqaa-rii. 
Kiranya do’aku dan harapanku # Cukup sebagai saksi bagiku atas kemiskinanku.

فَلِهٰذَا السِّرِّ اَدْعُو # فِى يَسَارِيْ وَعَسَارِيْ

Falihaa-dzas Sirri Ad’uu # Fii Yasaa-rii Wa Asaa-rii. 
Maka karena rahasia ini aku senantiasa memohon # Dalam keadaan suka dan dukaku.

اَنَا عَبْدٌ صَارَ فَخْرِيْ # ضِمْنَ فَقْرِىْ وَاضْطِرَارِيْ

Anaa ‘Abdun Shaa-ra Fakh-rii # Dlimna Faq-rii Wadl-thiraa-rii. 
Aku adalah seorang hamba yang bangga # Dengan kemiskinanku dan ketidak kemampuanku.

يَا إِلٰـهِيْ وَمَلِيْكِيْ # اَنْتَ تَعْلَمْ كَيْفَ حَالِىْ

Yaa Ilaa-hii Wa Malii-kii # Anta Ta’lam Kaifa Haa-lii. 
Wahai Tuhanku dan pemilikku # Engkau Maha Mengetahui tentang keadaanku.

وَبِمَا قَدْ حَلَّ قَلْبِىْ # مِنْ هُمُوْمٍ وَاشْتِغَالِىْ

Wa Bimaa Qad Halla Qalbii # Min Humuu-miw  Wasy-ti-ghaa-lii. 
Dan apa yang ada di dalam hatiku # Dari berbagai macam kesusahan dan kesibukan. 

فَتَدَارَكْنِيْ بِلُطْفٍ # مِنْكَ يَا مَوْلَى الْمَوَالِى

Fatadaa-rak-nii Biluth-fin # Min-ka Yaa Maulal Mawaa-lii.
Maka selamatkanlah aku dengan lemah lembutMu # Wahai Tuhan Pelindungku. 

يَاكَرِيْمَ الْوَجْهِ غِثْنِىْ # قَبْلَ اَنْ يَفْنَى اصْطِبَارِيْ

Yaa Karii-mal Waj-hi Ghits-nii # Qab-la Ay Yaf-nash-thi Baa-rii. 
Wahai Dzat Yang Maha Mulia wajahNya, tolonglah aku # Sebelum kesabaranku punah.

يَا سَرِيْعَ الْغَوْثِ غَوْثً # مِنْكَ يُدْرِكْنَا سَرِيْعًا

Yaa Sarii’al Ghau-tsi Ghau-tsaa # Minka Yud-rikna Sarii’aa. 
Wahai Tuhan Yang Maha Cepat jika menolong hambaNya # Tolonglah aku secepatnya.

يَهْزِمُ الْعُسْرَ وَيَأْتِى # بِالَّذِيْ نَرْجُو جَمِيْعَا

Yah-zimul ‘Us-ra Wa Yaa-tii # Bil La-dzii Narjuu Jaa-mii’aa. 
Hilangkan segala kesulitanku # Dan datangkan kepadaku semua harapanku.

يَاقَرِيْبًا يَا مُجِيْبًا # يَا عَلِيْمًا يَاسَمِيْعًا

Yaa Qarii-bay Yaa Mujii-baa # Yaa ‘Alii-may Yaa Saa-mii’aa. 
Wahai Dzat Yang Maha Dekat, Wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan segala permintaaan # Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengar.

قَدْ تَحَقَّقْتُ بِعَجْزِيْ # وَخُضُوْ عِيْ وَانْكِسَرِيْ

Qad Tahaqqaqtu Bi’aj-zii # Wa Khu-dluu’ii Wankisaa-rii. 
Telah terbukti bagiMu ketidak mampuanku # Kerendahanku dan keputus-asaanku.

لَمْ اَزَلْ بِالْبَابِ وَاقِفْ # فَارْحَمَنْ رَبِّي وُقُوْفِي

Lam Azal Bil Baa-bi Waqif # Far-hamar Rabbii  Wuquu-fii. 
Telah terbukti bagiMu ketidak mampuanku # Kerendahanku dan keputus-asaanku.

