Jumat, 05 Juli 2019 0 komentar

Foto Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus



Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Al-Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus Saat Mudanya


0 komentar

Super Tawadhu'nya Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Sesungguhnya para Waliyullah ini tidaklah memandang pandangan manusia, melainkan dia hanya memandang kepada Allah SWT.

Banyak orang yang memujinya tidak membuatnya senang, banyak yang menghinanya juga tidak membuatnya marah. Karena mereka mengetahui hakikat kemuliaan itu berasal dari Tuhannya.

Walaupun ilmu mereka sangat luas, tidak jarang dari mereka enggan untuk dihormati, dimuliakan atau dicium tangannya.

Salah satunya sebuah kisah dari Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus, guru dari Habib Umar bin Hafidz, yang juga ayah dari Habib Ali bin Ja'far Batu Pahat - Malaysia.

Beliau memang dikenal sebagai seorang yang tawadhu', saking tawadhu'nya beliau setiap orang yang berhasil mencium tangan beliau pasti akan dicium balik tangannya oleh Habib Ja'far, siapapun dan dimanapun.

Sampai suatu ketika ada seorang muhibbin yang datang kerumah beliau untuk meminta berkah dan doa. Saat hendak berpamitan pulang ia mencium tangan Habib Ja'far dan kemudian seketika Habib Ja'far hendak menarik balik tangannya untuk dicium.

Seketika orang itu kaget bukan main dan segera menarik tangannya, tetapi Habib Ja'far tetap berusaha untuk meminta tangannya, akhirnya ia kabur dan lari menjauh dari rumah Habib Ja'far.

Maka Habib Ja'far marah besar, beliau menyuruh murid-muridnya untuk mencari orang itu, akhirnya orang itu berhasil ditemukan dan dirayu untuk kembali dan menuruti permintaan beliau.

Sambil menangis ia terpaksa memberikan tangannya untuk dicium Habib Ja'far, sehingga kemarahan beliau akhirnya baru bisa mereda setelah itu.

Maka marilah kita untuk selalu bersikap rendah hati walaupun memiliki segudang ilmu, seperti halnya yang telah dicontohkan para orang-orang sholeh terdahulu.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/07/habib-jafar-yang-super-tawadhu.html
0 komentar

Kisah Orang Kaya Mengajak Haji Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus (Batu Pahat - Malaysia)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi (Solo, Indonesia) & Habib Ali bin Ja'far Al-Idrus (Batu Pahat, Malaysia)
Pada suatu hari ada seorang kaya datang menziarahi al maghfurlah Al-Habib Ali bin Ja'far Al-Idrus Batu pahat - Malaysia. Orang kaya yang mulia itu mau menawarkan kepada Habib Ali batu pahat untuk memberangkatkan beliau haji dan berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Namun Habib Ali menolaknya dengan memberi alasan; bahwa keadaan beliau tidak begitu sehat, namun orang kaya mulia itu coba memaksa habib dengan berkata:
"Ya Habib, tidakkah Habib suka jikalau saya bawa Habib ziarah kepada datuk habib yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disana?"

Kemudian Habib Ali menjawab :
"Tidakkah kamu tahu, bahwa sesungguhnya aku berjumpa dan melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setiap hari...?"

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2016/04/kesederhanaan-sang-wali.html
0 komentar

Foto Habib Ali bin Ja'far bin Muhammad Al-Idrus (Batu Pahat - Malaysia)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Inilah Istana Fuqara'
Istana Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Biarpun kecil... Usang... Namun bercahaya dan terang
Biarpun kecil...Usang... Namun dianya tidak pernah sunyi 
daripada tamu-tamu yang selalu berkunjung
Alangkah bahagianya tatkala mendampingi penghuni istana ini


RUMAH HABIB ALI BIN JA'FAR BIN AHMAD AL-IDRUS, BATU PAHAT - MALAYSIA


Rumah Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus (Batu Pahat - Malaysia)

Al-Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Salah satu sudut ruangan rumah kediaman Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Tampak rumah depan beliau Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki saat berkunjung kerumah beliau, tampak dalam foto Sayyid Muhammad sedang menggandeng tangan Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus


Amalan Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus Serta sholawat dari Beliau

Abuya dari Habib Ali yaitu Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus





Makam Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Makam Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2014/04/rumah-habib-ali-bin-jafar-bin-ahmad-al.html

Selasa, 02 Juli 2019 0 komentar

Juraij Dan Bayi Yang Bicara

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Sebuah kisah yang diceritakan oleh Rasulullah ﷺ, dari Abu Hurairah dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam Al 'Adabul Mufrad.

