Sabtu, 23 Mei 2020 0 komentar

30 Ramadhan 1441 H (22 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Sesungguhnya kedudukan orang yang berilmu itu lebih utama dari pada orang yang mati syahid, bahkan darahnya yang mengalir tidak akan sebanding dengan tintanya ulama.
  2. Barangsiapa hendak belajar Ilmu lalu kemudian mengajarkan kepada orang lain,  maka pahalanya lebih utama daripadah ketinggian para Nabi-nabi Bani Israel.
  3. Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
  4. Orang yang bodoh itu selalu memgulang kesalahannya, dia berputar-putar seperti keledai di penggilingan gandu, terlihat jalan tetapi tidak kemana-mana.
  5. Hati yang jinak itu disebabkan banyaknya berdzikir kepada Allah SWT. Apabila tidak berdzikir niscaya hati ini akan banyak terpengaruh atas apa yang dilihatnya.
  6. Menguatkan ibadah itu adalah berdzikir, maka banyaklah kamu berdzikir disaat kamu tidak sholat atau beraktivitas.
  7. Janganlah kamu berjalan dengan nafsumu, tetapi berjalanlah dengan hati yang banyak berdzikir kepada Allah SWT.
  8. Segala perhiasan yang ada di bumi ini adalah menjadi ujian.
  9. Janganlah kamu terpedaya dengan tempat yang baik, karena tidak ada tempat yang baik kecuali surga.
  10. Janganlah terpedaya oleh ibadah yang banyak, iblispun lama dan banyak ibadahnya.
  11. Jangan terpedaya oleh banyaknya ilmu dan amalan, bal'am itu banyak ilmu namun matinya juga sesat.
  12. Janganlah kamu terpedaya dengan orang-orang sholeh, kecuali melihat Nabi Muhammad SAW.
  13. Ketenagan itu dibagi menjadi 3 macam, yaitu ketenangan bagi orang awam sebab disaat mereka berdzikir mereka merasa tenang, ketenangan bagi orang yang khusus yaitu mereka rela dan senang atas keputusan takdir Allah SWT, yaitu golongan orang yang paling khusus yaitu mereka tahu bahwa rahasia hati mereka tidak sanggup merasa tenang kepadaNya karena keagungan Allah SWT.
  14. Kebutuhan seseorang itu jangan disamakan dengan kebutuhan dirimu, kamu harus mengerti apa yang menjadi kebutuhan orang lain itu apa.
  15. Apabila Allah SWT mendatangi batinmu maka akan tampak cahaya, dan apabila mendatangi dhahirmu maka akan menjadi itulah yang disebut dengan amal.
  16. Sempurnanya batin itu disebabkan manusia benar-benar menata niatnya, sehingga apa yang diniatkan selara dengan hatinya.
  17. Seburuk-buruk amal orang yang memiliki tauhid didalamnya tetap akan diharamkan masuk neraka, sedangkan orang yang sangat bagus ibadahnya tanpa memiliki tauhid dia akan terlepas dari Tuhannya.
  18. Sesungguhnya orang yang tauhid itu pandangan Allah SWT itu adalah perihal yang menjadi keutamaan daripada amal ibadahnya, dan mereka sibuk bagaimana Allah SWT memandang dirinya bukan sibuk dengan urusan pandangan mahluk padanya.
  19. Bersyariatlah dengan mengetahui hakikatnya, dan berhakikatlah kamu dengan berlandaskan syariat.
  20. Salahnya hati akan tampak di permukaan yaitu salah langkahmu, salah bicaramu, salah tindakanmu.
Kamis, 21 Mei 2020 0 komentar

