Jumat, 16 Agustus 2019 0 komentar

15 Dzulhijah 1440 H (16 Agustus 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris Nabi bagi yang benar-benar mengikuti, maka saat para Ulama sudah menjadi Ulama dunia, Ulama buruk yang tidak mampu menyampaikan kebaikan dan menegur kesalahan maka disitulah Allah SWT timpakan bencana dan musibah, maka benarlah meninggalnya Ulama yang baik itu bentuk kehilangan yang besar. (13:29 WIB)
  2. Apabila ada suatu kota penuh maksiat tetapi ada satu Ulama didalamnya maka selamatlah negeri tersebut, dan ada suatu kota yang dimana disitu ada Ulama tetapi tetap ditimpakan musibah disebabkan Ulamanya tidak punya malu terhadap Allah SWT. (13:32 WIB)
  3. Tidaklah jaminan orang mengaji itu masuk surga selama dia tidak merubah tabiat buruknya. (13:35 WIB)
  4. Dunia itu sangatlah hina, tetapi bukan berarti tidak boleh dimiliki, milikilah dunia tetapi letakkan diatas tanganmu bukan dihatimu. (13:37 WIB)
  5. Apapun bentuk kerja di tempat yang mengandung Riba, atau dilarang oleh Allah SWT itu tidak ada alasan melainkan neraka tempatnya apabila berbicara mengenai tauhid. (13:41 WIB)
  6. Kerasnya larangan Allah SWT bagi orang awam tetapi bagi orang khawas adalah bentuk pembuktian cinta yang agung. (13:44 WIB)
  7. Apabila seseorang itu sudah menginginkan sesuatu selain Allah SWT sudah termasuk syirik khofi. (13:47 WIB)
  8. Manusia itu memiliki 4 sifat didalam dirinya yaitu sifat buas, kebinatangan, setan, keTuhanan. (13:55 WIB)
  9. Barangsiapa memiliki juru nasehat dalam hatinya niscaya dia memiliki penjagaan dari Allah SWT. (14:10 WIB)
  10. Orang yang jujur adalah orang yang bisa menasehati dirinya sendiri tentang apa yang boleh dan tidak boleh. (14:12 WIB)
  11. Apabila Allah SWT peduli terhadap hambanya pasti dibuat tentram hatinya, tetapi apabila tidak peduli Allah SWT biarkan dia dalam kegelisahan. (14:16 WIB)
  12. Rasulullah SAW bersabda ada 4 jenis hati, yang pertama hati yang bersih yaitu dimana didalamny ada lentera yang bersinar itulah hati orang yang beriman, yang kedua hati kelam yang terbalik itulah hati orang kafir, yang ketiga hati terbungkus dan terikat oleh bungkusannya itulah hati orang yang munafik, dan yang keempat adalah hati yang campur aduk dimana didalamnya terdapat keimanan dan kemunafikan. (14:19 WIB)
  13. 5 Kendala memperoleh pengetahuan Illahi:
    1. Kekurangan pada hati itu sendiri
    2. Karena kekotoran maksiat dan perbuatan keji yang menumpuk di hati, seperti sabda Rasulullah "Barangsiapa melakukan perbuatan dosa niscaya dia akan diceraikan oleh akal yang tidak akan kembali lagi kepadanya untuk selama-lamanya"
    3. Hati tidak berada di arah hakikat yang dicari
    4. Hijab / Tirai orang yang taat terkadang masih tidak tersingkap pula hakikat kepadanya
    5. Kebodohan (14:29 WIB)
  14. Memikirkan sesuatu selain kepada Tuhanmu itu adalah sebuah maksiat. (14:33 WIB)
  15. Orang yang selalu melupakan Allah SWT itu pastilah akan dilupakan oleh Allah SWT walaupun Allah SWT mengingatnya. (14:33 WIB)
  16. Pintu masuknya setan didalam hati:
    1. Amarah dan nafsu syahwat
    2. Dengki dan rakus
    3. Kenyang
    4. Suka menghias rumah
    5. Rakus terhadap milik orang lain
    6. Tergesa-gesa, Sabda Rasulullah SAW "Tergesa-gesa itu dari setan, dan pelan-pelan itu dari Allah SWT"
    7. Kekayaan dan harta benda
    8. Kikir dan takut miskin
    9. Berlama-lama dipasar
    10. Fanatik terhadap aliran
    11. Orang awam
    12. Berburuk sangka (14:39 WIB)
  17. Orang yang terpesona terhadap dunia adalah orang yang tertipu. (14:40 WIB)
  18. Bagaimana membentuk anak ahli akhirat sedangkan orang tuanya ahli dunia, pasti seorang anak akan mengikuti menjadi ahli dunia. (14:44 WIB)
  19. Carilah sahabat yang dapat mengingatkan akhiratmu dan jangan mencari sahabat yang melupakan akhirat niscaya akan semakin gelap hatimu. (14:49 WIB)
  20. Tinggalkanlah yang tidak penting, dan carilah yang penting sehingga waktumu tidak banyak tertunda untuk yang tidak penting. (14:49 WIB)
  21. Apabila kamu berani meninggalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT niscaya apa yang kamu dapatkan akan lebih besar. (14:52 WIB)
  22. Janganlah kamu mencari kebaikan dari manusia karena baiknya manusia itu bentuk kemunafikan, carilah kebaikan dari Allah SWT. (14:53 WIB)
  23. Rasulullah SAW bersabda: "Mula-mula agama adalah mengenal Allah SWT, seperti firman Allah SWT dalan Surat Al-Alaq ayat 1.". (14:54 WIB)
  24. Amalan yang paling utama adalah mengetahui tentang Allah SWT. (14:56 WIB)
  25. Yang mengetahui perbendaharaan Allah SWT adalah orang yang takwa, dan apabila tidak mengetahui perbendaharaan maka dia termasuk orang yang masih tergantung kepada manusia, dan itulah orang yang masih jauh dari pandangan Allah SWT. (15:02 WIB)
  26. Hakikat kekayaan bukanlah materi melainkan hati, yaitu hati yang mengetahui perbendaharaan Allah SWT. (15:05 WIB)
  27. Sesungguhnya kerugian yang paling besar adalah saat Allah SWT tidak memandangmu. (15:07 WIB)
  28. Urusan dunia janganlah kamu melihat apa yang diatasmu niscaya kamu akan gila, maka pandanglah yang ada dibawahmu niscaya kamu akan bersyukur. (15:10 WIB)
  29. Urusan akhirat lihatlah yang ada diatasmu sehingga kamu iri dan menginginkannya. (15:11 WIB)
  30. Apapun pengharapan yang selain Allah SWT pastilah akan kecewa atau patah ditengah perjalanan. (15:19 WIB)
  31. Imam Ghazali: "Ma'rifat adalah memandang kepada wajah Allah SWT. (15:21 WIB)
  32. Seseorang belum bisa dikatakan ahli ma'rifat sebelum memiliki sifat-sifat:
    1. Mengenal Allah SWT secara mendalam
    2. Beramal selalu berpedoman kepada Rasulullah (Hadits)
    3. Berserah diri kepada Allah SWT dalam mengendalikan hawa nafsunya
    4. Merasa dirinya milik Allah SWT dan pasti akan kembali kepadaNya. (15:22 WIB)
  33. Orang tidak disebut ma'rifat kepada Allah SWT sebelum:
    1. Mengenal dirinya
    2. Mengenal siapa Tuhannya
    3. Mengenal dunianya
    4. Mengenal akhiratnya. (15:23 WIB)
  34. Mengenal diri adalah bentuk kita mengetahui aspek akan kelemahan dan kesalahan diri sendiri. (15:24 WIB)
  35. Kematian bagi orang mukmin adalah hari raya, sedangkan kematian bagi orang munafik adalah sebuah neraka. (15:28 WIB)
  36. Orang yang senang memaksakan kehendak atau menginginkan sesuatu yang bukan kehendak dari Tuhanmu adalah orang yang tidak bersyukur, dan apabila tidak mendapatkannya maka dia akan mengeluh, dan orang yang mengeluh itu pasti masuk neraka. (15:29 WIB)
  37. Dunia adalah jembatan untuk membangun akhirat. (15:34 WIB)
  38. Sesungguhnya manusia itu sudah ditakdirkan oleh Allah SWT dalam kerugian. (15:40 WIB)
  39. Barangsiapa yang sudah mengenal Allah SWT dan mengetahui perbendaharaan Allah SWT niscaya akan tampak kecil apa yang ada di bumin ini. (15:42 WIB)
  40. Apa yang disebut karomah itu adalah kemuliaan, dan orang yang mampu sholat berjamaah 5 waktu itulah karomah yang sesungguhnya. (16:00 WIB)
  41. Belajar itu lebih utama daripada mengikuti orang yang karomah. (16:03 WIB)
  42. Sesungguhnya jalan itu adalah tempat simpang siurnya setan, dan janganlah kamu menutup jalan apapun acaranya. (16:19 WIB)
  43. Kewajiban yang pertama bagi manusia adalah mengenal Allah SWT dengan sepenuh keyakinan. (16:22 WIB)
  44. Ketahuilah wahai saudara sekalian bahwa pokok dan dasar agama adalah mengenal dan memahami dengan sebenar-benarnya Tuhan yang disembah sebelum melakukan ibadah dan itulah makna dari hakikat sesungguhnya dalam syahadat. (16:23 WIB)
  45. Sederhanalah dirimu ketika kamu bersama manusia jadilah manusia biasa, tetapi saat kamu berdiskusi dengan ulama tunjukkanlah pangkatmu. (16:28 WIB)
  46. Rindu itu ada dua yaitu rindu kepada yang menciptakannya atau rindu kepada yang diciptakannya. (16:34 WIB)
Kamis, 15 Agustus 2019 0 komentar

Sholawat Fahm

بسم الله الرّحمن الرّحيم


اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً تُخْرِجُنِيْ مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ، وَتُكْرِمُنِيْ بِنُوْرِ الْفَهْمِ، وَتُوْضِحُ لِيْ مَا أَشْكَلِ عَلَيَّ حَتّٰى يُفْهَمَ، إِنَّكَ أَنْتَ تَعْلَمُ وَلَاَأَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيْوُبِ.

Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad, yang dengan berkat shalawat tersebut Engkau keluarkan aku dari kegelapan kebingungan, Engkau muliakan aku dengan cahaya pemahaman, Engkau jelaskan kepadaku segala hal yang pelik hingga mudah dipahami. Duhai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui apa-apa. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui semua yang ghaib.