Tidak ada bayi yang dapat berbicara kecuali Isa ibn Maryam dan bayi yang membela Juraij. Para sahabat bertanya, siapa itu Juraij yaa Rasulullah? Beliau berkata, sesungguhnya ia adalah hamba Allah yang sholeh dari kalangan ummat sebelumnya. Ia tinggal disebuah dataran tinggi dan memiliki tempat yang ia khususkan untuk beribadah.

Suatu hari, ketika ia sedang beribadah di tempat peribadatannya datanglah Ibunya yang memanggil, "Wahai Juraij!" Mendengar itu, di dalam hatinya Juraij berkata "Kujawab panggilan ibuku atau kulanjutkan shalat ku?" Namun ia memilih untuk melanjutkan shalatnya. Ibunya kembali memanggil, dan Juraij kembali memilih melanjutkan shalatnya, begitu lagi hingga 3x. Karena marah ibu Juraij kemudian berkata "Yaa Allah jangan wafatkan ia kecuali telah dipertontonkan dihadapan para pelacur."

Di daerah tersebut, juga ada seorang wanita yang sangat terkenal akan kecantikannya, namun ia seorang pelacur dan semua orang didaerah itu tau bahwa ia adalah wanita tercantik dan seorang pelacur. Begitupun Juraij, ia juga dikenal sebagai orang yang paling shaleh di daerah itu. Mengetahui hal tersebut, wanita pelacur ini ingin menguji keshalehan dari Juraij. Setelah berhias secantik mungkin, datanglah ia ditempat peribadatan Juraij dan menawarkan dirinya untuk disetubuhi, ia tampakkan apa-apa yang menurutnya dapat memancing hasrat Juraij.

Namun ternyata, Juraij tidak memperdulikannya sama sekali. Karena tidak terima, wanita itu kemudian mendatangi penggembala sapi disamping tempat peribadatan Juraij dan membuka peluang untuknya disetubuhi, dan terjadilah hingga wanita itu hamil. Setelah melahirkan bayinya, ia datang melapor pada raja dan berkata "Ini hasil hubunganku dengan Juraij".

Datanglah raja bersama pasukan dan penduduk lainnya yang marah dan menghancurkan tempat peribadatan Juraij. Lalu ia diikat dan dipertontonkan dihadapan para pelacur hingga tiba dihadapan wanita tersebut. Raja berkata, "Bayi ini hasil zinamu dengannya."

Juraij menunjuk bayi itu dan berkata "Wahai bayi yang berada dalam buaian ibunya, siapakah ayahmu?"

Atas izin Allah subhanahu wata'ala, bayi itu kemudian berkata "Ayahku adalan Fulan, si penggembala sapi". Sontak semua orang yang berada ditempat itu kemudian kaget dan merasa malu kepada Juraij. Dengan wajah yang memerah, sang raja kemudian berkata kepada Juraij, "Wahai Juraij, maukah engkau aku bangunkan rumah peribadatan baru yang terbuat dari perak atau emas?" Namun Juraij berkata "Tidak perlu, bangunkan saja aku sebagaimana mulanya."

Ini adalah sebuah kisah yang panjang namun berusaha kami ringkas sesingkat mungkin. Semoga kita dapat memetik pelajaran didalamnya.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/07/juraij-dan-bayi-yang-bicara.html
0 komentar

Dahsyatnya Doa Seorang Ibu

بسم الله الرّحمن الرّحيم
Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki (Ayah Dari Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki)
Sayyid Abdul Ghani Al-Ja'fari Putra Dari Sayyid Sholeh bin Muhammad Al-Ja'fari bersama Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki yang juga merupakan murid dari Sayydi Sholeh bin Muhammad Al-Ja'fari

Inilah kisah hikmah tentang Sayyid Sholeh bin Muhammad Al-Ja'fari yang doa makbulnya dalam ibadah Haji “dibatalkan” oleh keinginan ibunya sendiri. Kisah ini bermula ketika beliau pertama kali melakukan ibadah Haji tahun 1952, di depan Ka'bah beliau berdoa kepada Allah agar memperkenannya untuk bisa pergi Haji setiap tahun, dan benar doa beliau diijabah.

