Jumat, 06 September 2019 0 komentar

6 Muharram 1441 H (6 September 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Orang yang takut mati itu disebabkan kecintaannya kepada dunia, dan seburuk-buruk umat Nabi Muhammad adalah mereka yang cinta dunia. (13:45 WIB)
  2. Apabila manusia ingin selamat di dunia ini ingatlah 3 perkara: Sebarkanlah ilmu yang bermanfaat, jadilah anak yang sholeh, amal jariyah. (13:48 WIB)
  3. Manusia itu kebanyakan mementingkan dirinya sendiri, sehingga ilmu tidak memiliki, dan mustahil orang berilmu menjadi anak yang sholeh apalagi mempunyai amal jariyah. (13:52 WIB)
  4. Barangsiapa tidak tergantung mahluknya niscaya seorang manusia itu akan tegas terhadap hukum Allah. (13:55 WIB)
  5. Janganlah kamu percaya dengan orang yang pandai di mulut tetapi bodoh dihatinya. (13:57 WIB)
  6. Langkahmu adalah kepastian, ucapanmu adalah keputusanmu, pandanganmu adalah perhatian terhadap kebesaran Tuhan, pendengaranmu adalah suara Tuhanmu, keyakinanmu adalah modalmu, pengetahuanmu adalah petunjuk Tuhanmu. (14:09 WIB)
  7. Tidak disebut orang yang yakin apabila tidak bersama Allah. (14:12 WIB)
  8. Sesungguhnya akalmu itu tempat tafakkur, dan hikmah itu berasal dari Tuhanmu, mustahil manusia dapat memiliki ilmu hikmah tanpa mengenal Allah. (14:13 WIB)
  9. Sesuatu yang ingin menguasai sesuatu pasti ada sesuatu, dan sesuatu itu adalah ilmu. (14:14 WIB)
  10. Banyak manusia beramal tanpa ilmu, sehingga tidak memiliki keyakinan, niscaya dia akan terombang ambing dalam kebingungan. (14:15 WIB)
  11. Bentuk amal ibadah yang tidak teliti terhadap kebencian Allah yang ada dihatimu, dan kamu tidak menyadarinya dan tidak mampu meninggalkannya niscaya ibadahmu akan tertolak. (14:18 WIB)
  12. Tidak disebut orang yang yakin yang tidak mengenal sifat-sifat Allah. (14:21 WIB)
  13. Bentuk Allah memperkenalkan Dirinya kepada seorang hamba adalah dengan memperkenalkan sifat-sifatnya seperti halnya apa yang dulu dilakukan terhadap Nabi Adam melalui Malaikat Jibril. (14:22 WIB)
  14. Banyaknya masalah yang belum kamu selesaikan menjadi sebab tertundanya pengabulan doamu. (14:24 WIB)
  15. Sesungguhnya derajat yang didapatkan oleh seseorang itu tergantung dari seberapa besar pengetahuan yang dimilikinya. (14:27 WIB)
  16. Pasrah itu sesungguhnya penuh dengan ikhtiyar, dan ikhtiyar itu adalah sebuah kesungguhan. (14:29 WIB)
  17. Siapapun yang meninggalkan pengetahuan niscaya dia telah ditinggalkan kehidupannya, tunggulah sholat jenazah untuk dirimu saja. (14:33 WIB)
  18. Orang yang putus hubungan dengan Allah disebabkan dua hal, dan orang yang menyambung hubungan dengan 4 hal, dua hal yang membuat orang putus dengan Allah adalah: "melangkah terhadap sesuatu yang disunnahkan tetapi meninggalkan yang wajib, dan beramal dengan ibadah lahir tetapi tidak dengan kejujuran hati", sedang 4 hal yang menyambung hubungan dengan Allah yaitu "selalu berada di pintu kesenangan dalam beribadah, bekerja keras dalam memberikan pelayanan terhadap manusia, sabar terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan , menjaga kehormatan". (14:35 WIB)
  19. Barangsiapa beribadah dengan mengandalkan lahiriyahnya niscaya dia akan tersambung bukan kepada Allah, melainkan hanya keletihan dirinya saja dikarenakan ibadahnya adalah bentuk pemaksaan terhadap Tuhannya bukan kehendakNya. (14:37 WIB)
  20. Orang yang berharta tanpa ilmu itu akan sibuk dengan hartanya dan hartanya akan menyibukkan yang mempunyai harta, maka berilmulah sebelum memiliki harta, sehingga orang yang berilmu itu ilmunya lah yang akan mengurusi dan menjaga hartanya. (14:45 WIB)
  21. Miskin dalam keilmuan lebih utama daripada kaya tetapi minim ilmu, karena miskin itu dia dijaga dengan ilmunya, sedangkan yang kaya tadi dia sudah tenggelam dalam hartanya penuh dengan kebingungan. (14:47 WIB)
  22. Barangsiapa yang tidak letih didunia ini maka dia akan letih di akhirat. (15:04 WIB)
  23. Hakikat cantik itu adalah hati yang sholeha, yaitu mereka yang senantiasa bernaung kepada Allah. (15:07 WIB)
  24. Surga itu ditempuh tidak untuk para pemalas, dan mereka yang bersantai-santai, harus diraih dengan hujan air mata, capek, letih dan lesu penuh dengan pengorbanan. (15:09 WIB)
  25. Sesungguhnya kematian itu tidak bisa diundur, dan hidup itu seperti bongkahan es yang setiap harinya mencair, maka saat itu bekal apakah yang akan kamu bawa. (15:11 WIB)
  26. Isilah didalam kelopak matamu dengan kematian niscaya kamu akan diberikan kehidupan, dan barangsiapa yang berpikir tentang kehidupan niscaya akan dimatikan kehidupannya. (15:16 WIB)
  27. Perkuatlah ketakwaan dan keyakinanmu dengan memiliki ilmu sebelum kamu memiliki harta yang banyak. (15:17 WIB)
  28. Celakalah orang yang pandai dengan urusan dunianya tetapi bodoh urusan akhiratnya. (15:17 WIB)
  29. Tidak disebut orang yang cinta kepada Nabi Muhammad yang tidak melarat, dan janganlah kamu enak-enak menjadi orang yang kaya niscaya kamu akan ditunggu hisab yang berat. (15:19 WIB)
  30. Setiap orang yang tidak bisa memandang Allah disetiap pandangannya maka dia termasuk orang yang maksiat. (15:26 WIB)
  31. Barangsiapa yang menginginkan kekaguman dari mahluk maka dia termasuk orang yang terhina. (15:28 WIB)
  32. Janganlah kamu berbicara tanpa ada sanad, dan berpegang teguhlah dengan Al-Qur'an dan Hadits. (15:34 WIB)
  33. Rendah hati memiliki aneka bentuk, bentuk yang pertama adalah yang paling mulia dan baik, yaitu merasa tidak memiliki apapun atas orang lain, rendah hati yang kedua adalah merasa rendah didalam hati yang di iringi dengan rasa cinta kepada orang yang dikenal, tidak merendahkan orang yang berbeda pendapat dan melecehkan orang yang dihadapannya, rendah hati yang ketiga adalah sujud kepada Allah. (16:07 WIB)
  34. Perbaikilah akhlaqmu dengan Allah niscaya akhlaqmu terhadap manusia akan diperbaiki. (16:09 WIB)
  35. Malulah kepada Allah niscaya kamu akan malu terhadap sesuatu apapun yang ada dihadapanmu. (16:09 WIB)
  36. Siapakah orang yang tinggi hati? yaitu orang yang merasa amalnya diterima oleh Allah. (16:10 WIB)
  37. Barangsiapa yang meminta maaf kepada manusia tetapi tidak dimaafkan maka Allah yang akan memaafkan, dan bagi yang tidak memaafkan maka kelak dia juga akan tidak dimaafkan oleh Allah. (16:14 WIB)
  38. Sesungguhnya doa itu harus mengerti apa yang dimaksud, maka tidak akan terkabul doa yang kita baca tetapi tidak mengerti akan kandungan dan maksud doa tersebut. (16;18 WIB)
  39. Berwasilah lah dengan nama Allah (Asmaul Husna) didalam setiap doamu. (16:21 WIB)
  40. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan keridhaan Allah itu termasuk juga istighfar kepada Tuhannya. (16:27 WIB)
  41. Sesungguhnya hal yang paling berat didunia itu adalah Sholat, tetapi diatasnya lagi yang lebih berat adalah sedekah, karena sholat yang gratis saja manusia susah, apalagi sedekah mengeluarkan sesuatu yang dimilikinya. (16:30 WIB)
  42. Sesungguhnya seorang istri itu adalah tanggungan Allah, sedangka orang lelaki itu tanggungan dirinya sendiri. (16:35 WIB)
Senin, 02 September 2019 0 komentar

Pengajian Ke Lima Puluh Satu: Menerangkan Neraka (Jilid 3)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


وَسِيْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا اِلٰى جَهَنَّمَ زُمَرًا حَتَّى اِذَاجَاؤُهَا فُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هٰذَا. قَالُوْا بَلٰى وَلٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِيْنَ. قِيْلَ ادْخُلُوْا اَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِيْنَ فِيْهَا فِبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ.

(Surat AZ-Zumar Ayat 71-72)

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIMI
WA SIIQAL LADZIINA KAFARUU ILAA JAHANNAMA ZUMARAN HATTAA IDZAA JAA-UUHAA FUTIHAT ABWAABUHA WA QAALA LAHUM KHAZANATUHAA ALAM YATIKUM RUSULUN MINKUM YATLUUNA 'ALAIKUM AAYATI RABBIKUM WA YUNDZI RUUNAKUM LIQAA-A YAUMIKUM HAADZA, QAALUU BALAA WA LAAKIN HAQQAT KALIMATUL 'ADZAABI 'ALAL KAAFIRIINA. QILAD KHULUU ABWAABA JAHANNAMA KHAALIDII NA FIIHAA, FA BI-SA MATSWAL MUTAKABBIRIINA.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Orang-orang yang kafir dihalau kedalam neraka jahannam dengan berbondong-bondong; sehingga bilamana mereka sudah sampai keneraka itu dibukalah pintu-pintunya dan berkatalah para penjaganya kepada mereka: "Belumkah datang kepadamu para utusan Allah dari antaramu yang mereka itu membacakan ayat-ayat Tuhanmu serta mempertakuti kamu sekalian akan pertemuan harimu ini?"
Mereka menjawab: "Ya (Sudah); tetapi memang sudah menjadi ketetapan bahwa kalimat siksa itu bagi orang-orang yang kafir".
Dikatakan (kepada mereka): "Masuklah kamu sekalian (lewat) pintu-pintu neraka Jahannam serta kamu sekalian kekal didalamnya. Maka sungguh (itulah) sejahat-jahat tempat bagi orang-orang yang sombong."



Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ta'alaa 'alaihi wa sallama:
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ تَعْظِيْمًا جَعَلَ اللّٰهُ تَعَالٰى مِنْ تِلْكَ الْكَلِمَةِ مَلَكًا لَهُ جَنَاحَانِ، جَنَاحٌ بِالْمَشْرِقِ وَجَنَاحٌ بِالْمَغْرِبِ وَرِجْلَاهُ تَحْتَ الْأَرْضِ وَعُنُقُهُ مُلْتَوِيَةٌ تَحْتَ الْعَرْشِ. يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعَالٰى لَهُ: صَلِّ عَلٰى عَبْدِىْ كَمَا صَلَّى عَلَى نَبِيِّ فَيُصَلِّ عَلَيْهِ اِلٰى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.


MAN SHALLA 'ALAYYA TA'DZIIMAN, JA'ALALLAAHU TA'AALAA MIN TILKAL KALIMATI MALAKAN LAHU JANAAHAANI, JANAAHUN BIL MASYRIQI WA JANAAHUN BIL MAGHRIBI, WA RIJLAAHU TAHTAL ARDHI WA 'UNUQUHU MULTAWIYATUN TAHTAL 'ARSYI; YAQUULULLAHU TA'AALAA LAHU: SHALLI 'ALAA 'ABDII KAMAA SHALLAA 'ALAA NABIYYII, FA YUSHALLI 'ALAIHI ILAA YAUMIL QIYAAMATI.
Barangsiapa membaca shalawat untukku karena mengagungkanku, maka Allah ta'aalaa menciptakan dari kalimat itu satu Malaikat yang mempunyai dua sayap, yang satu sayap ditimur dan yang satu sayap dibarat, sedang dua kakinya dibawah bumi dan lehernya memanjang sampai Arsy. Allah ta'aalaa berfirman kepadanya: "Bacalah shalawat untuk hambaKu seperti dia telah membaca shalawat untuk nabiKu!".
Maka Malaikat itupun membaca shalawat untuknya sampai hari kiamat.

Telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya para musuh Allah ta'aalaa itu dihalau keneraka, sedang wajah-wajahnya menjadi hitam, matanya membiru dan mulut-mulutnya menjadi tertutup. Maka apabila mereka sudah sampai dipintu-pintu neraka itu, mereka disambut oleh Malaikat Zabaniyah dengan membawakan beberapa rantai dan belenggu, lalu diletakkan dimulut mereka dan keluar dari duburnya serta terbelenggu tangan mereka yang kanan sampai kelehernya dan masuklah tangan mereka yang kiri kedalam dadanya, kemudian dicabut dari pundaknya serta diikat dengan beberapa rantai.

Tiap-tiap orang kafir ditemani oleh kawannya ialah setan didalam rantai, dan ditarik wajahnya kemudian dipukulkan oleh para malaikat pada tempat siksa dari besi.

Tiap-tiap mereka mau keluar dari siksa itu, maka dikembalikan kepadanya. Sebagaimana firman Allah ta'aalaa:
كُلَّمَا اَرَادُوْااَنْ يَخْرُجُوْا مِنْهَا اُعِيْدُوْافِيْهَا وَقِيْلَ لَهُمْ ذُوْقُوْا عَذَابَ النَّارِ الَّذِىْ كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُوْنَ

KULLAMAA ARAADUU AN YAKHRUJUU MINHAA U'IIDUU FIIHAA WA QIILA LAHUM DZUUQUU 'ADZAABAN NAARI ALLADZII KUNTUM BIHI TUKADZDZIBUUNA.
Tiap-tiap mereka mau keluar dari siksa (neraka), maka mereka dikembalikan kedalamnya. Dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang kamu sekalian mendustakannya".
(Daqaa-iqul Akhbaari).

Diceritakan bahwa Aba Yasid tidak pernah air matanya terputus dan selalu menangis, maka dia ditanya dari yang demikian itu. 
Maka dia menjawab: "Sungguh Allah ta'aalaa kalau seandainya mengancam saya, bila saya berdosa saya dipenjara dikamar mandi selama-lamanya tentu seharusnya air mata saya tidak akan terputus. Maka bagaimana kalau sesungguhnya Dia telah mengancam akan memenjarakan saya dineraka yang telah dinyalakan apinya selama tiga ribu tahun.
(Misykaatun)

Dalam sebuah hadits bahwa beliau Nabi Shallallahu ta'aalaa 'alaihi wassalama bersabda:
اَتَانِىْ جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَقُلْتُ: يَاجِبْرَائِيْلُ صِفْ لِىْ جَهَنَّمَ، قَالَ: اِنَّاللّٰهَ خَلَقَ النَّارَ فَاَوْقَدَ هَا اَلْفَ عَامٍ حَتَّى اِحْمَرَّتْ ثُمَّ اَوْقَدَ هَا اَلْفَ عَامٍ حَتَّ ابْيَضَّتْ، ثُمَّ اَوْقَدَ هَا اَلْفَ عَامٍ حَتَّ اسْوَدَّتْ فَهِيَ سَوْدَاءُ كَاللَّيْلِ الْمُظْلِمِ لَايَسْكُنُ لَهَبُهَا وَلَايَطْفَأُ جَمْرُهَا
ATAANII JIBRAA-ILU 'ALAIHIS SALAM, FAQULTU: "YAA JIBRAA-IL SHIFLII JAHANNAMA. QAALA: "INNALLAAHA KHALAQAN NAARA FA AUQADAHAA ALFA 'AAMIN HATTAA IHMARRAT, TSUMMA AUQADAHAA ALFA 'AAMIN HATTAA IBYADHDHAT, TSUMMA AUQADAHAA ALFA 'AAMIN HATTA ISWADDAT, FIHIYA SAUDAA-U KAL LAILIL MUDZDLIMI LA YASKUNU LAHABUHAA WA LAA YATHFAU JAMRUHAA.
Malaikat Jibril telah datang kepadaku maka aku berkata kepadanya: "Wahai Jibril, berikanlah kepada saya sifat-sifat neraka Jahannam!".
Maka dia berkata: "Sungguh Allah ta'aalaa telah menciptakan neraka dan menyalakannya dengan api selama seribu tahun sehingga menjadi berwarna merah, kemudian menyalakannya lagi seribu tahun sehingga menjadi berwarna putih, lalu menyalakan pula selama seribu tahun sehingga berwarna hitam seperti malam yang gelap, nyalanya tidak pernah berhenti dan baranya tidak pernah padam".

Telah diriwayatkan bahwa Allah ta'aalaa mengutus Malaikat Jibril kepada Malaikat Malik agar supaya mengambil sebagian dari api neraka dan supaya datang kepada Nabi Adam 'alaihish shalaatu wassalam sehingga dia bisa memasak makanan.

Kata Malaikat Malik: "Hai Jibril, seberapa api yang engkau kehendaki?".

Kata Jibril: "Saya menghendaki sebesar kurma dari api neraka".

Kata Malaikat Malik: "Kalau saya berikan kepadamu sebesar kurma, niscaya akan menjadi luluhlah langit yang sebanyak tujuh dan semua bumi, dari sebab panasnya api yang sebesar itu".

Kata Jibril alaihis salam: "Berikanlah kepada saya separuhnya saja!".

Kata Malaikat Malik: "Kalau saya berikan seperti yang engkau kehendaki itu, maka tida setetes airpun terdapat dilangit dan tidak akan tumbuh pula tumbuh-tumbuhan dibumi".

Kemudian Malaikat Jibril 'alaihish shalaatu wassalam berseru: "Tuhanku, seberapakah saya harus mengambil api?.

Firman Allah ta'aala: "Ambillah dari padanya sebesar Atom!".

Maka Malaikat Jibril 'alaihish salam mengambil sebesar atom serta mencucinya tujuh puluh kali di tujuh puluh sungai, kemudian datang kepada Nabi Adam 'alaihish shalaatu wassalam dan meletakkannya diatas gunung yang tinggi. Maka gunung itu mencair dan kembalilah api itu ketempatnya dan tinggal asapnya melekat pada batu-batu dan pada besi sampai pada hari kita ini.

Maka api yang sekarang ini adalah dari asapnya api yang sebesar atom itu tadi. Oleh karena itu, berkesimpulanlah kamu sekalian hai orang-orang yang berakal!.

Kata Muhammad bin Ka'ab: "Sungguh penghuni neraka itu mempunyai lima permohonan / pengaduan dan empat yang dikabulkan / dijawab oleh Allah ta'aalaa. Maka kalau sudah yang kelima Dia tidak akan bicara kepada mereka selamanya.

Mereka berkata / berdo'a: "Tuhan kami, sungguh Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kamu dua kali; maka kami telah mengakui dosa-dosa kami, maka apakah bagi kami jalan keluar?".

Allah berfirman sebagai jawaban bagi mereka: "Yang demikian itu, karena sesungguhnya tatkala asma Allah diseru sendirian, kamu sekalian telah kufur dan apabila Dia disekutukan, maka kamu sekalian percaya. Maka hukumnya / keputusannya adalah bagi Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Kemudian mereka berkata / berdo'a: "Tuhan kami, kami telah melihat dan telah mendengar, maka kembalikanlah kami, kami akan mengerjakan perbuatan yang shaleh, sungguh kami sekalian menjadi orang-orang yang yaqin".

Maka Allah ta'aalaa memberikan jawaban kepada mereka: "Tidakklah kamu sekalian sebelumnya sudah bersumpah bahwa kamu sekalian tidak akan lenyap?! / tidak akan mati?".

Kemudian mereka berkata: "Tuhan kami, keluarkanlah kami, maka kami akan berbuat shalih, tidak sebagaimana yang telah kami kerjakan".

Maka Allah ta'aalaa menjawab: "Tidakkah kamu sekalian telah kami beri umur panjang, sehingga pelajaran dari orang yang mau menerima pelajaran dan telah datang pula kepadamu seorang utusan yang memberi kabar takut padamu?. Maka rasakanlah olehmu sekalian, dan tidak ada lagi penolong dari orang-orang yang berlaku aniaya".

Kemudian mereka berkata / berdo'a: "Tuhan kami, kami telah dikalahkan oleh kesengsaraan kami dan adalah kami menjadi orang-orang yang sesat. Tuhan kami, keluarkanlah kami dari padanya(neraka); dan apabila kami kembali (berbuat dosa) niscaya kami menjadi orang-orang yang sangat aniaya".

Maka Allah menjawab mereka: "Jadilah kamu sekalian orang-orang yang hina didalam neraka dan jangan lagi kamu berbicara dengan Aku."

Sesudah itu maka mereka tidak berbicara lagi dan itu adalah siksa yang paling dahsyat "Mereka didalamnya tidak merasakan sejuk dan tidak minum kecuali air yang panas dan nanah yang mengalir(juga panas)".

Sabda Nabi 'Alaihish Sholatu Wassalam:
"Kalau seandainya satu timba saja dari nanah yang panas itu dituangkan kedunia, niscaya terbakarlah semua penduduk dunia".

Firman Allah ta'aalaa: "Tiap-tiap kulit mereka itu masak/rusak maka kami ganti kulit yang lainnya, agar supaya mereka selalu merasakan siksa".

Sabda Nabi Alaihish Sholatu Wassalam 

تَأْكُلُهُمُ النَّارُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَرَّةٍ وَكُلَّمَا اَكَلَتْهُمْ قِيْلَ لَهُمْ عُوْدُوْا فَيَعُوْدُوْنَ كَمَا كَنُوْا وَلَايَمُوْتُوْنَ فَيْهَا كَمَا قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى: وَيَأْتِيْهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَاهُوَ بِمَيِّتٍ

TA-KULUHUMUN NAARU KULLA YAUMIN SAB'IINA ALFA MARRATIN, WA KULLAMAA AKALATHUM QIILA LAHUM 'UUDU FAYA 'UUDUUNA KAMAA KAANUU WA LAA YAMUUTUUNA FIIHA, KAMAA QAALALLAAHU TA'AALAA: "WA YA-TIIHIL MAUTU MIN KULLI MAKAANIN WA MAA HUWA BIMAYYITIN.
Mereka itu dimakan oleh api tiap-tiap hari tujuh puluh ribu kali, dan tiap-tiap mereka dimakan api itu dikatakan pada mereka: "Kembalilah kamu sekalian", maka merekapun kembali seperti semula dan mereka tidak mati-mati didalamnya. Sebagaimana difirmankan oleh Allah ta'aalaa: " Dan datang kepadanya mati dari segala tempat, sedang dia itu tidak mati". 
(Misykaatul Anwaari).


Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ta'aalaa 'anhu, dia berkata: "Neraka Jahannam itu besok hari kiamat didatangkan dari bawah bumi yang ketujuh, dan disekitarnya terdapat tujuh puluh ribu Malaikat. Dan tiap-tiap baris lebih banyak lebih banyak dari pada jumlah dua jenis (manusia dan jin) yang menarik Jahannam itu dengan tali-talinya.

Jahannam juga mempunyai empat tiang, antara tiap-tiap dua tiang jauh perjalanan beribu-ribu tahun.
Jahannam mempunyai tiga puluh ribu kepala, tiap-tiap kepala terdapat tiga puluh ribu mulut: pada tiap-tiap mulut terdapat tiga puluh ribu geraham yang masing-masing geraham seperti gunung Uhud tiga puluh ribu kali; pada tiap -tiap mulut juga terdapat dua bibir dan tiap-tiap bibir seperti permukaan dunia/ bumi, dan tiap-tiap bibir terdapat rantai dari besi dan pada tiap-tiap rantai itu terdapat tujuh puluh ribu kolongan, sedang tiap-tiap kolongan dipegangi oleh berbilang Malaikat, maka kemudian Jahannam itu dibawa ke sebelah kir Arsy.
(Daqaa-iqul Akhbaari)

Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa apabila telah datang hari kiamat maka orang-orang kafir berkata:
رَبَّنَا اَرِنَا اللَّذَيْنِ اَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ نَجْعَلْهُمَا تَحْتَ اَقْدَامِنَا لِيَكُوْنَا مِنَ الْاَسْفَلِيْنَ
RABBANA ARINAL LADZAINI ADHALLAANAA MINAL JINNI WAL INSI NAJ'ALHUMAA TAHTA AQDAAMINAA LIYAKUUNAA MINAL ASFALIINA.
Tuhan kami, tunjukkanlah kepada kami dua golongan dari jin dan manusia yang telah menyesatkan kami; akan kami letakkan / injak-injak di bawah kaki kami agar supaya mereka itu menjadi orang-orang yang paling bawah.