Senin, 12 Agustus 2019 0 komentar

Pengajian Kesepuluh: Keutamaan Tobat (Jilid 1)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْظَلَمُوْا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُا لذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَافَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ. اُوْلَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِىْ مِنْ تَحْتِهَاالْاَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَنِعْمَ اَجْرُالْعَامِلِيْنَ

 (Surat Al-Imran Ayat 135-136)

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIMI
WAL LADZIINA IDZAA FA'ALUU FAAHISYATAN AU DHALAMUU ANFUSAHUM DZAKARULLAAHA, FASTAGHFARUU LIDZUNUUBIHIM, WA MAN YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLALLAAHU, WA LAM YUSHIRRUU 'ALAA MAA FA'ALUU WA HUM YA'LAMUUNA. ULAA-IKA JAZAA-UHUM MAGHFIRATUN MIN RABBIHIM WA JANNAATUN TAJRI MIN TAHTIHAL ANHAARU KHAALIDIINA FIIHA WA NI'MA AJRUL 'AAMILIINA.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
"Dan orang-orang yang bilamana terlanjur mengerjakan sesuatu yang keji atau berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri, maka ingat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, Dan tidak ada yang memberikan ampunan terhadap dosa-dosa kecuali Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Dan mereka tidak terus-menerus melakukan apa-apa yang telah mereka lakukan, sedang mereka sama mengetahui.
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan beberapa surga yang mengalir dibawahnya, beberapa sungai, dan itulah sebaik-baik balasan bagi mereka yang berbuat / beramal.



Dari Sa'id dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

لَايَجْلِسُ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَايُصَلُّوْنَ فِيْهِ عَلَى النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ اِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةٌ وَاِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لَمَايَرَوْنَ مِنَ الثَّوَابِ

LAA YAJLISU QAUMUN MAJLISAN LAA YUSHALLUUNA FIIHI 'ALAN NABIYYI ALAIHIS SHALATU WASSALAMU. ILLAA KAANA 'ALAIHIM HASRATUN , WA IN DAKHALUL JANNATA LAMAA YARAUNA MINATS TSAWAABI.
Tiada suatu kaum yang duduk dalam satu majlis yang mereka itu tidak membaca shalawat untuk Nabi ASW., kecuali akan mendapatkan penyesalan / kerugian; dan bilamana mereka masuk surga, maka mereka tidak akan bisa melihat pahala mereka.



Abu Musa At-Tirmidzy meriwayatkan dari sementara orang ahli ilmu berkata:

اِذَا صَلَّى الرَّجُلُ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللّٰهُ تَعَالّٰى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةً فِى مَجْلِسٍ اَجْزَ أَتْ عَمَّا كَانَ فِى ذٰلِكَ الْمَجْلِسِ

IDZAA SHALLAR RAJULU 'ALAN NABIYYI SHALLALLAAHU TA'AALA 'ALAIHI WA SALLAMA SHALATAN FII MAJLISIN AJZA-AT 'AMMAA KAANA FII DZAALIKAL MAJLISI.
Apabila seorang laki-laki membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam suatu majelis, maka cukuplah apa-apa yang ada didalam majelis itu. 
(Syifaa-un Syariifun).

Dikatakan bahwa turunnya ayat ini (WAL LADZIINA IDZAA FA'ALUU FAHISYATAN. . . . . . .) sehubungan dengan seorang laki-laki penjual tamar, yang pada suatu waktu ada seorang perempuan membeli tamarnya; kemudian sia penjual tamar memasukkan perempuan itu didalam warungnya, dan menciuminya. Lalu menyesal-lah laki-laki itu atas perbuatannya.
Beritapun tersiar dikalangan orang-orang yang berbuat dosa dan dia bertaubat dari dosa besar yang telah dilakukan dari zina dan lain-lain sebagainya. 
Kata "WAL LADZIINA" diathafkan / dirautkan dengan kata "Al-Muttaqiina" yang mengandung arti: "Disediakan untuk para muttaqiin . orang-orang yang bertaqwa dan para taa-ibiina / orang-orang yang bertaubat. Kata "ULAA-IKA" sebagai isyarat untuk dua golongan (muttaqiin ta-ibiin).
Dan bisa juga kata "WAL LADZINA" sebagai mubtadaa (subyectiva), khabarnya (predikatnya) kata "ULAA-IKA"
(Kasysyaafun)

Kata "FAS TAGHFARUU" didalamnya terdapat pembersihan terhadap jiwa para hamba, menggiatkan dan suka bertaubat dan juga anjuran untuk bertaubat; bahkan sebagai benteng dari putus asa dan putus harapan dari rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala; dan sesungguhnya dosa-dosa itu meskipun besar, maka sesungguhnya ampunan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan sifat dermawanNya itu lebih besar.
(Kasysyaafun)

Kata "LIDZUNUUBIHIM" artinya terhadap dosa-dosa mereka, maka mereka bertaubat dari padanya dan mencabut serta menghindari dari dosa-dosa itu dengan berkemauan kuat bahwa mereka tidak akan kembali mengulangi dosa-dosa itu. Dan inilah syarat-syarat taubat yang diterima.
(Tafsir Khazin)

Kata "WA HUM YA'LAMUUNA" = "Sedang mereka semua mengetahui", ada beberapa pendapat:
  1. Mereka tahu bahwa dosa-dosa itu jelas. (Ibnu Abbas)
  2. Mereka tahu bahwa terus menerus dalam dosa itu berbahaya,
  3. Mereka tahu bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala memiliki ampunan dosa dan mereka tahu pula bahwa mereka mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa-dosa,
  4. Mereka tahu bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak berat mengampuni dosa-dosa meskipun banyak / besar.
  5. Mereka tahu bahwa bila mereka memohon ampun, tentu dia Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengampuni mereka.
(Tafsir Lubab)



            اِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَالَمْ يُغَرْغِرْ

INNALLAAHA TA'AALA YAQBALU TAUBATAL 'ABDI MAA LAM YUGHARGHIR
Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala menerima taubat hambaNya selama dia belum sakaratul maut.
(Minal Mashaabiihi)

Adapun arti yugharghiru / ghargharatun ialah bolak-baliknya ruh ditenggorokan. Dan artinya bahwa taubatnya orang yang berdosa itu bisa diterima selama ruh belum sampai ditenggorokan. Karena diwaktu sakaratul maut, sudah terang seseorang itu kembali kerahmat atau kembali keresiko atau siksa dan tidak akan bermanfaat / berguna ketika itu taubatnya atau imannya. Karena syarat bertaubat itu berkemauan meninggalkan dosa dan dan tidak akan membiasakan dosa. Sedang kemauan itu bisa terjadi nyata bila memungkinkan bagi orang yang bertaubat, padahal tidak mungkin terjadi karena dia sudah tidak mampu lagi.
(Majaalisur Ruumy)



Dari Ali bin Abi Thalib dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam:
مَكْتُوْبٌ حَوْلَ الْعَرْشِ قَبْلَ خَلْقِ آدَمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ بِاَرْبَعَةِ آلَافِ سَنَةٍ وَاِنِّى لَغَفَّارٌ لِمَنْ تابَ وَآمَنَ وَ عَمِلَ صَالِحًا

MAKTUUBUN HAULAL ARSYI QABLA KHALQI ADAMA As. BI ARBA'ATI AALAAFI SANATIN: "WA INNI LAGHAFFAARUN LIMAN TAABA WA AAMANA WA 'AMILA SHAALIHAN.
Tertulis disekitar Arsy sebelum diciptakannya Adam As. empat ribu tahun "Sungguh Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman dan berbuat baik."
(Tanbiihul Ghaafiliina)



Telah Diriwayatkan:
اَنَّ جِبْرَا ئِيْلَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ جَاءَاِلَى النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ اِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى يُقْرِ ئُكَ السَّلَامَ وَيَقُوْلُ: مَنْ تَابَ مِنْ اُمَّتِكَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِسَّنَةٍ تَوْبَتُهُ، فَقَالَ النَّبِىُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: يَاجِبْرَائِيْلُ اَلسَّنَةُ لِاُمَّتِى كَثِيْرَةٌ لِغَلَبَةِ الْغَفْلَةِ وَطُوْلِ الْأَمَلِ، فَذَهَبَ جِبْرَا ئِيْلُ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ ثَمَّ رَجَعَ فَقَالَ: يَامُحَمَّدُ اِنَّ رَبَّكَ يَقُوْلُ:  مَنْ تَابَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِشَهْرٍ قُبِلَتْ تَوْبَتُهُ: فَقَالَ عَلَيْهِ لبصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: يَا جِبْرَائِيْلُ اَلشَّهْرُ لِاُمَّتِى كَثِيْرٌ فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ اِنَّ رَبَّكَ يَقُوْلُ: مَنْ تَابَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِيَوْمٍ قُبِلَتْ تَوْبَتُهُ، فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ يَاجِبْرَائِيْلُ اَلْيَوْمُ لِاُمَّتِى كَثِيْرٌ، فَذَهَبَ جِبْرَئِيْلُ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: يَامُحَمَّدُ اِنَّ رَبَّكَ يَقُوْلُ: مَنْ تَابَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِسَاعَةٍ قُبِلَتْ تَوْبَتُهُ، فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: يَاجِبْرَئِيْلُ السَّاعَتُ لِأُمَّتِى كَثِيْرَةٌ، فَذَهَبَ ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: يَامُحَمَّدُ اِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى يُقْرِئُكَ السَّلَامَ وَيَقُوْلُ: مَنْ مَضَ جَمِيْعُ عُمْرِهِ فِى الْمَعَا صِىْ وَلَمْ يَرْجِعْ اِليَّ اِلَّا قَبْلَ مَوْتِهِ بِسَنَةٍ اَوْشَهْرٍا اَوْيَوْمٍ اَوْسَاعَتٍ حَتَّى بَلَغَ الرُّوْحُ الْحُلْقُوْمَ وَلَمْ يُمْكْنُ لَهُ النُّطْقُ وَالْاِعْتِذَا رُبِلِسَانِهِ وَنَدِمَ بِقَلْبِهِ قَدْ غَفَرْتُ لَهُ