وَبِوَادِ الْفَضْلِ عَاكِفْ # فَاَدِمْ رَبِّي عُكُوْفِيْ

Wabiwaa-dil Fadl-li ‘Aa-kif # Fa Adim Rabbii ‘Ukuu-fii. 
Dan aku senatiasa berdiri di pintuMu # Maka kekalkan keberadaanku didekatMu.

وَلِحُسْنِ الظَّنِّ لَازِمْ # فَهُوَ حِلِّى وَحَلِيْفِىْ

Wa Lihusnidh Dhanni Laa-zim # Fahuwa Hillii Wa Halii-fii. 
Prasangka baikku terhadapMu adalah lazim # Karena ia teman dudukku dan teman dekatku.

وَاَنِيْسِىْ وَجَلِيْسِىْ # طُوْلَ لَيْلِيْ وَنَهَارِىْ

Wa Anii-sii Wa Jalii-sii # Thuu-laa Lailii Wa Nahaa-rii.
Penggembiraku, teman dudukku # Sepanjang malam dan siang

حَاجَةً فِ النَّفْسِ يَارَبِّ # فَاقْضِهَايَا خَيْرَ قَاضِى

Haa-jatan Fin Nafsi Yaa Rabbi # Faq-dlihaa Yaa Khairaa Qaa-dlii. 
Hanya sebuah permintaan, Ya Rabbi # Maka penuhilah harapanku itu, Wahai Dzat Yang Terbaik jika memenuhi harapan. 

وَاَرِحْ سِرِّيْ وَقَلْبِىْ # مِنْ لَظَاهَا وَالشُّوَاضِىْ

Wa Arih Sirrii Wa Qalbii # Mil La-dhaa-haa Was Suwaa-dlii. 
Dan gembirakanlah kerahasiaanku dan hatiku # Dari panasnya dan kobaran api cinta kepadaMu.

فِى سُرُوْرٍ وَحُبُوْرٍ # وَاِذَمَا كُنْتَ رَاضِى

Fii Suruu-riw Wa Hubuu-rin # Wa I-dzaa Maa Kunta Ra-dlii. 
Dalam keadaan senang dan girang # Jika Engkau ridha maka aku akan senang dan bergembira dalam lahir batinku.

فَالْهَنَاوَالْبَسْطُحَالِى # وَشِعَارِيْ وَدِثَارِيْ

Fal Hanaa Wal Bas-thu Haa-lii # Wa Syi’aa-rii Wa Di-tsaa-rii. 
Sungguh, cukup bagiku pengetahuan Tuhanku tentang permohonanku dan usahaku
0 komentar

Dokumentasi Haul Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (Tanggul, Jember)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Haul Habib Sholeh Bin Muhsin Al Hamid, 

Tanggul Jember, 15 Syawal 1424 / 2004 M 



Keterangan
Dari Kiri-Kanan: Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Habsyi (Jakarta), Al-Habib Muhammad bin Zein Al-Kaff (Surabaya), Hadratus Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan (Surabaya), Al-Habib Agil bin Muhammad bin Agil (Jember)

Acara : Haul Al-Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid, Tanggul Jember, 15 Syawal 1424H / 2004M
Rabu, 20 September 2023 0 komentar

Adab Menuntut Ilmu

بسم الله الرّحمن الرّحيم


Cara pertama menekuni ilmu/dasar bagi pemula bagaikan orang yang menerjunkan dirinya ke lautan yang dalam, karena bisa jadi keyaqinannya tidak akan mungkin selamat saat ketika memperhatikan yang syubhat atau yang meragukan karena Allah SWT menyampaikan mempelajari sedikit demi sedikit dan menghafalkan sampai memahami dan tertanam dalam hatinya sehingga tidak perlu argumen-argumen karena keyaqinannya karena memasuki dan mengenal islam harus tahu makna pengabdian islam keseluruhannya karena makna islam adalah kepasrahan dan tunduk sedangkan iman adalah kelembutan / penerimaan hati.

