Senin, 14 Oktober 2019 0 komentar

Kalam Nasehat Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

"Landasan yang paling ampuh dan sangat kuat adalah rasa iman kepada Allah dan Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam."

"Yang disebut Wali adalah seseorang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan sebenar-benarnya."

"Jadilah orang yang shaleh, karena orang-orang yang shaleh akan bahagia di dunia dan di akherat. Dan jadilah orang yang benar, jangan menjadi orang yang pintar, karena orang yang pintar belum tentu benar, tetapi orang yang benar sudah pasti pintar."

"Ilmu itu membutuhkan amal, sedangkan amal membutuhkan keikhlasan dan keikhlasan tersebut membutuhkan cahaya."

"Bukan di namakan hidup bagi seseorang yang tidak mengenal Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul Nya, serta tidak pula mengenal ajarannya."

"Ilmu tidak akan berguna bagi murid pembohong." Maksudnya gemar membohongi Allah SWT, RasulNya SAW, gurunya dan dirinya sendiri.

"Bukanlah di namakan hidup bagi seseorang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan."

"Sebarkanlah ajaran Agama Islam di manapun engkau berada dengan membawa bekal ilmu."

"Yang di perlukan manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia adalah ketenangan batin."

"Bagaimana sebagian kalian telah mencaci maki para sahabat Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam sedangkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah rela dan ridlo kepada mereka."

"Diantara ciri — ciri seseorang yang hatinya bersih adalah apabila ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka ia menangis."

"Islam merupakan agama yang sangat rasional dan sebagai agama perjuangan."

"Muslim sejati apabila di timpa sesuatu apapun maka ia tetap tenang dan ikhlas dan rela menerima segala keputusanNya."

"Cobaan dan ujian apabila di terima dengan ikhlas dan husnudzon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka akan mendekatkan seseorang tersebut kepada derajat kewalian."

"Bukan di katakan berilmu apabila tidak di sertai ketaqwaan dan bukanlah di namakan berakal apabila tidak di hiasi adab serta budi pekerti."

"Seseorang yang menaruh rasa cinta kepada Baginda Muhammad Shallahu 'Alaihi Wa 'Alaa Alihi Wa Sallam tidak akan pernah merugi di dunia dan akhirat."
0 komentar

Manaqib Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)

Al-Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof.Dr. Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih Al-Alawy dilahirkan di kota Surabaya, tepatnya pada hari Senin 12 Rabi'ul Awwal 1355 H / 1 Juni 1936 H. Dikemudian hari beliaulah putra tunggal yang meneruskan perjuangan ayahanda beliau yaitu Al-Imam Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih.

Al-Habib Abdullah sejak kecil berada langsung di bawah asuhan dan bimbingan ayahandanya. Antara keduanya terdapat keseimbangan yakni ketekunan guru (ayahanda) dalam mengajar dan kegigihan sang murid dalam mencari ilmu. Dengan inayah Allah SWT pada usia 7 tahun beliau telah hafal Al-Qur'anul Karim, sebagaimana pernah dikatakan oleh ayahanda beliau: "Aku telah mewariskan kepada putraku ini 41 fak ilmu agama". Demikian anugrah Allah SWT sebagai mana tersirat dalam Al-Qur'anul Karim: "Dia (Allah) memuliakan siapa saja dari kalangan hamba-Nya"

Keuletan dan kegigihan Habib Abdullah dalam menimba ilmu kepada Gurunya amatlah sulit dicari tandingannya, siang hari sampai larut malam digunakan untuk belajar dan belajar, inilah sebuah konsekuensi seperti yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits: "Sesungguhnya ilmu di dapat dengan belajar"

Penguasaan ilmu yang dimiliki oleh Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih yang paling menonjol adalah dalam penguasaan ilmu hadits sehingga beliau hafal beberapa kitab hadits. Pada usia muda oleh ayahanda beliau telah diberikan tugas memegang tampuk pimpinan (direktur) Lembaga Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah, pada tahun 1960 beliau menerima gelar Doktor Honoriscausa dalam bidang ilmu hadits dari Al-Azhar Cairo, Mesir, sedang gelar Professor Honoriscausa beliau dapatkan dari Al-Jami'ah Darul Ulum Locnow India. Gelar-gelar tersebut diberikan karena memang dipandang pantas bagi beliau untuk menyandangnya.