Setiap tahun hingga wafatnya beliau selalu berangkat Haji, kecuali pada musim Haji tahun 1962. Situasi tahun itu benar-benar rumit dan tidak memungkinkan beliau untuk berangkat dari Kairo ke Makkah. Beliau kemudian pergi ke Sudan dan bermaksud berangkat ke Makkah dari sana.

Namun ternyata kondisi untuk pergi dari Sudan ke Makkah pun sama tidak memungkinkan. Setelah berbagai upaya dirasa sulit, beliau akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Dunqula, Sudan, karena kebetulan beliau sedang berada di Sudan.

Ketika sampai di rumah, di depan pintunya ibunya tiba-tiba memeluk beliau dan berkata, "Maafkan ibu nak. Ibu telah membeli seekor domba tahun lalu untuk dikurbankan tahun ini, dan ibu berdoa kepada Allah supaya engkau bisa mencicipi masakan ibu dari daging kurban itu." Maka mengertilah Sayyid Sholeh mengapa tahun ini beliau sulit pergi Haji hingga akhirnya batal sama sekali.

Demikianlah hebatnya doa seorang ibu yang lebih hebat dari doa seorang Ulama bahkan Wali sekalipun. Rasulullah pernah bersabda, "Kedudukan doa seorang ibu untuk anaknya, laksana kedudukan doa seorang Nabi untuk umatnya." Sayyid Sholeh Al-Ja'fari adalah Ulama dan Wali besar pendiri Thariqah Al-Ja’fari serta Imam dan Khatib di Masjid Al-Azhar, Mesir. Beliau yang masih keturunan Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam ini merupakan guru dari Ulama-ulama besar dunia. Diantara muridnya yang terkenal adalah Syeikh Ali Jum'ah dan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/05/dahsyatnya-doa-seorang-ibu.html
Minggu, 30 Juni 2019 7 komentar

Do'a Yaa Muyassir (Syeikh Abu Bakar bin Salim)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


يَامُيَسِّرُ يَسِّرْ يَامُدَبِّرُ دَبِّرْ يَامُسَهِّلُ سَهِّلْ يَامُوَفِّقُ وَفِّقْ سَيِّرْنَا بِعَظَمَتِكَ بِالتَّيْسِيْرِ. (رَبِّ اِنِّى لِمَااَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ). (وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهِ قَدْجَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا). (رَبِّ يَسِّرْ وَلَا تُعَسِّرْ ×٣). يَسِّرْلِىْ فِى كُلِّ اَمْرِىْ يُسْرًاالَّذِيْ يَسَّرْتَهُ عَلٰى كَثِيْرٍ مِنْ عِبَادِكَ (يَا اَللّهُٰ×٣ يَارَبَّاهُ×٣ يَاغَوْثَاهُ×٣ يَامُغِيْثُ اَغِثْنِى×٣ يَاغَوْثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ يَارَغْبَةَ الرَّاغِبِيْنَ يَااَوَّلَ الْاَوَّلِيْنَ يَااٰخِرَ الْآخِرِيْنَ يَذَاالْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ يَارَحِيْمَ الْمَسَاكِيْنِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاكَافِى يَامُغْنِى يَافَتَّاحُ يَارَزَّاقُ يَاوَدُوْدُ يَاوَهَّابُ (يَاكَرِيْمُ×٣) اَغْنِنِى بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَّتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ وَبِهِ ثِقَتُنَا وَلَا حَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بَاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.