28 Ramadhan 1441 H (20 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Hendaknya manusia itu banyak bersedekah disaat dia dalam kondisi kekurangan atau dalam kesempitan.
  2. Setiap hal kebaikan atau apapun yang kamu lakukan itu hendaknya yakin akan balasan dari Allah SWT, maka lakukanlah segala hal itu karena Allah SWT bukan karena yang lainnya.
  3. Sesungguhnya sedekah yang dilakukan secara diam-diam itu dapat memadamkan kemarahan Allah SWT.
  4. Orang yang riya' itu apabila bersedekah kelihatannya banyak, namun ternyata tidak ada isinya, sedangkan orang yang menyembunyikan sedekahnya itu akan menghapus sifat riya'.
  5. Perbuatan yang baik apabila ditiru oleh orang lain maka akan jadi amal jariyah bagi dirinya, dan perbuatan buruk yang ditiru oleh orang lain maka akan jadi amal buruk bagi dirinya.
  6. Orang yang mengerti hukum Allah SWT tapi tidak mentaatinya itu lebih buruk dari orang yang meninggalkan perintah Allah SWT karena memang dia tidak memahami.
  7. Amal yang baik itu kelak akan menjadi sahabat yang baik pula kelak di akhirat, sedangkan  amal yang buruk itu kelak akan menjadi sahabat yang buruk pula.
  8. Orang yang tidak beribadah kepada Allah SWT tetapi mengaku islam dia ibarat orang yang sekolah tetapi tidak belajar.
  9. Sesungguhnya ujian bagi orang yang beriman itu tidak lebih dari 40 hari, karena dia pasti akan kembali di sajadahnya dengan pengakuan kebodohannya, kesalahan dirinya sendiri.
  10. Yang disebut fakir dan miskin itu hakikatnya adalah keinginan hati yang tidak pernah habis dan tidak akan terwujud.
  11. Janganlah kamu meminta doa sebelum kamu memberikan hadiah kepada Gurumu, karena itulah bentuk akhlaq.
  12. Sesungguhnya tidak ada doa yang tidak dikabulkan, tetapi hanya saja bentuk doanya yang tidak sesuai.
  13. Kebanyakan kitab-kitab Salafunash Sholihin ini bukanlah kitab hukum syariat, melainkan tentang keindahan Allah SWT dan kerinduan yang memuncak.
  14. Aku ciptakan benda-benda untukmu, dan aku ciptakan kamu untukKu, maka janganlah kamu rusak apa yang aku ciptakan untukKu dengan sesuatu yang untukmu
  15. Tidaklah sia-sia apa yang diciptakan oleh Allah SWT, dan tidaklah diciptakan Jin dan Manusia melainkan untuk beribadah.
  16. Hakikat dosa yang sebenarnya adalah karena manusia tidak memahami atas kenapa dia dijadikan di bumi ini. Tetapi kebanyakan dari mereka justru mengabdi kepada sesuatu yang dijadikan untuknya bukan mengabdi kepada Yang Maha Menjadikan.
  17. Apabila manusia mengetahui atas kenapa dia dijadikan di dunia ini, niscaya dia akan mengetahui juga kenikmatan-kenikmatan ini untuknya sehingga dia akan bersyukur kepada Allah SWT.
  18. Barangsiapa menolak diperbudak oleh Allah SWT niscaya dia akan diperbudak oleh dunia, dan barangsiapa yang mau diperbudak oleh Allah SWT niscaya dunia ini akan menjadi budaknya.
  19. Ilmu itu terdiri dari 3 bagian, ilmu akal atau rasional, ilmu ahwal, dan ilmu asror.
    1. Ilmu akal adalah ilmu yang kamu dapat dari sebuah bukti pengamatan nalar terhadap sebuah dalil atau bukti, dengan syarat telah ditemukan pembuktian melalui dalil tersebut.
    2. Ilmu ahwal adalah ilmu yang tidak dapat diraih kecuali melalui merasakan langsung
    3. Ilmu asrar adalah ilmu tentang rahasia-rahasia yaitu ilmu yang berada di atas jangkauan akal. Ilmu ini didapatkan melalui nafs atau tiupan ruh Al-Qudus kedalam hati yang dikhususkan bagi para Nabi atau para Wali.
  20. Abu Yazid: Kalian mengambil ilmu kalian dari orang mati yang mengambilnya dari orang yang juga telah mati, sedangkan kami mengambil ilmu kami dari Yang Maha Hidup Yang Tidak pernah mati.
  21. Ilmu Akal, Ahwal, dan Asrar itu mengambil dari bagian Tauhid Ilmu Yakin, yaitu Yaqin, Ainul Yaqin, dan Haqqul Yaqin.
Sabtu, 16 Mei 2020 0 komentar