ANNA JIBRAA-IILA ALAIHISH SHALAATU WASSALAAMU, JAA-A ILAN NABIYYI ALAIHISH SHALAATU WASSALAAMU. FAQAALA: "YAA MUHAMMADU INNALLAAHA TA'AALAA YUQRIUKAS SALAAMA WA YAQUULU: "MAN TAABA MIN UMMATIKA QABLA MAUTIHI BISANATIN QUBILAT TAUBATUHU", FA QAALAN NABIYYU ALAIHISH SHALAATU WASSALAAMU: "YAA JIBRAA-IILU ASSANATU LI UMMATII KATSIIRATUN LIGHALABATIL GHAFLATI WA THUULIL AMALI", FA DZAHABA JIBRAA-IILU ALAIHISH SHALAATU WASSALAAMU. TSUMMA RAJA'A FA QAALA: "YA MUHAMMADU INNA RABBAKA YAQUULU: "MAN TAABA QABLA MAUTIHI BI SYAHRIN QUBILAT TAUBATUHU", FA QAALA ALAIHISH SHALAATU WASSALAAMU: "YA JIBRAA-IILU ASY SYAHRU LI UMMATI KATSIIRUN", FA DZAHABA TSUMMA RAJA'A FA QAALA: "YAA MUHAMMADU INNA RABBAKA YAQUULU: "MAN TAABA QABLA MAUTIHI BI YAUMIN QUBILAT TAUBATUHU", FA QAALA ALAIHISH SHALAATU WASSALAAMU "YAA JIBRAA-IILU, AL YAUMU LI UMMATII KATSIIRUN, FA DZAHABA JBRAA-IILU TSUMMA RAJA'A FA QAALA: "YAA MUHAMMADU, INNA RABBAKA YAQUULU: "MAN TAABA QABLA MAUTIHI BI SAA'ATIN QUBILAT TAUBATUHU", FA QAALA ALAIHISH SHALAATU WASSALAAMU: "YAA JIBRAA-IILU AS SAA'ATU LI UMMATII KATSIIRATUN", FA DZAHABA TSUMMA RAJA'A FA QAALA: "YAA MUHAMMADU INNALLAAHA TA'AALAA YUQRIUKAS SALAAMA WA YAQUULU: "MAN MADHAA JAMII'U 'UMRIHI FIL MA'AASHII WA LAM YARJI' ILAYYA ILLA QABLA MAUTIHI BISANATIN AU SYAHRIN AU YAUMIN AU SAA'ATIN HATTAA BALAGHAR RUUHUL HULQUUMA WA LAM YUMKIN  LAHUN NUTHQU WAL I'TIDZAARU BI LISAANIHI WA NADIMA BI QALBIHI QAD GHAFARTU LAHU.
Bahwa sesungguhnya Jibril as. telah datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam maka berkata: "Hai Muhammad, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengirim salam kepadamu dan berfirman: "Barangsiapa bertaubat dari umatmu, sebelum meninggal tempo setahun , maka diterima taubatnya." Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Hai jibril, satu tahun bagi umatku itu banyak / lama, sebab kebiasaannya lengah dan banyak angan-angan / keinginannya. Maka Jibril as. pergi kemudian datang lagi dan berkata: "Hai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu berfirman: "Barangsiapa bertaubat sebelum meninggal tempo sebulan, maka diterima taubatnya". Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Hai Jibril, sebulan bagi umatku itu lama." maka Jibril as. pergi kemudian datang lagi dan berkata: "Hai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu berfirman: "barangsiapa bertaubat sebelum meninggal dalam tempo satu hari, maka diterima taubatnya". Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Hai Jibril, satu hari bagi umatku itu cukup lama". Maka Jibril as. pergi kemudian datang lagi dan berkata: "Hai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu berfirman: "Barangsiapa bertaubat sebelum meminggal dalam tempo satu jam, maka diterima taubatnya." Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun bersabda lagi: "Hai Jibril, satu jam bagi umatku juga lama". Maka Jibril pergi kemudian datang lagi dan berkata: "Hai Muhammad, sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam kepadamu dan berfirman: "Barangsiapa seluruh umurnya dalam durhaka dan belum kembali kepadaKu melainkan sebelum meninggalnya dalam tempo satu tahun, satu bulan, atau satu hari, satu jam, sehingga ruhnya sudah sampai ditenggorokkan dan tidak mungkin berkata, atau beralasan dengan lisan dan menyesali dengan hatinya, sungguh Aku telah mengampuninya".
(Zubdatul Waa'idziina)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman di surat Nur ayat 31:


وَتُوْبُوْا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

"WA TUUBUU ILALLAAHI JAMII'AN AYYUHAL MU'MINUUNA LA'ALLAKUM TUFLIHUUNA."
"Taubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang ber-iman agar kamu sekalian berbahagia.".

Sementara Hukamaa berkata: "Taubat seseorang itu bisa di ketahui dengan empat perkara:

  1. Dia menahan lisannya dari bicara yang berlebih-lebihan, dari ghibah, adu domba, dan dari dusta.
  2. Dia sudah tidak merasa dihatinya terdapat sifat dengki dan tidak ada pula rasa memusuhi kepada seseorang.
  3. Dia menjauhi kawan-kawan yang busuk dan tidak mau bergaul dengan salah seorang dari mereka.
  4. Dia selalu menyiapkan diri untuk mati dengan rasa menyesal dari dosa serta memohon ampunan dari dosa-dosa yang telah lalu dan bersungguh-sungguh taat kepaada Tuhannya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman di ayat lain:

يَآ اَيُّهَاالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا

"YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU TUUBUU ILALLAAHI TAUBATAN NASHUUHAN."
"Hai orang-orang yang beriman taubatlah kamu sekalian kepada Allah dengan taubat yang betul-betul".
Artinya, betul-betul didalam taubatnya.
Ada yang menerangkan: 'Saling bernasehatlah kamu sekalian karena Allah didalam hal taubat".

Umar bin Khathab ditanya dari pengertian "Taubat nashuha" dia menerangkan; hendaklah seseorang bertaubat dari perbuatan busuk dan tidak akan mengulangi untuk selama-lamanya.

Sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

اَلْمُسْتَغْفِرُ بِاللِّسَانِ اَلْمُصِرُّ عَلَى الذَّنْبِ كَالمُسْتَهْزِئِ بِرَبِّهِ

"AL MUSTAGHFIRU BILLISAANI AL MUSHIRRU 'ALADZ DZANBI KAL MUSTAHZII BI RABBIHI."
"Orang yang mohon ampunan dengan lisan sedang dia terus menerus berbuat dosa, seperti mengejek Tuhannya.".
(Raudhatul 'Ulamaa)

Tsabit Al Bannaanii berkata: "Saya mendengar, bahwa iblis semoga dia selalu menerima kutukan Allah - menangis ketika ayat ini ( WAL LADZIINA IDZAA FA'ALUU FAAHISYATAN. . . ) turun.
(Tafsir Lubab).

Dari Abu Bakar dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

عَلَيْكُمْ بِلَا إِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَالْاِسْتِغْفَارِ فَاَكْثِرُوْا مِنْهُمَا فَاِنَّ اِبْلِيْسَ عَلَيْهِ اللَّعْنَةُ قَالَ: اَهْلَكْتُ النَّاسَ بِالذُّنُوْبِ وَالْمَعَاصِىْ، وَاَهْلَكُوْنِى بِلَا اِلٰهَ اِللّٰهُ وَالْاِسْتِغْفَارِ، فَلَمَّا رَاَيْتُ ذٰلِكَ اَهْلَكْتُهُمْ بِالْهَوٰى وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُهْتَدُوْنَ

"ALAIKUM BI LAA ILAAHA ILLAALAAHU WAL ISTIGHFAARI, FA AKTSIRUU MNHUMAA, FA INNA IBLIISA 'ALAIHIL LA'NATU QAALA: 'AHLAKTUN NAASA BIDZ DZUNUUBI WAL MA'AASHII WA AHLAKUUNII BI LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAL ISTIGHFAARI, FA LAMMAA RA-AITU DZAALIKA AHKLAKTUHUM BIL HAWAA WA HUM YAHSABUUNA ANNAHUM MUHTADUUNA".
"Hendaklah kamu sekalian membaca "Laa ilaaha illaahu" dan istighfar (Astaghfirullaahal 'adziim) dan perbanyaklah membaca keduanya; karena iblis - semoga baginya tetap mendapat kutukan Allah berkata: 'Aku hancurkan manusia dengan dosa-dosa dan dengan bermacam-macam perbuatan durhaka, dan mereka menghancurkan aku dengan "Laa ilaaha illaahu" dan 'istighfar'. Tatkala aku mengetahui yang demikian itu aku hancurkan mereka dengan hawa nafsu, dan mereka mengira dirinya berpetunjuk.".
(Durrun Mantsur)

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

قَالَ اِبْلِيْسُ: يَارَبِّ وَعِزَّتِكَ لَا اَزَالُ اَغْوِئْ بَنِى آدَمَ مَادَامَتْ اَرْوَاحُهُمْ فِى اَجْسَادِهِمْ، فَقَلَ اللّٰهُ تَعَالٰى: وَعِزَّتِى وَجَلَالِىْ يَامَلْعُوْنٌ لَااَزَالُ اَغْفِرُ لَهُمْ مَااسْتَغْفَرُوْا


"QAALA IBLIISU: "YAA RABBI WA 'IZZATIKA LAA AZAALU AGHWII BANII AADAMA MAA DAAMAT ARWAAHUHUM FII AJSAADIHIM", FA QAALALLAHU TA'AALAA: 'WA 'IZZATII WA JALAALI YAA MAL'UUNUN LAA AZAALU AGHFIRU LAHUM MASTAGHFARUU'.
"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, demi keperkasaan Engkau, aku akan selalu menyesatkan anak turun Adam, selama jiwa mereka masih berada dijasad mereka". Maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 'Demi keperkasaanKu dan demi kemuliaanKu, hai yang terkutuk, Akupun selalu mengampuni mereka selama mereka minta ampun'.

Atha' bin Khalid berkata: "Saya mendengar bahwa ketika firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Wa Man Yaghfirudz Dzunuuba Ilallaahu Walam Yushirru 'Alaa Maa Fa'aluu Wa Hum Ya'lamuuna) = (Tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Allah, dan mereka tidak akan terus menerus dalam perbuatannya sedang mereka sama mengetahui), maka berteriaklah iblis terkutuk kepada para bala tentaranya, sehingga debu bertaburan dikepalanya seraya dia mengumpat dengan kata 'celaka'.
Maka berdatanganlah bala tentaranya dari segala penjuru daratan dan laut lalu bertanya: "Mengapa tuan kami?"
Iblis menjawab: "Ada sebuah ayat didalam Al-Qur'an yang dosa tidak akan membahayakan anak turun adam sesudah itu".
Dia menceritakan kepada mereka ; dan terus mereka berkata: "Kita buka bagi mereka (anak turun Adam) pintu-pintu hawa nafsu, maka mereka tidak mau bertaubat dan tidak mau minta ampunan, karena mereka mengira bahwa mereka dijalan yang baik / benar. Iblis menjadi puas.
(Durrun Mantsur)

Anas bin Malik ra. berkata: "Saya mendengar Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:


قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى: يَابْنَ آدَمَ اِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ مَكَانَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِى: يَاابْنَ آدَمَ لَوْبَلَغَتْ ذُنُوْبَكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَر تَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِىْ: يَاابْنَ آدَمَ لَوْ اَتَيْتَنِىْ بِقِرَابِ الْأَرْصِ خَطَا يَا ثُمَّ لَقِيْتَنِى لَاتُشْرِكُ بِى شَيْئًا لَاَتَيْتُكَ بِقِرَابِهَا مَغْفِرَةً

QAALALLAAHU TA'AALAA: "YABNA AADAMA, INNAKA MAA DA'AUTANI WA RAJAUTANII GHAFARTU LAKA MAA KAANA MINKA WA LAA UBAALII: YABNA AADAMA LAU BALAGHAT DZUNUUBUKA 'ANAANAS SAMAA-I TSUMAS TAGHFARTANII GHAFARTU LAKA WA LAA UBAALII; YABNA AADAM LAU ATAITANII BI QIRAABIL ARDHI KHATHAAYAA TSUMMA LAQIITANII LAA TUSYRIKU BII SYAI-AN LA ATAITUKA BI QIRAABIHA MANGFIRATAN.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfiman: "Hai anak turun Adam, sungguh engkau tidak minta kepadaKu dan berharap kepadaKu, Aku sudah mengampuni dosamu dan Aku tidak memperdulikan lagi; hai anak Adam, kalau toh dosamu sebanyak awan dan langit, kemudian engkau minta ampun kepadaKu, maka Akupun mengampuni kamu dan Aku sudah tidak memperdulikan lagi, hai anak turun Adam, kalau toh engkau datang kepadaKu dengan dosa sebesar lengkung bumi kemudian engkau berjumpa padaKu sedang engkau tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku menjumpaimu 
(Hadits Riwayat Tirmidzi)

Telah diriwayatkan dalam sebuah hadits, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:

مَنْ لَزِمَ الْاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللّٰهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَ جًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَايَحْتَسِبُ

"MAN LAZIMAL ISTIGHFAARA JA'ALALLAAHU LAHU MIN KULLI DHIIQIN MAKHRAJAN, WA MIN KULLI HAMMIN FARAJAN, WA RAZAQAHU MIN HAITSU LAA YAHTASIBU."
"Barangsiapa mendawamkan istighfar, maka Allah memberikan jalan keluar bagi tiap-tiap kesempitannya, dan kegembiraan bagi tiap-tiap kesusahannya, bahkan Allah memberikan rizqi kepadanya dari arah yang tidak disangkanya."