Selain itu beliau pernah menjabat sebagai Penasehat Menteri Penghubung 'Alim Ulama, juga menjabat sebagai Penasehat Ahli Menteri Kesra RI dalam bidang fatwa agama beliau diangkat sebagai Mufti, sedang dalam bidang Thoriqoh semasa ayahandanya masih hidup beliau telah diperintahkan untuk membai'at dan melanjutkan jabatan mursyid Thoriqoh Al-Alawiyah sebagaiamana seperti Ayahandanya.

Maka beliau adalah seorang maha guru dalam bidang syari'ah, thoriqoh, hakikat, seorang Arifbillah Warosullih SAW, yang telah mengabdikan jiwa raganya bagi agama Allah SWT.

Sejak awal hingga akhir hayatnya Al-Imam Al-Habib Abdullah ini adalah seorang yang sangat gigih dan penuh semangat dalam berda'wah islamiyyah baik didalam ataupun diluar negeri.

Karangan dan artikel beliau banyak dimuat baik di koran-koran, majalah-majalah di dalam maupun di luar negeri seperti Saudi Arabia (Mekkah, Madinnah), Maroko, Mesird dan lain-lain.

Misi dalam setiap dakwah beliau adalah bagaimana menyeru manusia untuk mengenal Allah SWT dan Rasulullah SAW sekaligus penerapan ajaran yang berazaskan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah serta tuntunan Salafunash Sholeh

Kegiatan Beliau selain mengajar dan mendidik para santri di Lembaga Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyah juga bertabligh ke berbagai daerah di Indonesia karena itu merupakan isyarah perintah langsung dari Baginda Nabi Muhammad SAW yakni:
1. Mengajar di Lembaga Pesantren
2. Da'wah Islamiyyah
3. Membai'at dalam Thoriqoh Al-Alawiyah

Sekilas Tentang Thoriqoh Alawiyyah
Thoriqoh Al-Alawiyyah  disebut juga Thoriqoh Bani Alawi atau Thoriqoh Anak cucu Baginda Rasulullah SAW. Thoriqoh ini berazaskan kepada kitab suci Al-Qur'anul Karim dan Hadits-Hadits Baginda Rasulullah SAW. Mursyid pertamanya adalah Syaikhunal Al-Faqihul Muqoddam Sayyidina Wa Maulana Al-Habib Muhammad bin Ali Ba'alawi.

Keutamaan-Keutamaan Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih:
1.Beliau adalah seorang yang tidak mengenal lelah dalam menyebarluaskan sunnah-sunnah baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan memang beliau adalah seorang muhadits di zamannya sebagaimana telah dikisahkan pada bagian awal. Setiap menyampaikan hadits-hadits Baginda Nabi Muhammad SAW selalu menyertakan sanad dan perawinya.

2.Beliau adalah seorang tokoh yang tegas dalam memegang prinsip-prinsip ajaran agama yang berzaskan Al-Kitab dan Sunnah-Sunnah.

3.Sebagaimana ayahandanya, beliau jangankan mendekati perkara yang haram yang makruhpun tidak mau melakukannya.

4.Beliau adalah seorang ahli sholawat hingga beliau mewajibkan setiap harinya tidak kurang dari sepuluh ribu (10.000) kali, belum lagi yang tidak terhitung, serta menghatamkan Al-Qur'an setiap hari, oleh karena itu tidaklah heran bila beliau sering didatangi oleh Baginda Nabi Muhammad SAW baik secara bermimpi maupun secara yaqodzotan (terang-terangan), salah satu diantaranya adalah seperti yang diceritakan bahwa Nabi SAW bersabda kepada beliau "Engkau adalah kholifahku"

5.Dapat dikatakan bahwa beliau RA adalah seorang Mubaligh sejati, tidak memandang siapa yang mengundang, orang berada atau kurang berada dengan seizin Allah SWT meski ke daerah pelosok beliau RA penuhi undangan tersebut.

