Jumat, 05 Juli 2019 0 komentar

Kisah Orang Kaya Mengajak Haji Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus (Batu Pahat - Malaysia)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi (Solo, Indonesia) & Habib Ali bin Ja'far Al-Idrus (Batu Pahat, Malaysia)
Pada suatu hari ada seorang kaya datang menziarahi al maghfurlah Al-Habib Ali bin Ja'far Al-Idrus Batu pahat - Malaysia. Orang kaya yang mulia itu mau menawarkan kepada Habib Ali batu pahat untuk memberangkatkan beliau haji dan berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Namun Habib Ali menolaknya dengan memberi alasan; bahwa keadaan beliau tidak begitu sehat, namun orang kaya mulia itu coba memaksa habib dengan berkata:
"Ya Habib, tidakkah Habib suka jikalau saya bawa Habib ziarah kepada datuk habib yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disana?"

Kemudian Habib Ali menjawab :
"Tidakkah kamu tahu, bahwa sesungguhnya aku berjumpa dan melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setiap hari...?"

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2016/04/kesederhanaan-sang-wali.html
0 komentar

Foto Habib Ali bin Ja'far bin Muhammad Al-Idrus (Batu Pahat - Malaysia)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Inilah Istana Fuqara'
Istana Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Biarpun kecil... Usang... Namun bercahaya dan terang
Biarpun kecil...Usang... Namun dianya tidak pernah sunyi 
daripada tamu-tamu yang selalu berkunjung
Alangkah bahagianya tatkala mendampingi penghuni istana ini


RUMAH HABIB ALI BIN JA'FAR BIN AHMAD AL-IDRUS, BATU PAHAT - MALAYSIA


Rumah Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus (Batu Pahat - Malaysia)

Al-Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Salah satu sudut ruangan rumah kediaman Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Tampak rumah depan beliau Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus

Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki saat berkunjung kerumah beliau, tampak dalam foto Sayyid Muhammad sedang menggandeng tangan Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus


Amalan Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus Serta sholawat dari Beliau

Abuya dari Habib Ali yaitu Habib Ja'far bin Ahmad Al-Idrus





Makam Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Makam Habib Ali bin Ja'far bin Ahmad Al-Idrus
Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2014/04/rumah-habib-ali-bin-jafar-bin-ahmad-al.html

Selasa, 02 Juli 2019 0 komentar

Juraij Dan Bayi Yang Bicara

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Sebuah kisah yang diceritakan oleh Rasulullah ﷺ, dari Abu Hurairah dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam Al 'Adabul Mufrad.

Tidak ada bayi yang dapat berbicara kecuali Isa ibn Maryam dan bayi yang membela Juraij. Para sahabat bertanya, siapa itu Juraij yaa Rasulullah? Beliau berkata, sesungguhnya ia adalah hamba Allah yang sholeh dari kalangan ummat sebelumnya. Ia tinggal disebuah dataran tinggi dan memiliki tempat yang ia khususkan untuk beribadah.

Suatu hari, ketika ia sedang beribadah di tempat peribadatannya datanglah Ibunya yang memanggil, "Wahai Juraij!" Mendengar itu, di dalam hatinya Juraij berkata "Kujawab panggilan ibuku atau kulanjutkan shalat ku?" Namun ia memilih untuk melanjutkan shalatnya. Ibunya kembali memanggil, dan Juraij kembali memilih melanjutkan shalatnya, begitu lagi hingga 3x. Karena marah ibu Juraij kemudian berkata "Yaa Allah jangan wafatkan ia kecuali telah dipertontonkan dihadapan para pelacur."