Kata Imam Muqatil: Dipasangkan / letakkan untuk iblis sebuah mimbar didalam neraka, maka diapun naik dan berkumpullah disekelilingnya orang-orang kafir dan orang-orang yang mengikuti jejaknya. Mereka berkata: "Hai iblis terkutuk, engkau telah menyesatkan kami sekalian dari jalan yang benar".

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِىَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَالْحَقِّ وَوَعَدْ تُكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ اِلَّا اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِىْ فَالَا تَلُوْمُوْنِىْ وَلُوْمُوْا اَنْفُسَكُمْ

WA QAALASY SYAITHAANU LAMMA QUDHIYAL AMRU INNALLAAHA WA'ADAKUM WA'DAL HAQQI WA WA'ADTUKUM FA AKHLAFTUKUM WA MAA KAANA LIA'ALAIKUM MIN SULTHAANIN ILLAA AN DA'AUTUKUM FASTAJABTUM LII FALAA TAUUMUUNII WALUULUU ANFUSAKUM
Dan kata setan, setelah hukum telah dijatuhkan:
"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kamu sekalian dengan janji yang benar dan akupun telah menjanjikan kepada kamu pula, tapi aku telah mengungkiri janjiku kepadamu. Maka tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kamu sekalian, kecuali aku hanya menyeru kepada kamu saja, lalu kamu terima. Maka janganlah kamu sekalian mengumpat aku, akan tetapi umpatlah diri kamu sendiri!"
(Qs. Ibrahim:22)

Sesungguhnya aku tidak datang kepadamu dengan membawa dalil dan kamu sekalianpun tidak melihat aku. Oleh sebab itu janganlah kamu sekalian mengumpat aku, akan tetapi umpatlah diri kamu sendiri.
(Durratul Waa'izdiina)

Diterangkan bahwa para ahli neraka itu bersedih hati selama seribu tahun; kemudian mereka berkata: "Sungguh kalau kami sekalian didunia dahulu bersabar, tentu kami mempunyai kelapangan / kegembiraan". Maka mereka bersabar selama seribu tahun dan siksa mereka tidak diringankan. Lalu mereka berkata:

سَوَاءٌ عَلَيْنَا اَجَزِعْنَا اَمْ صَبَرْنَا مَالَنَا مِنْ مَحِيْصٍ
SAWAA-UN 'ALAINA AJAZI'NAA AM SHABRANAA MAA LANAA MIN MAHIISHIN.
Sama saja bagi kita sekalian, apakah kita berduka cita atau bersabar, maka tidak ada bagi kita tempat melarikan diri.

Maka mereka menyeru Malaikat Malik dan merengek-rengek serta berteriak: "Wahai Malaikat Malik, sungguh telah benar ancaman kepada kami dan sungguh telah berat kami tanggung siksanya bahkan telah kami rasakan kulit-kulit kami masak agaknya. Maka seandainya engkau mengeluarkan kami dari neraka ini, sungguh kami tidak akan mau kembali".
Kata Malik dan para penjaga neraka kepada mereka:
اَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيْكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ؟ قَالُوْابَلٰى
AWALAM TAKU TA-TIIKUM RUSULUKUM  BIL BAYYINAATI? QAALUU BALAA
Apakah belum datang kepadamu sekalian para utusan dari kamu dengan membawakan beberapa keterangan? Mereka berkata: "Ya"

Kemudian dikatakan kepada mereka:
فَادْعُوْا وَمَادُعَاءُ الْكَافِرِيْنَ اِلَّا فِى ضَلٰلٍ
FAD'UU WA MAA DU'AA-UL KAAFIRIINA ILLAA FII DHALAALIN
Maka berserulah kamu sekalian; dan tidaklah seruan orang-orang kafir itu kecuali jalan yang sesat.

Mereka berkata:
رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَ تُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّيْنَ، رَبَنَا اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظَالِمُوْنَ.
RABBANAA GHALABAT 'ALAINAA SYIQWATUNAA WAKUNNAA QAUMAN DHALLIINA. RABBANAA AKHRIJNAA MINHAA FA IN 'UDNAA FA INNAA DZAALIMUUNA
Tuhan kami, kami telah dikalahkan oleh kesengsaraan kami dan adalah kami menjadi orang-orang yang sesat, Tuhan kami, keluarkanlah kami dari padanya (neraka); dan apabila kami kembali (kepada perbuatan dosa) niscaya kami menjadi orang-orang yang sangat aniaya.

Dan tidaklah mereka itu dijawab kira-kira selama mereka tinggal didunia dua kali. Kemudian dikatakan dengan firmannya:
قَالَ اخْسَؤُاْفِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ
QAALA IKHSA-UU FIIHA WA LAA TUKALLIMUUNI
Firman Allah, jadilah kamu sekalian orang-orang yang hina didalamnya dan jangan berbicara dengan Aku.
Tatkala mereka itu sudah berputus asa dari harapan keluar dari padanya (neraka), maka mereka minta hujan / minum kepada Allah ta'aalaa selama seribu tahun seraya berkata: "Tuhan kami, kirimkanlah kepada kami air hujan / minum!"
Maka tampaklah bagi mereka itu awan berwarna merah, sehingga mereka itu mengira bahwa mereka itu akan dihujani / diberi minum.
Maka turunlah kepada mereka itu hujan berupa kalajengking yang sebesar keledai. Apabila kalajengking itu menyengat mereka, maka sakitnya tidak hilang-hilang selama seribu tahun.

Kemudian mereka itu meminta kepada Allah ta'aalaa selama seribu tahun agar supaya Dia Allah ta'aalaa memberi hujan kepada mereka. Maka tampaklah bagi mereka itu awan berwarna hitam.
Mereka berkata: "Ini adalah awan tanda air hujan".
Ternyata yang turun kepada mereka itu adalah ular yang banyak sekali seperti leher / sebesar batang kayu jati, dan setiap orang yang digigitnya, maka sakitnya tidak akan lenyap selama seribu tahun.
Ini adalah arti maksud firman Allah ta'aalaa:
زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَبِ بِمَا كَانُوْاْيُفْسِدُوْنَ.
ZIDNAAHUM ADZAABAN FAUQAL 'ADZAABI BIMAA KAANUU YUFSIDUUNA.
Kami tambahkan kepada mereka siksaan diatas siksaannya sebab mereka berbuat bencana.
(Misykaatul Anwaari).

Diceritakan dari seorang ahli ilmu, bahwa dia berkata: "Tingkat Jahannam itu ada tujuh:

  1. Sa'iir; firman Allah ta'aalaa:
    فَسُحْقًا لِاَصْحَابِ السَّعِيْرِ
    FASUHQAN LIASHHAABIS SA'IIRI
    "Maka jauhlah penghuni neraka Sa'iir (dari rahmat Allah)"
    Yang masuk neraka sa'iir itu ialah orang-orang yang berdusta. Kita mohon perlindungan kepada Allah dari neraka Sa'iir itu, dan dari keseluruhannya.
  2. Lazdaa; untuk orang-orang yang meninggalkan / tidak memberikan zakat.Firman Allah ta'aalaa:
    كَلَّا اِنَّهَا لَظٰى نَزَّاعَةً لِلشَّوٰى.
    KALLAA INNAHAA LAZDAA, NAZZAA'ATAN LISY SYAWAA
    "Tidak sekali-kali tidak (demikian itu), sesungguhnya ia adalah neraka Lazdaa yang menyiset / membeset kulit kepala".
  3. Saqar; firman Allah ta'aalaa:
    يَتَسَآءَلُوْنَ عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ مَاسَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَ
    YATASAA-ALUUNA 'ANIL MUJRIMIINA MAA SALAKAKUM FII SAQARA? QAALU: "LAM NAKU MINAL MUSHALLIINA WA LAM NAKU NUTHIMUL MISKIINA".
    Mereka bertanya-tanya dari hal orang-orang yang berdosa: "Apakah yang menyebabkan kamu sekalian masuk neraka Saqar?" Mereka menjawab: "Kami semua tidak mengerjakan shalat dan tidak pula mau memberikan makan kepada orang miskin".
    Dan perkara yang paling utama dalam (Syariat) ialah shalat.
  4. Jahiim; firman Allah ta'aalaa: 
    فَاَمَّا مَنْ طَغٰى وَاٰثَرَالْحَيَاةَ الدُّنْيَا فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰى
    FA AMMAA MAN THAGHAA WA AATSARAL HAYAATAD DUN-YAA FA INNAL JAHIIMA HIYAL MA-WAA
    "Maka adapun orang yang durhaka dan mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka Jahiim adalah tempatnya"
    Neraka Jahiim itu diciptakan untuk orang yang mengikuti hawa nafsu.
  5. Jahannam, firman Allah ta'aalaa:
    وَاِنَّ جَحَنَّمَ لَمَوْ عِدُ هُمْ اَجْمَعِيْنَ
    WA INNA JAHANNAMA LAMAU 'IDUHUM AJMA'IINA
    Dan sesungguhnya neraka Jahannam itu tempat ancaman siksa mereka semua.
  6. Haawiyah, firman Allah ta'aalaa:
    فَاُمُّهُ هَاوِيَةٌ وَمَآاَدْرٰاكَ مَاهِيَةْ نَارٌ حَامِيَةٌ
    FA UMMUHU HAAWIYAH, WA MAA ADRAAKA MAA HIYAH NAARUN HAAMIYAH
    "Maka tempat tinggalnya adalah dalam neraka Haawiyah. Tahukah engkau akan dia (Hawiyah) itu?" ialah api yang sangat panas.
  7. Huthamah, yang diciptakan untuk orang-orang mengadu domba, Firman Allah ta'aalaa:
    كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ
    KALLA LAYUNBADZANNA FIL HUTHAMATI
    "Tidak sekali-kali tidak, sungguh dia akan dicampakkan kedalam neraka Huthamah.
(A'rajiyyah)

Kata Abu Hurairah radhiyallahu'anhu
كُنَّامَعَ رَسُوْلِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ تَعَالٰى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْنَا صَوْتًا مَعَ الْهَيْبَةِ وَالشِّدَّةِ، فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ اَتَدْرُوْنَ مَاهٰاذَا؟ قُلْنَا: اللّٰهُ وَرَسُوْلُهُ اَعْلَمُ. قَالَ: هٰاذَا حَجَّرٌ اُرْسِلَ فِى جَهَنَّمَ مُنْدُ سَبْعِيْنَ عَامًا وَالْاَنَ اِنْتَهٰى اِلٰى قَعْرِهَا.
KUNNA MA'A RASUULILLAAHI SHALLALLAAHU TA'AALAA 'ALAIHI WASALLAMA, FA SAMI'NAA SHAUTAN MA'AL HAIBATI WASY SYIDDATI, FA QAALA 'ALAIHISH SHALAATU WASSALAM: "ATADRUUNA MAA HAADZA?" QULNAA "ALLAAHU WA RASUULAHU A'LAMU". "QAALA: "HAADZA HAJARUN URSILA FII JAHANNAMA MUNDZU SAB'IINA 'AAMAN WAL AANA INTAHAA ILAA QA'RIHAA".
Kami bersama Rasulullah shallallahu ta'aalaa 'alaihi wasallama, maka kami mendengar suara dengan hebat lagi dahsyatnya.
Beliau Nabi 'alaihish shalaatu wassalama bersabda: "Tahukah kamu sekalian suara apakah ini?"
Kami  menjawab: "Allah dan Rasulullah Maha mengetahui". 
Beliau bersabda: "Ini adalah suara batu yang di kirim / dilontarkan kedalam neraka Jahannam sejak tujuh puluh tahun dan sekarang baru sampai didasarnya".