Dihadits yang lain Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

وَالِلّٰهِ اِنِّى لَاَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ اَكْثَرَ مِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً

"WALLAAHI INNII LA ASTAGHFIRULLAAHA WA ATUUBU ILAIHI FIL YAUMI AKTSARA MIM SAB'IINA MARRATAN"
"Demi Allah, sesungguhnya saya mohon ampun kepada Allah, dan bertaubat kepadaNya dalam tiap-tiap hari lebih dari tujuh puluh kali."

Dihadits lainpun Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

يَآ اَيُّهَاالنَّاسُ تُوبُوْا إِلَى اللّٰهِ فَإِنِّى اَتُوْبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ مَائَةَ مَرَّةٍ

"YAA AYYUHAN NAASU TUUBU ILALLAAHI, FA INNI ATUUBU ILAIHI FIL YAUMI MIATA MARRATIN"
"Hai manusia, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepadaNya dalam tiap hari seratus kali".

Didalam hadits lain Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءُ، وَخَيْرُ الْخَطَّا ئِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

'KULLU BANII AADAMA KHATHTHAA-UN, WA KHAIRUL KHATHTHAAIINAT TAWWAABUUNA".
"Tiap-tiap bani Adam itu bersalah / berdosa, dan sebaik-baik orang yang bersalah ./ berdosa ialah mereka yang bertaubat."

Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas Ra. berkata: "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:

هَلَكَ الْمُسَوِّفُوْنَ

"HALAKAL MUSAWWIFUUNA"
"Binasalah orang-orang yang melambat-lambat" (tobat).

Al-musawwif ialah orang yang mengatakan besok saya akan taubat. Maka binasalah dia. Karena dia menetapkan kelanggengan suatu perkara, yang kelanggengannya itu bukan diserahkan kepadanya. Maka mungkin tidak langgeng. Dan kalau sekiranya langgeng maka sesungguhnya sebagaimana dia tidak bisa meninggalkan dosa hari ini, juga dia tidak bisa meninggalkan dosa besok harinya. Karena tidak mampunya dia meninggalkan dosa seketika itu, hanyalah karena nafsu syahwat yang mengalahkan dia. Dan syahwatpun tidak akan menghindarinya besok hari, bahkan akan bertambah-tambah menjadi kuat dengan sebab terbiasanya. Bukanlah syahwat yang diperkuat oleh manusia dengan kebiasaannya itu seperti tidak diperkuat oleh dia sendiri.
Oleh karena itu fikirkanlah hai para ahli majlis pengajian dan orang-orang yang sadar, apabila Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memohon ampun dan bertaubat dan Allah telah mengampuni, dosa-dosanya yang telah lalu dan yang kemudian, maka orang yang keadaannya belum jelas (baiknya) lebih mohon ampun atau tidak?
Bagaimana dia tidak mau bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala ditiap-tiap waktu, dan tidak selalu menggerakkan lisannya sibuk berkumat-kamit dengan istighfar, dan bagaimana pula dia tidak ingat kepada Allah Yang menjadi Raja lagi Maha Penganmpun, Yang Maha Penyelamat dari siksa neraka?".
(Haadzaa mulakhkhas min Majelis Abraari.) = (Ini adalah kesimpulan dari majaalisil abraari).




اِذَا اَرَادَاللّٰهُ تَعَالٰى بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِى الدُّنْيَا. وَاِنْ اَرَادَ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ اَمْسَكَ عَلَيْهِ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

IDZAA ARAADALLAAHU TA'AALAA BI 'ABDIHIL KHAIRA, 'AJJALA LAHUL 'UQUUBATA FID DUN-YAA; WA IN ARAADA BI 'ABDIHISY SYARRA AMSAKA 'ALAIHI BIDZANBIHI HATTA YUWAAFIYAHU YAUMAL QIYAAMATI.

"Apabila Allah ta'aalaa menghendaki kebaikan bagi hambanya, maka Dia Allah mendahulukan siksanya didunia dan apabila menghendaki kejahatan / sengsara bagi hambaNya, maka Dia Allah menahan siksa dosanya, sehingga akan ditepatinya besok hari qiyamat."

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/08/keutamaan-taubat-durratun-nasihin.html
Jumat, 09 Agustus 2019 0 komentar