23 Ramadhan 1441 H (15 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Dunia ini lambang kebinasaan, sedangkan akhirat itu lambang kekal, tetapi sedikit sekali manusia itu memilih sesuatu yang kekal, mereka lebih senang mencari sesuatu yang akan binasa.
  2. Apabila kamu ingin memandang Nabi Muhammad SAW, pejamkanlah matamu dan hidupkan hatimu untuk dapat memandang cahaya suci Baginda Nabi Muhammad SAW.
  3. Berbuatlah sesukamu didunia ini, tetapi kelak akan diperhitungkan di hari akhir.
  4. Hormatilah Ahlul Bait, dan ikutilah apabila dia juga mengikuti Nabi Muhammad SAW, tetapi apabila tidak maka janganlah juga membencinya.
  5. Rakuslah kamu dalam urusan pengetahuan akhirat, niscaya kamu akan selalu berusaha menambahkan setiap waktunya.
  6. Janganlah kamu takut amal baikmu tidak diketahui, sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat, maka sembunyikanlah dari pandangan mahluk agar amalmu memiliki rasa keikhlasan.
  7. Orang yang beramal hendaknya menanamkan pada dirinya terlebih dahulu rasa malu pada dirinya kepada Allah SWT, sehingga dengan rasa malu itu dia bisa sampai kepada hadhirat Allah SWT.
  8. Janganlah kamu mengandalkan amalmu untuk masuk ke dalam surga, tetapi carilah ridho Allah SWT.
  9. Orang yang lupa kepada Nabi Muhammad SAW dia tidak akan bisa masuk surga, doanya tanpa sholawat pasti akan tertolak.
  10. Murah hati itu diletakkan kepada sesuatu yang tidak memiliki tendensi untuk mendapatkan balasan, seperti halnya Allah SWT memberikan kepada kita.
  11. Kemurahan itu diletakkan pada hati menggunakan sifat Allah SWT Al-Baathin dan baru di dhahirkan dari hatinya, maka kemurahan itu bukanlah perbuatan dhohir.
Jumat, 15 Mei 2020 0 komentar

Sholawat Idrisiyah Dari Imam As-Syafi'i

بسم الله الرّحمن الرّحيم


اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ بِنُوْرِ وَجْهِ اللهِ الْعَظِيْمِ اَلَّذِيْ مَلَاءَ اَرْكَانَ عَرْشِ اللهِ الْعَظِيْمِ وَقَامَتْ بِهِ عَوَالِمُ اللهِ الْعَظِيْمِ اَنْ تُصَلِّيَ عَلىٰ مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ ذِى الْقَدْرِالْعَظِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِ نَبِيِّ اللهِ الْعَظِيْمِ بِقَدْرِ عَظَمَةِ ذَاتِ اللهِ الْعَظِيْمِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَمَا فِى عِلْمِ اللهِ الْعَظِيْمِ صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ الْعَظِيْمِ تَعْظِيْمًا لِحَقِّكَ يَامَوْلَانَا يَامُحَمَّدُ يَااَحْمَدُ يَااَبَاالْقَاسِمِ يَاذَاالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلىٰ اٰلِهِ مِثْلَ ذَالِكَ وَاجْمَعْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ كَمَاجَمَعْتَ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالنَّفْسِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَقَظَةً وَمَنَامًا وَاجْعَلْهُ يَارَبِّ رُوْحًالِذَاتِى مِنْ جَمِيْعِ الْوُجُوْهِ فِى الدُّنْيَا قَبْلَ الْآخِرَتِى يَاعَظِيْمُ.

Allaahumma innii As-aluka Binuuri Wajhillaahil ‘Adhiim, Alladzi Mala-a Arkaana ‘Arsyillaahil ‘Adhiimi, Wa Qaamat Bihii ‘Awaalimullaahil ‘Adhiimi, Antushalliya ‘Alaa Maulaanaa Muhammadin Dzilqad-ril ‘Adhiimi, Wa ‘Alaa Aali Nabiyyillaahil ‘Adhiimi, Biqad-ri ‘Adhamati Dzaatillaahil ‘Adhiimi. Fii Kulli Lamhatin Wa Nafasin ‘Adada Maa Fii ‘ilmillaahil ‘Adhiimi, Shalaatan Daa-imatan Bidawaami Mulkillaahil ‘Adhiimi, Ta’dhiiman Lihaqqika Yaa Maulaanaa Yaa Muhammad Yaa Ahmadu Yaa Abal Qaasimi Yaa Dzal Khuluqil ‘Adhiimi, Wa Sallim ‘Alaihi Wa ‘Alaa Aalihii Mitsla Dzaalika, Wajma’ Bainii Wa Bainahuu Kamaa Jama’ta Bainar-ruuhi Wannafsi Dhaahiran Wa Baathinan Yaqadhatan Wa Manaaman, Waj’alhu Yaa Rabbi Ruuhan Lidzaatii Min Jamii’iI Wujuuhi Fiddunyaa Qab-lal Aakhirati Yaa ‘Adhiimu.