6.Beliau adalah seorang yang telah mencapai puncak yang sempurna, acap kali dalam menyampaikan ceramah-ceramah atau mengajak dan menyeru umat agar mengenal dan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Sayyidina Wa Maulana Muhammad SAW, sekaligus menerapkan ajarannya.

7.Beliau adalah seorang yang penuh bejana ilmu namun tinggi akhlak dan budi pekertinya, pernah beliau mengungkapkan: "Seandainya aku dapat bersujud di bawah bumi, maka akan kulakukan"

Disetiap menjelang akhir dari ceramah atau majelis-majelis lainnya maka sering beliau RA memohon doa kepada yang hadir bukan dengan kalimat pinta namun beliau RA berucap "Saya mengemis do'a dari hadirin" inilah contoh tauladan akhlak luhur dari seorang yang dalam ilmu dan ke'arifannya.

Demikian ringkasan manaqib Maha Guru kita yaitu Yang Mulia Al-Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof.Dr.Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih Al-Alawy.

Sumber : https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2017/01/manaqib-al-imam-al-hafidz-al-musnid-al.html
3 komentar

Sholawat Ghina Al-Faqri

بسم الله الرّحمن الرّحيم



اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ غِنَاءَ فَقْرِى وَحَيَاةَ رُوْحِى وَسُرُوْرِ قَلْبِيْ وَنَجَاتِى فِى الدُّنْيَا وَالْاَخِرَةِ

Allaahumma Sholli Wa Sallim 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Ghinaa-a Faqrii Wa Hayaata Ruuhi Wa Suruuri Qolbii Wa Najaatii Fid-Dunyaa Wal Akhiroti
Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, kayakanlah aku daripada kefakiranku, dan hidupkanlah ruh kami dan gembirakanlah hati kami, dan lindungilah aku di dunia sampai di akhirat

Diamalkan selepas Sholat Subuh dan Dhuha 100x
Fadhilahnya, Insya Allah:
  1. Dicukupkan rezekinya
  2. Dijauhkan dari kemiskinan
  3. Diberikan kegembiraan
  4. Diberikan keselamatan agama, dunia dan akhiratnya.
Ijazah Dari Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad bil Faqih (Malang)

Al-Habib Abdullah bin Abdulqodir bin Ahmad Bilfaqih (Malang)
Jumat, 11 Oktober 2019 0 komentar