Di daerah tersebut, juga ada seorang wanita yang sangat terkenal akan kecantikannya, namun ia seorang pelacur dan semua orang didaerah itu tau bahwa ia adalah wanita tercantik dan seorang pelacur. Begitupun Juraij, ia juga dikenal sebagai orang yang paling shaleh di daerah itu. Mengetahui hal tersebut, wanita pelacur ini ingin menguji keshalehan dari Juraij. Setelah berhias secantik mungkin, datanglah ia ditempat peribadatan Juraij dan menawarkan dirinya untuk disetubuhi, ia tampakkan apa-apa yang menurutnya dapat memancing hasrat Juraij.

Namun ternyata, Juraij tidak memperdulikannya sama sekali. Karena tidak terima, wanita itu kemudian mendatangi penggembala sapi disamping tempat peribadatan Juraij dan membuka peluang untuknya disetubuhi, dan terjadilah hingga wanita itu hamil. Setelah melahirkan bayinya, ia datang melapor pada raja dan berkata "Ini hasil hubunganku dengan Juraij".

Datanglah raja bersama pasukan dan penduduk lainnya yang marah dan menghancurkan tempat peribadatan Juraij. Lalu ia diikat dan dipertontonkan dihadapan para pelacur hingga tiba dihadapan wanita tersebut. Raja berkata, "Bayi ini hasil zinamu dengannya."

Juraij menunjuk bayi itu dan berkata "Wahai bayi yang berada dalam buaian ibunya, siapakah ayahmu?"

Atas izin Allah subhanahu wata'ala, bayi itu kemudian berkata "Ayahku adalan Fulan, si penggembala sapi". Sontak semua orang yang berada ditempat itu kemudian kaget dan merasa malu kepada Juraij. Dengan wajah yang memerah, sang raja kemudian berkata kepada Juraij, "Wahai Juraij, maukah engkau aku bangunkan rumah peribadatan baru yang terbuat dari perak atau emas?" Namun Juraij berkata "Tidak perlu, bangunkan saja aku sebagaimana mulanya."

Ini adalah sebuah kisah yang panjang namun berusaha kami ringkas sesingkat mungkin. Semoga kita dapat memetik pelajaran didalamnya.

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/07/juraij-dan-bayi-yang-bicara.html
0 komentar

Dahsyatnya Doa Seorang Ibu

بسم الله الرّحمن الرّحيم
Sayyid Alwi bin Abbas Al-Maliki (Ayah Dari Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki)
Sayyid Abdul Ghani Al-Ja'fari Putra Dari Sayyid Sholeh bin Muhammad Al-Ja'fari bersama Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki yang juga merupakan murid dari Sayydi Sholeh bin Muhammad Al-Ja'fari

Inilah kisah hikmah tentang Sayyid Sholeh bin Muhammad Al-Ja'fari yang doa makbulnya dalam ibadah Haji “dibatalkan” oleh keinginan ibunya sendiri. Kisah ini bermula ketika beliau pertama kali melakukan ibadah Haji tahun 1952, di depan Ka'bah beliau berdoa kepada Allah agar memperkenannya untuk bisa pergi Haji setiap tahun, dan benar doa beliau diijabah.

Setiap tahun hingga wafatnya beliau selalu berangkat Haji, kecuali pada musim Haji tahun 1962. Situasi tahun itu benar-benar rumit dan tidak memungkinkan beliau untuk berangkat dari Kairo ke Makkah. Beliau kemudian pergi ke Sudan dan bermaksud berangkat ke Makkah dari sana.

Namun ternyata kondisi untuk pergi dari Sudan ke Makkah pun sama tidak memungkinkan. Setelah berbagai upaya dirasa sulit, beliau akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Dunqula, Sudan, karena kebetulan beliau sedang berada di Sudan.

Ketika sampai di rumah, di depan pintunya ibunya tiba-tiba memeluk beliau dan berkata, "Maafkan ibu nak. Ibu telah membeli seekor domba tahun lalu untuk dikurbankan tahun ini, dan ibu berdoa kepada Allah supaya engkau bisa mencicipi masakan ibu dari daging kurban itu." Maka mengertilah Sayyid Sholeh mengapa tahun ini beliau sulit pergi Haji hingga akhirnya batal sama sekali.