8 Dzulhijah 1440 H (9 Agustus 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Qs. At-Taubah ayat 14: "Perangilah mereka niscaya Allah menyiksa mereka dengan perantaraan tanganmu, dan dia akan menghina mereka dan menolongmu dengan kemenangan atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (13:39 WIB)
  2. Sesungguhnya ada dosa yang Allah SWT biarkan didunia mereka mengira diri mereka aman, padahal mereka sedang menghimpun dosa yang kelak akan dibalas di akhirat. (13:42 WIB)
  3. Sesungguhnya surat At-Taubah itu bentuk kemarahan Allah SWT kepada orang kafir, sehingga tidak mengawali bacaan surat itu dengan Bismillah. (13:44 WIB)
  4. Kenikmatan yang tidak pernah disadari oleh manusia adalah waktu dan sehat, dimana banyak dari mereka menyia-nyiakan waktu dan kesehatan. (13:57 WIB)
  5. Barangsiapa yang mengikuti tradisi orang yang kafir niscaya kamu akan sama dengan mereka. (14:01 WIB)
  6. Sesungguhnya kolam renang itu adalah gambaran dari neraka jahanam, ada yang terlentang ada yang telungkup. Karena kolam renang adalah rumah ibadah iblis. (14:03 WIB)
  7. Sesungguhnya apa yang kita miliki itu sejatinya adalah milik orang tua walaupun milik dirimu sendiri, maka apabila beramal dan bersedekah selalu atas namakanlah orang tua, agar orang tuamu mendapatkan pahalanya dan kamu juga mendapatkannya juga. (14:11 WIB)
  8. Manusia yang meremehkan sholat adalah betul-betul hatinya telah menjadi kafir. (14:12 WIB)
  9. Sesungguhnya maghrib itu adalah penutup siang hari dan pulangnya iblis, maka tutuplah pintu-pintu rumahmu, dan subuh itu adalah penutup malam hari dimana keluarnya iblis maka buka bukalah pintu-pintu rumahmu. (14:15 WIB)
  10. Barangsiapa yang membaca sayyidul istighfar disubuh hari maka dia telah memiliki perisai sebagai tameng pemeliharaan Allah SWT sampai maghrib. (14:16 WIB)
  11. Selesai subuh iblis itu berkeliaran masuk kedalam aktifitas manusia, maka disunnahkan melakukan sholat dhuha. (14:17 WIB)
  12. Barangsiapa yang berdoa diantara maghrib dan isya' niscaya tidak akan tertolak doamu. (14:19 WIB)
  13. Perkembangan dunia ini sangatlah cepat dan moderen, manusia jaman sekarang tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan sampai maksiatpun sudah bisa diakses dari rumah melalui handphone ditangan. Maka tinggalkan sesuatu yang tidak memiliki manfaat. (14:20 WIB)
  14. Segala hal apapun yang meragukan maka tinggalkanlah, karena disitulah iblis sudah bersemayam dan menggoda. (14:21 WIB)
  15. Walaupun kamu ngantuk, letih, penat, lawanlah rasa itu untuk mendatangi majelis-majelis yang penuh dengan berkah. (14:22 WIB)
  16. Orang yang banyak mikir itu adalah termasuk orang yang berkhianat kepada Allah SWT karena telah banyak pertimbangan, dan orang yang jujur kepada Allah SWT adalah mereka yang banyak berdzikir. (14:23 WIB)
  17. Bergaullah dengan orang-orang yang mendorongmu kepada akhirat, janganlah bergaul dengan orang yang mendorongmu kepada dunia, niscaya kamu tidak akan mendapatkan apa-apa, dunia tidak dapat akhiratpun sekarat. (14:26 WIB)
  18. Saudaramu adalah mereka yang mengingatkanmu di jalan Allah SWT, walaupun dia tidak memiliki hubungan darah. (14:26 WIB)
  19. Saudara didunia belum tentu saudara di akhirat, kebaikan didunia bukanlah kebaikan di akhirat. Dan penjagaan Allah SWT itu lebih baik. Maka libatkanlah Allah SWT dalam menjaga dirimu. (14:28 WIB)
  20. Sesungguhnya untuk menyenangkan dan menggembirakan anak itu bukanlah dengan mainan tetapi dengan doa, niscaya dia akan menjadi anak yang soleh. (14:28 WIB)
  21. Sesungguhnya anak dan istrimu itu akan menjadi fitnah karena kamu menjaganya dengan harta bukan dengan agama. (14:29 WIB)
  22. Apabila seorang suami tidak bisa menjadi imam yang baik maka jangan salahkan makmum itu tidak berada di tempat. (14:30 WIB)
  23. Banyaknya angka perceraian dalam islam itu disebabkan banyaknya orang yang meninggalkan ngaji, meninggalkan sholat dan ibadahnya. (14:32 WIB)
  24. Tidak disebut orang yang mengenal diri apabila dia tidak mengerti akan kebutuhan bekal dirinya kelak setelah meninggal, tidak mengerti betapa bahayanya kemarahan Allah SWT. (14:37 WIB)
  25. Sesungguhnya manusia itu suka membantah, karena manusia ini dititipkan hawa nafsu. (14:38 WIB)\
  26. Banyak orang yang mengaji tetapi tidak selamat, karena dia termasuk golongan yang plin-plan, seolah-olah dia mengaji menginginkan akhirat tetapi didalam hatinya juga menginginkan dunia. (14:41 WIB)
  27. Ketika kamu diberi kelapangan oleh Allah SWT disitu adalah ujian kepada dirimu apakah kamu tetap menangis dan berdoa kepada Tuhanmu. (14:50 WIB)
  28. Kebanyakan manusia menangis dan sedih apabila ditinggalkan dunia tetapi sedikit yang menangis dan sedih apabila ditinggalkan Tuhannya. (14:51 WIB)
  29. Sesungguhnya orang yang dunia selalu di pelupuk matanya, dia tidak akan pernah mendapatkan dunianya bahkan bangkrut juga akhiratnya. (14:53 WIB)
  30. Letakkanlah Allah SWT dan Rasul dihatimu niscaya kamu akan senantiasa menyebutnya. (14:56) WIB
  31. Struktur penting pada manusia adalah hati, ruh, nafs, dan akal. (14:58 WIB)
  32. Hati yang lembut adalah hati yang selalu berkasih sayang, dan hati yang keras itu berbuat baik tetapi apabila ada maunya. (15:05 WIB)
  33. Tidak disebut orang yang mukmin bersaudara apabila tidak saling mendoakan satu sama lain. (15:09 WIB)
  34. Orang yang menyia-nyiakan waktunya itu tergolong orang yang memiliki banyak dosa. (15:18 WIB)
  35. Hakikat kekuatan itu dari Tuhanmu bukan dari dirimu sendiri. (15:21 WIB)
  36. Qonaah adalah bentuk perbendaharaan Allah SWT yang dititipkan dihatimu, sedangkan kesempitan dan ketakutan adalah bentuk iblis yang menyusup kedalam hatimu. (15:23 WIB)
  37. Janganlah susah atas apa yang hilang dari tanganmu, letakkannlah qonaah didalam hatimu niscaya kamu akan lapang hatimu. (15:23 WIB)
  38. Lupanya manusia kepada maut disebabkan panjangnya angan-angan, dan panjang angan-angan itu disebabkan cintanya kepada dunia. (15:26 WIB)
  39. Cinta dunia itu adalah pangkal sumber dari segala dosa yang terjadi di dunia ini. (15:28 WIB)
  40. Tangisan yang paling utama adalah dihatimu yang teriris-iris dikarenakan menyadari akan dosa-dosa yang telah diketahuinya. (15:32 WIB)
  41. Baransgsiapa yang mengawali doanya dengan Yaa Hayyu Yaa Qayyum niscaya pasti Allah SWT akang mengabulkan doanya. (15:37 WIB)
  42. Mahluk yang paling dibenci Allah SWT ada dua yaitu Iblis dan Dunia, barangsiapa yang dekat dan bersekutu dengan salah satunya pasti Allah SWT melaknatnya juga. (15:45 WIB)
  43. Tinggikan ayat Allah SWT niscaya kamu pasti akan ditinggikan derajatmu, dan barangsiapa yang meremehkan ayat Allah SWT niscaya kamu juga akan diremehkan dan dihinakan. (15:48 WIB)
  44. Banyak manusia membaca Al-Qur'an tetapi sedikit yang meninggikannya. (15:48 WIB)
  45. Sifat manusia tidak pernah bersyukur dan sedikit sekali manusia yang bersyukur. (15:51 WIB)
  46. Barangsiapa di hari arafah dia tidak mampu berhaji dan berqurban hewan, maka gantilah dengan sholat tasbih lalu membaca tasbih seratus kali, niscaya Allah SWT akan berikan dia pahala seperti halnya orang yang berhaji dan berqurban, dan bersedekah emas sebanyak dua gunung tihamah. (15:56 WIB)
  47. Manusia yang tidak mau diluasakna rejekinya oleh Allah SWT tidak perlu dia bersedekah. (15:58 WIB)
  48. Tentara hati dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tentara pendorong (syahwat), tentara penggerak (kekuasaan), tentara yang bergerak rahasia seperti mata-mata. Dan semua itu tergantung dari 3 panca indra: 
    1. Lidah dan segala macam akibatnya
    2. Telinga dan segala macam pendengarannya
    3. Mata dengan segala pengaruhnya terhadap hati.(16:09 WIB)
  49. Semakin banyak keinginan itu semakin menggelapkan hati, maka pandanglah segala sesuatu itu dengan sifat-Nya pasti akan membuatmu berdzikir. (16:12 WIB)
  50. Apabila manusia sudah mengharapkan perhatian manusia didalam dirinya, maka gugurlah perhatian Allah SWT kepada dirinya. (16:13 WIB)
  51. Janganlah perbuatan hari ini sama dengan perbuatan hari ini, harus lebih ditingkatkan lagi kebaikan yang kita lakukan. (16:17 WIB)
  52. Apabila kamu menyegerakan urusan Allah SWT niscaya kamu juga akan disegerakan segala urusanmu. (16:17 WIB)
  53. Apabila kamu ingin tahu amalmu maka periksalah dirimu sendiri, maka pasti akan diketahui pengahalang kepada Tuhanmu, salah satunya adalah selalu menunda-nunda kebaikan dan kesempatan yang diberikan oleh Tuhanmu. (16:19 WIB)
  54. Orang yang munafik itu tidak hanya ingkar janji kepada manusia saja tetapi kepada Allah SWT juga termasuk orang munafik. (16:20 WIB)
  55. Mengapa kita suka melambatkan urusan kepada Allah SWT, padahal Allah SWT itu menyegerakan urusan rejeki kepada hambanya, apabila Allah SWT melambatkan urusan rejekinya niscaya semua manusia pasti akan kelaparan. (16:21 WIB)
  56. Keistimewaan hati dan manusia ada kekhususan yang dimiliki yaitu ilmu dan kemauan. (16:23 WIB)
  57. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya pada hari masa-masamu itu Tuhanmu memiliki karunia maka bersiaplah untuk menerima karunia itu. (16:25 WIB)
  58. Rasulullah SAW bersabda: Setiap malam itu rahmat Allah SWT turun kedunia, dan Allah SWT berfirman 'adakah yang berdoa kepada-Ku pasti akan ku perkenankan'. (16:25 WIB)
  59. Rasulullah SAW bersabda: Jika setan itu tidak mengelelingin anak adam, pasti mereka dapat melihat alam malakut yang tinggi. (16:26 WIB)
  60. Maka janganlah kamu sisakan kekotoran-kotoran dihatimu untuk menghadap kepada Tuhanmu, niscaya akan membebanimu, dan kotoran itu adalah keinginan terhadap dunia, obatya adalah mengingat mati, dan mengingat mati adalah bersungguh-sungguh mencari bekal untuk mati. (16:32 WIB)
  61. Keistimewaan jiwa manusia, jiwa itu adalah wahana ilmu, dan ilmu adalah keistimewaan manusia. (16:32 WIB)
  62. Ali bin Abi Thalib: Sesungguhnya Allah SWT memiliki tempat-tempat air di bumi (bejana) yaitu hati, bejana yang paling disukai adalah bejana yang bersih, dan paling kuat. (16:35 WIB)
  63. Hati yang dapat rahmat selalu mencari poin-poin yang menguntungkan, (16;40 WIB)
Jumat, 02 Agustus 2019 0 komentar