Sesuai dalam Firman Allah SWT,

فَأَخْرَجْنَا مَن كَانَ فِيهَا مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Fa akhrajnā mang kāna fīhā minal-mu`minīn
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.
Qs. Az-Zariyat: 35

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

Fa mā wajadnā fīhā gaira baitim minal-muslimīn
Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri.
Qs. Az-Zariyat: 36

Disana hanya ada satu rumah dan terkadang Allah SWT menyebutkan keduanya dengan makna yang lain yang mana disebutkan dalam firman Allah SWT,

قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Qālatil-a'rābu āmannā, qul lam tu`minụ wa lāking qụlū aslamnā wa lammā yadkhulil-īmānu fī qulụbikum, wa in tuṭī'ullāha wa rasụlahụ lā yalitkum min a'mālikum syai`ā, innallāha gafụrur raḥīm
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Qs. Al-Hujurat: 14
Selasa, 05 September 2023 0 komentar

Kisah Pengemis Buta Dan Nabi Muhammad SAW

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Di suatu tempat yaitu pasar di Kawasan Madinah Al Munawarah, ada seorang pengemis Yahudi buta yang selalu meminta-minta.

Setiap kali ada orang lewat di hadapannya, pengemis itu selalu mengatakan hal-hal buruk terhadap sosok Nabi Muhammad.

"Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila, pembohong, tukang sihir, apabila kalian mendekatinya akan dipengaruhinya," kata pengemis itu.

Dari hari ke hari, pengemis itu selalu mengucapkan kalimat sama secara berulang agar siapa saja berhati-hati pada Muhammad yang menurutnya punya pengaruh buruk.

Nabi Muhammad yang mengetahui perbuatan si pengemis itu sama sekali tidak merasa marah atau kesal. Beliau justru memberi makanan dan menyuapi pengemis itu dengan penuh kasih sayang.

Selama memberi pengemis makanan, Nabi Muhammad tidak pernah berkata apa pun dan cukup diam mendengarkan setiap perkataan si pengemis.

Nabi juga rela meluangkan waktu setiap pagi untuk menyuapkan makanan kepada pengemis buta tersebut.

Kebiasaan tersebut terus berlanjut setiap hari, bahkan si pengemis itu tak tahu bahwa yang menyuapinya makan adalah Nabi Muhammad yang ia benci.

Hingga suatu hari Rasulullah wafat. Lalu Aisyah RA berpesan pada Abu Bakar tentang kebiasaan Nabi Muhammad yang selalu memberi pengemis makan. Abu Bakar segera datang menemui pengemis di pasar sambil membawa makanan.

Ketika diberi makanan oleh Abu Bakar, pengemis itu menolak karena ia tahu bahwa orang yang memberinya makanan kali ini bukanlah seperti orang yang biasanya.

Pengemis yang menolak makanan dari Abu Bakar berkata bahwa orang yang biasa mendatanginya selalu menyuapi, bahkan terlebih dahulu menghaluskan makanannya sebelum diberikan kepada si pengemis.

Mendengar cerita dari pengemis buta itu, Abu Bakar hanya bisa menangis karena ia tahu betapa mulianya Muhammad kepada semua orang, sekalipun pada orang yang telah menghinanya.

Abu Bakar berkata, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW."

Setelah mendengar penjelasan dari Abu Bakar, pengemis buta itu terkejut. Ia ikut menangis dan berkata, "Benarkah demikian?"

"Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dan ia tidak pernah marah sedikit pun, ia datang kepadaku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia," ucap pengemis itu.

Usai kejadian tersebut, si pengemis buta yang menghina Nabi Muhammad itu langsung mengucapkan syahadat di hadapan Abu Bakar.