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan cahaya wajah Allah Yang Maha Agung yang telah memenuhl tiang-tiang Arsy-Nya Allah Yang Agung, yang berdiri tegak bendera-bendera Allah karenanya, semoga Engkau berkenan mencurahkan rahmat-Mu kepada baginda kami Nabi Muhammad yang memilih kekuasaan yang agung, tercurahkan pula kepada keluarga Nabi yang agung, dengan kehendak keagungan Dzat-Nya Allah Yang Agung dalam tiap-tiap sekejap pandangan dan nafas dengan bilangan ilmunya Allah Yang Agung. Dengan Shalawat yang abadi, abadilah kerajaan Allah yang agung, dengan keagungan karena kebenaranmu wahai baginda kami Nabi Muhammad, wahai Ahmad, Wahai Abul Qasim, Wahai Nabi yang memilikl akhlak yang agung, begitu pula Engkau curahkan keselamatan kepada Nabi dan keluarganya, kumpulkanlah aku bersamanya sebagaimana Engkau mengumpulkan antara ruh dan jiwa, dhohir batin, sadar ataupun dalam mimpi dan jadikanlah Ya Allah ruh pada jiwaku dari semua yang ada di dunia ini sebelum akhir, Wahai Yang Maha Agung.
Diamalkan selepas Sholat Maghrib, Isya’ atau Subuh 1x / minimal 1x setiap hari.
Insya Allah akan diterangkan kuburnya dan dijauhkan dari siksa kubur.


Video Ijazah Pada Malam 21 Ramadhan 1441 H di Musholla Al-Munawwarah Buduran, Sidoarjo
Kamis, 14 Mei 2020 0 komentar

21 Ramadhan 1441 H (13 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Sesungguhnya kunci dari kemuliaan dan keselamatan adalah memiliki akhlaq yang mulia, dan tidaklah orang mampu memiliki akhlaq tanpa dia mempunyai hati yang bertauhid.
  2. Orang yang mampu mengikuti Nabi Muhammad dengan cara menjadi seorang uswatun hasanah, maka wajiblah dia untuk memiliki akhlaq.
  3. Sesungguhnya Allah SWT mengajarkan akhlaq yang baik kepada hamba dengan memberikan contoh melalui Nabi Muhammad SAW
  4. Hendaknya manusia banyak bershalawat kepada Nabi Muhammad, karena itu merupakan bagian dari akhlaq.
  5. Sesungguhnya Allah SWT menciptakan ruh Muhammad SAW pertama kali dari cahaya Jamaliyah.
  6. Barangsiapa yang berbicara hikmah yang bermanfaat kelak di surga akan ditulis dengan tinta emas, sedangkan orang yang banyak berbicara yang tidak bermanfaat tulisannya ibarat akan menjadi sebuah ular yang siap-siap untuk mematukmu.
  7. Sesungguhnya lelahnya badan itu bisa pulih apabila diberikan istirahat dan makanan, tetapi letihnya akal dapat tertikam oleh hawa nafsu, maka lelahnya orang yang berilmu itu lebih berat dari lelahnya orang yang ahli ibadah.
  8. Manusia itu mau kepada Allah SWT tetapi tidak mau akan keputusan takdirnya, banyak dari mereka berdoa tetapi takut tidak dikabulkan, hendaknya takutlah kamu saat kamu tidak mampu berdoa lagi kepada Allah SWT.
  9. Kemuliaan itu tergantung dari bagaimana kamu meninggikan kitab-kitab Allah SWT dari pada yang lainnya.
  10. Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan seseorang akan tampak keburukan, dan pasti akan menjadi beban dan tidak nyaman sehingga manusia sangka buruk kepada Allah SWT padahal itu baik baginya.
  11. Sebaik-baik keputusan itu adalah keputusan Allah SWT, maka janganlah mengeluh atas apa yang telah ditetapkan, tetapi risaukanlah dosa-dosa yang ada pada dirimu.
Rabu, 13 Mei 2020 0 komentar