12 Safar 1441 H (11 Oktober 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Setiap nama itu pasti punya sifat, dan setiap sifat itu punya perbuatan, maka barangsiapa sudah berani menyebut Nama Allah, hendaknya dia memiliki sifat dan perbuatan Allah. (13:40 WIB)
  2. Apabila manusia itu punya sifat iri dan dengki didalam hatinya, maka itu adalah sifat iblis, dan apabila sifatnya tamak dan serakah, maka itu adalah sifat binatang didalam dirinya. Hendaknya manusia memiliki sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. (13:42 WIB)
  3. Sifat Allah itu Yang Maha Pengasih, maka apabila manusia tidak memiliki sifat pengasih maka sifat iblis atau binatang yang akan menggantikannya. (13:43 WIB)
  4. Sifat-sifat hewani yang ada pada manusia itu kelak akan ditampakkan oleh Allah, dan mereka dibangkitkan dengan kepala menyerupai hewan yang sesuai dengan sifatnya. Sedangkan mereka yang iri, hasud dan dengki memiliki sifat iblis kelak akan ditenggelemkan didamal api neraka. (13:44 WIB)
  5. Sifat binatang ternak pada manusia itu cenderung kepada bekerja, makan dan tidur. Sifat binatang buas ini apabila dibiarkan akan menjadi sifat binatang ternak yang buas dan serakah. Sifat iblis hasud dan dengki kepada manusia. Sedangkan sifat malaikat itu selalu beribadah. Sifat Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah. (13:47 WIB)
  6. Ar-Rahim ini adalah peristiwa dimana apakah namamu ini tercatat dilangit sebagai seorang yang dicintai, diampuni, tetapi apabila kamu tidak bisa mendapatkan Ar-Rahim hendaknya cukuplah Ar-Rahman yang meliputi alam semesta. Ketahuilah sesungguhnya jarak Ar-Rahim dan Ar-Rahman ini seperti halnya bumi dan langit. Dan ketahuilah Ulama terdahulu selalu mendawamkan Ya-Rahiim Ya Rahman, yaitu mendawamkan Ar-Rahim terlebih dahulu.(13:51 WIB)
  7. Hakikat kebahagiaan itu sesungguhnya adalah Ar-Rahim, sesuatu yang akan dipetik diakhirta, bukan Ar-Rahman yang dipetik didunia ini dan menganggapnya berkah. (13:51 WIB)
  8. Berkah dunia itu umurnya sangatlah sedikit, tetapi berkat akhirat itu akan abadi, maka sangat sedikit sekali manusia yang mengambil berkat akhirat. (13:52 WIB)
  9. Apabila kamu ingin mengetahui neraka atau surga, maka tanyakanlah hatimu, apabila gelisah maka itu adalah kondisi penduduk neraka, namun apabila kamu merasa khusyuk dalam beribadah maka itulah kondisi penduduk surga. (13:59 WIB)
  10. Sesungguhnya ketenangan itu terletak pada hati yang khusyuk, bukan terletak pada banyaknya harta yang dimiliki. (14:00 WIB)
  11. Sesungguhnnya harta melimpah itu membuat tenang dan dan disukai oleh orang yang kafir, karena dunia ini adalah surga mereka. Ketahuilah dunia ini seperti halnya bangkai, maka hanyalah anjing dan hewan buas saja yang menyukai bangkai. (14:02 WIB)
  12. Barangsiapa mengikuti Al-Qur'an sesungguhnya dia sedang mengikuti akhlaq Nabi Muhammad. (14:Ora16 WIB)
  13. Apabila manusia ingin menjadi raja, maka tunduklah kepada hatimu dengan Al-Qur'an dan Hadits. (14:31 WIB)
  14. Sesungguhnya orang yang zuhud adalah mereka yang dihatinya tidak ada tertulis didunia. (14:15 WIB)
  15. Nama Allah Al-Qudus, yaitu mensifatinya dengan cara membersihkan perbuatan kita, membersihkan hatinya dari keinginan dan urusan duniawinya. (14:36 WIB)
  16. Sungguh iblis itu selalu menakut-nakuti manusia tentang kefakiran tetapi dia tidak pernah menakuti manusia tentang neraka. (14:38 WIB)
  17. Takutlah kamu sekalian kepada Allah, bukan takut kepada kehidupan. (14:43 WIB)
  18. Celakalah bagi kamu yang tidak mendidik anak-anakmu, sehingga mereka bermaksiat tetapi dirimu sibuk beribadah, kelak ibadahmu akan sia-sia karena diseret oleh anakmu kedalam api neraka. (14:44 WIB)
  19. Orang kalau sudah mengetahui kasih sayang Allah yang melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang paling dicintai. (14:47 WIB)
  20. Takutlah kamu apabila namamu tidak tertulis kelak di langit sebagai seorang yang bertakwa kepada Allah. (14:51 WIB)
  21. Sesungguhnya orang yang kaya adalah orang yang sebenar-benarnya fakir, hatinya selalu kelaparan terhadap keinginan duniawi walaupun perutnya selalu kenyang. Sedangkan orang yang kaya adalah yang hatinya selalu merasa cukup walaupun perutnya selalu merasa lapar. Lebih rugi lagi mereka yang lapar perutnya lapar hatinya, melarat didunia dan hatinya menginginkan kekayaan yang selalu di nantikan tetapi tidak kunjung terwujud sampai akhir hayatnya. (15:06 WIB)
  22. Sesungguhnya orang yang mengejar dunia itu adalah mimpi yang tidak akan pernah terwujud. (15:07 WIB)
  23. Sesungguhnya kamu tidak akan mengetahui bahwa istighfarmu diterima atau tidak, maka janganlah merasa aman terhadap amal-amalmu, teruslah berharap kepada Allah. (15:29 WIB)
  24. Sesungguhnya orang yang sedekah itu dapat memadamkan amarah Allah, maka barangsiapa manusia yang tidak mau bersedekah niscaya dia akan banyak mendapatkan amarah Allah, dan orang yang mendapatkan amarah Allah adalah mereka yang banyak kelalaiannya. (15:37 WIB)
  25. Selama manusia itu bersodaqoh ingat apa yang dikeluarkannya, maka selama itu pula manusia belum mendapatkan balasan dari Allah. (15:40 WIB)
  26. Utamakanlah dalam berdoa itu untuk selalu meminta ampunan dosa-dosamu dan dosa kepada orang tuamu. (15:55 WIB)
  27. Sempurnanya iman seseorang ketika mengetahui kemurahan Tuhannya, yaitu saat mendapatkan pengampunannya bukan pemberian dari apa yang kamu mau, itu ujian bukan pemberian. (15:59 WIB)
  28. Allah mencintai hamba yang mengakui dirinya fakir, lemah dan tidak memiliki apa-apa, bukan memaksakan kehendakmu kepada Tuhanmu. (16:00 WIB)
  29. Orang yang bodoh selalu berpikir apa yang diminta itu untuk segera dikabulkan, sedangkan orang yang cerdas selalu meminta doanya untuk disimpan dan diberikan kelak di akhirat. (16:01 WIB)
  30. Ikhlaslah dalam berdzikir dan beribadah niscaya Allah akan mencintaimu, janganlah memaksa dan menuduh Tuhanmu atas doa yang tidak terkabul. (16:03 WIB)
0 komentar