1 DzulHijjah 1440 H (2 Agustus 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Surat Al-Fateha selain disebut sebagai Ummul Qura' juga disebut As-Sholah karena wajib dibaca dalam ibadah sholat. Dan Al-Fateha juga termasuk surat Al-Makiyah dan Al-Madaniyah turun dua kali satu di mekkah satu lagi di madinah. (13:32 WIB)
  2. Orang yang membaca Al-Qur'an itu menjadi obat bagi orang yang sakit, maka orang yang jauh dari Al-Qur'an itu mudah terkena penyakit. (13:36 WIB)
  3. Sesungguhnya 30 Juz Al-Qur'an itu sudah teringkas didalam Surat Al-Fateha, dan Surat Al-Fateha itu apabil diringkas lagi maka semuanya itu berasal dari Bismillahirrahmanirrahim. (13:39 WIB)
  4. Orang yang membaca Surat Al-Fateha itu dia ibarat telah mengkhatamkan Kitab Zabur, Kitab Taurat, Kitab Injil. (13:42 WIB)
  5. Ilmu itu ibarat seperti sebuah baju, dan ilmu di akhir zaman auliya' terdahulu adalah bagaimana memintalnya menjadi kain, kemudian ditersukan generasi untuk memotongnya menjadi baju, sedangkan dijaman ini mereka tinggal memakainya saja, lalu menjadi murah sehingga ilmu sekarang menjadi seperti baju obralan. (13:48 WIB)
  6. 4 Ayat permulaan Surat Al-Baqoroh itu turun untuk orang mukmin, dua ayat berikutnya untuk orang kafir, dan 13 ayat berikutnya untuk orang-orang munafik. (13:49 WIB)
  7. Sesungguhnya orang kafir itu sama saja, kau beri peringatan atau tidak karena hati mereka telah dikunci oleh Allah SWT untuk mendapatkan petunjuk. (13:51 WIB)
  8. Sesungguhnya sifat munafik itu banyak sekali peringatannya di Al-Qur'an, karena penyakit ini banyak yang menghinggapi orang Islam dan nerakanya lebih dalam daripada orang yang kafir. (13:52 WIB)
  9. Sesungguhnya orang yang munafik itu penyakitnya adalah malas, kemudian mereka yang berjalan di akhirat tetapi hatinya menginginkan dunia. (13:54 WIB)
  10. Sesungguhnya penyakit munafik itu banyak akan melanda kepada orang di akhir zaman sehingga timbullah kiamat. (13:55 WIB)
  11. Futur atau malas itu menjangkit banyak manusia disebabkan semerbaknya hutang riba. (13:57 WIB)
  12. Hati orang yang munafik itu selalu memikirkan dunia, sedangkan orang yang mukmin hatinya selalu untuk akhirat. (13:58 WIB)
  13. Bagi orang yang menuntut ilmu itu wajiblah dia menjadi orang yang munafik lalu kemudian meningkat menjadi orang yang beriman, dan meningkat menjadi orang yang bertakwa. (13:58 WIB)
  14. Sebaik-baik orang yang tidak mengaji adalah seburuk-buruknya manusia, sedangkan seburuk-buruknya manusia yang mengaji adalah sebaik-baiknya. (14:00 WIB)
  15. Setenang-tenangnya manusia, dia mengetahui apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT. (14:00 WIB)
  16. Sesungguhnya kekayaan yang tidak dimiliki oleh orang kaya adalah hati yang qona'ah yaitu menerima segala ketetapan dari Tuhannya. (14:01 WIB)
  17. Banyak sekali orang yang sudah jatuh miskin tetapi dia tidak memiliki qonaah justru semakin menginginkan harta, bahkan hatinya tidak puas dengan kondisi dirinya, sedangkan pada orang kaya juga tidak ada qonaah, semakin bertambahnya harta justru semakin tidak terpuaskan hatinya, maka qonaah itu tidak terletak pada kondisi seseorang hamba. (14:04 WIB)
  18. Ilmu itu melingkupi 4 aspek yaitu mengetahui Tarikh, memiliki Tauhid, menyempurnakan Fiqih dan memiliki Akhlaq, puncaknya yaitu Tasawuf. (14:17 WIB)
  19. Wahai orang tua janganlah kalian meminta mahar seorang calon suami yang dapat memberatkannya, karena mahar itu adalah bentuk adab bukan agama. (14:20 WIB)
  20. Beruntunglah seseorang yang mendapatkan mantu seorang yang bertakwa walaupun kondisi hidupnya miskin, maka itu akan membawa kemuliaan kepada keluargamu. (14:21 WIB)
  21. Lihatlah dizaman ini banyak orang yang sekolah tinggi hanya untuk bekerja sebagai pencuri (koruptor), kerja di bank. dan lain sebagainya yang dibenci oleh Allah SWT. Padahal bukankah menuntut ilmu itu untuk mencari kebenaran, tetapi karena tidak adanya agama sehingga kepintaran itu justru menyesatkan. (14:24 WIB)
  22. Sesungguhnya halal dan haram itu jelas, dan wajib bagi orang yang beriman itu membedakannya, meninggalkan haram dan mengambil yang halal. (14:11 WIB)
  23. Shalawat adalah bentuk pengajaran, arti pengajaran adalah bagaimana seseorang itu dapat mengambil ittiba', banyak orang yang bershalawat tetapi tidak ittiba' maka itu tidak dikatakan orang yang bershalawat, dan orang bershalawat itu adalah mereka yang mengikuti ittiba' dan itiqod nabawiyah. (14:23 WIB)
  24. Sesungguhnya sholawat yang tidak dibarengi dengan kesucian diri itu ibarat wanita yang haid masuk masjid. (14:34 WIB)
  25. Selama kamu tidak meninggalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT maka segala ibadahmu itu hanyalah sebuah pekerjaan yang sia-sia dan membuang waktu. (14:36 WIB)
  26. Banyak orang mengaku cinta kepada Guru, kepada Nabi, kepada Allah SWT tetapi tidak meninggalkan sesuatu yang diharamkan. (14:37 WIB)
  27. Orang yang membaca sholawat itu ibarat dia memakain parfum, sedangkan orang yang sholat itu ibarat orang yang mandi, bagaimana baunya seorang yang tidak pernah mandi tetapi diberi banyak parfum sehingga baunya semakin tidak karu-karuan. Maka bersihkanlah dirimu terlebih dahulu dan perbaiki amal ibadahmu. (14:38 WIB)
  28. Latihlah dirimu terlebih dahulu untuk rajin beribadah kepada Allah SWT sehingga kamu mengenal dirimu, maka setelah mengenal dirimu barulah kamu akan mengenal Tuhanmu. (14:39 WIB)
  29. Tulislah shalawat disetiap buku yang kamu miliki, sehingga kamu akan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. (14:41 WIB)
  30. Tanda cinta itu terukir dihatinya dan tertulis dimatanya, dan tidak disebut orang yang cinta yang tidak terukir didalam hatinya. (14:43 WIB)
  31. Fudhail bin Iyadh: Seluruh kejahatan itu ditempatkan pada sebuah rumah, dan yang dijadikan kuncinya adalah cinta kepada dunia, seluruh kebaikan itu ditempatkan pada sebuah rumah dan yang dijadikan kuncinya adalah zuhud. (14:44WIB)
  32. Orang yang beriman itu yang dikejar adalah bagimana dia bisa mati dengan Khusnu Khotimah. (14:49 WIB)
  33. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa berada di suatu pagi yang mana dia tidak berniat berbuat dhalim kepada siapapun, maka diampunkanlah kejahatannya, maka barangsiapa berada di suatu pagi dan berniat menolong seorang muslim maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang haji mabrur. (14:52 WIB)
  34. Segala niat baik yang belum terlaksana itu sudah dicatat oleh Malaikat, sedangkan niat buruk itu tidak akan dicatat apabila belum terlaksana. Dan yang paling berbahaya adalah berburuk sangka kepada orang lain. (14:54 WIB)
  35. Tugas manusia saat melihat keburukan adalah mendoakannya, sehingga dia mendapatkan pahala 10 kebaikan. (14:54 WIB)
  36. Doakanlah mereka yang berbuat buruk itu "Ya Allah ampunilah mereka atas ketidak tahuan mereka.", bukan mencelanya. Maafkanlah musuh-musuhmu dan cintai mereka lebih baik lagi berikan hadiah kepada mereka, karena hakikatnya mereka telah memberikanmu kebaikan. (14:56 WIB)
  37. Sesungguhnya orang yang tidak memiliki sahaba itu ibarat burung dara yang tidak memiliki sayap, mustahil dia akan dapat terbang. (15:03 WIB)
  38. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang pada dirinya terkandung kedhaliman kepada saudaranya, baik mengenai kehormatan atau sesuatu yang lain, hendaknya dia meminta dimaafkan sejak hari ini sampai datangnya hari perhitungan, apabila dia memiliki amal sholeh pada hari itu dapat terrenggut dari dirinya, apabila dia tidak memiliki amal sholeh maka diambil lah beban atau dosa rekannya itu dipikulkan kepada dirinya. (15:06 WIB)
  39. Selama manusia itu beramal tetapi tidak memilki keyakinan didalam hatinya maka tertolaklah segala amal ibadahnya. (15:06 WIB)
  40. Sesungguhnya para sahabat itu tidak berani meninggalkan sholat witir karena takut akan kehilangan berkahnya malam. (15:08 WIB)
  41. Janganlah peduli dengan seseorang didalam kebatilan, karena sesungguhnya kesalahanmu dihadapan Tuhanmu itu juga sangatlah banyak. (15:13 WIB)
  42. Hakikat saudaramu itu adalah mereka yang seiman dan sejalan denganmu, dan sahabat adalah mereka yang selalu mengingatkan dalam hal kebaikan. (15:15 WIB)
  43. Janganlah kamu mengawini istri yang tidak soleha, tinggalkanlah istri-istri yang tidak mau hadir dalam majelis ta'lim, ibarat kamu menyimpan kuda liar didalam rumahmu yang akan membahayakanmu. (15:17 WIB)
  44. Sesungguhnya istri yang tidak soleha itu adalah musibah dan berbahaya lebih baik kamu hidup dalam kesendirian. (15:17 WIB)
  45. Sesungguhnya banyak orang yang mengaji, mereka beramal tetapi belum soleh, maka hendaknya jadilah orang yang beramal soleh. (15:20 WIB)
  46. Orang yang miskin itu dikelopak matanya selalu terbayang akan ketakutan hilangnya dunia dari dirinya. (15:30 WIB)
  47. Orang yang selalu menginginkan dunia itu tidak akan pernah terwujud kecuali dia akan mati ditengah jalan. (15:31 WIB)
  48. Pejamkanlah matamu dalam melihat urusan dunia, maka akan dibukakan penglihatanmu mengenai akhirat, sehingga kamu akan selalu mengingat mati. Dan seburuk-buruk orang adalah mereka yang melupakan mati. (15:33 WIB)
  49. Banyak orang yang takut mati, tetapi sedikit dari mereka yang mempersiapkan kematian tersebut. (15:33 WIB)
  50. Ingatlah kesusahanmu dan kepedihanmu didunia itu tidaklah sebanding dengan kesusahan dan kepedihan di alam kubur. (15:15 WIB)
  51. Janganlah kamu makan apabila tidak betul-betul lapar, dan janganlah menolak makanan walaupun kenyang apabila di majelis, karena disana letaknya keberkahan makanan. (15:40 WIB)
  52. Sesungguhnya iman yang turun itu disebabkan adanya makanan yang haram masuk kedalam tubuh. (15:43 WIB)
  53. Makanan malaikat itu adalah tasbih, maka apabila kamu banyak bertasbih maka kamu akan mendapatkan hidangan dari para malaikat. (15:44 WIB)
  54. Hakikat manusia itu senang dipuji, tetapi celakalah bagi mereka yang dipuji tetapi pujian itu tidak ada pada dirinya. (16:00 WIB)
  55. Manusia itu selalu ingin dihargai dan diberi sanjungan, dan ingin dianggap soleh, padahal kesolehannya itu tidak ada pada dirinya. (16:01 WIB)
  56. Kalau kau betul-betul beriman dan bertakwa kepada Tuhanmu, niscaya semua orang akan memakimu dan menganggapmu sebagai orang yang gila. (16:01 WIB)
  57. Cemohan dan ejekan manusia disitulah pujian Tuhanmu, dan hinaan dari manusia disitulah tersembunyi kemuliaan dari Allah SWT. (16:02 WIB)
  58. Tidak disebut orang yang beriman yang tidak mengemban amanat, karena hanyalah orang munafiklah yang berkhianat. (16:04 WIB)
  59. Sesungguhnya keimanan itu seperti memegang bara api, semakin kamu erat menggenggamnya maka semakin panas dan kemudian kamu lepaskan, kecuali mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. (16:06 WIB)
  60. Manusia di akhir zaman ini mereka lebih khawatir dan peduli terhadap larangan dokter daripada larangan Allah SWT, mereka lebih takut badannya sakit daripada hatinya, dan keadaan mereka badannya sehat tetapi hatinya mati. (16:11 WIB)
  61. Sesungguhnya orang yang putus asa itu disebabkan tidak menjaga hatinya. (16:12 WIB)
  62. Tinggalkanlah segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT, karena kebiasaan buruk itu ibarat kotoran sedangkan mustahil kamu akan dapat mempelajari Al-Qur'an yang suci apabila dirimu masih kotor. (16:18 WIB)
  63. Hanya orang yang mukmin yang mengerti akan petolongan Allah SWT, sedangkan orang munafik itu selalu mengandalkan akalnya dan tidak akan mengetahui bahwa pertolongan itu dari Allah SWT, dan sebaik-baik pertolongan adalah dari Allah SWT bagi orang bertakwa. (16:21 WIB)
  64. Hakikat nikmat itu datangnya dari Allah SWT bukan dari dirimu sendiri, ibarat hal nikmat itu makanan yang lezat tetapi jika Allah SWT berikan sakit gigi maka makanan itu menjadi tidak nikmat. (16:25 WIB)
  65. Orang yang mendapatkan ridho dari Allah SWT itu lebih baik daripada menjadi seorang waliyullah tetapi Allah SWT tidak meridhoi dan memandangnya. (16:27 WIB)
  66. Yang disebut hijrah adalah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, dan tidaklah disebaut hijrah apabila tidak meninggalkan teman-teman yang membawa keburukan. (16:31 WIB)
Jumat, 26 Juli 2019 0 komentar