Do'a Sayyidul Istighfar

بسم الله الرّحمن الرّحيم


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي, وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ
مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ  بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوءُ
بِذَنْبِي, فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ اَلذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ


"Allahumma Anta Rabbii Laa Ilaaha Illaa Anta Khalaqtanii Wa Anna 'Abduka Wa Anaa 'Alaa 'Ahdika Wa Wa'dika. Mastatha'tu a’uudzu Bika Min Syarri Maa Shana'tu Abuu'u Laka Bini' Matika 'Alayya Wa Abuu'u Bidzanbii Faghfir Lii Fa Innahu Laa Yagfirudz Dzunuuba Illa Anta"

Artinya :
"Ya Allah engkau adalah tuhanku tidak ad tuhan selain engkau, engkau telah menciptakanku dan aku adalah hambamu aku selalu berusaha menepati janjiku kepadamu dengan segenap kemampuanku yang kumiliki, aku berlindung kepadamu dari keburukan-keburukan perbuatanku aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatmu yang tercurah kepadaku, aku tahu dan sadar betapa banyak dosa-dosa yang telah aku lakukan, karenanya ampunilah aku, tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku selain engkau"


diamalkan selepas sholat maghrib dan subuh 7x.



Senin, 11 Mei 2020 0 komentar

16 Ramadhan 1441 H (08 Mei 2020)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Niat itu adalah perihal yang menentukan amal, berhati-hatilah perihal niat karena niat seorang mu'min itu lebih baik dari amalnya.
  2. Setiap kali amal yang kecil menjadi besar karena baik niatnya, dan setiap amal yang besar akan menjadi kecil karena salah niatnya.
  3. Anak yang soleh dan soleha dia betul-betul mengirimkan amal ibadahnya diniatkan untuk orang tuanya, sedangkan anak yang tidak sholeh dia beramal hanya untuk dirinya sendiri.
  4. Setiap amal kebaikan yang kamu lakukan jangan kamu anggap remeh, karena sekecil apapun itu asalkan baik dan ditiru oleh orang lain maka amal jariyah akan mengalir kepadamu.
  5. Manusia itu terbagi oleh 3 jenis, yaitu seorang alim yang takut kepada Allah SWT, seorang penuntut ilmu yang ingin selamat, dan sisanya adalah orang yang imannya angin-anginan atau ikut-ikutan.
  6. Ilmu itu menjaga diri dan segala aspek kehidupan, tetapi manusia justru memilih sibuk menjaga hartanya. Ilmu itu bertambah apabila dibagikan, harta habis apabila dibagikan. Ilmu walaupun pemiliknya sudah hilang jasadnya namun tetap abadi keilmuannya.
  7. Allah SWT tidak akan memberi petunjuk orang yang beramal dan beribadah untuk urusan dunianya.
  8. Dosa kelalaian itu adalah bentuk sarang dari iblis, maka janganlah kamu lengah, telitilah setiap aspek kehidupanmu.
  9. Disebut seorang murid apabila dia memiliki hubungan pertalian dengan Gurunya.
  10. Banyaknya orang yang beramal sholeh atau ibadah tetapi tanpa ilmu. Ibarat orang yang berjalan dia dalam kebutaan, semakin dia berjalan semakin tersesat. Semakin rajin ibadahnya semakin jauh dari Tuhannya.
  11. Orang yang selalu rakus akan ilmu Allah SWT pastilah dia akan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Tapi sebaliknya orang yang selalu memburu kekayaan dia akan bertambah kesesatannya, imannya hanya akan dilidah, hatinya tidak takut kepada Allah SWT dan tidak siap saat dihadapkan kematian.
  12. Janganlah kamu banyak angan-angan di dunia ini, karena saat kematian datang kepadamu kamu tidak akan siap, ingatlah kematian sehingga Allah SWT senantiasa akan bersamamu dan itulah manusia yang akan selamat.