Dari Abi Darda-i bahwa dia berkata: "Beliau Nabi 'alaihish shalaatu wasslaam bersabda:
يُلْقَى عَلٰى اَهْلِ النَّارِ الْجُوْعُ، فَيَعْدِلُ أَلَمُ الْجُوْعِ مَافِيْهَا مِنَ الْعَذَابِ فَيَسْتَغِيْثُوْنَ بِالطَّعَامِ فَيُطْعَمُوْنَ الزَّقُّوْمَ
YULQAA 'ALAA AHLIN NAARIL JUU'U FA YA'DILU ALAMUL JUU'I MAA FIIHA MINAL 'ADZAABI, FA YASTAGHIITSUUNA BITH THA'AAMI FA YUTH 'AMUUNAZ ZAQQUUMA.
Ditimpakan kepada para ahli neraka rasa lapar; maka rasa sakit lapar itu sebanding dengan segala siksa yang ada di neraka itu.
Kemudian mereka minta makan, maka mereka diberi makan kayu zaqum.

Sebagai mana firman Allah ta'aalaa:
اِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّوْمِ، طَعَامُ الْاَثِيْمِ كَالْمُهْلِ يَغْلِىْ فِى الْبُطُوْنِ كَغَلْىِ الْحَمِيْمِ
INNA SYAJARATAZ ZAQQUUMI, THA'AAMUL ATSIIMI KALMUHLI YAGHLII FIL BUTHUUNI, KAGHALYIL HAMIIMI
Sesungguhnya pohon Zaqum itu makanan orang yang berdosa, seperti kotoran (minyak, yang mendidih didalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas).

Dan demikianlah kata Ibnu Abas radhiyallahu'anhumaa.
Dalam sebuah hadits diterangkan:
يَدْفَعُ كُلُ وَاحِدٍ مِنَ الزَّبَانِيَةِ بِالدَّفْعَةِ الْوَاحِدَةِ اَرْبَعِيْنَ اَلْفًا مِنْ اَهْلِ النَّارِ اِلٰى جَهَنَّمَ
YADFA'U KULLU WAAHIDIN MINAZ ZABAANIYATI BIDDAF'ATIL WAAHIDATI ARBA'IINA ALFAN MIN AHLIN NAARI ILAA JAHANNAMA.
Tiap-tiap Malaikat dari Zabaniyah mendorong dengan sekali dorongan akan empat puluh ribu dari ahli neraka ke Jahannam.

Dan Malaikat Zabaniyah itu tidak diciptakan oleh Allah padanya sifat kasih dan sayang. Mudah-mudahan kita diselamatkan oleh Allah dari pada siksa  dari tangan-tangan mereka. Aamiin = mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan kita.

Ibnu Abbas radhiyallahu'anhumaa berkata dalam permasalahan berulang kalinya siksa orang-orang kafir dalam tafsir dari friman Allah ta'aalaa.
بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا
BADDALNAAHUM JULUUDAN GHAIRAHAA
Kami ganti kulit-kulit mereka itu dengan kulit-kulit lainnya.
Mereka itu diganti dengan kulit-kulit berwarna putih seperti kertas putih".

Ibnu Hatim dan lainnya berkata dari Ibnu Umar radhiyallahu ta'aalaa 'anhumaa: "Telah dibacakan disisi Umar radhiyallahu ta'aalaa 'anhuu:
كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًاغَيْرَهَا.
KULLAMAA NADHIJAT JULUUDUHUM BADDALNAAHUM JULUUDAN GHAIRAHAA.
Tiap-tiap kulit mereka itu masak / rusak maka kami ganti kulit-kulit mereka itu dengan kulit-kulit lainnya.

Maka kata Mu'adz ketika menafsirkannya: "Kulit-kulit mereka itu diganti dalam satu jam seratus kali."
Maka kata Umar radhiyallahu'anhu: "Demikianlah saya mendengar dari Rasulullah shallallahu ta'aalaa 'alaihi wasallama".
Ibnu Abi Syaibah dan lainnya telah meriwayatkan dari Hasan dia berkata: "Telah sampai kepada saya bahwasanya salah seorang dari mereka (Ahli neraka) dalam satu hari dibakar tujuh puluh kali; setiap kulitnya rusak dan dagingnya dimakan api, maka dikatakan kepada mereka: "Kembalilah kamu sekalian", dan kembalilah mereka itu.
(Demikian di Ad Duril Mantsur)

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa dia berkata: 'Rasulullah shallallahu ta'aalaa 'alaihi wasallama bersabda:
ضَرسُ الْكَافِرِ كَجَبَلِ اُحُدٍ وَغِلْظُ جِلْدِهِ مَسِيْرَةُ ثَلَاثةِ اَيَّامٍ
DHARSUL KAAFIRI KAJABALI UHUDIN WA GHILZDU JILDIHI MASIIRATU TSALAASTATI AYYAAMIN
Geraham orang kafir itu seperti gunung Uhud dan tebal kulitnya selebar perjalanan tiga hari.
(Demikian di Al Lubab)

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/09/menerangkan-neraka-durratun-nasihin.html

Jumat, 30 Agustus 2019 0 komentar

29 Dzulhijah 1440 H (30 Agustus 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Bebaskan hatimu seperti burung, niscaya Allah SWT akan berikan kamu petunjuk untuk terbang mengambil rezeki. (13:45 WIB)
  2. Berharap itu adalah bentuk memohon yaitu menunggu keputusan dari Allah, tetapi kebanyakan manusia memohon untuk memaksa keputusan tersebut. (13:51 WIB)
  3. Kebanyakan manusia itu selalu mengingat kebaikannya tetapi justru melupakan keburukannya, padahal dia tidak memiliki kebaikan, karena kebaikan itu sesungguhnya datang dari Allah. (13:53 WIB)
  4. Sesungguhnya Allah itu baik dan menyukai yang baik, maka pemberiannya juga baik, dan apabila ada keburukan itu bukan dari Allah melainkan dari dirimu sendiri. (13:54 WIB)
  5. Yang disebut khalifah itu adalah yang dipercaya oleh Allah, dan dia mendapatkan takdir azali dari Allah seperti halnya para Nabi dan Rasul. (14:04 WIB)
  6. Orang yang mengamalkan ayat kursi itu berbeda dengan orang yang mengamalkan ayat kursi, dan bagi yang mengamalkan mendapatkan 4 hal, yaitu dia bisa memperbaiki diri, memperbaiki keluarga, memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbaiki hubungan dengan manusia. (14:05 WIB)
  7. Tidak disebut orang yang berma'rifat yang tidak memiliki kebaikan di sisi Allah, di sisi manusia, di sisi keluarganya. (14:05 WIB)
  8. Khalifah itu mendapatkan kepercayaan dari Allah, dan dia termasuk orang yang mampu memegang amanat Allah. (14:08 WIB)
  9. Banyaknya engkau berjumpa dengan Wali Quthub, bersalaman dengannya, tetapi masih ada najis dihatimu tentu tidaklah berguna hal tersebut.  Maka bersungguh-sungguhlah menuju Tuhanmu niscaya kamu akan merasakan manisnya dalam ibadah kepada Allah. (14:41 WIB)
  10. Barangsiapa tidak mau menelan pahitnya dalam menuntut ilmu maka bersiaplah merasakan pahitnya kebodohan. (14:15 WIB)
  11. Sesungguhnya Allah menjadikan Nabi Adam syariatnya dari tanah bumi, tapi hakikatnya dari Nur Nabi Muhammad. (14:21 WIB)
  12. Orang yang membaca sebuah shalawat dan bisa merasakan apa yang dibacanya, maka dia termasuk orang yang dititipkan Nur Nabi Muhammad. (14:22 WIB)
  13. Sesungguhnya orang yang shalawat itu seperti apapun tergelincirnya pasti akan kembali kepada jalan yang benar. (14:23 WIB)
  14. Mereka yang lalai dalam sholatnya pasti akan menghimpun sebuah perbuatan yang riya', dan amalnya sia-sia dihamburkan seperti debu yang berterbangan. (14:29 WIB)
  15. Tanda-tanda seseorang yang dilupakan oleh Allah, maka dia banyak mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat. (14:30 WIB)
  16. Seseorang yang dapat pengawasan Allah maka dia tidak akan dikeluarkan dari lingkungan orang-orang yang taat. (14:31 WIB)
  17. Orang yang tidak mendapatkan pengawasan Allah maka dia pasti akan bergaul dengan orang-orang yang tidak taat, dan mengajak dalam kelalaian. (14:31 WIB)
  18. Orang yang selalu dalam kelalaian pasti matinya akan dalam kelalaian, karena semasa hidupnya melupakan Allah maka Allah pun juga akan melupakan dia. (14:32 WIB)
  19. Sesungguhnya kamu akan menyesal saat datang sakitmu dan kamu sadari masa sehatmu tidak beribadah kepada Allah, sedangkan dalam kesakitanmu tidak mampu lagi beribadah, maka dia adalah termasuk orang yang bangkrut di akhirat kelak. (14:33 WIB)
  20. Sembuhkanlah penyakit hatimu terlebih dahulu sebelum kamu menyembuhkan luarmu, karena sakitnya yang ada didalam pasti akan tampak kedalam permukaan. (14:34 WIB)
  21. Hiasilah dirimu dengan keimanan dan keyakinan, dan keyakinan yang sudah datang akan membuatmu tahu akan apa yang tidak menguntungkan dan apa yang menguntungkan. (14:35 WIB)
  22. Pada saat dia memiliki sebuah penyakit dia berusaha sebisa mungkin untuk sembuh dengan berobat, pergi ke dokter, biaya mahal, tetapi saat dia ditinggalkan oleh Tuhannya dia tidak merasa sedih, dan sakit padahal itu adalah seburuk-buruknya penyakit. (14:36 WIB)
  23. Barangsiapa yang tidak bisa mendekat kepada Allah, disebabkan dia terlalu banyak bermaksiat kepada Allah. (14:36 WIB)
  24. Manusia melihat karat di rumah atau mobilnya sudah kebingungan untuk menghilangkannya, tetapi karat dihatinya manusia tidak pernah merasa gelisah dan berusaha untuk menghilangkannya. (14:38 WIB)
  25. Segala sesuatu yang menyadari bahwa diri kita lemah, maka kita harus melawannya. Dan ketahuilah kemalasan itu disebabkan banyaknya maksiat kepada Allah. (14:39 WIB)
  26. Janganlah kamu mendekati orang yang tidak mendengar seruan Allah, karena bagi dia seruan Allah saja tidak didengarnya apalagi dirimu yang tidak mempunyai apa-apa. (14:41 WIB)
  27. Orang yang selalu mengingatkan kepada Tuhannya adalah orang yang bermanfaat dan termasuk orang yang beriman. (14:44 WIB)
  28. Sesungguhnya istrimu yang sesungguhnya adalah yang selalu mengingatkan perihal akhirat, dan seorang suami yang sholeh walaupun miskin hartanya pasti akan menjadikan istrinya soleha. (14:45 WIB)
  29. Banyak manusia yang pandai dalam urusan dunia, tetapi bodoh dalam urusan akhirat maka dia termasuk orang yang bangkrut. (14:47 WIB)
  30. Satu hikmah atau kalimat yang keluar dari mulut seorang mursyid sesungguhnya itu lebih baik dari satu dunia dan seisinya. (14:48 WIB)
  31. Dihindarkan dosa dari umatku pada perbuatan-perbuatan yang dilakukan berdasarkan kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, atau lupa dan dipaksa oleh orang lain untuk melakukannya. (14:50 WIB)
  32. Sesungguhnya orang yang sadar akan kesalahan itu adalah orang yang sudah bersih akan hatinya. (14:51 WIB)
  33. Dan orang yang banyak dosanya tentu tidak akan bisa merasakan dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya, disebabkan banyaknya dosa, dan makanan haram yang dikonsumsinya. (14:54 WIB)
  34. Janganlah kamu menunda sholat meskipun berjamaah karena disitulah letak kelalaian, kecuali kamu dalam keadaan menuntut ilmu. (14:56 WIB)
  35. Sesungguhnya orang yang tidak senang bershalawat hakikatnya adalah Allah tidak suka kepada hamba tersebut. (14:59 WIB)
  36. Banyak orang yang bershalawat tetapi tidak memiliki pengakuan, mereka asyik dengan lagunya, qasidahnya, hadrahnya tetapi tidak asik dengan Nabi Muhammad, maka hadirkanlah Nabi Muhammad disetiap shalawat yang kamu baca. (15:00 WIB)
  37. Apapun yang berdoa tanpa shalawat itu tidak akan terkabul, maka gabungkanlah bacaan shalawat itu dalam setiap doamu. (15:01 WIB)
  38. Sesungguhnya orang yang membaca shalawat didalam majelis beramai-ramai itu kelak akan dicari oleh Nabi Muhammad, sedangkan yang membaca sendiri akan mencari Nabi Muhammad. (15:03 WIB)
  39. Barangsiapa yang dirumahnya ada tikus, maka sesungguhnya dia banyak dosa dan termasuk orang yang tidak bersyukur sehingga Allah peringatkan dengan menghadirkan binatang tersebut didalam rumahmu, dan bukanlah sebuah perihal yang kebetulan. (15:04 WIB)
  40. Barangsiapa yang tidak mau belajar maka dia akan menerima musibah dari kebodohannya, dan jangan biarkan sesuatu hal yang tidak kamu ketahui, maka bertanyalah apa yang tidak kamu pahami. (15:07 WIB)
  41. Barangsiapa meninggalkan ilmu maka meninggalkan sholat, dan meninggalkan sholat berarti meninggalkan Allah SWT. (15:08 WIB)
  42. Ahli hikmah berkata: Andaikata setiap orang yang datang kesuatu lembah atau hutan adalah tukang kayu, niscaya tidak akan tersisa satu batang pohonpun di lembah tersebut. (15:09 WIB)
  43. Sesungguhnya manusia itu dititipkan sifat serakah, dan sifat serakah ada dua, ada yang serakah terhadap dunianya dan ada yang serakah dengan ilmu akhiratnya. (15:10 WIB)
  44. Selesaikanlah atau kalau perlu juallah asetmu untuk menyelesaikan utangmu, karena kelak di akhirat tidak akan ada penyelesaian dalam bentuk uang, melainkan amal ibadahmu yang akan dikuras habis sehingga kamu dalam kebangkrutan. (15:14 WIB)
  45. Segala bentuk hutang itu baik kecil dan banyak yang dapat merisaukan hatimu adalah bentuk penghalang dirimu dengan Tuhanmu. (15:16 WIB)
  46. Hidup boleh miskin tetapi hati harus lebih kaya dari orang yang paling kaya. (15:17 WIB)
  47. Baik ukuran Allah beda dengan baik ukuran manusia, karena baik ukuran Allah itu benar untuk Allah dan manusia, sedangkan baik ukuran manusia benar dimata manusia belum tentu benar dihadapan Allah. (15:27 WIB)
  48. Barangsiapa yang mendawamkan tasbih niscaya dia akan mudah untuk bermimi Syeikh Abu Hasan Asy-Syadzili. (15:39 WIB)
  49. Al-Hikmah: Orang tua dulu yang soleh mereka saling menolak didalam 3 hal karena takut kepada Allah disebabkan sifat kehati-hatiannya yaitu:
    1. Dijadikan hakim
    2. Dijadikan untuk pemberi fatwa
    3. Dijadikan imam sholat (15:44 WIB)
  50. Bagaimana manusia itu bisa yakin apabila dunia ini menjadi tujuannya, bagaimana manusia bisa takut kepada Tuhannya apabila takwa belum dimiliki. (15:50 WIB)
  51. Celakalah bagi orang yang banyak berdzikir kepada Allah dengan lisannya, dan durhaka kepada Allah dengan perbuatannya. (15:56 WIB)
  52. Tidak disebut orang yang berdzikir yang tidak merubah tabiat. (15:57 WIB)
  53. Sesungguhnya banyak dari penuntut ilmu itu gagal disebabkan tidak menghargai ilmu, mereka meremehkan ilmu sehingga apa yang didapatkannya tidak mendapatkan manfaat justru mendapatkan laknat dari Allah. (16:10 WIB)
  54. Kewajiban utama manusia adalah bertaubat, takut dan berharap, meninggalkan kecintaan pada dunia, sabar, syukur, ikhlas, tawakkal, ridho, mahabbah, dzikir mengingat mati, ziarah kubur. (16:16 WIB)
  55. Tidak akan sampai seorang murid kepada sebuah kedudukan apabila tidak mentaati perintah dari Gurunya. (16:17 WIB)
  56. Sepahit apapun perintah Guru itu janganlah membantah, cukup patuhi saja karena kamu pasti tidak akan mengetahui apa yang dimaksud, dan apabila kamu tidak mau maka siaplah untuk menampung dosa. (16:26 WIB)
  57. Kelalain adalah menomor duakan urusan dari Tuhannya. Dan tempatnya adalah neraka Sakho dan kekal didalamnya. (16:27 WIB)
  58. Janganlah kamu meremehkan perintah Allah, karena hanya orang yang tidak berakal yang meremehkan apa yang diperintahkan oleh Allah. (16:28 WIB)
  59. Sesungguhnya perintah Gurumu walau buruk bagimu tetapi bisa jadi kebaikan bagi dirimu, sedangkan kebaikan yang kamu anggap bisa jadi sebuah keburukan dipandang oleh Gurumu. (16:29 WIB)
  60. Tidak disebut orang yang berilmu yang tidak meneliti setiap apa yang diperbuatnya. (16:30 WIB)
  61. Selama manusia itu beribadah dengan penuh masalah, maka ibadahnya tertolak karena termasuk orang-orang didalam kelalaian. (16:34 WIB)
  62. Hakikat hidup manusia itu selalu penuh didalam kepura-puraan, apa yang tampak diluarnya tidak sama dengan apa yang ada didalamnya. (16:36 WIB)
  63. Selesaikanlah masalahmu terlebih dahulu sebelum kamu menghadap kepada Tuhanmu, janganlah kamu membawa masalahmu dihadapan Tuhanmu sehingga membebani ibadahmu kepada Tuhanmu. (16:37 WIB)
Kamis, 29 Agustus 2019 0 komentar