23 Dzulkaidah 1440 H (26 Juli 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

  1. Ada 10 benteng keimanan dimana ada saat menyerang iman ini ada solusinya :
    1. Ketika serangan melalui kerakusan dan keburukan sangka dalam menghadapi demikian, maka hendaklah seseorang menghadapinya dengan keyakinan dan qonaah.
    2. Ketika ada serangan melaluia khayalan atau panjang angan-angan maka hendaklah dihadapi dengan dzikrullah dan mengingat mati.
    3. Ketika ada serangan melalui sifat terlena dan bersantai dalam kenikmatan duniawi maka hendaknya menghadapi dengan kesadaran diri, bahwa segala kenikmatan dunia itu akan lenyap dan akan memberatkan hisabnya kelak dihari kiamat.
    4. Ketika lemahnya iman melalui serangan sifat ujub hendaknya dilawan dengan mengingat karunia Allah dan takut.
    5. Ketikam serangan melalui merendahkan seseorang maka hendaknya dipatahkan dengan sifat menghargai dan menghormati dengan seksama.
    6. Ketika melemahnya iman adanya serangan melalui sifat suka mendengki atau hasut, maka didalam mematahkannya adalah dengan adanya keyakinan keadilan Allah SWT didalam membagi rejeki untuk mahluknya.
    7. Ketika serangan melalui sifat riya' maka dalam hal ini dipatahkan dengan keikhlasan dalam beramal.
    8. Ketika ada serangan melalui sifat kikir, maka dalam hal ini dipatahkan dengan kesadaran bahwa sesuatu yang dimiliki manusia itu pasti akan binasa.
    9. Ketika ada serangan melalui kesombongan maka dalam hal ini hendaknya dipatahkan dengan ketawadhu'an
    10. Ketika ada serangan melalui ketama'an maka dalam hal ini hendaknya dipatahkan dengan tidak menggantungkan harapan kepada selain Allah SWT. Seperti halnya firman Allah SWT. "Barangsiapa yang bertakwa pasti akan diberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka." (14:07 WIB)
  2. Untuk menghilangkan sifat-sifat buruk yang dibenci oleh Allah SWT adalah dengan menjaga makanan, yaitu makan sesuatu yang halal, pastilah menjadikan dia rajin dalam ibadah dan diberikan kesehatan. (14:09 WIB)
  3. Semakin manusia mengetahui ilmu maka semakin dituntutlah manusia itu dengan hukum-hukum Allah SWT. (14:16 WIB)
  4. Orang yang rusak hatinya, sifatnya disebabkan makan barang haram, dan pastilah tidak akan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. (14:17 WIB)
  5. Disebutkan dalam kitab Al-Anwar Al-Qudsiyah karya Syeikh As-Sya'roni diriwayatkan bahwa Imam Syafi'i mendengarkan hadist tentang bab Ar-Raqaik (Melembutkan hati) maka beliaupun pingsan dan diriwayatkan wafat mendengar hadits tersebut, beliau pernah mendengar orang membaca surat Al-Mursalad ayat 35-36. ('ini adalah hari dimana mereka tidak dapat berbicara dan meminta ditunda pada hari itu.') (14:22 WIB)
  6. Hakikat ruh itu dijadikan oleh Allah SWT ini sangatlah berat, maka lambangnya setiap bayi yang lahir pastilah akan menangis. (14:23 WIB)
  7. Sesungguhnya hati yang keras itu akan mengeringkan air mata. (14:24 WIB)
  8. Jenis air mata itu sangatlah banyak, ada air mata kebencian, air mata kesedihan, tetapi para waliyullah air mata mereka adalah air mata kerinduan kepada Tuhannya, dan penyesalan akan dosa-dosanya. (14:25 WIB)
  9. Sesungguhnya air mata kerinduan kepada Allah SWT itu akan terasa dingin, tetapi apabila terasa panas sesungguhnya itu adalah air mata dosa yang justru kelak setiap tetesnya akan dikumpulkan dan dijadikan air mendidih yang akan disiramkan kepadanya. (14:26 WIB)
  10. Setiap air mata yang mengalir akan ada malaikat yang menulis dan Dia mengetahui jenis air mata apa yang kamu tangiskan, apabila selain kepada Tuhannya pasti akan mendapatkan siksa. Maka menangislah semata-mata karena kerinduan kepada Allah SWT, dan menyesal kepada dosa-dosamu. (14:27 WIB)
  11. Banyaknya manusia menangis karena ditinggal oleh dunia, sedangkan sedikit sekali bagi mereka yang menangis apabila ditinggal Tuhannya padahal itu tidak memiliki pengganti. (14:28 WIB)
  12. Sesungguhnya orang yang mukmin apabila meninggal dia akan cepat sekali menuju pemakamannya, karena sudah ditunggu oleh kekasihnya, dan malaikat mendorongnya untuk bersegera sebagai bentuk hadiah yang paling agung dari Tuhannya. (14:29 WIB)
  13. Fudhail bin Iyadh berkata: "Aku tidak iri dengan kedudukan Nabi yang diutus, Malaikat yang dekat, Orang yang soleh, bukankah mereka semua pernah ditegur, tetapi aku iri dengan sesuatu yang tidak diciptakan.". (14:32 WIB)
  14. Agama itu nasehat, dan tidak berguna nasehat itu bagi orang-orang yang melampaui batas, yaitu mereka yang kuat akan memikirkan dunia. (14:33 WIB)
  15. Terkadang manusia yang awam menganggap barokah itu adalah bertambahnya harta dan aset. (14:35 WIB)
  16. Barokah itu meliputi sebuah kebaikan yang mencukupi dari Allah SWT. Yang nikmatnya tidak akan pernah terputus, dan gembiralah bagi mereka yang beriman mendapatkan keutamaan yang besar. Dan hatinya memiliki kerajaan. (14:36 WIB)
  17. Hakikat kekayaan adalah hati bukanlah materi, semakin kamu memiliki harta semakin miskin hatimu. (14:37 WIB)
  18. Aku tidak takut akan rejeki yang hilang dariku tetapi aku lebih takut apabila Allah SWT tidak memandangku. (14:39 WIB)
  19. Sedikitkanlah berteman dengan manusia dan perbanyaklah berhubungan dengan Allah SWT niscaya akan selamat keimananmu. (14:41 WIB)
  20. Semakin kamu banyak berhubungan dengan manusia maka semakin banyak masalah yang akan datang kepadamu, dan jangan bergaul dengan orang yang banyak bermasalah niscaya kamu akan terkena masalahnya, minimal kamu akan menjadi kepikiran dengan masalahnya. (14:41 WIB)
  21. Mengadulah kepada Tuhanmu jangan kepada mahlukNya, berdoalah kepada Allah SWT bukan kepada manusia, sembunyikanlah kebaikanmu seperti halnya kamu menyembunyikan maksiatmu. (14:43 WIB)
  22. Orang yang sudah memiliki rasa malu kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan malu apabila tidak mengabulkan doa-doa orang yang seperti itu. (14:44 WIB)
  23. Orang yang membaca amalan fateha itu pasti dia akan menambah amalan-amalan wajibnya dengan amalan sunnah. (14:50 WIB)
  24. Setiap orang yang sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu pastilah dia akan meneliti ilmu dan pasti Allah SWT akan berikan dia pengetahuan sesuatu yang tidak dia ketahui sebelumnya. (14:50 WIB)
  25. Bagi orang-orang yang mengetahui bahwa manusia itu lemah, dosa, dhalim dan sesat maka hukum beristighfar itu adalah sebuah kewajiban. Dan termasuk orang yang sombong apabila mulutnya tidak sibuk dengan istighfar. (15:12 WIB)
  26. Manusia yang beristighfar apabila telah dihapuskan dosanya, maka istighfar tersebut akan diberikan kepada orang tua kita, keluarga kita, Guru-guru kita, anak dan istri kita, kerabat dekat kita. (15;15 WIB)
  27. Tidaklah doa kalian dikabulkan apabila tidak beristighfar terlebih dahulu, lalu memintakan ampun kedua orang tuamu, lalu ampunan kepada kaum mukminin. (15:16 WIB)
  28. Hakikat ruh itu menangis seperti halnya bayi, banyaknya dosa dan menebalkan sifat insan membuatnya tidak menangis, bahkan susah untuk menangis. (15:27 WIB)
  29. Orang yang tujuan hidupnya hanya untuk duniawi saja maka ucapkanlah perpisahan kepada iman. (15:27 WIB)
  30. Banyaknya manusia beribadah tanpa ilmu maka justru semakin dia tersesat, maka Allah SWT lebih mencintai manusia yang beribadah dengan ilmu. (15:30 WIB)
  31. Iman itu hanya bertahan 2 jam saja, maka apabila tidak dirawat maka dia sedang ditunggu oleh kekafiran. (15:33 WIB)
  32. Ilmu itu bukanlah sebuah periwayatan belaka tetapi juga nasehat, kebaikanlah yang membuat kita mendapatkan petunjuk, tetapi apabila hati tidak ingin sebauh kebenaran sampai matipun dia tidak akan mendapatkan hidayah. (15;34 WIB)
  33. Setiap orang yang menjadi tokoh agama, hendakanya dia memiliki ketegasan dalam menyampaikan mana yang benar dan mana yang salah, jangan plin plan dalam memutuskan, dan jangan terpengaruh dengan manusia, pandanglah Allah SWT semata. (15:36 WIB)
  34. Janganlah kamu mencoba-coba menyelesaikan masalahmu sendiri, menyembuhkan penyakitmu sendiri, melepaskan bebanmu sendiri, melainkan mintalah pertolongan kepada Allah SWT dengan bersungguh-sungguh. (15:41 WIB)
  35. Orang yang merasa cukup dengan ilmu itu adalah orang yang jahil, maka orang yang pintar dia selalu merasa kurang sehingga terus di isi. (16:01 WIB)
  36. Orang yang sudah mengenal sifat Allah SWT dia berbuat baik tidak mengharapkan pujian dan sanjungan dari manusia. (16:15 WIB)
  37. Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah rugi dan untung apabila kamu berbuat kebaikan atau tidak berbuat kebaikan, karena semata semua akan mendapatkan balasan yang diberikan kepada dirimu sendiri. (16:15 WIB)
  38. Sesungguhnya setiap manusia itu akan diberikan ujian sesuai dengan kedudukannya, dan manusia terkadang lalai dalam ujian yang sangatlah kecil padahal justru itu yang dapat membahayakan dirinya. (16:17 WIB)
  39. Ilmu itu datangnya dari kesalahan bukan kebenaran, mustahil manusia mengetahui kebenaran tanpa mengetahui dan memiliki kesalahan. (16:18 WIB)
  40. Segala ilmu yang tidak memiliki sifath Luthfiyah dari Allah SWT mustahil dia akan memiliki dan memahaminya. (16:19 WIB)
  41. Manusia yang tidak memiliki sifat kelembutan jangan sekali-kali ada keinginan untuk mengenal Allah SWT, mustahil hati yang mati dapat mengenal Tuhannya. (16:22 WIB)
  42. Tingginya ilmu seseorang itu selalu memiliki sifat Ar-Rahman yaitu berkasih sayang kepada setiap mahluk Allah SWT. (16:26 WIB)
  43. Apabila seseorang hanya menilai orang lain dari segi buruknya saja sesungguhnya dia juga termasuk orang yang buruk, karena orang yang baik itu tidak pernah melihat keburukan dan selalu memandang kebaikan baik dirinya dan orang lain. (16:30 WIB)
  44. Janganlah kamu melihat perbuatan salah orang lain dan menyalahkannya walaupun itu salah, karena kamu tidak akan pernah merubah kondisi orang lain, dan jangan coba merubah takdir seseroang niscaya akan membuat dirimu pusing sendiri. (16:31 WIB)
  45. Apabila manusia ingin mengetahui kelembutan Allah SWT maka dawamkanlah nama Allah SWT Yaa-Lathif setiap saat. (16:35 WIB)
  46. Sesungguhnya sebuah kebaikan itu akan tersampaikan apabila disampaikan dengan kelembutan. (16:36 WIB)
  47. Ketulusan tidak akan terwujud apabila tidak menyamakan batin dan lahirnya, dan itulah disebut orang yang pendusta. Maka samakanlah apa yang kamu niatkan dengan apa yang kamu perbuat. (16:38 WIB)
  48. Kita selalu sibuk meneliti dan menyalahkan kesalahan orang lain, padahal manusia ini memiliki kesalahan diri yang banyak. (16:40 WIB)
  49. Syariat itu menyempurnakan islam, sempurnanya keislaman seorang tergantung dari pemahaman syariatnya, maka orang yang sempurna syariatnya pastilah dia akan berma'rifat. (16:44 WIB)
Jumat, 19 Juli 2019 0 komentar