  13. 10 Sifat buruk yang akan lebih buruk pada keadaan manusia.
    1. Dhalim dan kejam dalam kekuasaan
    2. Bakhil dalam harta dan kekayaannya
    3. Tamak pada ulama' (menuntut ilmu ingin segera selesai, sedekah ingin segera dibalas, doa ingin segera kabul)
    4. Rakus dalam urusan harta, Ibadahnya atau sedekahnya dikurangi karena merasa perhitungan
    5. Tidak punya malu kepada pejabat atau orang kaya, dia merayu dan menjilat.
    6. Berlagak muda padahal umurnya sudah tua bangka
    7. Orang laki yang meniru perbuatan perempuan, Perempuan yang meniru laki.
    8. Orang yang zuhud atau abid tetapi selalu mendekat kepada orang yang ahli dunia.
    9. Orang yang bodoh dalam beramal ibadah.
    10. Orang fakir yang sombong, gayanya seperti orang kaya.
  14. Hai orang ahli hikmah janganlah kamu membicarakan hikmah kepada orang yang bodoh, karena bagi orang yang bodoh itu hikmah itu terlihat sebagai hiburan saja tanpa memahami isinya. Dan perkataan orang yang bodoh itu peringatan bagi orang yang ahli hikmah.
  15. Orang yang bodoh apabila mendengar nasehat Al-Hikmah mereka akan menganggap itu sebagai lelucon dan senda gurau karena merasa aneh, dan dianggap sebagai hiburan saat mendengarnya, sebaliknya ketika orang hikmah mendengar orang yang bodoh dia akan merasakan perkataan itu sangat buruk dan jelek sekali dan itu akan menjadi peringatan bagi orang yang memiliki ilmu hikmah, agar menjauhi dan menghindari orang-orang yang bodoh, karena hasrat dan keinginan orang yang bodoh itu hanya ingin mendengar. Dan bedanya orang alim dia berhasrat untuk merirwayatkan agar menjadi orang yang zuhud fokus dan mengamalkan ilmunya.
  16. Ada 5 perkara yang akan menjadi tanda-tanda celaka:
    1. Keras hatinya, karena banyaknya makan dan perutnya tidak ada isi anginnya. Dan banyak tidurnya.
    2. Beku air matanya, tidak pernah takut kepada Allah SWT, tetapi takut akan kemiskinan, tidak dilihat mahluk.
    3. Sedikit malunya, dan menganggap remeh dosa-dosanya, yang tidak memiliki rasa takut.
    4. Cinta masalah urusan duniawi.
    5. Panjang angan-angannya. Banyak keinginannya dan tidak satupun yang terwujud.
  17. Orang yang tidak berdzikir kepada Allah SWT adalah termasuk orang yang durhaka kepada Allah SWT walaupun banyak ibadahnya.
  18. Andaikan orang yang teguh dia berminat untuk rajin kepada Allah SWT selama satu juta tahun, kemudian berpaling dariNya sejenak, niscaya yang dia hilangkan akan lebih banyak dari yang ia dapatkan.
  19. Menjaga hati itu adalah kewajiban bagi orang yang telah mengenal Tuhannya, dan mengetahui kerugian dan keuntungannya, mengetahui kelalaian dari hatinya yang selain Allah SWT.
  20. Yang disebut hijrah adalah perpindahan dari yang buruk menjadi baik, dan lebih utama adalah perpindahan kondisi batinnya.
  21. Hawa nafsu di ibaratkan seperti kuda liar, dan untuk mengendalikannya menggunakan tali kekang, dan tali kekang itu adalah ilmu.
  22. Banyaknya kelalaian yang ada dalam dirimu itu adalah tanda-tanda Allah SWT berpaling darimu, disebabkan kamu selalu menuruti hawa nafsumu.
  23. Sibukkanlah dirimu untuk mengisi ruhaniyahmu maka jasadmu juga akan ikut terisi, tetapi apabila kamu sibuk mengisi jasadmu maka ruhaniyahmu akan tertidur.
  24. Rahasiakanlah setiap kebaikanmu itu seperti halnya kamu menutupi keburukanmu.
  25. Hikmah itu adalah bagaimana kita mengembalikan urusan itu kepada diri kita sendiri, dan bagaimana kita bisa merasakan kebaikan itu dalam ketersembunyian.
 
;