Durratun Nasihin

بسم الله الرّحمن الرّحيم


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِى قَوْلُهُ دُرَّةْ، لَايُمْكِنُ اَنْ تُشْتَرَى مِنَ الْاَمْوَالِ بِالْكَثْرَةْ، فَاالْقُرْاٰنُ الْكَرِيْمُ فِيْهِ هِدَايَةٌ غُرَّةْ، وَعِظَةً مُوَفَّرَة. لِمَنْ كَانَ يَرْجُوْاللّٰهَ وَالْآخِرَةْ، صَلَاتُهُ تَعَالَى وَسَلَامُهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِى خِصَالٍ عَطِرَةْ، وَأُسْوَةٍ بَاهِرَةْ، وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ الْبَرَرَةْ

"ALHAMDU LILLAHIL LADZII QAULUHU DURRAH, LAA YUMKINU AN TUSYTARAA MINAL AMWAALI BIL KATSRAH, FAL QUR-AANUL KARIIMU FIIHI HIDAYATUN GHURRAH, WA 'IDZATUN MUWAFFARAH LIMAN KAANA YARJULLAAHA WAL AKHIRAH, SHALAATUHU TA'AALA WA SALAAMUHU 'ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN DZII KHISHAALIN 'ATHIRAH, WA USWATIN BAAHIRAH, WA 'ALAA AALIHI WA ASH-HAABIHIL BARARAH.

Syahdan, maka dengan petunjuk dan pertolongan Allah ta'aala telah bisa kami hidangkan terjemahan atau saduran kitab "DURRATUN NASSHIHIIN" sebuah kitab yang disusun oleh 'Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyyi', seorang Ulama yang hidup pada abad ke XIII Hijriah.

Kitab ini terdiri dari tujuh puluh lima majelis (Bab/Pengajian).

Jilid 1:

  1. Pengajian Pertama: Keutamaan bulan Ramadhan
  2. Pengajian Ke Dua: Keutamaan Puasa
  3. Pengajian Ke Tiga: Keutamaan Ilmu
  4. Pengajian Ke Empat: Keutamaan bulan Ramadhan
  5. Pengajian Ke Lima: Ketenangan Hati Dengan Musyahadah Kekuasaan Allah SWT.
  6. Pengajian Ke Enam: Keutamaan Memberikan Shadaqah / Dan Di Jalan Allah SWT
  7. Pengajian Ke Tujuh: Celaan Bagi Orang Yang Makan Riba
  8. Pengajian Ke Delapan: Keutamaan Shalat Berjamaah
  9. Pengajian Ke Sembilan: Keutamaan Tauhid
  10. Pengajian Ke Sepuluh: Keutamaan Taubat
  11. Pengajian Ke Sebelas: Keutamaan Bulan Rajab Yang Dimuliakan
  12. Pengajian Ke Duabelas: Keutamaan Orang Laki-Laki dari Pada Orang Perempuan
  13. Pengajian Ke Tigabelas: Keutamaan Berbuat Baik Kepada Orang Tua
  14. Pengajian Ke Empatbelas: Keutamaan Cinta Kepada Allah dan Rasulullah
  15. Pengajian Ke Limabelas: Keutamaan Salam
  16. Pengajian Ke Enambelas: Wafat Nabi SAW
  17. Pengajian Ke Tujuhbelas: Peminum Arak Yang Tercela
  18. Pengajian Ke Delapanbelas: Sifat Dengki Yang Tercela
  19. Pengajian Ke Sembilanbelas: Turunnya Hidangan Dari Langit
  20. Pengajian Ke Duapuluh: Keutamaan Berpuasa Enam Hari di Bulan Syawal
  21. Pengajian Ke Duapuluh Satu: Keutamaan Berdo'a Dengan Suara Keras Dan Dengan Suara Pelan-pelan
  22. Pengajian Ke Duapuluh Dua: Menerangkan Iman
  23. Pengajian Ke Duapuluh Tiga: Menerangkan Perintah-Perintah Allah SWT.
  24. Pengajian Ke Duapuluh Empat: Firman Allah SWT 'WAL LADZIINA YAKNIZUUNADZ DZAHABA WAL FIDHDHATA
  25. Pengajian Ke Duapuluh Lima: Keutamaan Bulan Rajab
0 komentar

Pengajian Kedua Belas: Keutamaan Orang Laki-laki Dari Pada Perempuan (Jilid 1)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ. . .

(Surat Al-Baqarah Ayat 185)

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIMI
AR RIJAALU QAWWAAMUUNA 'ALAN NISAA-I BIMA FADHDHALALLAAHU BA'DHAHUM A'LAA BA'DHIN WA BIMAA ANFAQUU MIN AMWAALIHIM, FASH SHAALIHAATU QAANITATUN HAAFIZDAATUN LIL GHAIBI BIMAA HAFIDHALLAAHU. . .
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Orang laki-laki itu bertanggung jawab terhadap orang perempuan, sebab Allah telah memberikan kelebihan kepada sementara mereka (laki-laki) dari pada yang lain (perempuan), dan karena kemampuan mereka (laki-laki) memberikan belanja dari sebagian harta mereka. Maka orang-orang perempuan yang shalih itu ialah mereka yang menjaga kehormatannya sewaktu ghaib (suaminya) sebagai mana Allah telah menjaganya. . .

Ayat ini turun sehubungan dengan kejadian Saad bin Rabi' Al-Anshaary yang memukul istrinya, yaitu anak perempuan Muhammad bin Maslamah. Ketika perempuan itu datang dan mengadu kepada Rasulullah, maka beliau memerintahkan qishash/balasan/siksaan kepadanya.