16 Dzulkaidah 1440 H (19 Juli 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Disebut orang yang mengerjakan syariat adalah orang yang bersama dengan Allah SWT, dan bentuk syariat adalah mengisi dan melengkapi apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk akhlaq yang baik dalam mengenal Allah SWT. (13:40 WIB)
  2. Ibadah yang tidak disertai dengan kesenangan atau kegembiraan pasti lenyap dan akan hilang, walaupun pada awalnya dipaksa dan terpaksa sehingga menjadi sebuah kebiasaan. (13:42 WIB)
  3. Nikmat dunia itu terbatas sedangkan nikmat akhirat tidak terputus, maka ambillah bagian nikmat yang banyak bagimu, tetapi kebanyakan dari mereka justru mengambil yang sedikit. (13:44 WIB)
  4. Barangsiapa yang banyak nikmat dunia maka sedikitlah nikmat akhiratnya, dan barangsiapa yang nikmat dunianya sedikit maka nikmat akhiratnya akan banyak. Tetapi orang yang celaka didunia tidak nikmat di akhirat disiksa. (13:43 WIB)
  5. Barangsiapa yang buruk aspek urusan dengan Tuhannya niscaya akan buruk juga aspek hubungannya dengan manusia, pekerjaannya dan segala aspek kehidupannya. (13:46 WIB)
  6. Tidak bisa seseorang melakukan sebuah kebaikan tanpa memiliki ilmu, dan ilmu itu adalah petunjuk. (13:56 WIB)
  7. Barangsiapa yang berjalan mendapatkan petunjuk pasti akan menemui kebaikan, dan yang tidak mendapatkan petunjuk pastilah tersesat. (13:57 WIB)
  8. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang dianugerahi seorang bayi lalu ia adzan kepada telinga kanan dan iqomah pada telinga kirinya niscaya bayi itu tidak akan diganggu oleh Ummu Sibyan. (13:59 WIB)
  9. Manusia itu akan diakhirkan tergantung dari apa yang diperbuatnya saat hidup, dan akan ditampakkan apa yang dicintainya pada saat akhir hayat. (14:06 WIB)
  10. Dunia itu ibarat racun, maka orang yang menginginkan dunia adalah orang yang keracunan dan penawarnya adalah taubat. (14:09 WIB)
  11. Orang yang tawakkal adalah orang yang tidak memikirkan bagaimana hari esok. (14:12 WIB)
  12. Celakalah orang yang berdoa tidak mengerti isi atau kandungan dalam doa tersebut. Maka tanyakanlah kepada Mursyidmu mengenai kandungan doa tersebut. (14:17 WIB)
  13. Ilmu itu dipandang pada syariat, dan jangan membebani seseorang dengan pengetahuan yang dia tidak mampu, karena ada ilmu yang tidak bisa disampaikan dan ada yang harus disampaikan. (14::32 WIB)
  14. Sesungguhnya manusia itu diciptakan tidak main-main, dan mereka semua kelak akan kembali kepada Tuhannya. Dan manusia yang tidak memiliki komitmen dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW termasuk orang yang main-main / menyepelekan. (14:37 WIB)
  15. Manusia itu diciptakan Allah SWT untuk mengemban amanat, dan setiap satu amanat ditunggu oleh 10 amanat yang lainnya, 10 amanat akan ditunggu 100 amanat yang lainnya, sampai manusia itu mengatakan la haula wala. (14:40 WIB)
  16. Bertambahnya setiap amanat disebabkan dia bersungguh-sungguh sehingga letihlah dirinya, maka orang yang dekat dengan Allah SWT niscaya tidak akan di istirahatkan dirinya kecuali kelak akan istirahat di akhirat. (14:42 WIB)
  17. Tidurnya orang yang alim itu tidaklah sama denngan tidurnya orang awam, bahkan ibadahnya orang awam sekalipun tak dapat menandingi tidurnya orang alim. (14:43 WIB)
  18. Orang yang pergi menuntut ilmu itu pastilah akan diampuni dosanya, dan semua itu tergantung dari sangka seorang hamba kepada Tuhannya, dan apabila kamu tidak merasa maka hatimu adalah hati yang sakit. (14:50 WIB)
  19. Sebaik-baik sholawat adalah sholawat yang ada didalam bacaan sholat, perbanyaklah membacanya karena kelak sholawat ini juga mampu akan menjadi pengganti segala hutangmu yang ada didunia ini, baik hutang harta atau hutang jasa. (14:51 WIB)
  20. Apapun setiap membaca amalan yang tidak meyakininya termasuk orang yang meremehkan doa amalan tersebut disebabkan dangkalnya pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya. (14:54 WIB)
  21. Hasil dari ilmu itu adalah selalu mengingat apa yang disampaikan oleh mursyidnya. (14:55 WIB)
  22. Ilmu yang manfaat adalah ilmu yang di ingat, dan ilmu yang tidak bermanfaat adalah ilmu yang tidak nanfaat. (14:56 WIB0
  23. Orang-orang yang berilmu itu selalu bertafakkur mengenai apa yang dijadikan Allah SWT, dan tafakkur sesaat ini lebih utama daripada ibadah 1000 tahun. (14:58 WIB)
  24. Bentuk kemurahan Allah SWT adalah memerintahkan manusia untuk sholat, dan sholat ini ibarat pembersih bagi orang yang beriman. (15:01 WIB)
  25. Manusia ini diciptakan cenderung kepada binatang ternak sifatnya, cari kerja, cari rejeki, makan, tidur, kawin. Kemudian apabila dipelihara akan menjadi binatang buas, seperti anjing yang menjulurkan lidah. (15:07 WIB)
  26. Barangsiapa yang tidak memenuhi panggilan apa yang telah di fardhukan oleh Allah SWT, maka dia termasuk orang yang sia-sia. (15:10 WIB)
  27. Barangsiapa yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT niscaya akan dicukupi dan diberikan rezeki yang berlimpah-limpah. (15:27 WIB)
  28. Kami tinggikan orang yang beriman satu derajat dari yang lainnya, maka kemuliaan ini termasuk kekayaan yang tidak pernah disadari oleh orang lain. (15:28 WIB)
  29. Semua itu didunia ini hanyalah sarana dan sebab, tetapi sejatinya semua itu adalah pemberian dari Allah SWT. (15:30 WIB)
  30. Apabila kamu menunaikan kewajiban Allah SWT, niscaya apa yang kamu doakan membuat Allah SWT malu apabila tidak mengabulkan. (15:30 WIB)
  31. Berjalanlah kamu karena Allah SWT, niscaya Allah SWT akan bersamamu. (15:31 WIB)
  32. Apabila kamu berahasia kepada Allah SWT niscaya Allah SWT akan memberikan rahasia kepadamu. (15:32 WIB)
  33. Rahasiakanlah kebaikanmu seperti halnya kamu merahasiakan keburukanmu. (15:34 WIB)
  34. Sesungguhnya umur yang panjang diberikan oleh Allah SWT agar manusia punya kesempatan bertaubat untuk menutupi segala dosa-dosanya, karena tidak ada pintu taubat lagi setelah datang kematian. (15:35 WIB)
  35. Orang yang baik itu selalu manfaat bagi orang lain. (15:38 WIB)
  36. Setiap apapun kegiatan yang tidak menghasilkan maka hendaknya dia melakukan kegiatan yang lainnya. (15:50 WIB)
  37. Ilmu itu diletakkan pada penyantun dan bagus akhlaqnya. (15:54 WIB)
  38. Orang yang beriman berarti teguh pendiriannya, teguh keyakinannya, tidak berubah. (15:56 WIB)
  39. Tekunilah segala sesuatu dengan keyakinan akan meraih sesuatu pasti akan mendapatkan sesuatu. Tetapi apabila sekedar tentu kamu juga akan mendapatkan hasil yang sekedar. (15:57 WIB)
  40. Sesungguhnya orang yang mati itu akan mendapatkan ampunan dari kebaikan anak keturunannya yang soleh dan soleha. (16:03 WIB)
  41. Orang yang durhaka adalah orang yang sedih apabila ditinggalkan dunia tetapi tidak sedih apabila ditinggalkan Allah SWT. (16:04 WIB)
  42. Orang yang fasik dan munafik tidak akan tahu akan jaminan dari Allah SWT, mereka berpikir bahwa dunia ini adalah jaminan. (16:05 WIB)
  43. Banggalah dengan Tuhan dan Rasulmu dalam menyampaikan kebaikan. (16:09 WIB)
  44. Beruntunglah manusia yang mendapatkan kenikmatan selama-lamanya, dan celakalah orang yang mendapatkan adzab selama-lamanya dari Allah SWT, dan Allah SWT yang memutuskan manusia itu mendapatkan nikmat atau adzab. (16:13 WIB)
  45. Manusia yang cinta dunia, didunia dia menyesal akan kerugiannya di akhirat kelak semakin menyesal lagi dibuatnya. (16:14 WIB)
  46. Orang yang bodoh itu selalu salah dalam ibadaha, dan tanda-tanda orang yang bodoh itu adalah tidak mau menerima nasehat, padahal agama itu adalah nasehat. (16:15 WIB)
  47. Kematian itu tidak perlu ditakuti selama kita membawa iman, yang kita takuti adalah apabila saat kita mati tidak mengingat Allah SWT. (16:33 WIB)
 
;