Yaa Muyassiru Yassir Yaa Mudabbiru Dabbir Yaa Musahhilu Sahhil Yaa Muwaffiqu Waffiq Sayyirna Bi’adhamatika Bit-taysiiri (Rabbi inni Lima Anzalta ilayya Min Khayri Faqiirun) (Wamay Yattaqillaaha Yaj’al Lahu Makhrajan Wa Yarzuqhu Min Haytsu Laa Yahtasibu Wamay Yatawakkal ‘Alallaahi Fahuwa Hasbuhu innallaaha Baalighu Amrihi Qad Ja’alallaahu Likulli Syai-in Qadraa). (Rabbi Yassir Walaa Tu’assir 3x)Yassirlii Fii Kulli Amrii Yusral Ladzii Yassartahu ‘Alaa Katsirin Min ‘ibaadik (Yaa Allahu3x, Yaa Rabbaahu 3x, Yaa Ghautsah 3x, Yaa Mughiitsu Aghitsnii3x). Yaa Ghautsal Mustaghiitsiina Yaa Raghbatar Raaghibiina Yaa Awwalal Awwaliina Yaa Akhiral Aakhiriina Yaa Dzal Quwwatil Matiinu Yaa Rahiimal Masaakiini Yaa Arhamar Raahimiina Yaa Kaafi Yaa Mughnii Yaa Fattahu Yaa Razzaaqu Yaa Waduudu Yaa Wahhaabu (Yaa Kariimu 3x) Aghninii Bihalaalika ‘An Haraamika Wa Bithaa’atika ‘An Ma’shiyyatika Wa Bifadl-lika ‘Amman Siwaaka Rabbi Tammim Bil Khayri Wabihi Tsiqatunaa Walaa Haula Walaa Quwwata illa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adhiim.

Wahai Dzat Yang Maha Memudahkan, maka mudahkanlah. Wahai Dzat Yang Maha Mengatur, maka aturlah. Wahai Dzat Yang Maha Memudahkan, maka mudahkanlah. Wahai Dzat Yang Memberi Taufiq (petunjuk) maka berilah taufiq. Tolonglah perjalanan kami dengan ke-AgunganMu dengan segala kemudaha. (Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku) (dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizqi dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu) (Ya Tuhanku mudahkanlah dan jangan Engkau persulit 3x) mudahkanlah bagiku disetiap urusankku dengan kemudahan yang telah Engkau berikan kepada kebanyakan dari hamba-hambaMu (Ya Allah 3x, Ya Tuhanku 3x, Ya Penolongkuk 3x, Wahai Dzat Penolong, tolonglah aku 3x, Wahai Dzat yang menolong orang yang memohon pertolongan, Wahai Dzat yang mencintai orang-orang yang mencintai, Wahai Dzat Pertama dari segala yang pertama, Wahai Dzat yang Akhir dari segala yang akhir, Wahai Dzat yang mempunyai kekuatan yang kokoh, Wahai Dzat yang mengasihi orang-orang yang miskin, Waha Dzat pengasih dari segala pengasih, Wahai Dzat yang mencukupi, Wahai Dzat yang memberi kekayaan, Wahai Dzat yang membuka, Wahai Dzat yang memberi rizqi, Wahai Dzat yang pengasih, Wahai Dzat pemberi (Wahai Dzat yang mulia 3x) cukupkanlah aku dengan rizqiMu yang halal jauhkan dari rizqiMu yang haram, dan untuk selalu patuh kepadaMu jauhkan dari maksiat kepadaMu, dengan keutamaanMu dari orang selainMu, Ya Tuhanku sempurnakanlah dengan kebaikan, dan dengan kebaikan itu sebagai kepercayaan kami. Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung

Dibaca selepas Sholat Fardhu 1x
Fadhilah, insya Allah:
  1. Diluaskan rezekinya dan diberi rezeki yang tidak disangka-sangka
  2. رَبِّ اِنِّى لِمَااَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ 
    jika dibaca 7x insya Allah akan dimudahkan mendapatkan jodoh yang sholeh/sholihah. (Doa Nabi Sulaiman as.)

  3. Dijauhkan dari kefakiran dan kebangkrutan.
  4. وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهِ قَدْجَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
    (ayat 1000 dinar, dibaca 7x selepas sholat maghrib dan subuh). Fadhilahnya, insya Allah diberikan lancar usahanya.

Telah diijazahkan oleh Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan. (Senin 8 Dzulhijah 1439 H / 20 Agustus 2018 pada pukul 23:47 WIB)

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/10/doa-yaa-muyassir-syeikh-abu-bakar-bin.html
 
;