Kemudian Jibril turun dengan membawa ayat ini
الرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ
AR RIJAALU QAWWAAMUUNA 'ALAN NISAA-I
Orang Laki-laki itu bertanggung jawab terhadap perempuan, artinya bahwa mereka orang laki-laki itu menguasai semua urusan orang-orang perempuan dan mendidiknya.
(Abul Laits)



Fudhail bin Ubaidah meriwayatkan; bahwa ada seorang laki-laki mengerjakan shalat dan membaca.
اللّٰهُمَّ اغْفِرْلِىْ وَارْحَمْنِىْ

ALLAHUMMAGH FIR LII WAR HAMNII
Yaa Allah, ampunilah aku dan kasianilah aku.
Maka Rasulullah bersabda: "Hai laki-laki yang shalat, engkau tergesa-gesa dalam mengerjakan shalat; bila engkau mengerjakan shalat maka duduklah dan bacalah hamdalah sebagaimana semestinya, dan bacalah shalawat untukku, kemudian berdo'alah kepadaNya."
Maka ada laki-laki yang mengerjakan shalat sesudah itu, dan dia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Rasulullah Alaihis Sholatu Wasallam.
Rasulullah Alaihis Sholatu Wasallam bersabda kepadanya: "Berdo'alah tentu akan dikabulkan do'amu dan berdo'alah engkau tentu akan dikabulkan, dan demikian juga barang siapa mendengarkan namaku disebutkan kemudian dia membaca shalawat untukku, maka Allah akan mengabulkan semua do'anya."




خَيْرُ النِّسَاءِ اِمْرَأَ ةٌ اِنْ نَظَرْتَ اِلَيْهَا سَرَّتْكَ وَاِنْ أَمَرْتَهَا أَطَاعَتْكَ وَاِنْ غِبْتَ عَنْهَا حَفَظَتْكَ فِى مَالِكَ وَنَفْسِهَا
KHAIRUN NISAA-I IMRA-ATUN IN NAZDARTA ILAIHAA SARRATKA, WA IN AMARTAHAA ATHAA'ATKA, WA IN GHIBTA 'ANHAA HAFAZDATKA FII MAALIKA WA NAFSIHAA
Sebaik-baik orang perempuan ialah bila dia engkau lihat, maka dia menggembirakan, bila engkau perintah dia mentaati dan bila engkau tidak ada dia menjaga hartamu dan menjaga pula akan dirinya / kehormatannya.
Kemudian Nabi Alaihis Sholatu Wasallam, membaca: "AR RIJAALU QAWWAAMUUNA 'ALAN NISAA-I" = "Orang laki-laki itu bertanggung jawab terhadap para wanita" artinya bertanggung jawab dalam mendidik dan dalam segala urusan mereka.



Anas bin Malik meriwayatkan, bahwa Nabi Alaihis Sholatu Wasallam, bersabda:
الْمَرْأَةُ اِذَ اصَلَّتْ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفَظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا تَدْخُلُ مِنْ اَيِّ بَابٍ شَاءَتْ مِنْ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ
AL MAR-ATU IDZAA SHALLAT KHAMSAHAA WA SHAAMAT SYAHRAHAA WA HAFAZDAT FARJAHAA WA ATHAA-'AT ZAUJAHA TADKHULU MIN AYYI BAABIN SYAA-AT MIN ABWAABIL JANNATI
Seorang perempuan apabila mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa sebulan (bulan Ramadhan), memelihara farjinya (kemaluannya) dan mentaati suaminya, maka akan masuk surga dari pintu mana dia kehendaki
(Hadits diriwayatkan oleh Abu Na'im)



Abdurrahman bin Auf meriwayatkan, bahwa Nabi Alahish Sholatu Wasallam, bersabda:
الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ خَيْرٌ مِنْ اَلْفِ رَجُلٍ غَيْرِ صَالِحٍ وَاَ يُّمَا اِمْرَأَةٍ خَدَمَتْ زَوْجَهَا سَبْعَةَ اَيَّامٍ اُغْلِقَ عَنْهَا سَبْعَةُ اَبْوَابِ النَّارِ وَفُتِحَتْ لَهَا ثَمَانِيَةُ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ تَدْخُلُ مِنْ اَيِّهَا شَاءَتْ بِغَيْرِ حِسَابٍ.
AL MAR-ATUSH SHAALIHATU KHAIRUN MIN ALFI RAJULIN GHAIRI SHAALIHIN, WA AYYUMAA IMRA-ATIN KHADAMAT ZAUJAHAA SAB'ATA AYYAAMIN UGHLIQA 'ANHAA SAB'ATU ABWAABIN NAARI WA FUTIHAT LAHAA TSAMAANIYATU ABWAABIL JANNATI TADKHULU MIN AYYIHAA SYAA-AT BIGHAIRI HISAABIN
Seseorang wanita yang shalih itu lebih baik dari pada seribu orang laki-laki yang tidak shalih, dan seorang perempuan yang berkhidmat / melayani suaminya selama seminggu, maka ditutuplah dari padanya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu surga, dari pintu mana dia mau masuk bebas tanpa hisab.



Siti Aisyah ra. meriwayatkan, bahwa Nabi Alaihish Sholatu Wasallam:
مَامِنْ اِمْرَأَةٍ تَحِيْضُ اِلَّا كَانَ حَيْضُهَا كَفَّارَةً لِمَا مَضَى مِنْ ذُنُوْبِهَا وَاِنْ قَالَتْ فِى اَوَّلِ الْيَوْمِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَاَسْتَغْفِرُا اللّٰهَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ كَتَبَ اللّٰهُ لَهَا بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَجَوَازًا عَلَى الصِّرَاطِ وَاَمَانًا مِنَ الْعَذَابِ، وَرَ فَعَ اللّٰهُ تَعَالٰى لَهَا بِكُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَرَجَةَ اَرْبَعِيْنَ شَهِيْدًا اِذَا كَانَتْ ذَاكِرَةَ اللّٰهِ تَعَالٰى فِى حَيْضِهَا
MAA MIN IMRA-ATIN TAHIIDHU ILLAA KAANA HAIDHUHAA KAFFAARATAN LIMAA MADHAA MIN DZUNUUBIHAA, WA IN QAALAT FII AWWALIL YAUMI: ALHAMDU LILLAAHI 'ALAA KULLI HAALIN, WA ASTAGHFIRULLAAHA MIN KULLI DZANBIN", KATABALLAHU LAHAA BARAA-ATAN MINAN NAARI WA JAWAAZAN 'ALASH SHIRAATHI WA AMAANAN MINAL 'ADZAABI, WA RAFA'ALLAHU TA'AALAA LAHAA BIKULLI YAUMIN WA LAILATIN DARAJATA ARBA'IINA SYAHIIDAN IDZAA KAANAT DZAAKIRATALLAAHI TA'AALAA FII HAIDHIHAA
Tidaklah seorang perempuan yang haidh itu kecuali haidhnynya / menstruasinya merupakan kafarat atau tebusan untuk dosa-dosanya yang telah lewat; dan bila pada hari pertama haidhnya dia membaca: "ALHAMDULILLAHI 'ALAA KULLI HAALIN WA ASTAGHFIRULLAAHA MIN KULLI DZANBIN" = "Segala puji bagi Allah dalam segala situasi dan saya mohon ampun kepada Allah dari segala dosa", maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dengan mudah melewati jembatan (shiraathal mustaqiim) serta aman dari siksa, bahkan Allah ta'aalaa mengangkat dia keatas derajat seperti derajatnya empat puluh orang mati syahid bila dia selalu berdzikir / ingat kepada Allah selama dalam haidhnya."

Hasan Bashri menerangkan; bahwa ini adalah bagi orang-orang perempuan yang shalih, yang taat kepada suaminya dalam masalah syari'at / agama.

Ada sebuah hikayat bahwa pada masa Nabi Alaihish Sholatu Wasallam ada seseorang laki-laki yang mau berangkat perang, maka berpesan kepada istrinya: "Hai istriku, jangan sekali-kali engkau keluar dari rumah ini sehingga aku datang".
Kebetulan Ayahnya menderita sakit, maka perempuan tadi mengutus seorang laki-laki kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Rasulullah bersabda kepada urusan itu: "Agar supaya dia mentaati suaminya". Demikian siperempuan itu menyuruh utusannya tidak hanya sekali, sehingga akhirnya dia mentaati suaminya dan tidak berani keluar dari rumahnya. 
Maka ayahnyapun meninggal dunia dan dia tetap tidak tahu mayat ayahnya serta dia tetap sabar sehingga suaminya datang kembali kepadanya. Maka Allah ta'aalaa memberi wahyu kepada Nabi Alaihis Sholatu Wasallam. yang artinya: "Bahwa sesungguhnya Allah telah mengampuni orang perempuan itu karena ketaatannya kepada suami."



Abdullah bin Mas'ud ra. menerangkan bahwa Nabi Alaihish Sholatu Wasallam bersabda:
اِذَغَسَلَتْ اِمْرَأَةٌ ثِيَابَ زَوْجِهَا كَتَبَ اللّٰهُ لَهَا اَلْفَ حَسَنَةٍ وَغَفَرَلَهَا اَلْفَى حَطِيْئَةٍ وَاسْتَغْفَرَ لَهَا كُالُّ شَيْئٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ وَرَفَعَ لَهَا اَلْفَدَرَجَةٍ
IDZAA GHASALAT IMRA-ATUN TSIYAABA ZAUJIHAA KATABALLAAHU LAHAA ALFA HASANATIN WA GHAFARA LAHAA ALFA KHATHII-ATIN WAS TAGHFARA LAHAA KULLU SYAI-IN THALA'AT ALAIHISY SYAMSU WA RAFA'A LAHAA ALFA DARAJATIN
Apabila seorang perempuan mencuci pakaian suaminya, maka Allah mencatat baginya seribu kebaikan dan mengampuni dua ribu kesalahannya / dosanya  bahkan segala sesuatu yang disinari oleh matahari memintakan ampunan baginya serta Allah mengangkat seribu derajat baginya.
(Hadits diriwayatkan oleh Abu Manshur di Musnadil Firdaus)


Ali bin Abi Thalib meriwayatkan sebagai berikut:
'Saya dan Fathimah bersama-sama masuk berkunjung kepada Rasulullah, maka kami dapatkan beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau: "Apakah yang menyebabkan engkau menangis, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab: "Pada malam aku di Isra' kan keatas langit, aku melihat orang-orang dalam keadaan yang sangat disiksa, maka ketika aku teringat keadaan mereka, aku menangis."
Saya bertanya pula: "Wahai Rasulullah, apakah yang engkau lihat?"
Beliau bersabda: "Aku melihat;
  1. Orang perempuan yang digantung dengan rambutnya dan otak di kepalanya mendidih,
  2. Orang perempuan yang digantung dengan lidahnya, dan tangannya dikeluarkan dari punggungnya sedang minyak air dari neraka dituangkan pada kerongkongannya,
  3. Orang perempuan yang digantung dengan buah dadanya dari arah punggungnya sedang air kayu zakum dituangkan pada kerongkongannya,
  4. Orang perempuan yang digantung diikat dua kakinya beserta dua tangannya sampai ubun-ubunnya dan dibelit dikuasai oleh beberapa ular dan kalajengking,
  5. Orang perempuan yang makan badannya sendiri sedang dibawahnya terdapat api yang menyala-nyala, 
  6. Orang perempuan yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting-gunting dari neraka,
  7. Orang perempuan yang berwajah hitam dan dia makan usus-ususnya sendiri,
  8. Orang perempuan yang tuli, buta, dan bisu didalam peti dari neraka sedang darahnya mengalir dari lubang bagian badannya (hidung, mulut, telinga) sedang badannya membusuk dari sebab penyakit kulit dan penyakit lepra.
  9. Orang perempuan yang kepalanya seperti kepala celeng / babi dan badannya seperti badan himar / keledai, yang mendapat siksa beribu-ribu macam siksa.
  10. Orang perempuan berbentuk anjing, sedang beberapa ular dan kalajengking masuk lewat kubulnya atau lewat mulutnya dan keluar lewat duburnya, sedang para Malaikat sama memukuli kepalanya dengan palu godam dari neraka. 
Maka berdirilah Fatimah seraya bertanya: "Wahai ayahkku, buah indah mataku, ceritakanlah kepadaku, apakah amal perbuatan para wanita itu!"

Rasullullah Alaihish Sholatu Wasallam: "Hai Fatimah, adapun 
  1. Orang perempuan yang digantung dengan rambutnya, karena dia tidak menyembunyikan / menjaga rambutnya dikalangan orang laki-laki.
  2. Orang perempuan yang digantung dengan lisannya, karena dia menyakiti hati suaminya dengan lisan / kata-kata.