Demikianlah hebatnya doa seorang ibu yang lebih hebat dari doa seorang Ulama bahkan Wali sekalipun. Rasulullah pernah bersabda, "Kedudukan doa seorang ibu untuk anaknya, laksana kedudukan doa seorang Nabi untuk umatnya." Sayyid Sholeh Al-Ja'fari adalah Ulama dan Wali besar pendiri Thariqah Al-Ja’fari serta Imam dan Khatib di Masjid Al-Azhar, Mesir. Beliau yang masih keturunan Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam ini merupakan guru dari Ulama-ulama besar dunia. Diantara muridnya yang terkenal adalah Syeikh Ali Jum'ah dan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/05/dahsyatnya-doa-seorang-ibu.html
Minggu, 30 Juni 2019 7 komentar

Do'a Yaa Muyassir (Syeikh Abu Bakar bin Salim)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


يَامُيَسِّرُ يَسِّرْ يَامُدَبِّرُ دَبِّرْ يَامُسَهِّلُ سَهِّلْ يَامُوَفِّقُ وَفِّقْ سَيِّرْنَا بِعَظَمَتِكَ بِالتَّيْسِيْرِ. (رَبِّ اِنِّى لِمَااَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ). (وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهِ قَدْجَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا). (رَبِّ يَسِّرْ وَلَا تُعَسِّرْ ×٣). يَسِّرْلِىْ فِى كُلِّ اَمْرِىْ يُسْرًاالَّذِيْ يَسَّرْتَهُ عَلٰى كَثِيْرٍ مِنْ عِبَادِكَ (يَا اَللّهُٰ×٣ يَارَبَّاهُ×٣ يَاغَوْثَاهُ×٣ يَامُغِيْثُ اَغِثْنِى×٣ يَاغَوْثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ يَارَغْبَةَ الرَّاغِبِيْنَ يَااَوَّلَ الْاَوَّلِيْنَ يَااٰخِرَ الْآخِرِيْنَ يَذَاالْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ يَارَحِيْمَ الْمَسَاكِيْنِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاكَافِى يَامُغْنِى يَافَتَّاحُ يَارَزَّاقُ يَاوَدُوْدُ يَاوَهَّابُ (يَاكَرِيْمُ×٣) اَغْنِنِى بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَّتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ وَبِهِ ثِقَتُنَا وَلَا حَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بَاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.


Yaa Muyassiru Yassir Yaa Mudabbiru Dabbir Yaa Musahhilu Sahhil Yaa Muwaffiqu Waffiq Sayyirna Bi’adhamatika Bit-taysiiri (Rabbi inni Lima Anzalta ilayya Min Khayri Faqiirun) (Wamay Yattaqillaaha Yaj’al Lahu Makhrajan Wa Yarzuqhu Min Haytsu Laa Yahtasibu Wamay Yatawakkal ‘Alallaahi Fahuwa Hasbuhu innallaaha Baalighu Amrihi Qad Ja’alallaahu Likulli Syai-in Qadraa). (Rabbi Yassir Walaa Tu’assir 3x)Yassirlii Fii Kulli Amrii Yusral Ladzii Yassartahu ‘Alaa Katsirin Min ‘ibaadik (Yaa Allahu3x, Yaa Rabbaahu 3x, Yaa Ghautsah 3x, Yaa Mughiitsu Aghitsnii3x). Yaa Ghautsal Mustaghiitsiina Yaa Raghbatar Raaghibiina Yaa Awwalal Awwaliina Yaa Akhiral Aakhiriina Yaa Dzal Quwwatil Matiinu Yaa Rahiimal Masaakiini Yaa Arhamar Raahimiina Yaa Kaafi Yaa Mughnii Yaa Fattahu Yaa Razzaaqu Yaa Waduudu Yaa Wahhaabu (Yaa Kariimu 3x) Aghninii Bihalaalika ‘An Haraamika Wa Bithaa’atika ‘An Ma’shiyyatika Wa Bifadl-lika ‘Amman Siwaaka Rabbi Tammim Bil Khayri Wabihi Tsiqatunaa Walaa Haula Walaa Quwwata illa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adhiim.