Hal ini menjadi bukti bahwa kasih sayang, kelembutan, dan kebaikan Nabi dapat menggerakkan hati seseorang dan membuatnya memeluk Islam.
0 komentar

Do'a Pemeliharaan Diri Nabi Khidir Alaihissalam

بسم الله الرّحمن الرّحيم

اَللّٰهُمَّ فَنِّعْنَابِمَارَزَقْتَنَاوَاعْصِمْنَامِنْ حَيْثُ نَهَيْتَنَاوَلَا نُخَوِّجْنَا اِلَى مَنْ اَغْنَيْتَهُ عَنَّا وَاحْشُرْنَافِى زُمْرَةِ اُمَّةِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِكَأْسِهِ فَاسْقِنَا وَمِنْ مَعَاصِيْكَ جَنِّبْنَا. وَعَلَى التَّقْوٰى اَمِتْنَاوَ لِلذِّكْرِاَلْهِمْنَا وَمِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ فَاجْعَلْنَا وَ اَسْعِدْنَا وَلَاتُشْقِنَايَاذَاالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allaahumma Fanni’naa Bimaa Rozaqtanaa Wa’shimnaa Min Haitsu Nahaitanaa Wa Laa Nukhowwij-Naa Ilaa Man Aghnaitahu ‘Annaa Wahsyurnaa Fii Zumroti Ummati Sayyidinaa Muhammadin Shollallaahu ‘Alaihi Wa Sallama Wa Bika’sihi Fasqinaa Wa Min Ma’aashiika Jannibnaa. Wa ‘Alat-Taqwaa Amitnaa Wa Lidz-Dzikri Alhimnaa Wa Min Wa Rotsati Jannatin-Na’iimi Faj’alnaa Wa As’idnaa Wa Laa Tusyqinaa Yaa Dzaljalaali Wal Ikroomi.

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang qona’ah (sederhana/hidup adap adanya) dengan apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami, dan peliharalah kami dari apa yang telah Engkau larang. Janganlah Engkau jadikan kami orang yang membutuhkan pertolongan orang yang telah Engkau jadikan dia kaya, dan himpunlah kami ke dalam golongan umat Nabi Muhammad SAW. Dan dengan gelasnya semoga Engkau memberi minuman, semoga Engkau menjauhkan kami dari perbuatan maksiat, dan semoga Engkau mematikan kami dalam ketaqwaan, serta berilah kami ilham. Jadikanlah kami sebagai ahli waris surga Na’im, bahagiakanlah kami dan semoga Engkau tidak menjadikan kami celaka, wahai Tuhan Yang Maha Agung lagi Maha Mulia”.

Do’a ini biasa dibaca oleh Tamim Ad Dari bin Habib. Do’a ini diajarkan kepadanya oleh Nabi Khidir AS.

Diamalkan selepas Sholat Fardhu 1x
Fadhilah, Insya Allah : 
  1. Dipelihara kehidupannya dunia dan akhirat oleh Allah SWT.
  2. Diberikan rezeki yang berkah dan berlimpah-limpah.



Rabu, 23 Agustus 2023 0 komentar

Makam Habib Agil bin Ahmad bin Syahab

بسم الله الرّحمن الرّحيم



Maqbaroh Waliyullah Mastur Al Habib Agil bin Ahmad bin Syahab.

Bliau termasuk Salah satu ulama yang Awal menyebarkan Islam di daerah Tambun-Rorotan dan sekitarnya.

Menurt cerita yg beredar bliau ini pendatang dari aceh. Yang mendapat mandat berdakwah menyebarkan ajaran islam di tanah jawa.

Tapi bisa jadi juga bliau ini dari palembang, dan mungkin masih ada kaitannya dengan Al Imam Al Habib Ahmad bin Syech bin Syahab palembang (Hanya perkiraan peribadi)

Tapi yang jelas, mau dari aceh atau dari mana, bliau ini merupakan dzuriyah nabi yang sangat berkontribusi atas penyebaran islam di wilayah Tambun rengas ini.

Terlihat jelas dengan masih terawatnya makam bliau dan masih banyak di ziarahi orang.

Wallahualam bishowab.

Al Fatihah..

 
;