    Kemudian Nabi Alaihish Sholatu Wasallam bersabda: "Tidak seorang perempuan sekalipun yang menyakiti hati suaminya dengan lisannya/dengan kata-kata, kecuali Allah akan melebarkan lisannya / mulutnya besok dihari kiamat selebar tujuh puluh dzira'. kemudian mengikatkannya dibelakang lehernya".

    Diriwayatkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Saya mendengar Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:
    اَيُّمَا اِمْرَأَةٍ عَذَّبَتْ زَوْجَهَا بِلِسَانِهَا فَهِيَ فِى لَعْنَةِ اللّٰهِ وَسُخْطِهِ وَلَعْنَةِ الْمَلَا ئِكَةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ.
    AYYUMAA IMRA-ATIN 'ADZDZABAT ZAUJAHAA BILISAANIJAA FA HIYA FII LA'NATILLAAHI WA SUKHTHIHI WA LA'NATIL MALAA-IKATI WAN NAASI AJMA'IINA
    "Seorang perempuan yang menyiksa suaminya dengan kata-kata, maka dilaknati oleh Allah dan dimurkai olehNya dan dilaknati pula oleh para malaikat dan oleh semua manusia".

    Diriwayatkan pula bahwa Utsman Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Saya mendengar Rasulullah Alaihish Sholatu Wasallam bersabda:
    مَا مِنْ اِمْرَأَةٍ قَالَتْ لِزَوْجِهَا: مَارَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا اِلَّا اَحْبَطَ اللّٰهُ عَمَلَهَا سَبْعِيْنَ سَنَةً وَلَوْ كَانَتْ تَصُوْمُ النَّهَارَ وَتَقُوْمُ اللَّيْلَ.
    MAA MIN IMRA-ATIN QAALAT LIZAUJIHAA: "MAA RA-AITU MINKA KHAIRAN" ILLAA AHBATHALLAAHU 'AMALAAHA SAB'IINA SANATAN, WA LAU KAANAT TASHUUMUN NNAHAARA WA TAQUUMUL LAILA.
    Tidak seorang perempuanpun yang mengatakan kepada suaminya: "Saya belum pernah melihat kebaikanmu", kecuali Allah menghapuskan amal kebaikannya selama tujuh puluh tahun, meskipun dia berpuasa di siang hari dan mengerjakan shalat dimalam hari."
  3. Adapun orang perempuan yang digantung dengan buah dadanya, karena dia menyusui anak orang lain tidak seizin suaminya.
  4. Adapun orang perempuan yang diikat dengan kakinya, karena dia keluar dari rumahnya tidak seizin suaminya, tidak mandi suci dari haidh / datang bulan dan dari nifas (darah keluar beranak)
  5. Adapun orang perempuan yang makan badannya sendiri, karena dia berhias untuk dilihat orang laki-laki lain dan suka mengghibah (membicarakan aib) orang lain.
  6. Adapun perempuan yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting-gunting dari neraka, karena dia memasyhurkan / mempopulerkan dirinya dikalangan orang banyak, maksudnya agar supaya mereka melihat perhiasannya, dan setiap orang yang melihatnya cinta kepadanya dari sebab perhiasan yang dikenakan.
  7. Adapun orang perempuan yang diikat kedua kakinya beserta kedua tangannya sampai ke ubun-ubun, dan terbelit pula oleh beberapa ular dan kalajengking, karena dia mampu shalat, dan mampu berpuasa sedang dia tidak berwudhu', dan tidak mau mengerjakan shalat dan tidak mandi jinabat.
  8. Adapun orang perempuan yang kepalanya seperti kepala celeng/babi, dan badannya seperti badan keledai, karena dia suka adu domba dan suka berdusta.
  9. Adapun orang perempuan yang berbentuk seperti anjing, karena dia ahli fitnah dan suka marah kepada suaminya.

    Abud Dzarrin meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasulullah Alaihish Sholatu Wasallam bersabda:
    اَيُّمَا اِمْرَأَةٍ قَالَتْ لِزَوْجِهَا: عَلَيْكَ لَعْنَةُ اللّٰهِ وَهِيَ ظَالِمَةٌ لَعَنَهَااللّٰهُ تَعَالٰى مِنْ فَوْقِ سَبْعِ سَمٰوَاتٍ وَكُلُّ شَيْئٍ خَلَقَهُ اللّٰهُ تَعَالٰى اِلَّا الثَّقَلَيْنِ اَيْ اَلْاِنْسَ وَالْجِنَّ.
    AYYUMAA IMRA-ATIN QAALAT LIZAUJIHAA: "ALAIKA LA'NATULLAAHI WA HIYA DHAALIMATUN LA'ANAHAALLAHU TA'ALAA MIN FAUQI SAB'I SAMAAWAATIN WA KULLU SYAI-IN KHALAQAHULLAAHU TA'ALAA ILLATS TSAQALAIN" AY AL-INSA WAL JINNA.Seorang perempuan yang berkata kepada suaminya: "Semoga engkau mendapat kutuk Allah dan dia berbuat aniaya", maka dia dilaknati / dikutuk oleh Allah Ta'alaa dari atas langit tujuh dan mengutuk pula segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah kecuali dua jenis mahluk yakni manusia dan jin."

    Abdurrahman bin Auf meriwayatkan, bahwa dia mendengar Rasulullah Alaihish Sholatu Wasallam, bersabda:
    اَيُّمَا اِمْرَأَةٍ اَدْخَلَتْ عَلٰى زَوْجِهَا الْغَمَّ فِى أَمْرِ النَّفَقَةِ اَوْكَلَّفَتْهُ مَا لَا يُطِيْقُهُ لَايَقْبَلُ اللّٰهُ مِنْهَا صَرْفًا وَلَاعَدْلًا
    AYYUMAA IMRA-ATIN ADKHALAT 'ALAA ZAUJIHAL GHAMMA FII AMRIN NAFAQATI AU KALLAFAT-HU MAA LAA YUTHIIQUHU LAA YAQBALULLAAHU MINHAA SHARFAN WA LAA 'ADLANSeorang perempuan yang membuat susah suaminya dalam urusan belanja atau membebani sesuatu yang suaminya tidak mampu maka Allah tidak akan menerima pelayanannya dan keadilannya.

    Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasulullah Alaihish Sholatu Wasallam, bersabda:
    لَوْكَانَ جَمِيْعُ مَا فِى الْأَرْضِ ذَهَبًا وَفِضَةً وَحَمَلَتْهُ اِمْرَأَةٌ اِلٰى بَيْتِ زَوْجِهَا ثُمَّ فَخَرَتْ عَلَيْهِ يَوْمًا مِنَ الْاَيَّامِ بِقَوْلِهَا: مَنْ أَنْتَ اِنَّمَ الْمَالُ لِى وَلَامَالَ لَكَ، اَحْبَطَ اللّٰهُ عَمَلَهَا وَلَوْكَانَ كَثِيْرً
    LAU KAANA JAMII'U MAA FIL ARDHI DZAHABAN WA FIDHDHATAN WA HAMALATHU IMRA-ATUN ILAA BAITI ZAUJIHAA TSUMMA FAKHARAT 'ALAIHI YAUMAN MINAL AYYAAMI BIQAULIHAA: "MAN ANTA INNAMAL MAALU LII WA LAA MAALAKA LAKA", AHBATHALLAHU 'AMALAHAA WA LAU KAANA KATSIIRAN.
    Kalau sekiranya semua yang ada di bumi ini merupakan emas dan perak dan dibawanya oleh seorang perempuan kerumah suaminya, kemudian pada suatu hari dia berbangga dengan mengucapkan: "Engkau itu siapa, semua harta kekayaan adalah milikku, dan engkau tidak mempunyai harta apapun" maka Allah menghapuskan semua amal baiknya meskipun amal itu banyak.

    Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu juga meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasulullah Alaihish Sholatu Wasallam, bersabda:
    اَيُّمَا اِمْرَأَةٍ خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِ زَوْجِهَا بِغَيْرِ اِدْنِهِ لَعَنَهَا كُلُّ شَيْئٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ حَتَّى تَرْجِعَ اِلَى بَيْتِ زَوْجِهَا
    AYYUMAA IMRA-ATIN KHARAJAT MIN BAITI ZAUJIHAA BI GHAIRI IDZNIHI LA'ANAHAA KULLU SYAI-IN THALA'AT 'ALAIHISY SYAMSU WAL QAMARU HATTAA TARJI'A ILAA BAITI ZAUJIHAA
    Seorang perempuan yang keluar dari rumah suaminya tanpa idzinnya, maka dia dikutuk oleh segala sesuatu yang disinari oleh mata hari dan bulan sehingga dia pulang kembali kerumah suaminya.

    Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan juga, bahwa Nabi Alaihish Sholatu Wasallamm, bersabda:
    اِذَاخَرَجَتِ الْمَرْأَةُ مِنْ بَابِ دَارِهَا مُزَيِّنَةً وَمُعَطِّرَةً بِالطِّيْبِ وَالزَّوْجُ بِذٰلِكَ رَاضٍ بُنِىَ لِزَوْجِهَا بِكُلِّ قَدَمٍ بَيْتٌ فِىالنَّارِ. نَعُوْذُ بِاللّٰهِ الْمَلِكِ الْجَبَّارِ.
    IDZAA KHARAJATIL MAR-ATU MIN BAABI DAARIHA MUZAYYINATAN WA MU'ATHTHIRATAN  BITH THIIBI WAZ ZAUJU BI DZAALIKA RAADHIN BUNIYA LIZAUJIHAA BIKULLI QADAMIN BAITUN FIN NAARI. NA'UUDZU BILLAAHIL MALIKIL JABBAARI.
    Apabila seorang perempuan keluar dari pintu rumahnya, dengan memperhias dirinya dan memakai minyak wangi / harum, sedang suaminya terhadap yang demikian itu rela, maka dibangunkan untuk suaminya, tiap-tiap langkah akan sebuah rumah didalam neraka. Kita mohon perlindungan kepada Allah yang menjadi Raja lagi yang Perkasa.

    Thalhah bin Abdullah Radhiyallahu 'anhu meriwayatkan, bahwa dia mendengar Rasulullah Alaihish Sholatu Wasallam bersabda:
    اَيُّمَااِمْرَأَةٍ كَلَحَتْ فِى وَجْهِ زَوْجِهَا فَتُدْخِلَ عَلَيْهِ الْغَمَّ فَهِيَ فِى سُخْطِ اللّٰهِ اِلٰى اَنْ تَضْحَكَ فِى وَجْهِ زَوْجِهَا فَتُدْخِلَ عَلَيْهِ السُّرُوْرَ.
    AYYUMAA IMRA-ATIN KALAHAT FI WAJHI ZAUJIHAA FA TUDKHILA 'ALAIHIL GHAMMA FA HIYA FII SUKTHILLAAHI ILAA AN TADH-HAKA FII WAJHI ZAUJIHAA FA TUDKHILA 'ALAIHIS SURUURA.
    Seorang perempuan yang acuh lagi bermuka masam dihadapan suaminya dan menyebabkan susahnya, maka dia dimurkai oleh Allah sehingga dia bisa tertawa dihadapan suaminya dan menggembirakannya.

    Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu juga meriwayatkan, bahwa Nabi Alaihish Sholatu Wasallam, bersabda:
    اِذَ دَعَاالرَّجُلُ اِمْرَأَتَهُ اِلٰى فِرَاشِهِ فَامْتَنَعَتْ فَبَاتَ الزَّوْجُ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ.
    IDZAA DA'AR RAJULU IMRA-ATAHU ILAA FIRAASYIHI FAMTANA'AT FA BAATAZ ZAUJU GHADHBAANA 'ALAIHAA, LA'ANATHAL MALAA-IKATU HATTAA TUSBIHA.Apabila seorang laki-laki memanggil istrinya ketempat tidur, dan si istri itu enggan tidak mau, sedang malam itu sisuami marah, maka para malaikat mengutuknya sampai pagi hari.
    (Hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim)

    Salman Al-Farisy meriwayatkan bahwa Fathimah Radhiyallahu'anhu, masuk berkunjung kepada Rasulullah. Ketika melihat Rasulullah, kedua matanya mencucurkan air mata dan berubahlah ruman mukanya.
    Kemudian Nabi Alaihish Sholatu Wasallam bertanya: "Mengapa engkau hai anakku?"
    Fathimah menjawab: "Wahai Rasulullah ayahku, tadi malam saya dan Ali bergurau, dan telah timbul percakapan yang menyebabkan dia marah kepadaku, karena kata-kata yang terlontar dari mulutku. Ketika aku melihat bahwa dia (Ali) marah, aku menyesal dan merasa susah, kemudian aku berkata kepadanya: "Hai kekasihku, kesayanganku, relakanlah akan kesalahanku", seraya aku mengelilinginya dan merayunya sebanyak tujuh puluh dua kali, sehingga dia menjadi rela dan tertawa kepadaku, dengan segala kerelaannya; sedang saya tetap merasa takut kepada Tuhanku.