Wahai Dzat Yang Maha Memudahkan, maka mudahkanlah. Wahai Dzat Yang Maha Mengatur, maka aturlah. Wahai Dzat Yang Maha Memudahkan, maka mudahkanlah. Wahai Dzat Yang Memberi Taufiq (petunjuk) maka berilah taufiq. Tolonglah perjalanan kami dengan ke-AgunganMu dengan segala kemudaha. (Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku) (dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizqi dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu) (Ya Tuhanku mudahkanlah dan jangan Engkau persulit 3x) mudahkanlah bagiku disetiap urusankku dengan kemudahan yang telah Engkau berikan kepada kebanyakan dari hamba-hambaMu (Ya Allah 3x, Ya Tuhanku 3x, Ya Penolongkuk 3x, Wahai Dzat Penolong, tolonglah aku 3x, Wahai Dzat yang menolong orang yang memohon pertolongan, Wahai Dzat yang mencintai orang-orang yang mencintai, Wahai Dzat Pertama dari segala yang pertama, Wahai Dzat yang Akhir dari segala yang akhir, Wahai Dzat yang mempunyai kekuatan yang kokoh, Wahai Dzat yang mengasihi orang-orang yang miskin, Waha Dzat pengasih dari segala pengasih, Wahai Dzat yang mencukupi, Wahai Dzat yang memberi kekayaan, Wahai Dzat yang membuka, Wahai Dzat yang memberi rizqi, Wahai Dzat yang pengasih, Wahai Dzat pemberi (Wahai Dzat yang mulia 3x) cukupkanlah aku dengan rizqiMu yang halal jauhkan dari rizqiMu yang haram, dan untuk selalu patuh kepadaMu jauhkan dari maksiat kepadaMu, dengan keutamaanMu dari orang selainMu, Ya Tuhanku sempurnakanlah dengan kebaikan, dan dengan kebaikan itu sebagai kepercayaan kami. Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung

Dibaca selepas Sholat Fardhu 1x
Fadhilah, insya Allah:
  1. Diluaskan rezekinya dan diberi rezeki yang tidak disangka-sangka
  2. رَبِّ اِنِّى لِمَااَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ 
    jika dibaca 7x insya Allah akan dimudahkan mendapatkan jodoh yang sholeh/sholihah. (Doa Nabi Sulaiman as.)

  3. Dijauhkan dari kefakiran dan kebangkrutan.
  4. وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهِ قَدْجَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
    (ayat 1000 dinar, dibaca 7x selepas sholat maghrib dan subuh). Fadhilahnya, insya Allah diberikan lancar usahanya.

Telah diijazahkan oleh Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan. (Senin 8 Dzulhijah 1439 H / 20 Agustus 2018 pada pukul 23:47 WIB)

Sumber: https://majelisalmunawwarah.blogspot.com/2019/10/doa-yaa-muyassir-syeikh-abu-bakar-bin.html
Jumat, 28 Juni 2019 0 komentar