Pengertian Makmum Masbuq

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Makmum masbuq yaitu makmum yang terlambat satu raka’at atau lebih  bersama Imam disaat sholat berjama’ah. Raka’at disini adalah adalah sampai ruku’, jadi jika ada seorang makmum terlambat ruku’ bersama imam dalam raka’at pertama saat sholat berjama’ah maka dia di sebut makmum masbuq, itulah pendapat Jumhur ulama.

adapun pendapat Imam Syafi’i mengatakan makmum masbuq itu ialah orang yang tidak mengikuti atau tidak mengetahui takbiratul ihramnya Imam maka dia di kategorikan makmum masbuq

Agar kita terhindar dari batalnya sholat berjama’ah dalam hal ini makmum masbuq. maka perlu di ketahui, Ketentuan-ketentuan makmum masbuq dalam pelaksanaan sholat berjama’ah di antara sebagai berikut:

Apabila makmum masbuq ketika takbiratul ihram mendapati Imam mau atau sedang melakukan ruku’ maka di haruskan membaca Al-Fatihah sedapatnya ( meskipun tidak sempurna ) dengan tanpa membaca ta’awudz atupun membaca bacaan iftitah dan wajiblah bersegera melakukan rukuk bersama imam.

Sebab bacaan Al-Fatihah yang tidak sempurna oleh makmum masbuq tadi sudah di tanggung imam. Namun apabila menurut perkiraan jika dia membaca Al-Fatihah tapi telat rukuk bersama imam, maka dia harus langsung  ruku’ setelah melakukan takbiratul ihram.