    Rasulullah bersabada kepada Fathimah: "Hai anakku, demi Dzat yang telah mengutus aku sebagai Nabi dengan agama yang benar, sesungguhnya kalau sekiranya engkau mati sebelum Ali rela kepadamu, maka aku tidak akan menyalati mayatmu". Kemudian beliau bersabda lagi: "Hai anakku, tidakkah engkau mengetahui, bahwa kerelaan seorang suami itu juga merupakan kerelaan Allah dan kemarahan seorang suami itu juga merupakan murka Alla. Hai anakku, seorang perempuan yang beribadah betul-betul seperti ibadahnya siti Maryam anak putri Imran, kemudian suaminya tidak merelakan kepadanya, maka Allah tidak akan menerima dari padanya (akan amal ibadahnya).
    Hai anakku, amal yang paling utama bagi para wanita ialah ketaatan mereka kepada suami, dan sesudah itu tidak ada lagi amal yang paling utama dari pada bercumbu / bersantai (dengan suami).
    Hai anakku, duduk satu jam dalam bercumbuan / bersantai (dengan suami), lebih baik bagi mereka dari pada ibadah satu tahun, dan dicatat tiap-tiap pakaian yang dikenakan pada waktu bercumbu / bersantai, seperti pahalanya seorang mati syahid.
    Hai anakku, sesungguhnya seorang perempuan apabila bercumbu sehingga memakaikan pakaian untuk suaminya dan anak-anaknya, maka sudah pasti baginya surga dan Allah memberikan kepadanya tiap-tiap yang dikenakan dari beraneka pakaian dan sebuah kota didalam surga.

    Nabi Alaihish Sholatu Wasallam, bersabda:
    اَيُّمَا رَجُلٍ كَانَ لَهُ اِمْرَأَتَانِ فَلَمْ يَعْدِلْ بَيْنَهُمَا فِى النَّفَقَةِ وَلَمْ يُسَوِّ بَيْنَهُمَا فِى الْمَضْجَعِ وَالْمَطْعَمِ وَالْمَشْرَبِ فَهُوَ بَرِئٌ مِنِّى وَاَنَا بَرِئٌ مِنْهُ وَلَا نَصِيْبَ لَهُ فِى شَفَا عَتِى اِلَّا أَنْ يَتُوْبَ
    AYYUMAA RAJULIN KAANA LAHU IMRA-ATAANI FALAM YA'DIL BAINAHUMAA FIN NAFAQATI WA LAM YUSAWWI BAINAHUMAA FIL MADHJA'I WAL MATH 'AMI WAL MASYRABI FA HUWA BARII-UN MINNII WA ANAA BARII-UN MINHU WA LAA NASHIIBA LAHU FII SYAFAA'ATII ILLAA AN-YATUUBA.
    Seorang laki-laki yang mempunyai dua orang istri, dan dia tidak berlaku adil diantara keduanya dalam belanja, dan tidak menyamakan pula dalam tidur, makan dan minum, maka dia terlepas bebas dari padaku, dan sayapun terlepas bebas dari padanya, bahkan dia tidak mempunyai bagian didalam syafa'atku / pertolonganku kecuali bila dia bertaubat.

    Nabi Alaihish Sholatu Wasallam, juga bersabda:
    مَنْ كَانَ لَهُ اِمْرَأَتَانِ فَمَالَ اِلٰى اِحْدَاهُمَادُوْنَ الْاُخْرَى، وَفِى رِوَايَةٍ: وَلَمْ يَعْدِلْ بَيْنَهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاَحَدُ شِقَّيْهِ مَائِلٌ.
    MAN KAANA LAHU IMRA-ATAANI FA MAALA ILAA IHDAAHUMAA DUUNAL UKHRAA WA FII RIWAAYATIN WA LAM YA'DIL BAINAHUMAA JAA-A YAUMAL QIYAAMATI WA AHADU SYIQQAIHI MAA-ILUN.Barangsiapa yang mempunyai dua istri, kemudian dia lebih condong kepada yang satu, serta tidak (condong) kepada yang satunya, sementara riwayat lain menjelaskan tidak bertindak adil kepada keduanya, maka besok hari kiamat dia datang, sedang salah satu lambungnya menjadi bengkok.
    (Demikian didalam kitab Mursyidil Muta-ahhiliina)
Jumat, 23 Agustus 2019 0 komentar

22 Dzulhijah 1440 H (23 Agustus 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Sesungguhnya Allah menciptakan Nur Nabi Muhammad dari Nurnya sendiri, maka beliau disebut Sayyidil Basyar Lakal Basyar (Manusia tetapi bukan manusia). (13:39 WIB)
  2. Barangsiapa yang banyak bermaksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sesungguhnya dia telah membuat cemburu atau marahnya Allah. (13:39 WIB)
  3. Karena Nabi Muhammad berasal dari Nur Allah maka Beliau memiliki kedudukan maksum yakni tidak memiliki dosa. (13:40 WIB)
  4. Yang bisa merubah takdir adalah, doa, sedekah, dan beramal sholeh. (13:40 WIB)
  5. Doa itu dikabulkan hanya pada orang-orang yang bertakwa, yaitu orang yang mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya. (13:41 WIB)
  6. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang baik, perbuatan yang baik, selama manusia belum memiliki persyaratan atas apa yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wasallam maka tidaklah ada perubahan pada nasibmu. (13:42 WIB)
  7. Sesungguhnya orang mengaji itu tidak mendapatkan jaminan lepas dari godaan iblis, bisa jadi dia digoda iblis untuk berangkat mengaji, tetapi setelah mengaji dia dihasut untuk tidak mengamalkannya. (13:46 WIB)
  8. Manusia yang hatinya sudah mendapatkan Nur (Cahaya) niscaya dia hanya akan mau bergaul dengan orang-orang yang sholeh. (13:48 WIB)
  9. Rasulullah SAW bersabda: "Surga lebih dekat dari salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya, begitupun juga neraka." (13:50 WIB)
  10. Janganlah kalian sibuk dengan urusan orang lain, sesungguhnya mereka semua sudah mempunyai neraka dan surganya sendiri-sendiri. (13:51 WIB)
  11. Sesungguhnya surga itu tawaran, apakah manusia itu mau mengambilnya atau tidak, karena agama itu tidak ada pemaksaan didalamnya. (13:54 WIB)
  12. Orang yang bohong satu kali pasti akan berbohong 10 kali untuk menutupi dustanya. (13:55 WIB)
  13. Rasulullah SAW bersabda: "Bukan amal seseorang yang memasukkan surga, dan mampu menyelamatkanmu dari api neraka." (13:58 WIB)
  14. Sesungguhnya saudaramu adalah yang sama-sama bertakwa kepada Allah SWT. (14:08 WIB)
  15. Bergaullah dengan seseorang yang mengingatkan mati dan mengajak kepada ketakwaan. (14:10 WIB)
  16. Tidak disebut orang yang berilmu apabila tidak memiliki petunjuk. (14:10 WIB)
  17. Bergaullah dengan orang yang mengajakmu dari sifat buruk menjadi sifat yang baik, dan saling bernasehat diantara kamu. (14:13 WIB)
  18. Bersyukurlah apabila kamu dipuji oleh Allah SWT, tetapi menangislah ketika kamu dipuji oleh manusia. (14:16 WIB)
  19. Orang yang bodoh selalu menjaga kehormatan diantara manusia, tetapi dia bermaksiat ketika sendiri. (14:16 WIB)
  20. Apapun yang dilakukan oleh seorang anak sholeh adalah untuk kedua orang tuanya. (14:21 WIB)
  21. Sesungguhnya doa itu semuanya akan tertolak sebelum kamu mendoakan kedua orang tuamu. (14:22 WIB)
  22. Sesungguhnya kemuliaan seorang anak itu tergantung dari bagaimana dia memuliakan kedua orang tuanya. (14:23 WIB)
  23. Banyak manusia yang bergaul dengan orang sholeh tetapi tidak mampu mengambil contoh dari perbuatan orang sholeh tersebut, disebabkan buta mata hatinya karena kuatnya kecintaan kepada dunia. (14:27 WIB)
  24. Sesungguhnya wanita yang sholeha itu adalah madrasah pertama bagi anak-anak yang soleh dan soleha. (14:31 WIB)
  25. Taat kepada orang tuamu niscaya menjadi kunci sukses duniamu, taat kepada agamamu pasti akan sukses akhiratmu. (14:33 WIB)
  26. Janganlah kamu meremehkan sekecil apapun orang yang ada di hadapanmu bisa jadi dia adalah seorang waliyullah. (14:36 WIB)
  27. Al-Hikmah berkata: Wahai saudara-saudaraku ketahuilah tingkatan orang yang pertama sabar adalah orang yang menahan diri dari olokan orang bodoh. (14:37 WIB)
  28. Janganlah kamu bernasehat kepada orang yang bodoh niscaya kamu akan di olok-olok, tetapi bernasehatlah kepada orang yang bertakwa niscaya akan didengar dan dilaksanakan nasehat tersebut. (14:38 WIB)
  29. Orang yang sombong adalah orang yang tidak mau memaafkan orang yang pernah menyakitinya. (14:50 WIB)
  30. Berbuatlah baik kepada kedua orang tuamu niscaya anak-anakmu akan berbuat baik kepadamu. (14:59 WIB)
  31. Barangsiapa taat kepada kedua orang tuanya niscaya Allah SWT akan bukakan semua pintu-pintu kemudahan. (15:08 WIB)
  32. Syafaat itu memanglah pertolongan besar dari Nabi Muhammad SAW tetapi syafaat itu tidak akan bisa berlaku bagi hamba yang durhaka kepada kedua orang tuanya. (15:17 WIB)
  33. Meyakini dalam hati merupakan syarat sahnya iman, dan mengamalkan rukun islam adalah kesempurnaannya. (15:19 WIB)
  34. Kesempurnaan iman itu adalah takwa, dan doa tidak akan dikabulkan sebelum bertakwa. (15:20 WIB)
  35. Hakikat kaya dan miskin adalah hati, maka kayakanlah hatimu terlebih dahulu, dan kekayaan hati itu adalah sifat qona'ah. (15:24 WIB)
  36. Tuntutlah dirimu sebesar apa ibadahmu kepada Allah, jangan menuntut Allah untuk menghendaki apa yang menjadi tuntutanmu. (15:31 WIB)
  37. Abu Darda berkata: Sesungguhnya orang yang mengerti adalah orang yang selalu merasa puas dengan apa yang dimilikinya. (15:34 WIB)
  38. Ibadah yang tertolak adalah ibadah yang tidak merasakan nikmat didalamnya. (16:19 WIB)
  39. Apa yang ada ditangan Allah SWT adalah kemuliaan sedangkan apa yang ada ditangan manusia adalah kehinaan, maka janganlah mengharapkan kepada manusia niscaya kamu akan hina, gantungkanlah harapanmu kepada Allah SWT niscaya kamu akan mendapatkan kemuliaan, dan keagungan yang diabadikan. (16:21 WIB)
  40. Seorang disebut hamba adalah saat dia mengharapkan segalanya kepada Allah SWT, bahkan sampai hal sepele sekalipun. (16:22 WIB)
  41. Setiap dzikir yang dijawab oleh Allah SWT akan dapat merubah tabiat, sifat, hati seorang hamba. (16:33 WIB)
  42. Serahkan yang baik kepada Tuhanmu niscaya kamu akan mendapatkan balasan, janganlah memberikan hadiah yang buruk walaupun setiap hari, niscaya kamu justru akan mendapatkan hukuman. (16:34 WIB)
  43. Cocokkanlah hatimu dan niatmu untuk mengharap ridho Allah SWT niscaya kamu akan mendapatkan hadiah dari Tuhanmu. (16:34 WIB)
 
;