24 Syawal 1440 H (28 Juni 2019)

بسم الله الرّحمن الرّحيم


  1. Kelak manusia akan ditampakkan semua amal ibadahnya di akhirat, apabila buruk akan tampak padanya amalan itu diumpamakan seperti wanita yang cantik tetapi memiliki penyakit yang menjijikkan. (13:45 WIB)
  2. Orang yang susah dan gelisah itu adalah gambaran penghuni neraka, Allah SWT menyiksanya didunia dengan kesusahan, karena apabila dia beriman Allah SWT akan hadiahkan kegembiraan dalam hatinya. (13:47 WIB)
  3. Mustahil orang yang hatinya kacau, gelisah dan kesusahan mampu sholat dan berdzikir dengan khusyu'. Dan ketahuilah kegelisahan itu disebabkan banyak dosa. (13:47 WIB)
  4. Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT di hari akhir janganlah duduk ditempat dimana khamr disajika. Barangsiapa yang meminum khamr iman dia akan keluar dari dirinya. (13:53 WIB)
  5. Sesungguhnya orang yang menganggur itu adalah orang yang hisabnya paling berat diakhirat, karena Allah SWT sudah memberikan dia akal dan pemikiran tetapi dia menyia-nyiakannya. (14:06 WIB)
  6. Mustahil manusia yang tidak pernah menanam akan memanen, dan belum tentu orang yang menanam itu juga akan memanennya apabila tidak merawatnya. (14:10 WIB)
  7. Allah SWT cinta kepada pemuda yang rajin ibadah dan raji bekerja, apabila dia malas maka sampai tua dia akan menjadi seorang yang susah hidupnya. (14:12 WIB)
  8. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bersholawat kepada-Ku pada hari jumat sebanyak 100x dia akan datang dengan membawa cahaya, yang sekiranya cahaya itu akan dibagikan keseluruh mahluk akan mencukupi." (14:13 WIB)
  9. Apabila seorang murid mengetahui nilai-nilai amalan yang diberikan oleh sang Guru niscaya dia tidak akan meremehkan amalan tersebut. (14:18 WIB)
  10. Terlalu berkaratnya hati manusia sehingga ribuan istighfar yang dibacanya tidak memiliki rasa didalam hatinya. (14:19 WIB)
  11. Banyaknya orang beramal tetapi semakin tersesat disebabkan mereka beramal tanpa ilmu. (14:21 WIB)
  12. Perbuatan atau ucapan yang bisa membawa ke surga atau neraka disebut amal, hati memancarkan perbuatan dan ucapan, maka hati yang baik akan terpancar lewat lisan dan perbuatan. (14:48 WIB)
  13. Janganlah takut akan kematian, tapi takutlah terhadap bekal yang tidak kamu miliki saat menghadapi kematian. (14:50 WIB)
  14. Doa yang tidak akan ditolak adalah doa seorang ayah dan doa seorang yang musafir. (14:52 WIB)
  15. Mustahil seorang anak itu akan menjadi soleh atau soleha apabila seorang ayah dan ibu tidak pernah mendoakan anaknya, mereka hanya berpikir bagaimana memberi bekal dunia. (14:54 WIB)
  16. Apabila bapak dan ibunya ahli akhirat pasti akan marah apabila anaknya ahli dunia, sedangkan bapak dan ibu yang ahli dunia juga akan marah apabila anaknya menjadi seorang yang ahli akhirat. (14:55 WIB)
  17. Allah SWT tidak bersama orang yang najis, yaitu orang yang hatinya najis walaupun badannya memiliki wudhu, dan hati yang najis adalah orang yang selalu angan-angan terhadap harta duniawi. (15:16 WIB)
  18. Barangsiapa yang banyak membuang waktu, dan selalu dalam kegiatan yang melalaikan maka dia termasuk orang yang bersekutu dengan iblis, kecuali mereka yang selalu mengingat Allah SWT. (15:23 WIB)
  19. Janganlah tertipu dengan dunia, karena senikmat-nikmatnya dunia hanyalah beberapa puluh tahun saja, bahkan Allah SWT selalu mengurangi nikmat itu setiap tahunnya agar manusia itu mencari nikmat yang belum pernah ada didalam dirimu, seperti nikmat sujud, nikmat beribadah kepadanya. (15:35 WIB)
  20. Barangsiapa yang bertakziah kepada orang-orang yang mati tetapi berbicara urusan dunia maka dosanya seperti orang yang berzinah 70 kali. (15:38 WIB)
  21. Harta yang paling berharga adalah saat kamu berjalan disetiap langkahmu selalu berdzikir kepada Allah SWT. (15:40 WIB)
  22. Barangsiapa yang tidak mau mengambil pelajaran atas kejadian yang dihadapkan oleh Allah SWT kepada dirinya kelak dirinya sendiri akan menjadi pelajaran bagi orang lain. (15:41 WIB)
  23. Ruh itu urusan Allah SWT tetapi Ruh itu bisa dipahami yaitu dengan merasakan rasa, maka saat ruh itu pergi maka rasa itu akan hilang, maka siksa itu akan diberikan kepada ruh, dan nikmat itu akan diberikan kepada ruh. (15:44 WIB)
  24. Tanda-tanda orang yang mati keimanannya adalah tidak mempunyai perasaan, karena hatinya telah mati, dan perihal yang mengeraskan dan membunuh hati itu disebabkan keinginan kepada dunia. (15:57 WIB)
  25. Sengaja Allah SWT merahasiakan siksa kubur itu, karena siksa kubur itu terlalu mengerikan sehingga apabila diperdengarkan oleh manusia yang hidup niscaya dia akan mati. (16:04 WIB)
  26. Tidak ada yang dua hal yang paling dicintai oleh Allah SWT yaitu memberi nasehat dan memberi makan. (16:17 WIB)
  27. Orang yang sudah menyiapkan kubur dalam hidupnya ini adalah orang yang selalu mendapatkan ampunan dari Allah SWT. (16:26 WIB)
  28. Janganlah kamu mengajar atau memberikan fatwa apabila tidak mengetahui dalil dan ayatnya, hendaknya dia menuntut ilmu pada seorang Guru. (16:36 WIB)
  29. Apapun orang yang tidak mengetahui Al-Qur'an pastilah termasuk orang yang tersesat, karena Al-Qur'an itu adalah pedoman. (16:40 WIB)
  30. Sesungguhnya syukur itu adalah kita dijadikan Islam, dan kedua adalah kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW. (16:42 WIB)
  31. Bentuk ibadah seperti apapun yang tidak sholat itu pasti akan ditolak, dan orang yang sholat tidak mengeluarkan sedekah maka sholatnya ditolak. (16:48 WIB)
Kamis, 27 Juni 2019 0 komentar