Apabila makmum masbuq ketinggalan satu raka’at atau lebih dari Imam ,maka ketika dia hendak menyempurnakan sholatnya harus mengikuti ketentuan-ketentuan sholat yang berlaku dalam sholat itu ( qunut dalam raka’at kedua sholat subuh, tahiyyat awal di setiap dua raka’at selain subuh dan tahiyyat akhir di setiap akhir raka’at shalat dll).

Apabila seorang musholli ( orang yang sholat ) terlambat satu raka’at dalam sholat subuh kemudian ia ingin menyempurnakan raka’at yang kedua, maka hendaknya ia membaca qunut lagi meskipun pada raka’at sebelumnya dia sudah membaca qunut bersama imam.

Apabila dia ketinggalan 2 raka’at dalam sholat maghrib, lalu dia ingin menyempurnakan 2 raka’at tersebut maka ia hendaknya membaca tahiyyat awal pada raka’at pertama ( dari raka’at yang tertinggal ) dan harus membaca tahiyytat akhir pada raka’at terakhir.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2016/10/makmum-masbuq.html
0 komentar

Selendang Dari Yogyakarta

بسم الله الرّحمن الرّحيم


Sejarah sebuah selendang waliyah (wali Allah perempuan) dari kota Yogyakarta yang tidak mau disebutka namanya, beliau adalah seorang abid (ahli ibadah), selendang ini ditulis tangan menggunakan centing atau alat tradisional yang dipakai untuk membuat sebuah motif batik, beliau menuliskan sebuah karya kedalam selendangnya menggunakan bahasa sufi atau sebuah isyarah yang sulit dicerna maknannya oleh orang awam, dan mungkin hanya dia saja yang mengerti akan arti apa yang dia tulis dalam selendang ini.

Penulisannya juga tidak bisa sembarangan, yaitu berdasarkan petunjuk dengan melalui puasa, dan beliau menyelesaikannya dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun, selendang ini dijelaskan oleh Guru kami bahwa dulunya selendang ini juga digunakan sebagai alat berlindung dari pasukan belanda yang sedang menduduki Indonesia sebagai alat penjagaan diri

Selendang ini diperkirakan berumur 200 tahunan dan diturunkan kepada cucu - cucunya, sampai cucu yang terakhir bermimpi untuk menyerahkan selendang ini kepada guru kami Hadratus Asy-Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2014/10/selendang-dari-yogyakarta.html
Senin, 07 Oktober 2019 0 komentar

Do'a Petunjuk

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Doa Petunjuk
اللّٰهُمَّ يَاهَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ وَرَاحِمَ الْمُذْنِبِيْنَ وَمُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْعَاثِرِيْنَ اِرْحَمْ عَبْدَكَ ذَالْخَطَرِ الْعَظِيْمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ كُلَّهُمْ اَجْمَعِيْنَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْخِيَارِ الْمَرْزُوْقِيْنَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

Allahumma Yaa Haadil Mudhillina Wa Raahimal Mudznibina Wa Muqila 'Atsaraatil 'Aatsirina Irham 'Abdaka Dzal Khataril 'Athim Wal Muslimina Kulluhum Ajma'ina Waj'alnaa Minal Khiyaaril Marzuqinal Ladzina An'amta Alaihim Minan Nabiyyina Wassiddiqina Wassyuhada'i Wasshalihina. Aamin Yaa Rabbal 'Alamin
Ya Allah pemberi petunjuk kepada orang-orang yang menyesatkan dan pengasih orang-orang berdosa serta pemaaf kesalahan orang-orang yang bersalah, kasihanilah hambaMu dalam menghadapi bahaya besar dan kaum muslimin semuanya dan jadikanlah kami termasuk orang-orang baik yang mendapat rezeki dan Engkau beri kenikmatan kepada mereka yaitu para Nabi, Shiddiq, Syuhada dan orang-orang shaleh. Amin, Wahai Tuhan Alam Semesta.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/10/doa-petunjuk_28.html
 
;