Makam Syarifah Ruqayyah / Sharifah Rogayah (Singapore)

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Makam Sharifah Rogayah terletak di belakang deretan rumah-kedai di Jalan Teo Hong Road, beliau adalah cucu dari Habib Nuh bin Muhammad Al-Habsyi yang terletak di Palmer Road tidak jauh dari tempat tersebut. Ibu Beliau Sharifah Rogayah yaitu Sharifah Badariah merupakan anak bungsu dari Habin Nuh bersama istrinya Che' Hamidah dari pulau pinang. Sharifah Rogayah berhijrah ke Singapura setelah menikah dengn Syed Alwi bin Ali Al-Junied. Mereka dikaruniai 5 orang anak yaitu Syed Abdul Rahman, Sharifah Maznah, Syed Abdullah, Sharifah Zainab dan Sharifah Zubaidah yang mempunyai waris hingga saat ini. Di usia senjanya beliae sekeluarga menetap di Kampong Bukit Pasoh. Sharifah Rogayah wafat pada tahun 1891 dan dimakamkan di lereng Kampong Bukit Pasoh yang kini dikenali sebagai Duxton Plain Park.

Dikabarkan dilokasi ini dulunya adalah sebuah pemakaman, kemudian pemerintah Singapura melakukan relokasi makam dan memindahkan semua makam kecuali satu yaitu makam Sharifah Rogayah maka makam tersebut diabadikan karena diyakini makam ini dilindungi oleh sebuah kekuatan yang tak terlihat menurut kisah warga sekitar.






Makam Sharifah Rogayah di Teo Hong Road Singapore
 
;